Bayar Tagihan Bulanan, Ini 4 Hal Menyebalkan saat Melakukannya!

bayar tagihan

Pekerjaan membayar tagihan merupakan hal yang sering dan rutin dilakukan oleh sebagian orang. Bayar tagihan bulanan seperti tagihan listrik, telepon, air, kartu kredit, asuransi, sudah tidak asing lagi dilakukan setiap bulan oleh orang dewasa. Terkadang, membayar tagihan bulanan bisa jadi hal yang menyebalkan, kenapa?

Antrian panjang

antrian panjang

Bayar tagihan bulanan akan mulai menyebalkan jika kamu menemukan antrian yang terlalu panjang di loket pembayaran atau ATM. Bagi kamu yang memiliki kesibukan tersendiri, hal ini tentunya akan membuat waktumu menjadi sia-sia untuk hanya sekedar mengantri. Belum lagi kamu punya pekerjaan lain yang harus dilakukan. Membayar tagihan juga membutuhkan waktu yang cukup panjang karena kamu harus memasukkan data tagihan kamu. Karena itu, banyak antrian panjang yang sangat memakan waktu karena semua orang harus memasukan banyak data saat membayar tagihan.

Baca juga : Mengelola Tagihan dan Pengeluaran adalah Kunci Keuangan Sehat

Agar tidak mengalami hal ini, sebaiknya kamu menggunakan fitur atau aplikasi pembayaran yang bisa membantu kamu untuk membayar tagihan secara online. Kamu juga bisa menggunakan internet banking atau mobile banking agar kamu tidak perlu mengantri. Sayangnnya, tidak semua jenis tagihan bulanan memiliki koneksi dengan internet dan mobile banking. Cara terakhir yang bisa kamu gunakan adalah autodebet atau penarikan otomatis dari rekeningmu, namun hal ini cukup riskan. Kamu harus memantau rekening secara berkala agar tidak terjadi kesalahan penarikan.

Terlalu banyak tagihan dengan jenis akun dan nomor berbeda

Belanja Online dengan Kartu Kredit, Amankah?

Jika kamu memiliki banyak tagihan dengan jenis akun dan nomor yang berbeda, kamu bisa repot saat hendak membayar tagihan bulanan. Bayangkan, kamu harus memasukkan data berupa nomor akun dan jumlah pembayaran setiap saat kamu membayar satu jenis tagihan. Jika satu tagihan akan memakan waktu 3 menit, kamu harus menyiapkan 30 menit untuk 10 tagihan. Padahal, kamu harus memberi kesempatan kepada orang di belakang mu untuk mendapatkan gilirannya menggunakan mesin ATM.

Denda keterlambatan saat bayar tagihan

kelola gaji

Selain antrian yang panjang dan data yang harus dimasukkan, bayar tagihan bulanan menjadi menyebalkan ketika kamu terkena denda keterlambatan. Denda keterlambatan adalah hukuman berupa biaya tambahan yang harus kamu bayar jika kamu terlambat membayar tagihan. Jika kamu terlambat membayar tagihan, bukan hanya bunga cicilan saja yang akan dibebankan kepada kamu. Kamu juga harus menanggung biaya keterlambatannya. Jika kamu harus membayar denda ini pada setiap tagihanmu, bayangkan berapa banyak uang yang terbuang selama satu tahun.

Biaya administrasi (yang banyak)

bayar tagihan

Apakah kamu tahu bahwa setiap bank membebankan biaya administrasi, apabila kamu melakukan pembayaran untuk tagihan bank lain? Salah satu contohnya BCA, BCA akan membebankan biaya administrasi jika kamu membayar tagihan kartu kredit bank Mandiri atau bank lainnya, hal tersebut juga diberlakukan oleh bank Mandiri, BNI, BII, UOB, dan bank lokal maupun internasional lainnya.

Baca juga : Tanggal Tua, Ini 4 Hal Menyebalkan saat Tanggal Tua!

Biaya ini kelihatannya tidak besar, namun jika dikumpulkan kamu mungkin akan terkejut dengan jumlah biayanya. Mari kita coba hitung, bank biasanya akan membebankan uang sejumlah Rp 5.000 sampai Rp 10.000 ketika membayarkan tagihan bank lain. Selain itu biasanya ada beban administratif sebesar Rp. 2.500 sampai Rp. 10.000, untuk membayar tagihan seperti BPJS, e-commerce, asuransi, dan jenis pembayaran lainnya. Jika kamu membayar tagihan dengan debit BCA dan mempunyai 3 kartu kredit, 1 BPJS, dan 1 asuransi, kamu bisa membayarkan sekitar Rp. 15.000 sampai Rp. 25.000 beban administratif setiap bulannya, jika dijumlahkan per tahun, biaya yang kamu keluarkan adalah sekitar Rp. 180.000 sampai Rp. 300.000, lumayan bukan?

Untuk menghindari beban administratif seperti ini, kamu bisa menggunakan kartu kredit yang diterbitkan oleh bank yang sama dengan tabungan kamu. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan perusahaan jasa atau aplikasi yang dapat membayarkan tagihan kamu secara bersamaan tanpa biaya administratif.

Billpayer, hindari 4 hal menyebalkan ini saat bayar tagihan ya, sekarang ini banyak kok fitur dan aplikasi keuangan yang bisa membantu kamu dalam hal ini. Ada pengalaman hal menyebalkan lainnya saat bayar tagihan? Langsung saja tuliskan di kolom komentar!

Uang Tunai vs Non-Tunai, Mana Lebih Baik?

uang tunai vs non tunai

Ada orang yang berpikir bahwa membawa uang tunai sering kali membuat mereka lebih boros. Beberapa malah merasa uang non-tunai lebih merepotkan. Ada juga yang menggunakan teknik menyimpan uang tunai agar lebih bisa kelola keuangan. Bagaimana dengan kamu?

Membawa uang tunai atau non-tunai terkadang menjadi perdebatan sendiri bagi beberapa orang. Baik dari segi kemudahan, fleksibilitas, maupun waktu, kedua jenis pembayaran tersebut seringkali jadi pertimbangan. Apalagi ditambah kondisi hidup di Indonesia yang dibatasi dengan alat teknologi dan kebutuhan yang beragam.

Untuk itu Billie akan membantu kamu memutuskan, mana sih metode pembayaran yang lebih baik. Mungkin ulasan dibawah ini dapat membantu kamu mempertimbangkannya.

Uang Tunai

uang tunai vs non tunai

Sebagian besar orang membawa uang tunai karena memang semua kebutuhan pembayaran bisa diselesaikan dengan uang tunai. Beberapa kelebihan dan keurangan dari membawa uang tunai adalah:

Mudah melakukan transaksi

Di Indonesia yang masih jarang menggunakan metode pembayaran seperti kartu kredit, tap kartu, metode bayar melalui ponsel dan sejenisnya. Hal ini menyebabkan uang tunai menjadi solusi metode pembayaran paling utama. Terutama jika kamu harus melakukan pembayaran di warung atau usaha kecil yang tidak menyediakan fasilitas non-tunai atau perbankan.

Kemungkinan hutang kecil

Ketika kamu melakukan transaksi dengan uang cash, kemungkinan kamu melakukan hutang atau bon tentu saja akan berkurang. Transaksi tunai biasanya akan selesai begitu saja tanpa ada biaya tambahan atau perpanjangan. Maka uang tunai sebetulnya sangat baik untuk kelola keuangan.

Bahaya membawa uang tunai

Resiko membawa uang tunai ternyata lebih besar daripada membawa uang non-tunai. Tingginya angka kriminalitas di Indonesia juga semakin memperburuk keadaan. Kamu bisa dijambret atau dirampok apabila ada yang mengetahui kamu membawa uang cash dalam jumlah besar. Resiko uang berceceran dan tidak terhitung dengan baik juga lebih besar. Kemungkinan terjatuh, lupa menaruh, hilang, dan lainnya juga lebih besar dengan uang cash.

Tidak praktis

Membawa uang cash tentu saja tidak praktis. Kamu harus membawa dompet dan melapisinya lagi dengan tas baik kecil atau besar. Memegang dompet saja tentu akan lebih berbahaya, apalagi jika kamu sering menggunakan kendaraan umum untuk berpergian.

Boros

Sebagian orang setuju dengan pernyataan ini dan sebagiannya lagi tidak. Beberapa orang yang memiliki pengelolaan keuangan atau pengendalian diri yang buruk biasanya akan mudah sekali mengeluarkan uang cash untuk keinginan yang sebenarnya tidak penting.

Baca juga: Fitur dan Fasilitas Kartu Kredit yang Bisa Bantu Kelola Keuangan

Uang Non-Tunai

fitur dan fasilitas kartu kredit

Uang non-tunai disini bisa diartikan sebagai kartu debit, kartu kredit, atau alat pembayaran elektronik lainnya. Nah jika tadi sudah membahas mengenai kelebihan dan kekurangan uang tunai, kali ini mari kita bahas mengenai kelebihan dan kekurangan uang non-tunai.

Lebih mudah digunakan

Transaksi dengan uang non-tunai sejujurnya akan lebih mudah. Praktis dan tidak memerlukan waktu yang lama. Apalagi jika toko tempat kamu melakukan transaksi menyediakan fasilitas lengkap untuk pembayaran non-tunai. Kamu tidak perlu khawatir karena akan bertransaksi dengan simpel dan praktis jika menggunakan uang tunai. Diluar negeri pun, fasilitas uang non-tunai antar negara semakin populer sehingga dapat memudahkan kamu ketika berjalan-jalan ke luar negeri.

Lebih aman

Ketika kamu membawa uang non-tunai misalnya berupa kartu kredit atau debit, kamu dapat mengurangi resiko pencurian. Orang yang mencuri kartu kamu tidak bisa langsung mengambil uang kamu atau menggunakan kartu tersebut. Selain itu fasilitas blok rekening atau kartu kredit yang cepat juga semakin membuat uang non-tunai kita terjaga. Apalagi ditambah keamanan penggunaaan uang non-tunai yang semakin hari semakin ditingkatkan.

Tidak makan tempat

Uang non-tunai tentunya juga tidak akan memakan banyak tempat karena ukurannya yang kecil. Kamu dapat menyimpan semua uang hanya dalam satu kartu atau ponsel. Tidak seperti uang cash yang harus memiliki dompet atau tempat khusus. Uang non-tunai pun lebih mudah dibawa-bawa.

Mudah hutang

Sayangnya, uang non-tunai dapat menawarkan program hutang yang menggiurkan. Apalagi jika terlalu nyaman dalam menggunakan uang non-tunai. Kamu bisa saja tidak sadar akan tunggakan yang harus dibayarkan setiap bulannya. Jika tidak bisa mengaturnya, kamu bisa terjebak hutang besar yang bisa membahayakan keuangan kamu.

Tidak dapat digunakan disemua tempat

Selain itu, uang non-tunai tidak dapat digunakan disemua tempat. Beberapa toko kecil biasa atau kendaraan transportasi umum, biasanya mengharuskan kamu menggunakan uang tunai. Misalkan jika kamu harus bepergian atau memakan makanan di pinggir jalan, kamu harus menggunakan uang cash.

Jadi, baiknya gunakan yang mana?

Terlepas dari kelebihan dan kekurangan dari uang tunai dan non-tunai, semua kembali pada masing-masing pribadi. Menggunakan uang tunai atau non-tunai dalam bertransaksi, apa pun jenisnya, tetap lakukan perencanaan dan kelola uang dengan bijaksana agar tidak terjadi kesalahan yang menyebabkan ekonomi dan keuangan kamu menjadi berantakan.

Ada ide atau pemikiran lain? Langsung saja tulis di kolom komentar!