Antisipasi Biaya Pengobatan yang Semakin Besar dengan Hal ini!

tanggal tua

Meskipun kita sudah hidup sehat dan menjaga pola makan. Resiko terkena penyakit tetap saja tidak dapat dihindari. Biaya pengobatan yang semakin hari semakin besar juga menambah beban. Untuk itu, kamu harus mempunyai tabungan untuk antisipasi hal tidak terduga sangat diperlukan. Kamu juga bisa membuat asuransi kesehatan sebagai antisipasi.

Jika tidak memiliki asuransi kesehatan, biaya perawatan ini bisa membesar dan akan cukup menyulitkan kamu. Pihak rumah sakit terkait juga tidak semuanya dapat memberikan keringanan tanpa asuransi. Berikut ini ada beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk mengurangi biaya medis di rumah sakit:

Bayar biaya pengobatan segera

Agar biaya pengobatan tidak menumpuk dan bertambah banyak, sebaiknya melakukan pembayaran secara segera, ketika kamu sudah selesai dirawat di rumah sakit. Jika tidak, kemungkinan akan ada biaya tambahan lainnya yang mungkin membuat biaya perawatan menjadi lebih besar.

Jika tidak mempunyai uang tunai, kamu bisa menggunakan kartu kredit jika mendesak. Namun, jangan lupa segera melunasi hutang kartu kredit secepatnya. Kamu bahkan bisa menggunakan beberapa promo kartu kredit yang sedang melakukan kerjasama dengan rumah sakit tersebut.

Baca juga : 5 Kesalahan Pengelolaan Keuangan Orang Indonesia

Jujur dengan keuangan

Saat sudah terlanjur di rawat di rumah sakit, dan biaya perawatan sudah muncul, sebaiknya jujur dengan keadaan keuangan kamu kepada pihak rumah sakit. Mungkin beberapa rumah sakit dan pihak dokter akan memahami dan mencoba membantu kamu dengan kebijakan khusus tersebut.

Buat limit kartu kredit besar

Kartu kredit dengan limit besar seringkali membantu kita saat ada hal mendadak yang membutuhkan uang. Namun, ingatlah bahwa kartu kredit tersebut hanya digunakan untuk hal-hal mendadak seperti sakit, kecelakaan, kematian, dan hal-hal lainnya yang tidak dapat dihindari. Simpan kartu ditempat aman dan hanya gunakan saat dibutuhkan.

Mengikuti asuransi

Mengikuti asuransi kesehatan juga merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi biaya pengeobatan yang besar. Untuk dapat mengikuti asuransi kesehatan sekarang ini juga cukup mudah. Pikirkan bahwa kesehatan kamu lebih penting di atas segalanya. Jangan lupa tetap membayar biaya asuransi tersebut agar tidak hangus.

Kredit Macet, ini 4 Cara Menghindarinya!

atasi kredit macet

Pernah mendengar kata kredit macet? Kredit macet adalah suatu keadaan dimana debitur atau pelaku kredit tidak bisa mampu membayar kredit pada masa yang ditentukan. Pada situasi sehari-hari, biasanya terjadi kepada kita sebagai pemilik kartu kredit. Kita tidak mampu untuk melunasi hutang cicilan atau kartu kredit kita.

Bagi kamu yang suka menggunakan kartu kredit atau program cicilan, tidak usah takut. Bukan berarti, kita tidak boleh menggunakan kartu kredit atau program cicilan. Tentunya cicilan mempunyai manfaat tersendiri bagi kita. Namun, kita tetap harus mengantisipasi kredit macet dikemudian hari. Bagaimana caranya? Berikut Billie berikan 4 cara menghindari kredit macet.

Hindari hutang konsumtif

Ketika kamu melakukan kegiatan berbelanja yang tidak perlu. Hindari menggunakan kartu kredit atau program cicilan untuk hal ini. Mengapa demikian? Ini karena biasanya berbelanja atau kegiatan konsumtif lainnya cuma digunakan untuk memuaskan diri dan bukan untuk keperluan. Sebaiknya gunakan kartu kredit dan program cicilan untuk membeli barang yang benar-benar diperlukan. Seperti, mobil, motor, telepon genggam, dan untuk hal-hal mendesak seperti renovasi rumah, biaya operasi dan sebagainya.

Baca juga : Ini 3 Alasan Orang Tidak Bisa Bayar Cicilan

Jika berbelanja barang seperti baju, tas, sepatu dan sebagainya, sebaiknya jangan gunakan kartu kredit. Ketika kamu menggunakan kartu kredit untuk kegiatan konsumtif, kamu akan terpengaruh untuk melakukan hal tersebut berkali-kali. Uang yang kamu simpan juga akhirnya bisa habis untuk hal yang tidak perlu. Disaat kamu membutuhkannya, malah kamu terpaksa harus melunasi cicilan yang tidak penting.

Pinjam sesuai kemampuan

Banyak orang Indonesia yang memiliki limit kartu kredit yang jauh dari penghasilan. Alias lebih besar dari pada penghasilan. Idealnya, jumlah pinjaman kartu kredit atau besar cicilan tidak melebihi 35% dari penghasilan. Jangan pernah berbohong mengenai penghasilan untuk memperoleh limit kartu kredit yang lebih tinggi. Hal itu akan memotivasi kamu untuk berbelanja dan membeli barang. Sebaiknya, kartu kredit hanya digunakan untuk barang dengan masa kegunaan panjang atau kebutuhan mendadak.

Pinjam sesuai kebutuhan

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya. Hindari menggunakan kartu kredit atau program cicilan untuk membeli barang yang diinginkan bukan yang dibutuhkan. Saat kamu tidak mampu membedakan atau mengelola kebutuhan dan keinginan, yang ada kamu hanya akan terjebak dalam berbagai masalah finansial. Padahal tujuan ideal secara finansial adalah untuk meraih kemandirian finansial. Namun akibat tidak mampu menahan godaan diri sendiri atau keinginan dalam membelanjakan uang, yang terjadi justru malah sebaliknya.

Jangan menghindari kewajiban mencicil

Hal lainnya yang dapat menyebabkan kredit macet adalah menghindari kewajiban mencicil. Masalah ini biasanya bermula dari kemalasan sesaat untuk melakukan pembayaran cicilan. Menunda waktu pembayaran atau menggunakan dana cicilan untuk kebutuhan yang lain. Jika hal-hal seperti itu terus berlanjut, kemampuan membayar cicilan akan semakin mengecil. Ditambah bunga cicilan yang terus menumpuk. Hal ini sudah pasti akan menyebabkan kamu tidak bisa melanjutkan pembayaran cicilan dan akhirnya terjadilah kredit macet.

Nah, itu dia 4 cara menghindari kredit macet yang bisa Billie berikan ke kamu. Jangan sampai mengalami hal ini ya!

Punya tips lain? Langsung saja tulis di kolom komentar!

Bayar Tagihan Bulanan, Ini 4 Hal Menyebalkan saat Melakukannya!

bayar tagihan

Pekerjaan membayar tagihan merupakan hal yang sering dan rutin dilakukan oleh sebagian orang. Bayar tagihan bulanan seperti tagihan listrik, telepon, air, kartu kredit, asuransi, sudah tidak asing lagi dilakukan setiap bulan oleh orang dewasa. Terkadang, membayar tagihan bulanan bisa jadi hal yang menyebalkan, kenapa?

Antrian panjang

antrian panjang

Bayar tagihan bulanan akan mulai menyebalkan jika kamu menemukan antrian yang terlalu panjang di loket pembayaran atau ATM. Bagi kamu yang memiliki kesibukan tersendiri, hal ini tentunya akan membuat waktumu menjadi sia-sia untuk hanya sekedar mengantri. Belum lagi kamu punya pekerjaan lain yang harus dilakukan. Membayar tagihan juga membutuhkan waktu yang cukup panjang karena kamu harus memasukkan data tagihan kamu. Karena itu, banyak antrian panjang yang sangat memakan waktu karena semua orang harus memasukan banyak data saat membayar tagihan.

Baca juga : Mengelola Tagihan dan Pengeluaran adalah Kunci Keuangan Sehat

Agar tidak mengalami hal ini, sebaiknya kamu menggunakan fitur atau aplikasi pembayaran yang bisa membantu kamu untuk membayar tagihan secara online. Kamu juga bisa menggunakan internet banking atau mobile banking agar kamu tidak perlu mengantri. Sayangnnya, tidak semua jenis tagihan bulanan memiliki koneksi dengan internet dan mobile banking. Cara terakhir yang bisa kamu gunakan adalah autodebet atau penarikan otomatis dari rekeningmu, namun hal ini cukup riskan. Kamu harus memantau rekening secara berkala agar tidak terjadi kesalahan penarikan.

Terlalu banyak tagihan dengan jenis akun dan nomor berbeda

Belanja Online dengan Kartu Kredit, Amankah?

Jika kamu memiliki banyak tagihan dengan jenis akun dan nomor yang berbeda, kamu bisa repot saat hendak membayar tagihan bulanan. Bayangkan, kamu harus memasukkan data berupa nomor akun dan jumlah pembayaran setiap saat kamu membayar satu jenis tagihan. Jika satu tagihan akan memakan waktu 3 menit, kamu harus menyiapkan 30 menit untuk 10 tagihan. Padahal, kamu harus memberi kesempatan kepada orang di belakang mu untuk mendapatkan gilirannya menggunakan mesin ATM.

Denda keterlambatan saat bayar tagihan

kelola gaji

Selain antrian yang panjang dan data yang harus dimasukkan, bayar tagihan bulanan menjadi menyebalkan ketika kamu terkena denda keterlambatan. Denda keterlambatan adalah hukuman berupa biaya tambahan yang harus kamu bayar jika kamu terlambat membayar tagihan. Jika kamu terlambat membayar tagihan, bukan hanya bunga cicilan saja yang akan dibebankan kepada kamu. Kamu juga harus menanggung biaya keterlambatannya. Jika kamu harus membayar denda ini pada setiap tagihanmu, bayangkan berapa banyak uang yang terbuang selama satu tahun.

Biaya administrasi (yang banyak)

bayar tagihan

Apakah kamu tahu bahwa setiap bank membebankan biaya administrasi, apabila kamu melakukan pembayaran untuk tagihan bank lain? Salah satu contohnya BCA, BCA akan membebankan biaya administrasi jika kamu membayar tagihan kartu kredit bank Mandiri atau bank lainnya, hal tersebut juga diberlakukan oleh bank Mandiri, BNI, BII, UOB, dan bank lokal maupun internasional lainnya.

Baca juga : Tanggal Tua, Ini 4 Hal Menyebalkan saat Tanggal Tua!

Biaya ini kelihatannya tidak besar, namun jika dikumpulkan kamu mungkin akan terkejut dengan jumlah biayanya. Mari kita coba hitung, bank biasanya akan membebankan uang sejumlah Rp 5.000 sampai Rp 10.000 ketika membayarkan tagihan bank lain. Selain itu biasanya ada beban administratif sebesar Rp. 2.500 sampai Rp. 10.000, untuk membayar tagihan seperti BPJS, e-commerce, asuransi, dan jenis pembayaran lainnya. Jika kamu membayar tagihan dengan debit BCA dan mempunyai 3 kartu kredit, 1 BPJS, dan 1 asuransi, kamu bisa membayarkan sekitar Rp. 15.000 sampai Rp. 25.000 beban administratif setiap bulannya, jika dijumlahkan per tahun, biaya yang kamu keluarkan adalah sekitar Rp. 180.000 sampai Rp. 300.000, lumayan bukan?

Untuk menghindari beban administratif seperti ini, kamu bisa menggunakan kartu kredit yang diterbitkan oleh bank yang sama dengan tabungan kamu. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan perusahaan jasa atau aplikasi yang dapat membayarkan tagihan kamu secara bersamaan tanpa biaya administratif.

Billpayer, hindari 4 hal menyebalkan ini saat bayar tagihan ya, sekarang ini banyak kok fitur dan aplikasi keuangan yang bisa membantu kamu dalam hal ini. Ada pengalaman hal menyebalkan lainnya saat bayar tagihan? Langsung saja tuliskan di kolom komentar!

Kerugian Ibu Rumah Tangga Saat Bayar Tagihan

ibu rumah tangga

Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka dituntut untuk mengurus anak dan urusan rumah tangga lainnya. Ibu rumah tangga juga mempunyai kesibukan yang tidak kalah banyak dibandingkan wanita karir.

Dibandingkan wanita karir yang bisa mengalihkan semua pekerjaan rumah hingga pengawasan anak kepada pihak lain. Ibu rumah tangga dituntut untuk melakukan pekerjaan sendiri dan bahkan beberapa tugas sekaligus. Sebagian besar istri juga diberikan tanggung jawab oleh suaminya untuk mengurus keuangan rumah tangga.

Baca juga : Tagihan Bulanan Merepotkan? Simak Dulu Tips Berikut Ini!

Urusan keuangan tersebut antara lain bayar tagihan listrik, telepon, keamanan, internet, dan beragam tagihan lainnya. Sudah disibukkan dengan aktivitas rutin, masih perlukah istri-istri masa kini disibukkan dengan pembayaran tagihan? Belum lagi banyaknya komponen pengeluaran setiap bulannya.

3 Kerugian yang Dialami oleh Ibu Rumah Tangga

Kalau kamu belum kebayang, Billie menemukan 3 kerugian yang dialami oleh ibu rumah tangga di Indonesia saat bayar tagihan :

  • Waktu keluarga terbuang sia-sia untuk mengantri di ATM/Loket/Minimarket
  • Melakukan pembayaran tanpa adanya keuntungan tambahan atau bonus
  • Rentan terhadap denda keterlambatan karena terlalu banyak tagihan yang harus dibayar

Padahal di era digital seperti sekarang ini, segala sesuatu harusnya bisa dilakukan dengan lebih mudah dan cepat. Aktifitas ringan seperti sms, telp, video call, bahkan streaming TV bisa dilakukan dengan internet. Jika aktifitas seperti itu saja bisa dilakukan dengan internet, pembayaran tagihan pun bisa dilakukan dengan internet. Internet tidak hanya dinikmati oleh anak muda, ibu rumah tangga juga telah banyak menggunakannya.

Jadi untuk para istri-istri masa kini, mulai sekarang harus bisa memanfaatkan teknologi internet untuk kegiatan rumah tangga. Untuk membayar tagihan, mama bisa menggunakan aplikasi yang dapat membantu membayarkan tagihan secara bersamaan. Banyak juga aplikasi yang dapat membantu mengingatkan tagihan pembayaran dan memonitor tagihan dan pengeluaran.

Baca juga : Fitur dan Fasilitas Kartu Kredit ini Bisa Bantu Kelola Keuangan Lho!

Dengan ini, mengurus anak tidak akan terbengkalai, urusan rumah juga dapat terselesaikan dengan baik. Ibu rumah tangga juga masih mempunyai waktu luang untuk dihabiskan dengan keluarga. Teknologi telah menjawab semua masalah diatas bukan?

Belanja Online dengan Kartu Kredit, Amankah?

Belanja Online dengan Kartu Kredit, Amankah?

Ini 7 cara agar belanja online lebih aman

Saat ini, hampir setiap orang pernah belanja online dan semakin sering melakukannya. Namun kebanyakan orang masih takut melakukan belanja online dengan kartu kredit sebagai metode pembayarannya. Padahal, belanja online dengan kartu kredit terbilang praktis dan mudah, kamu tidak perlu pergi ke ATM untuk melakukan transfer atau login ke internet/mobile banking. Kamu tinggal memasukkan nomor kartu kredit kamu saat berbelanja.

Bagi kamu yang masih bertanya-tanya apakah aman melakukan transaksi online dengan kartu kredit. Ini adalah beberapa cara untuk mengurangi resiko dan menjaga keamanan saat melakukan belanja online dengan kartu kredit.

Belanja Online di Situs yang kamu Percaya

Ketika kamu berbelanja online dan ingin menggunakan kartu kredit sebagai metode pembayaran, pastikan kamu hanya melakukannya di situs atau toko online yang kamu percaya. Pastikan situs atau toko online tersebut memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik. Jangan mudah percaya dengan promo atau tawaran menarik dari toko online abal-abal. Jika kamu belum mengenal situs atau toko online tersebut, browsing dulu atau cari informasi mengenai situs atau toko online tersebut.

Kamu juga dapat mengetik nama perusahaan atau toko tersebut di situs pencarian online seperti Google dan simak hasil pencariannya. Jika kamu tidak menemukan informasi apapun atau malah kebanyakan testimoni negatif, sebaiknya jangan berbelanja di situs atau toko online tersebut. Jika meskipun banyak yang memberikan testimoni positif, tetaplah perhatikan sumber testimoni atau orang yang menulis testimoni.

Hati-hati saat Ketik URL

Hal ini seringkali tidak diperhatikan oleh orang yang sering berbelanja online. Dimana mereka mengetik URL dengan sembarangan karena mereka merasa situs pencarian online akan menuju ke situs belanja tersebut. Padahal URL yang typo atau mirip sering dimanfaatkan oleh situs atau toko online penipu. Pastikan kamu mengetik alamat dengan benar, sehingga kamu akan langsung masuk ke situs online yang kamu tuju.

Perlu kamu tahu juga, alamat situs yang kamu sudah simpan di bookmark pada browser kamu juga bisa berumah. Untuk itu, ketika hendak belanja online, jangan klik situsnya melalui bookmark, melainkan ketik URL secara manual. Hal ini mungkin sedikit merepotkan, tapi lebih aman bukan?

Pastikan Keamanan saat Input Data Kartu Kredit

Ketika memasukkan data kartu kredit untuk belanja online, pastikan alamat URLnya diawali dengan ”https://”. Jika tidak, kemungkinannya adalah situs tersebut tidak aman untuk tempat bertransaksi dengan menggunakan kartu kredit. Selain itu, pastikan ada gambar gembok disudut kanan bawah atau lencana VeriSign dibagian bawah situs tersebut. Kedua lambang ini bisa menjadi standard bahawa situs menggunakan enkripsi untuk melindungi data kamu.

Selain itu, pastikan komputer kamu terlindung dari virus dan hacker yang dapat membawa browser kamu ke situs-situs palsu dan mencuri datamu. Download Anti-Virus dan Anti-Spyware terbaru dan terutama yang asli. Perbaharui software tersebut secara berkala. Gunakan juga software yang ternama dan sudah terbukti kualitasnya ya.

Gunakan Komputer Sendiri

Belanja online memang mudah dan dapat dilakukan dimana saja. Namun hal ini penting untuk diingat, pastikan komputer tersebut merupakan komputer sendiri yang lebih terjamin keamanannya. Jangan gunakan komputer orang lain karena bisa saja browser mereka menyimpan informasi penting kartu kreditmu. Jangan pernah izinkan browser atau cache menyimpan username, password, atau nomor penting kartu kredit.

Meskipun menggunakan komputer pribadi, resiko menjadi korban pencurian data dan hacking tetap ada. Apalagi jika kamu memanfaatkan koneksi internet melalui WiFi publik. Hacker akan memiliki akses ke sinyal WiFi yang sama dan dapat mencuri informasi yang kamu kirimkan dengan internet. Karena itu, sebaiknya kamu tidak belanja online dengan kartu kredit saat menggunakan koneksi internet ditempat umum.

Cetak Bukti Pembayaran

Selalu cetak bukti pembayaran atau konfirmasi saat belanja online dengan kartu kredit. Tujuannya adalah sebagai bukti dan pembanding saat kamu menerima lembar tagihan kartu kredit. Pastikan angka tersebut sama dan identik. Manfaat lainnya, jika suatu hari ada masalah dengan transaksi tersebut, kamu menyimpan bukti pembayaran yang sah. Ini dapat kamu gunakan untuk memperjuangkan hak mu di kemudian hari.

Pahami Data yang Perlu Diberikan

Saat berbelanja online, hanya ada 4 jenis informasi yang perlu kamu masukan. 4 informasi tersebut adalah nomor kartu kredit, tanggal kadaluarsa kartu, kode keamanan (3-4 digit), dan yang terakhir biasanya adalah alamat pengiriman. Selain 4 hal tersebut, tidak ada lagi informasi lain yang diperlukan oleh situs online dari kamu. Apabila kamu diminta untuk mengisi data lain yang lebih personal, kemungkinan besar itu merupakan penipuan.

Lebih baik lagi jika transaksi tersebut dilengkapi dengan 3D Secure Code. 3D Secure Code merupakan fasilitas layanan dari Visa (Verified by Visa), MasterCard (MasterCard Secure Code), dan JCB (J/Secure) untuk melindungi data kartu kredit pada saat digunakan saat melakukan transaksi online. Layanan ini memungkinkan penerbit kartu kredit untuk melakukan konfirmasi via sms saat kamu melakukan transaksi online.

Jangan Simpan Informasi

Cara terakhir yang perlu kamu perhatikan adalah untuk tidak menyimpan informasi apapun secara online. Hal ini agar hacker tidak bisa mendapatkan informasi tersebut. Ini juga dapat mencegah penyalahgunaan informasi kartu kredit oleh orang lain yang memiliki akses ke komputer kamu, misalkan untuk berbelanja tanpa sepengetahuan kamu. Jika komputer kamu menanyakan untuk mengingat informasi kartu kredit atau menyimpannya secara otomatis, pastikan kamu tidak mengizinkan action tersebut. Selain itu, jangan lupa untuk keluar (log out) dari situs tersebut setelah selesai transaksi untuk mencegah penyalahgunaan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

First published on IDN Times

Fitur dan Fasilitas Kartu Kredit ini Bisa Bantu Kelola Keuangan Lho!

fitur dan fasilitas kartu kredit

Banyak orang bilang bahwa kartu kredit hanya membawa kerugian saja. Tentu saja hal ini tidak benar. Beberapa fitur dan fasilitas kartu kredit ternyata bisa membantu kamu dalam mengelola keuangan. Simak disini!

Program Cicilan

Ada banyak program cicilan yang ditawarkan oleh bank penerbit kartu kredit. Beberapa program bahkan tidak memberikan bunga cicilan atau yang sering kita dengar dengan cicilan 0%. Nah program-program seperti ini sebetulnya bisa kamu manfaatkan. Selain itu jika kamu perhatikan, sebagian besar bank memberikan bunga yang lebih kecil untuk cicilan dengan tenor yang lebih lama.

Kartu kredit BCA misalnya, untuk tenor 3, 6, sampai 9 bulan, bunga cicilannya adalah 1,25%. Sedangkan untuk tenor 12 sampai 36 bulan, bunga cicilannya hanya 0,75%. Hal ini dapat membantu kamu kelola keuangan, karena kamu tidak perlu menghabiskan uang ketika membeli barang. Selain itu jika dicicil dengan tenor yang lebih panjang, kamu tidak akan terlalu berat saat membayar tagihan bulanan.

Lalu, jenis cicilan yang ditawarkan oleh penerbit kartu kredit biasanya merupakan cicilan tetap. Hal ini membantu kamu kelola keuangan karena kamu sudah mengetahui komponen tagihan bulanan dan jumlahnya akan selalu tetap.

Perlindungan Kesehatan dan Hutang

Beberapa bank penerbit kartu kredit juga memberikan perlindungan kesehatan bagi pemegang kartu kredit. Jumlah dan ketentuannya beragam, tergantung kebijakan masing-masing bank penerbit dan jenis program. Ada penerbit kartu kredit yang memberikan 100% uang kembali untuk biaya rumah sakit. Ada juga yang memberikan pengembalian premi sampai 200% jika kamu meninggal dunia.

Hal ini jelas membantu kamu untuk kelola keuangan. Mengapa? Karena kamu tidak perlu mengeluarkan biaya yang terlalu besar untuk kejadian mendadak. Bayangkan jika tiba-tiba sesuatu terjadi seperti sakit atau kecelakaan, uang tabunganmu akan habis terkuras karenanya.

Selain itu ada juga program kartu kredit yang memberikan perlindungan terhadap saldo terutang. Maksudnya adalah ketika kamu tidak dapat membayar tagihan karena sakit atau kecelakaan mendadak, kamu akan diberikan bantuan. Bantuan tersebut ada yang berupa pemberhentian bunga, ada juga yang berupa penghapusan hutang jika pemilik kartu meninggal dunia. Premi per bulan biasanya sebesar 0.60% dari total saldo terutang per bulan.

Kartu Tambahan Dengan Nomor Yang Berbeda

Penggunaan kartu kredit tambahan di Indonesia sudah cukup biasa. Pemilik kartu kredit biasanya menggunakan kartu kredit tambahan untuk suami/istri atau anaknyaa. Kartu kredit tambahan pastinya memiliki keuntungan, kamu bisa memperoleh limit kredit yang lebih besar. Namun kadang hal tersebut membuat kamu boros juga, kamu juga harus membayar bunga kartu kredit yang lebih besar.

Ternyata, ada fitur yang dapat membantu kamu, yaitu kartu tambahan dengan nomor yang berbeda. Hal ini memungkinkan kamu untuk memiliki nomor kartu yang berbeda antara pemegang kartu utama dan tambahan. Jelas hal ini akan lebih memudahkan kamu dalam mengontrol pemakaian masing-masing kartu. Pembayaran untuk kartu yang berbeda juga cukup ditujukan ke nomor kartu utama.

Travel Points

Bagi kamu yang suka travelling atau jalan-jalan ke luar negeri, program poin travel di kartu kredit bisa sangat menguntungkan. Itu karena travelling ke luar negeri biasanya membutuhkan biaya yang cukup besar, sehingga kamu bisa berhemat dengan poin reward yang diberikan. Budget yang seharusnya dialokasikan untuk travelling, bisa di kelola untuk hal lain.

Selain poin travel, banyak pula kartu kredit yang menawarkan fasilitas airport lounge di bandara lokal maupun internasional. Hal ini bisa membuat kamu lebih hemat saat menunggu di aiport. Ada juga yang memberikan fasilitas check in dan baggage handling sehingga bisa memudahkan kamu di aiport.

Pembayaran Telepon, Listrik, dan Air

Selain 4 keuntungan diatas, kartu kredit saat ini juga bisa digunakan untuk pembayaran telepon, listrik, dan air. Tagihan bulanan pasti seperti tagihan telepon, listrik, dan air terkadang sulit dikelola. Kamu juga pasti sering melupakan jumlah tagihan tersebut dan nomor pembayarannya kan. Dengan fasilitas langsung dari kartu kredit, hal ini bisa menjadi mudah. Seluruh tagihan bulanan akan terdaftar dan tercetak di tagihan kartu kredit kamu.

Hal ini juga akan lebih membantu kamu kelola tagihan. Kamu dapat mengetahui jumlah pembayaran telepon, listrik, dan air. Dengan itu, kamu dapat mengetahui apakah kamu telah menggunakan telepon, listrik, dan air dengan baik dan efisien. Jika ternyata tidak, kamu harus mulai berhemat untuk kebutuhan ini bukan.

Dengan cara ini, kamu masih kesulitan untuk mengelola tagihan? Wah kalau begitu kamu tandanya kamu memerlukan asisten keuangan pribadi. Selain asisten keuangan pribadi, kamu juga dapat menggunakan beberapa aplikasi untuk mengelola keuangan lho.

Biaya Administrasi yang Perlu Kamu Ketahui

biaya administrasi ini perlu kamu ketahui

Penggunaan layanan keuangan seperti bank, kartu kredit, dan sebagainya tentunya memerlukan biaya administrasi sebagai bentuk penghargaan kita terhadap layanan tersebut. Pentingkah untuk mengetahui biaya-biaya administrasi? Penting, karena biaya administrasi sebenarnya berjumlah kecil, namun jika dalam kita harus menggunakan beberapa layanan keuangan dalam satu bulan, biaya administrasi bisa berjumlah besar jika diakumulasikan dan ditotal dalam satu tahun.

Jika kita mengetahui jumlah biaya administrasi yang harus kita bayarkan setiap bulannya dengan lengkap, kita bisa mengurangi biaya-biaya kecil yang sebetulnya dapat kita gunakan untuk hal-hal lain. Kali ini, Billie akan memberikan informasi mengenai biaya-biaya administrasi apa saja yang perlu kamu ketahui.

Buka rekening/account

Ketika kita membuka rekening baru di bank atau membuka account sebuah layanan keuangan, kita akan dikenai biaya administrasi untuk membuka account tersebut. Layanan keuangan yang membebankan biaya buka rekening biasanya adalah bank, asuransi, kartu kredit, deposito, dan sebagainya. Kisaran biaya buka rekening/account baru adalah sekitar Rp 5.000,- sampai Rp 50.000,-.

Ada juga layanan keuangan yang tidak memungut biaya buka rekening/account pertama. Namun biasanya mereka menetapkan saldo minimum pada rekening/account yang tidak dapat tarik oleh penggunanya. Saat ini juga ada beberapa layanan keuangan yang melakukan promosi dengan cara membebaskan biaya buka rekening/account.

Layanan

Banyak orang yang mengira bahwa biaya layanan sama dengan biaya administrasi. Hal ini tidaklah benar, biaya layanan berbeda dengan biaya administratif. Biaya layanan merupakan biaya yang dibebankan kepada kita ketika kita menggunakan layanan tertentu, seperti transfer dana ke bank berbeda atau membayar tagihan tertentu lewat bank kita.

Transfer

Umumnya kita tidak perlu membayarkan biaya layanan ketika transfer dana ke bank yang sama. Namun ketika kita perlu melakukan transfer dana ke bank berbeda, kita perlu membayarkan biaya transfer. Biasanya ada 2 jenis layanan transfer antar yaitu LLG dan RTGS. LLG merupakan singkatan dari Lalu Lintas Giro, yang merupakan layanan transfer menggunakan fasilitas kliring. Untuk layanan LLG akan dikenakan biaya sebesar Rp 5.000,-. Layanan lainnya adalah RTGS, singkatan dari Real Time Gross Settlement, dimana uang yang dikirim akan langsung masuk ke rekening penerima. Layanan RTGS akan dikenakan biaya sebesar Rp 20.000,-.

Tarik tunai

Sama halnya dengan transfer, tarik tunai tidak akan dikenakan biaya jika melalui ATM bank yang sama. Namun jika kita kesulitan mencari ATM tersebut, kita terpaksa harus menarik uang di ATM bank lain. Hal ini akan dikenai biaya penarikan sebesar Rp 5.000,- sampai Rp 10.000,- tergantung kebijakan bank masing-masing.

Administrasi bulanan

Biaya administrasi bulan merupakan biaya yang paling sering dibayarkan oleh pengguna layanan keuangan. Kamu dapat menganggap biaya ini sebagai biaya penggunaan rekening/account bank atau kartu kredit. Pada rekening tabungan, biaya administrasi dibebankan setiap bulan, biasanya ditarik langsung dari uang tabungan kita.

Biaya administrasi pada tabungan sekitar Rp 2.500,- sampai Rp 25.000,- setiap bulannya. Pada kartu kredit, biaya administrasi dibebankan per tahun, biasanya akan langsung masuk ke tagihan bulanan kita. Namun, ada juga beberapa kartu kredit yang tidak menetapkan administrasi bulanan.

Bunga pinjaman

Ketika kamu membeli produk dengan sistem kredit, biasanya bank akan membebankan bunga. Batasan biaya bunga kartu kredit ini sebenarnya diatur oleh Bank Indonesia, namun dengan jumlah yang bisa berubah mengikuti kebijakan yang dikeluarkan. Besaran bunga maksimum adalah 2,95% per bulan atau sebesar 35,40% per tahun. Banyak orang yang mengira biaya 2,95% per bulan berarti juga 2,95% per tahun, padahal sebenarnya kita harus mengakumulasi perhitungannya.

Keterlambatan

Jika kamu terlambat melakukan pembayaran tagihan, kamu akan dikenakan denda keterlambatan. Biasanya sebesar 3% atau maksimal Rp 150.000 dari total tagihan bulanan. Biaya tersebut diatur oleh kebijakan bank penerbit kartu kredit masing-masing dengan pengawasan Bank Indonesia. Tanggal jatuh tempo masing-masing kartu kredit juga berbeda-beda. Untuk itu jika kamu memiliki lebih dari satu kartu kredit, kamu harus mengingat setiap tanggal tersebut.

Pembatalan cicilan

Ada kalanya ketika kita tidak jadi membeli suatu produk tertentu atau menyesal membeli suatu produk. Sebenarnya, jika kamu menggunakan kartu kredit dengan cicilan, kamu bisa membatalkan cicilan. Biaya ini dikenakan jika kamu melakukan pelunasan awal transaksi cicilan sebelum jangka waktu cicilan berakhir. Besar biaya ini juga berbeda untuk masing-masing penerbit kartu. Berkisar antara Rp 200.000,- sampai dengan Rp 250.000,-.

Pengembalian cek/giro

Dalam transaksi menggunakan kartu kredit, kamu bisa membayarkan tagihan tersebut dengan cek/giro yang harus diproses melalui kliring. Untuk layanan tersebut, kamu akan dikenakan biaya sebesar Rp 25.000,-.

Kelebihan pemakaian (over limit)

Ketika kamu menggunakan kartu kredit melebihi batas limit yang diberikan, kamu akan dikenai denda over limit. Jumlah biaya over limit setiap bank berbeda-beda. Biasanya sekitar Rp 50.000,- atau 5% dari kelebihan limit, tergantung mana yang lebih besar. Namun ada juga bank yang sama sekali tidak memberikan denda kelebihan pemakaian.

Salah satu cara untuk mengurangi biaya administrasi tersebut, kamu dapat mengurangi layanan keuangan yang tidak perlu, seperti mengurangi jumlah kartu kredit, dan sebagainya. Selain itu, kamu juga dapat menggunakan aplikasi keuangan yang memungkinkan kamu untuk membayarkan tagihan dalam satu kali pembayaran, sehingga kamu dapat mengurangi biaya administrasi.

Nah berikut merupakan biaya-biaya administrasi yang perlu kamu ketahui. Punya pengetahuan yang lain? Silahkan tulis di kolom komentar.

Mengelola Tagihan dan Pengeluaran adalah Kunci Keuangan Sehat

mengelola tagihan kunci keuangan sehat

Kebanyakan orang seringkali melupakan pengeluaran, apalagi pembayaran sehari-hari yang jumlahnya tidak besar. Mereka lebih sibuk untuk mengejar dan mengontrol gaji dan pendapatan. Padahal setiap perencana keuangan pribadi atau ahli keuangan selalu menganjurkan untuk mengontrol dan mengelola tagihan dan pengeluaran.

Banyak kasus yang sudah sering terjadi akibat kurangnya kesadaran untuk mengontrol dan mengelola tagihan dan pengeluaran. Seperti kesulitan saat ada biaya besar yang mendadak. Biaya-biaya tersebut biasanya berupa uang masuk sekolah, biaya renovasi rumah.  Atau biaya kecelakaan atau masuk rumah sakit, biaya membetulkan kendaraan, dan biaya-biaya dadakan lainnya.

Yang terjadi adalah bukan kurangnya pendapatan, tetapi hanya fokus untuk meningkatkan pendapatan atau gaji yang tinggi, dan lupa untuk mengontrol dan mengelola tagihan dan pengeluaran.

Ketahui Pengeluaran

Untuk mengetahui pengeluaran setiap bulannya, kita harus mengetahui dulu berapa total pengeluaran setiap bulannya. Bagaimana mungkin dapat mengelola atau memperbaiki lajur pengeluaran jika jumlah pengeluaran dan tagihan bulanan saja kita tidak tahu. 

Pencatatan Teratur

Jika kita sudah mengetahui total pengeluaran dan tagihan per bulannya, kita dapat mulai merincikan. Komponen-komponen apa saja yang menyebabkan munculnya jumlah pengeluaran dan tagihan tersebut. Jika masih belum menemukan komponennya, mulai catat semua pengeluaran tanpa terkecuali dalam satu bulan. Lakukan hal ini secara teratur selama 3 hingga 6 bulan agar kita mendapatkan pola pengeluaran yang stabil.

Pencatatan secara teratur ini tentunya banyak manfaatnya, tidak hanya dapat melihat angka dan pola pengeluaran, tetapi kita dapat mengetahui apakah ada bulan-bulan dimana pengeluaran kita lebih kecil atau lebih besar. Kita juga bisa mengetahui selisih antara pengeluaran dan pendapatan.

Kedua, kita juga dapat mengetahui kegiatan atau life-style mana yang paling boros dan tidak penting untuk mendapatkan alokasi dana sedemikian rupa. Kita akan mengetahui komponen mana yang dapat kita kurangi alokasi dananya secara signifikan.

Ketiga, kita dapat mengetahui bahwa ternyata ada beberapa pengeluaran yang kelihatannya kecil, seperti jajan di toko kelontong, ngopi di cafe, taksi, namun berjumlah besar jika diakumulasikan dalam satu bulan.

Keempat, kita dapat memahami gaya hidup kita sendiri, karena pengeluaran merupakan refleksi dari gaya hidup. Pengeluaran kita mencerminkan bagaimana kita menghabiskan uang. Yang mana berarti untuk mengubah pola pengeluaran, kita juga harus mengubah gaya hidup kita.

Setelah tahu dengan rinci soal tagihan dan pengeluaran, pengelolaan menjadi lebih mudah. Semuanya sudah dapat dihitung. Tinggal pilihan dan melakukannya dengan disiplin. Mencatat pengeluaran barulah langkah awal, langkah yang lebih sulit adalah ketika kita harus mengubah gaya hidup kita untuk dapat mengurangi pengeluaran. Gaya hidup seringkali menyentuh gengsi dan, lebih dalam lagi, harga diri, sehingga tidak mudah dirubah dalam sekejap.

Ingat baik-baik saja saran dan pepatah dari ahli keuangan, dimana percuma mempunyai pendapatan besar, apabila pengeluaran tidak bisa dikendalikan, yang menyebabkan hidup menjadi tidak sejahtera dimasa tua.

Sering Menunda Bayar Tagihan? Simak Kerugiannya!

tunda bayar tagihan bulanan

Tagihan bulanan sangat dekat dengan kehidupan dewasa muda atau orang-orang yang sudah berumah tangga di jaman sekarang ini. Mulai dari tagihan listrik, air, keamanan, kebersihan, asuransi, BPJS, pajak, dan cicilan seperti melalui kartu kredit. Kebanyakan orang tidak bayar tagihan langsung setelah menerima gaji bulanan.

Padahal, idealnya tagihan bulanan dibayarkan setiap awal bulan setelah menerima gaji, dan jangan sampai melewati tanggal jatuh tempo tagihan. Namun ternyata, masih banyak orang yang sering menunda bayar tagihan, membayarnya tepat di hari jatuh tempo, bahkan melewati batas jatuh tempo yang menyebabkan mereka harus membayarkan denda keterlambatan. Selain denda keterlambatan, ternyata banyak kerugian lain yang bisa didapatkan jika sering menunda bayar tagihan lho.

Untuk itu, Billie akan mengulas beberapa kerugian ketika kamu sering menunda untuk membayarkan tagihan. Simak ulasannya!

Terburu-buru Bayar Tagihan

Ketika kamu terus menunda-nunda untuk membayarkan tagihan bulananmu, secara tidak sadar kamu sebenarnya sedang menumpuk pekerjaan yang sebetulnya tidak perlu. Hal itu dapat membuat kamu menjadi terburu-buru ketika tanggal jatuh tempo tagihan sudah dekat. Kamu menjadi kewalahan dan buru-buru pergi ke ATM untuk menyelesaikan pembayaran tagihan. Billpayer, hal ini sederhana tetapi bisa merugikan lho, kita mungkin saja tidak tahu apabila ada hal-hal mendadak yang perlu dilakukan, akibatnya malah mendapatkan denda keterlambatan.

Selain itu, terburu-buru bisa juga membuat kamu salah input nomor tagihan atau bahkan jumlah tagihan. Salah input nomor bisa saja membuat kamu malah membayarkan tagihan orang lain atau terpaksa harus menginput ulang nomor tagihan. Nah, salah input jumlah tagihan ini yang merepotkan. Kenapa? Kamu akan diminta untuk mengisi sejumlah formulir dan mengirimkannya langsung ke kantor biller, selain itu kamu harus menunggu sekitar 4-6 hari kerja untuk refund atau pengembalian uang tersebut.

Antrian Panjang

Apakah kamu tahu bahwa antrian panjang di ATM sebagian besar disebabkan oleh orang-orang yang ingin membayarkan tagihan? Yup, banyak orang yang terpaksa mengantri panjang untuk membayar tagihan karena sudah jatuh tempo. Mereka tidak memiliki waktu lagi untuk menunda dan menghindari antrian yang panjang tersebut.

Ini akibat sering menunda tagihan, karena jika kamu tidak menunda, kamu bisa mengatur waktu yang tepat untuk membayar tagihan di ATM. Kamu juga bisa melihat situasi, apabila antrian ATM panjang dan ramai, kamu bisa melakukannya dilain waktu atau mencari tempat ATM yang lain. Ketika antrian ATM tidak panjang dan ramai, segera lunasi tagihan kamu sebelum tanggal jatuh tempo.

Denda Keterlambatan + Bunga

Menunda-nunda pembayaran tagihan bisa menyebabkan kamu pada akhirnya terlambat membayarkan tagihanmu. Hal ini dapat menyebabkan kamu dikenai denda keterlambatan oleh bank atau penagih. Jumlah denda keterlambatan biasanya memang tidak besar, misalnya pada kartu kredit hanya sekitar 3% dari total tagihan atau maksimal sebesar Rp. 150.000. Namun, tanpa kamu sadari, jika kamu membiasakan hal ini tetap terjadi, kamu bisa menghabiskan sekitar Rp. 1,8 juta per tahun hanya untuk denda keterlambatan. Belum lagi ditambah bunga cicilan atau hutang yang harus kamu tanggung.

Tidak Sadar Pengeluaran Bulanan

Ketika kamu terlambat membayar tagihan, kamu menjadi tidak teratur mengenai tanggal pengeluaran kamu. Ada yang dibayarkan pada awal bulan, pertengahan, atau bahkan akhir. Hal ini menyebabkan kamu tidak dapat menghitung dengan jelas berapa pengeluaranmu dibandingkan dengan pendapatan dan sebaliknya.

Idealnya kita mencatat setiap pengeluaran dengan baik dan teratur agar dapat mengontrol pengeluaran. Kita dapat membatasi cicilan, jumlah uang yang dialokasikan untuk belanja dan kebutuhan sehari-hari dengan mengetahui jumlah pengeluaran kita setiap bulannya. Ingat billpayer, kejayaan dan kesejahteraan akan didapatkan apabila kita dapat mengontrol keuangan dengan baik sehingga bisa mempersiapkan masa tua kita.

Bagaimana agar tidak menunda membayar tagihan bulanan?

Bayar Tagihan dengan Disiplin

Denda keterlambatan bukanlah sebuah komponen wajib dalam tagihan bulanan. Denda keterlambatan merupakan bentuk konsekuensi atas kelalaian kamu dalam melakukan pembayaran. Hal ini bisa dihindari apabila kamu secara disiplin membayar tagihan bulanan dan diri kamu sendiri yang dapat mewujudkannya. Jika kamu disiplin dan pandai menggunakan kesempatan yang ada seperti aplikasi perencana keuangan atau pengingat, kamu dapat mengubah kebiasaan buruk yang sering menunda pembayaran tagihan.

Berikut beberapa beberapa kerugian ketika kamu sering menunda untuk membayarkan tagihan menurut Billie, apakah kamu punya pengalaman lainnya yang bisa dibagikan? Tuliskan saja di kolom komentar.

Tagihan Bulanan Merepotkan? Simak Dulu Tips Berikut Ini!

Tips Pintar saat Membayar Tagihan Bulanan

Membayar tagihan bulanan adalah hal yang sudah sering dilakukan oleh sebagian orang dewasa. Tagihan-tagihan seperti tagihan listrik, PAM, kartu kredit, asuransi, tv kabel, BPJS, dan sebagainya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Beberapa orang merasa kerepotan ketika bayar tagihan bulanan. Padahal ternyata, ada beberapa hal kecil yang dapat menguntungkan kita namun sering kita lewatkan saat membayar tagihan bulanan.

Untuk itu, Billie merangkum beberapa tips pintar yang dapat kamu lakukan saat membayarkan tagihan bulanan.

Bayar Sebelum Jatuh Tempo

Bagi kamu yang tidak menggunakan fasilitas autodebet, kamu harus membayar tagihan secara manual yaitu dengan Internet atau Mobile Banking atau pergi langsung ke ATM. Biasakan untuk membayar tagihan sebelum tanggal jatuh tempo, bukan saat tanggal jatuh tempo. Bahkan lebih baik lagi jika kamu membayar tagihan kartu kredit jauh-jauh hari, jauh sebelum tanggal jatuh tempo tiba.

Membayarnya pada saat-saat terakhir akan sangat berisiko dan membuat kamu tidak tenang, terutama jika kamu juga memiliki sejumlah kesibukan sepanjang hari. Belum lagi antrian ATM yang lebih ramai disaat awal sampai pertengahan bulan, karena beberapa tagihan mempunyai periode tanggal jatuh tempo yang sama.

Selain itu, kita tidak tahu apa yang akan terjadi dikemudian hari. Bayangkan jika tiba-tiba ada sesuatu hal yang harus kamu kerjakan secara mendadak. Itu dapat membuat kamu tidak memiliki kesempatan untuk membayar tagihan tersebut. Bisa dipastikan sejumlah bunga dan juga denda keterlambatan akan menghiasi tagihan kamu di bulan depan.

Pertimbangkan Komponen Biaya

Dalam membayar tagihan bulanan, kamu harus mempertimbangkan beberapa komponen biaya. Seperti biaya administrasi, biaya layanan, denda keterlambatan, dan biaya bunga. Biaya administrasi merupakan biaya yang dibebankan sebagai biaya penggunaan jasa. Biaya layanan merupakan biaya yang dibebankan untuk layanan khusus atau layanan tertentu. Denda keterlambatan adalah biaya yang kita keluarkan jika terlambat membayar tagihan. Sedangkan biaya bunga biasanya merupakan biaya yang dibebankan atas pinjaman atau hutang.

Biaya-biaya tersebut biasanya jumlahnya kecil, namun jika diperhitungkan ternyata total jumlahnya besar juga. Komponen biaya ini akan menjadi besar dan membebani keuangan. Terutama jika pada bulan tersebut kamu juga memiliki sejumlah tagihan yang cukup besar. Untuk menghindari hal tersebut, kamu dapat membayar kartu kredit dengan kartu tabungan yang memiliki bank penerbit yang sama untuk mengurangi biaya administrasi. Sebaiknya kamu juga tidak terlalu banyak menggunakan jenis kartu kredit yang berbeda.

Pastikan Jumlah Pembayaran

Jangan membayar tagihan kamu dengan buru-buru/tergesa-gesa terutama bagi tagihan kartu kredit, karena hal ini akan sangat riskan menimbulkan sejumlah kesalahan dalam pembayaran tersebut, terutama jika kamu membayarnya di mesin ATM yang memiliki antrian panjang. Lakukan pembayaran dengan tenang dan teliti, pastikan semua tagihan terbayarkan dengan jumlah yang sesuai. Karena bank tetap akan mengenakan bunga jika kamu meninggalkan beberapa perak saja tagihan di dalam kartu kredit kamu.

Bayar Cicilan Di Atas Biaya Minimum

Ketika membayar tagihan, sebagian pembayaran kamu sebenarnya adalah untuk membayar bunga. Meskipun kartu kredit hanya mensyaratkan pembayaran minimum sebesar 10% dari total tagihan, sebaiknya kamu membayar tagihan diatas biaya minimum yang ditetapkan.

Mengapa demikian? Dengan melakukan pembayaran minimum bisa membuat kamu terjerat hutang yang lebih besar dari jumlah uang yang kamu pinjam sebelumnya. Karena, setiap bulan, kamu akan terkena tambahan bunga di setiap pembayaran kamu, yang kalau di kalkulasikan bisa membuat barang yang kamu cicil berharga dua kali lebih mahal dari harga seharusnya. Jadi jangan tergiur dengan cicilan murah tiap bulannya.

Manfaatkan Transfer Balance

Transfer balance adalah fasilitas yang ditawarkan bank penerbit kartu kredit, yang memungkinkan pengalihan tagihan kartu kredit dari satu bank ke bank lainnya. Banyak orang yang tidak mengetahui fasilitas ini, padahal dengan fasilitas ini, kamu dapat memindahkan tagihan kartu kredit ke bank lain yang menawarkan bunga yang lebih kecil.

Umumnya, bank memperbolehkan pengguna untuk memindahkan hingga 80% tagihan kartu kredit lama ke kartu kreditnya. Misalnya, jumlah tertagih di kartu kredit A sebesar Rp10 juta. kamu bisa memindahkan hingga 80%, atau setara Rp8 juta, ke kartu kredit B. Jadi apabila yang terjadi pada kamu adalah besar pasak daripada tiang, atau lebih besar tagihan utang kartu kredit daripada pemasukan. Transfer balance kartu kredit bisa menjadi solusi untuk melunasi utang kamu.

Buat Jadwal Pembayaran Tetap

Dalam membayarkan tagihan bulanan, ada baiknya kamu melakukan pembayaran secara terjadwal. Hal ini akan sangat membantu kamu untuk disiplin dalam melakukan pembayaran tagihan setiap bulannya. Tentukan tanggal yang tepat dimana ditanggal tersebut, kamu sudah mendapatkan surat tagihan dari semua komponen tagihan bulananmu, dan tanggal tersebut tentunya harus jauh dari tanggal jatuh tempo. Lakukan pembayaran secara rutin pada tanggal tersebut setiap bulannya.

Terima Tagihan Lewat Email

Surat tagihan yang sering telat tiba dirumah atau kantor adalah salah satu alasan mengapa seseorang sering terlambat dalam melakukan pembayaran tagihan. Untuk itu segera daftarkan email kamu agar bisa menerima surat tagihan elektronik yang dikirimkan lewat email setiap bulannya.

Dengan surat tagihan elektronik, kamu juga bisa mengatur tagihan bulanan agar tersimpan dengan baik, kamu bisa membuat folder khusus di email untuk semua tagihanmu agar pengeluaran lebih terkontrol. Kamu juga bisa memanfaatkan google calendar atau aplikasi online untuk mengingatkan kamu untuk membayar tagihan secara online.

Bayar dengan Autodebet

Autodebet adalah fasilitas dari bank untuk pembayaran otomatis yang dapat kamu manfaatkan untuk mengontrol tagihan. Dengan fasilitas autodebet, tagihan kamu akan langsung dipotong melalui tabungan sehingga kamu tidak akan lupa membayarkan tagihan bulanan.

Dengan terpotongnya tagihan secara otomatis, tentunya akan memudahkan kamu dalam membayar tagihan. Kamu tidak perlu repot menginput tagihan lewat internet/mobile banking atau membayar tagihan lewat ATM. Selain itu karena tagihan dibayar secara otomatis, resiko untuk terlilit hutang juga menjadi lebih kecil.

Namun ternyata, autodebet juga memiliki beberapa kekurangan. Karena bersifat otomatis, autodebet lebih susah untuk dikontrol, uang di tabungan kamu bisa terpotong secara tiba-tiba. Selain itu, cara untuk memberhentikan tagihan yang bersifat autodebet juga terbilang susah. Kamu harus menelepon penagih dan berargumentasi dengan staff bank. Pastinya mereka akan mempengaruhi kamu untuk tidak membatalkan cicilan atau tagihan.

Berikut beberapa tips pintar yang dapat kamu lakukan saat membayarkan tagihan bulanan menurut Billie, apakah kamu memilki tips pintar lainnya? Tuliskan saja di kolom komentar.