Antisipasi Biaya Pengobatan yang Semakin Besar dengan Hal ini!

tanggal tua

Meskipun kita sudah hidup sehat dan menjaga pola makan. Resiko terkena penyakit tetap saja tidak dapat dihindari. Biaya pengobatan yang semakin hari semakin besar juga menambah beban. Untuk itu, kamu harus mempunyai tabungan untuk antisipasi hal tidak terduga sangat diperlukan. Kamu juga bisa membuat asuransi kesehatan sebagai antisipasi.

Jika tidak memiliki asuransi kesehatan, biaya perawatan ini bisa membesar dan akan cukup menyulitkan kamu. Pihak rumah sakit terkait juga tidak semuanya dapat memberikan keringanan tanpa asuransi. Berikut ini ada beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk mengurangi biaya medis di rumah sakit:

Bayar biaya pengobatan segera

Agar biaya pengobatan tidak menumpuk dan bertambah banyak, sebaiknya melakukan pembayaran secara segera, ketika kamu sudah selesai dirawat di rumah sakit. Jika tidak, kemungkinan akan ada biaya tambahan lainnya yang mungkin membuat biaya perawatan menjadi lebih besar.

Jika tidak mempunyai uang tunai, kamu bisa menggunakan kartu kredit jika mendesak. Namun, jangan lupa segera melunasi hutang kartu kredit secepatnya. Kamu bahkan bisa menggunakan beberapa promo kartu kredit yang sedang melakukan kerjasama dengan rumah sakit tersebut.

Baca juga : 5 Kesalahan Pengelolaan Keuangan Orang Indonesia

Jujur dengan keuangan

Saat sudah terlanjur di rawat di rumah sakit, dan biaya perawatan sudah muncul, sebaiknya jujur dengan keadaan keuangan kamu kepada pihak rumah sakit. Mungkin beberapa rumah sakit dan pihak dokter akan memahami dan mencoba membantu kamu dengan kebijakan khusus tersebut.

Buat limit kartu kredit besar

Kartu kredit dengan limit besar seringkali membantu kita saat ada hal mendadak yang membutuhkan uang. Namun, ingatlah bahwa kartu kredit tersebut hanya digunakan untuk hal-hal mendadak seperti sakit, kecelakaan, kematian, dan hal-hal lainnya yang tidak dapat dihindari. Simpan kartu ditempat aman dan hanya gunakan saat dibutuhkan.

Mengikuti asuransi

Mengikuti asuransi kesehatan juga merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi biaya pengeobatan yang besar. Untuk dapat mengikuti asuransi kesehatan sekarang ini juga cukup mudah. Pikirkan bahwa kesehatan kamu lebih penting di atas segalanya. Jangan lupa tetap membayar biaya asuransi tersebut agar tidak hangus.

Tips Singkat Melunasi Utang!

Apakah kamu tipe orang yang bekerja dan menggunakan gaji diawal bulan untuk melunasi utang? Atau untuk membayar tagihan kartu kredit? Cicilan? Tunggakan? Wah jangan pusing dulu. Di Billie, kami merangkum sebuah tips singkat untuk menyelesaikan utang.

melunasi utang

Pertama-tama, ada baiknya kamu membuat daftar utang, kamu harus mengumpulkan dan membuat daftar secara terperinci semua utang berupa cicilan, kartu kredit, dan tunggakan lainnya.

Kedua, jangan membuat cicilan utang baru terlebih dahulu sebelum menyelesaikan ulang terlebih dahulu. Hal ini akan membuat utang terus menumpuk saat hendak melunasi utang, ditambah bunga yang terus menerus bertambah.

Baca juga : 5 Kesalahan Pengelolaan Keuangan Orang Indonesia

Hal lain yang bisa kamu lakukan adalah menambah penghasilan kamu. Kamu bisa mencoba berjualan online atau resell barang dan menjualnya di kantor. Banyak juga pekerjaan freelance yang dapat kamu ambil sambil mengerjakan pekerjaan utamamu. Hal ini akan membantu kamu untuk melunasi utang.

Jika setelah hal-hal itu dilakukan kamu masih memiliki utang, kamu bisa fokus untuk melunasi hutang satu per satu, disamping itu, bayarlah utang lainnya dengan jumlah minimum.

Bagaimana Jika Sudah Melunasi Utang?

Setelah semua utang mu sudah lunas terbayar, kamu bisa mulai membangun asset untuk masa depanmu. Menyiapkan dana pensiun dengan menyisihkan penghasilan juga akan sangat menguntungkan dikemudian hari.

Itu dia tips untuk melunasi hutang, billpayer, biasakan untuk tidak berhutang dengan menghindari pemakaian kartu kredit dan biasakan memakai debit. Kebiasaan berhutang akan mendatangkan dampak yang buruk dikemudian hari.

5 Kesalahan Pengelolaan Keuangan Orang Indonesia

pengelolaan keuangan

Pengelolaan keuangan mungkin bisa jadi hal yang dilakukan sehari-hari oleh kebanyakan orang. Namun apakah orang Indonesia sudah melakukan pengelolaan keuangan yang baik dan benar? Menurut survey yang dilakukan oleh Manulife, ternyata lebih dari 70% orang Indonesia tidak memiliki target jumlah dana simpanan dalam jangka waktu tertentu. Hal ini menunjukan bahwa jarang sekali orang Indonesia yang peduli pada pengelolaan keuangan mereka.

Ada 5 kesalahan dalam pengelolaan keuangan yang sering terjadi pada orang Indonesia. Jangan sampai 5 hal ini terjadi pada kamu ya!

Terlalu Banyak Hutang

Kesalahan pertama adalah orang Indonesia sangat suka sekali berhutang. Padahal kamu harus ingat bahwa setiap hutang akan membawa bunga yang harus kamu bayar. Bunga hutang ini jumlahnya tidak sedikit dan secara terus-menerus akan mengikis keuangan kamu. Apabila kamu ingin sehat secara finansial, kamu harus memiliki hutang yang tidak lebih dari 30% pendapatan kamu.

Biasakan untuk tidak menunda pembayaran hutang atau cicilan agar hutang segera lunas. Jika hutang sudah lunas, kamu bisa menggunakan uang tersebut untuk berinvestasi atau memulai tabungan hari tua.

Baca juga : Kredit Macet, ini Cara Mengatasinya!

Tidak Cukup Persiapan Pensiun

Masa pensiun perlu direncanakan sedini mungkin. Semakin cepat kamu memulai, maka semakin sedikit uang yang perlu kamu tabung setiap bulannya. Banyak orang Indonesia yang akhirnya jatuh miskin pada saat tua. Mereka mengalami penurunan status ekonomi atau daya beli pada saat mereka tua. Banyak juga yang terpaksa harus bergantung pada anak mereka pada masa tua. Bila kamu bisa mempersiapkan masa pensiun selagi muda, hal itu adalah pertanda kamu memiliki pengelolaan keuangan yang baik.

Tidak Punya Dana Darurat

Kesalahan lain yang sering dilakukan oleh orang Indonesia adalah tidak memiliki dana darurat atau simpanan yang dapat digunakan untuk hal yang tidak diinginkan. Banyak orang Indonesia yang jatuh miskin karena tertimpa suatu masalah atau penyakit. Billpayer, kita tidak tahu apa yang akan terjadi yang bisa mengubah hidup kita dikemudian hari, untuk itu kita harus mengantisipasinya, terutama dalam hal finansial.

Tidak Punya Tujuan Akhir Pengelolaan Keuangan

Untuk membangun kekayaan, pertama kamu harus memiliki tujuan. Terlebih dahulu kamu harus menetapkan jumlah uang yang kamu inginkan, setelah itu baru kamu bisa membuat rencana keuangan. Banyak orang Indonesia yang mungkin sudah bisa menabung atau berinvestasi, tapi tidak punya tujuan akhir pengelolaan keuangan. Membeli rumah, bisnis baru, bisa saja menjadi tujuan pengelolaan kamu. Dengan begitu kamu bisa termotivasi untuk menabung atau berinvestasi, sekaligus berjuang untuk meningkatkan taraf hidup atau status ekonomi kamu.

Baca juga : Ini 3 Alasan Orang Tidak Bisa Bayar Cicilan

Mengabaikan Pengeluaran Kecil

Apakah kamu tahu pengeluaran kamu dalam satu bulan? Ya mungkin kamu mengetahuinya. Tetapi apakah kamu menyadari berapa total uang yang kamu keluarkan untuk hal-hal kecil? Berhati-hatilah pada pengeluaran kecil, terlebih lagi untuk yang sering terjadi, karena setelah dijumlahkan akan bernilai besar. Kesalahan ini seringkali menjadi kebiasaan

Bayar Tagihan Bulanan, Ini 4 Hal Menyebalkan saat Melakukannya!

bayar tagihan

Pekerjaan membayar tagihan merupakan hal yang sering dan rutin dilakukan oleh sebagian orang. Bayar tagihan bulanan seperti tagihan listrik, telepon, air, kartu kredit, asuransi, sudah tidak asing lagi dilakukan setiap bulan oleh orang dewasa. Terkadang, membayar tagihan bulanan bisa jadi hal yang menyebalkan, kenapa?

Antrian panjang

antrian panjang

Bayar tagihan bulanan akan mulai menyebalkan jika kamu menemukan antrian yang terlalu panjang di loket pembayaran atau ATM. Bagi kamu yang memiliki kesibukan tersendiri, hal ini tentunya akan membuat waktumu menjadi sia-sia untuk hanya sekedar mengantri. Belum lagi kamu punya pekerjaan lain yang harus dilakukan. Membayar tagihan juga membutuhkan waktu yang cukup panjang karena kamu harus memasukkan data tagihan kamu. Karena itu, banyak antrian panjang yang sangat memakan waktu karena semua orang harus memasukan banyak data saat membayar tagihan.

Baca juga : Mengelola Tagihan dan Pengeluaran adalah Kunci Keuangan Sehat

Agar tidak mengalami hal ini, sebaiknya kamu menggunakan fitur atau aplikasi pembayaran yang bisa membantu kamu untuk membayar tagihan secara online. Kamu juga bisa menggunakan internet banking atau mobile banking agar kamu tidak perlu mengantri. Sayangnnya, tidak semua jenis tagihan bulanan memiliki koneksi dengan internet dan mobile banking. Cara terakhir yang bisa kamu gunakan adalah autodebet atau penarikan otomatis dari rekeningmu, namun hal ini cukup riskan. Kamu harus memantau rekening secara berkala agar tidak terjadi kesalahan penarikan.

Terlalu banyak tagihan dengan jenis akun dan nomor berbeda

Belanja Online dengan Kartu Kredit, Amankah?

Jika kamu memiliki banyak tagihan dengan jenis akun dan nomor yang berbeda, kamu bisa repot saat hendak membayar tagihan bulanan. Bayangkan, kamu harus memasukkan data berupa nomor akun dan jumlah pembayaran setiap saat kamu membayar satu jenis tagihan. Jika satu tagihan akan memakan waktu 3 menit, kamu harus menyiapkan 30 menit untuk 10 tagihan. Padahal, kamu harus memberi kesempatan kepada orang di belakang mu untuk mendapatkan gilirannya menggunakan mesin ATM.

Denda keterlambatan saat bayar tagihan

kelola gaji

Selain antrian yang panjang dan data yang harus dimasukkan, bayar tagihan bulanan menjadi menyebalkan ketika kamu terkena denda keterlambatan. Denda keterlambatan adalah hukuman berupa biaya tambahan yang harus kamu bayar jika kamu terlambat membayar tagihan. Jika kamu terlambat membayar tagihan, bukan hanya bunga cicilan saja yang akan dibebankan kepada kamu. Kamu juga harus menanggung biaya keterlambatannya. Jika kamu harus membayar denda ini pada setiap tagihanmu, bayangkan berapa banyak uang yang terbuang selama satu tahun.

Biaya administrasi (yang banyak)

bayar tagihan

Apakah kamu tahu bahwa setiap bank membebankan biaya administrasi, apabila kamu melakukan pembayaran untuk tagihan bank lain? Salah satu contohnya BCA, BCA akan membebankan biaya administrasi jika kamu membayar tagihan kartu kredit bank Mandiri atau bank lainnya, hal tersebut juga diberlakukan oleh bank Mandiri, BNI, BII, UOB, dan bank lokal maupun internasional lainnya.

Baca juga : Tanggal Tua, Ini 4 Hal Menyebalkan saat Tanggal Tua!

Biaya ini kelihatannya tidak besar, namun jika dikumpulkan kamu mungkin akan terkejut dengan jumlah biayanya. Mari kita coba hitung, bank biasanya akan membebankan uang sejumlah Rp 5.000 sampai Rp 10.000 ketika membayarkan tagihan bank lain. Selain itu biasanya ada beban administratif sebesar Rp. 2.500 sampai Rp. 10.000, untuk membayar tagihan seperti BPJS, e-commerce, asuransi, dan jenis pembayaran lainnya. Jika kamu membayar tagihan dengan debit BCA dan mempunyai 3 kartu kredit, 1 BPJS, dan 1 asuransi, kamu bisa membayarkan sekitar Rp. 15.000 sampai Rp. 25.000 beban administratif setiap bulannya, jika dijumlahkan per tahun, biaya yang kamu keluarkan adalah sekitar Rp. 180.000 sampai Rp. 300.000, lumayan bukan?

Untuk menghindari beban administratif seperti ini, kamu bisa menggunakan kartu kredit yang diterbitkan oleh bank yang sama dengan tabungan kamu. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan perusahaan jasa atau aplikasi yang dapat membayarkan tagihan kamu secara bersamaan tanpa biaya administratif.

Billpayer, hindari 4 hal menyebalkan ini saat bayar tagihan ya, sekarang ini banyak kok fitur dan aplikasi keuangan yang bisa membantu kamu dalam hal ini. Ada pengalaman hal menyebalkan lainnya saat bayar tagihan? Langsung saja tuliskan di kolom komentar!

Ini Manfaat Kalau Kamu Bisa Kelola Keuangan dengan Baik

uang tunai vs non tunai

Semakin hari kebutuhan terus bertambah, harga barang-barang semakin naik. Belum lagi bagi yang sudah berumah tangga, harus memikirkan biaya sekolah anak yang semakin hari semakin mahal. Hal ini tentunya membuat kita berkerja lebih keras dan giat lagi untuk mendapatkan penghasilan lebih. Padahal salah satu kunci pengeluaran sehat bukan hanya di pendapatan, tetapi juga cara kelola keuangan yang baik.

Keberadaan uang memang sangat penting, uang bisa menjadi motivasi bagi setiap orang. Uang bisa menentukan tingkat kesejahteraan masing-masing orang. Seringkali uang yang di dapat selalu saja terkesan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan. Padahal uang yang tidak cukup bukan hanya karena pendapatan tidak cukup, tetapi keinginan yang selalu dimiliki.

Oleh karena itu, kita memerlukan cara kelola keuangan yang baik. Jika kamu masih belum sadar manfaat pengelolaan keuangan, berikut Billie berikan 5 manfaat yang bisa kamu dapatkan:

Rencana Masa Depan

Jika kamu sudah bisa kelola keuangan dengan baik, bisa dipastikan kamu memiliki perencanaan masa depan yang lebih baik. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, kamu bisa terbebas dari hutang dan memiliki hidup yang lebih ringan dan mudah. Nah karena itu, kamu bisa merencanakan masa depanmu dengan lebih baik juga. Kelola keuangan tidak hanya berdampak di hari sekarang, tetapi juga berdampak untuk masa depan dikemudian hari.

Pola Hidup Hemat

kelola keuangan

Terkadang, pengeluaran yang berlebihan tidak terjadi karena kebutuhan yang banyak, tetapi hanya keinginan dan keborosan yang berlebih saja. Untuk itu kelola keuangan yang baik akan mengajarkan kamu untuk hidup dengan pola yang lebih hemat. Hidup yang lebih hemat bukanlah hidup yang pas-pasan bahkan serba kekurangan. Hidup hemat adalah hidup dengan berkecukupan, bahkan bisa mewujudkan apa yang diinginkan namun tidak boros dan membuang-buang uang.

Atur keuangan kamu setiap bulannya, dengan mendahulukan kewajiban, kebutuhan serta menghilangkan atau meniadakan utang yang bisa menimbulkan masalah dalam keuangan kamu. Hemat juga dapat mengontrol pengeluaran kamu yang mungkin sering berlebihan.

Tertib dan Teratur

Selain pola hidup hemat, pengelolaan keuangan yang baik juga bisa mengajarkan kamu untuk hidup lebih tertib dan teratur. Segala hal yang kamu inginkan, termasuk kebutuhan kamu sendiri dan keluarga akan dapat terencana dengan detail. Rencana masa depan  juga lebih dapat diatur dan dikelola dengan baik.

Bahkan jika kamu bisa hidup dengan tertib dan teratur, tidak hanya kebutuhan pokok yang bisa tercukupkan, kegiatan berlibur dan refreshing juga bisa kamu wujudkan. Dengan begitu, kehidupan juga bisa lebih seimbang dan bermanfaat bukan?

Baca juga : Mau Kelola Gaji dengan Lebih Baik? Lakukan 6 Cara ini!

Perlindungan dari Kejadian Tak Terduga

Ketika kamu memiliki pengelolaan keuangan yang baik, kamu bisa menyimpan uang untuk hal-hal tidak terduga. Hidup tentunya penuh dengan ketidakpastian dan kejadian tidak terduga, kita tidak bisa menghindari kejadian tidak terduga, seperti kecelakaan, sakit penyakit, dan kerugian lainnya. Untuk itu, kamu perlu simpanan uang untuk kejadian tidak terduga tersebut.

Dengan mengelola keuangan secara teratur, kamu bisa melindungi diri dan keuangan dari kejadian tidak terduga. Kamu juga bisa menyisakan uang untuk asuransi untuk kejadian tidak terduga. Keuangan yang teratur pastinya akan memiliki pos khusus untuk masalah ini.

Kurangi Stress dengan Kelola Keuangan

Dengan keuangan yang dikelola dengan baik, kamu juga bisa mengurangi stress. Stress adalah masalah kesehatan yang bisa membahayakan kamu. Jika kamu sudah terlalu stress, penyakit tentu akan lebih mudah untuk timbul dan berdatangan. Oleh karena itu, mulailah kelola keuangan untuk memperoleh manfaat jauh dari stress.

Hindari hal-hal yang dapat memicu stress, seperti hutang atau cicilan yang besar, pinjaman yang belum lunas karena bunga semakin tinggi dan sebagainya. Hal ini dapat membuat kamu semakin stress dan terganggu untuk mengerjakan hal yang lainnya. Buatlah pikiran kamu lebih ringan dengan banyak menabung dan investasi, setelah itu kamu bisa menggunakan uang tersebut untuk liburan atau hiburan kan.

Nah ini dia 5 manfaat kelola keuangan dengan baik versi Billie, kalau kamu merasakan manfaat lain yang bisa dibagikan, langsung saja tulis di kolom komentar!

Selain  artikel mengenai manfaat kelola keuangan, ada juga beberapa informasi dan tips mengenai keuangan yang tidak kalah penting, seperti:

Kerugian Ibu Rumah Tangga Saat Bayar Tagihan

ibu rumah tangga

Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka dituntut untuk mengurus anak dan urusan rumah tangga lainnya. Ibu rumah tangga juga mempunyai kesibukan yang tidak kalah banyak dibandingkan wanita karir.

Dibandingkan wanita karir yang bisa mengalihkan semua pekerjaan rumah hingga pengawasan anak kepada pihak lain. Ibu rumah tangga dituntut untuk melakukan pekerjaan sendiri dan bahkan beberapa tugas sekaligus. Sebagian besar istri juga diberikan tanggung jawab oleh suaminya untuk mengurus keuangan rumah tangga.

Baca juga : Tagihan Bulanan Merepotkan? Simak Dulu Tips Berikut Ini!

Urusan keuangan tersebut antara lain bayar tagihan listrik, telepon, keamanan, internet, dan beragam tagihan lainnya. Sudah disibukkan dengan aktivitas rutin, masih perlukah istri-istri masa kini disibukkan dengan pembayaran tagihan? Belum lagi banyaknya komponen pengeluaran setiap bulannya.

3 Kerugian yang Dialami oleh Ibu Rumah Tangga

Kalau kamu belum kebayang, Billie menemukan 3 kerugian yang dialami oleh ibu rumah tangga di Indonesia saat bayar tagihan :

  • Waktu keluarga terbuang sia-sia untuk mengantri di ATM/Loket/Minimarket
  • Melakukan pembayaran tanpa adanya keuntungan tambahan atau bonus
  • Rentan terhadap denda keterlambatan karena terlalu banyak tagihan yang harus dibayar

Padahal di era digital seperti sekarang ini, segala sesuatu harusnya bisa dilakukan dengan lebih mudah dan cepat. Aktifitas ringan seperti sms, telp, video call, bahkan streaming TV bisa dilakukan dengan internet. Jika aktifitas seperti itu saja bisa dilakukan dengan internet, pembayaran tagihan pun bisa dilakukan dengan internet. Internet tidak hanya dinikmati oleh anak muda, ibu rumah tangga juga telah banyak menggunakannya.

Jadi untuk para istri-istri masa kini, mulai sekarang harus bisa memanfaatkan teknologi internet untuk kegiatan rumah tangga. Untuk membayar tagihan, mama bisa menggunakan aplikasi yang dapat membantu membayarkan tagihan secara bersamaan. Banyak juga aplikasi yang dapat membantu mengingatkan tagihan pembayaran dan memonitor tagihan dan pengeluaran.

Baca juga : Fitur dan Fasilitas Kartu Kredit ini Bisa Bantu Kelola Keuangan Lho!

Dengan ini, mengurus anak tidak akan terbengkalai, urusan rumah juga dapat terselesaikan dengan baik. Ibu rumah tangga juga masih mempunyai waktu luang untuk dihabiskan dengan keluarga. Teknologi telah menjawab semua masalah diatas bukan?

Atur Keuangan Sendiri? Lakukan 4 Cara Modern ini!

konsultan keuangan

Keuangan menjadi salah satu hal yang terkadang sulit untuk diatur. Namun seiring perkembangan teknologi, harusnya kamu bisa memanfaatkan hal tersebut untuk atur keuangan sendiri.

Perkembangan teknologi sekarang ini harusnya membuat kamu lebih mudah dalam mengatur hal-hal di kehidupan kamu, bahkan pengelolaan keuangan. Kamu mungkin tidak lagi membutuhkan sejumlah catatan atau buku kas manual dalam mengatur keuangan. Banyak tools atau aplikasi yang dapat kamu gunakan dan manfaatkan.

Hal ini harusnya dapat menjadi motivasi kamu untuk lebih cerdas, giat, dan disiplin dalam mengatur keuangan. Semua orang sadar betul bahwa atur keuangan adalah hal penting karena keuangan yang sehat menandakan hidup yang sejahtera.

Untuk itu simak beberapa cara singkat dan modern dibawah ini, agar kamu bisa atur keuangan sendiri.

Rencana Cerdas

Sama seperti ketika kamu ingin membuat sebuah proyek perusahaan atau acara. Kamu perlu membuat rencana keuangan terlebih dahulu sebelum mengaturnya. Banyak aplikasi yang dapat dipakai untuk merencakan keuangan, dimana kamu bisa mengatur komponen pemasukan dan pengeluaran dan kemudian mengaturnya ke dalam sistem digital dan otomatis. Hal ini tentunya selain praktis dan mudah, akan lebih menyenangkan.

Dalam memilih aplikasi atur keuangan, pilihlah aplikasi yang banyak memiliki pengguna. Mengapa demikian? Artinya aplikasi ini sudah dipercaya dan direkomendasikan banyak orang. Kamu juga dapat memilih aplikasi yang sudah sering membuat aplikasi lainnya. Kamu juga bisa melihat user review atau ulasan pengguna di pasar aplikasi mengenai aplikasi tersebut.

Ulasan penting agar kamu mengetahui bagaimana orang lain dapat terbantu untuk mengelola keuangan dari aplikasi tersebut. Kamu juga dapat mengetahui apakah aplikasi ini benar dapat membantumu atau tidak. Mengunduh lebih dari satu aplikasi juga tidak ada salahnya untuk membandingkan mana aplikasi yang benar-benar cocok dan sesuai dengan kebutuhan kamu. Toh nantinya kamu bisa menghapus aplikasi tersebut kan.

Lacak Pengeluaran

Selanjutnya, kamu perlu mengetahui berbagai pengeluaran yang terjadi di dalam keuangan kamu sehingga kamu dapat melacaknya dengan mudah. Kamu dapat menggunakan aplikasi yang sama untuk perencanaan keuangan atau yang berbeda, tergantung kebutuhan kamu.

Dengan aplikasi kelola keuangan, kamu bisa mengetahui sejumlah pengeluaran. Sebaiknya, gunakan aplikasi yang dapat membantuk kamu mengkategorikan keuangan, seperti: makanan, minuman, liburan, hiburan, dan berbagai jenis pengeluaran lainnya. Dengan begitu, kamu dapat dengan mudah melihat pos pengeluaran mana yang paling besar dan harus diatasi dengan segera.

Kamu juga dapat dibantu untuk melakukan analisa, pada bagian mana pengeluaran kamu yang paling boros. Hal ini memungkinkan kamu untuk mengambil tindakan atau solusi untuk memperbaiki pengeluaran yang kamu anggap tidak penting. Dengan bantuan aplikasi keuangan, pengeluaran yang tidak efektif dapat terdeteksi dengan mudah, kamu bisa segera memperbaiki dan mencegah keuangan semakin boros.

Baca juga : 5 Hal Merepotkan yang Sering Terjadi saat Bayar Tagihan

Rencana Jangka Panjang

Jangan cuma sibuk untuk merencanakan keuangan dan mengelola keuangan masa kini. Kamu juga harus memiliki rencana jangka panjang untuk masa depan. Tentunya kamu tidak mau dong kesulitan atau tidak punya uang dimasa tua nanti. Sebagian besar orang justru melupakan betapa pentingnya sebuah rencana keuangan jangka panjang. Mereka bahkan tidak memiliki sebuah rencana jangka panjang yang akan menjadi tujuan keuangan tersebut. Ini sebuah kesalahan.

Mulailah menyusun rencana keuangan jangka panjang di dalam kehidupan kamu, hal ini tentu dilakukan dengan memasukkan berbagai tujuan jangka panjang yang akan kamu capai nantinya. Tujuan-tujuan ini seperti memiliki rumah atau bisnis tertentu, biaya pensiun atau sekolah anak-anak dan berbagai rencana lainnya. Lakukan perhitungan yang tepat mengenai pendapatan yang kamu miliki, sehingga dapat kamu alokasikan untuk rencana jangka panjang tersebut.

Tidak perlu khawatir akan kesulitan dalam melakukan hal ini, sebab sejumlah website keuangan dan investasi sudah menyediakan alat yang dapat diandalkan untuk menghitung semua hal tersebut dengan mudah. Dengan menggunakan peralatan di sana, kamu bisa melihat besaran biaya dan juga berbagai komponen yang bisa kamu alokasikan dengan tepat untuk menutupi rencana tersebut ke depannya secara bulanan.

Investasi Cerdas

Hal lain yang tidak boleh ketinggalan dalam atur keuangan adalah investasi. Investasi akan sangat membantu kamu dalam mencapai target keuangan yang kamu inginkan. Saat ini, kegiatan investasi bukanlah sebuah hal yang sulit untuk dilakukan, di mana hal ini bahkan bisa kamu lakukan secara online dan praktis.

Kamu dapat memilih investasi yang aman dan beresiko rendah seperti deposito, reksa dana, atau logam mulia. Kamu juga dapat memilih investasi menguntungkan dengan resiko tinggi seperti saham, obligasi, atau lembar piutang. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Saat ini, mudah sekali untuk melakukan investasi tersebut. Ada website yang bisa kamu gunakan untuk mempertimbangkan jenis-jenis investasi yang mau kamu gunakan. Ada juga website yang dapat kamu gunakan untuk melakukan investasi secara online. Pilih wadah yang tepat, agar investasi bukan hanya menghasilkan, namun juga aman.

Ada tips lain untuk atur keuangan sendiri dengan cara modern? Langsung saja ketik di kolom komentar!

Selain  artikel mengenai manfaat kelola keuangan, ada juga beberapa informasi dan tips mengenai keuangan yang tidak kalah penting, seperti:

Belanja Online dengan Kartu Kredit, Amankah?

Belanja Online dengan Kartu Kredit, Amankah?

Ini 7 cara agar belanja online lebih aman

Saat ini, hampir setiap orang pernah belanja online dan semakin sering melakukannya. Namun kebanyakan orang masih takut melakukan belanja online dengan kartu kredit sebagai metode pembayarannya. Padahal, belanja online dengan kartu kredit terbilang praktis dan mudah, kamu tidak perlu pergi ke ATM untuk melakukan transfer atau login ke internet/mobile banking. Kamu tinggal memasukkan nomor kartu kredit kamu saat berbelanja.

Bagi kamu yang masih bertanya-tanya apakah aman melakukan transaksi online dengan kartu kredit. Ini adalah beberapa cara untuk mengurangi resiko dan menjaga keamanan saat melakukan belanja online dengan kartu kredit.

Belanja Online di Situs yang kamu Percaya

Ketika kamu berbelanja online dan ingin menggunakan kartu kredit sebagai metode pembayaran, pastikan kamu hanya melakukannya di situs atau toko online yang kamu percaya. Pastikan situs atau toko online tersebut memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik. Jangan mudah percaya dengan promo atau tawaran menarik dari toko online abal-abal. Jika kamu belum mengenal situs atau toko online tersebut, browsing dulu atau cari informasi mengenai situs atau toko online tersebut.

Kamu juga dapat mengetik nama perusahaan atau toko tersebut di situs pencarian online seperti Google dan simak hasil pencariannya. Jika kamu tidak menemukan informasi apapun atau malah kebanyakan testimoni negatif, sebaiknya jangan berbelanja di situs atau toko online tersebut. Jika meskipun banyak yang memberikan testimoni positif, tetaplah perhatikan sumber testimoni atau orang yang menulis testimoni.

Hati-hati saat Ketik URL

Hal ini seringkali tidak diperhatikan oleh orang yang sering berbelanja online. Dimana mereka mengetik URL dengan sembarangan karena mereka merasa situs pencarian online akan menuju ke situs belanja tersebut. Padahal URL yang typo atau mirip sering dimanfaatkan oleh situs atau toko online penipu. Pastikan kamu mengetik alamat dengan benar, sehingga kamu akan langsung masuk ke situs online yang kamu tuju.

Perlu kamu tahu juga, alamat situs yang kamu sudah simpan di bookmark pada browser kamu juga bisa berumah. Untuk itu, ketika hendak belanja online, jangan klik situsnya melalui bookmark, melainkan ketik URL secara manual. Hal ini mungkin sedikit merepotkan, tapi lebih aman bukan?

Pastikan Keamanan saat Input Data Kartu Kredit

Ketika memasukkan data kartu kredit untuk belanja online, pastikan alamat URLnya diawali dengan ”https://”. Jika tidak, kemungkinannya adalah situs tersebut tidak aman untuk tempat bertransaksi dengan menggunakan kartu kredit. Selain itu, pastikan ada gambar gembok disudut kanan bawah atau lencana VeriSign dibagian bawah situs tersebut. Kedua lambang ini bisa menjadi standard bahawa situs menggunakan enkripsi untuk melindungi data kamu.

Selain itu, pastikan komputer kamu terlindung dari virus dan hacker yang dapat membawa browser kamu ke situs-situs palsu dan mencuri datamu. Download Anti-Virus dan Anti-Spyware terbaru dan terutama yang asli. Perbaharui software tersebut secara berkala. Gunakan juga software yang ternama dan sudah terbukti kualitasnya ya.

Gunakan Komputer Sendiri

Belanja online memang mudah dan dapat dilakukan dimana saja. Namun hal ini penting untuk diingat, pastikan komputer tersebut merupakan komputer sendiri yang lebih terjamin keamanannya. Jangan gunakan komputer orang lain karena bisa saja browser mereka menyimpan informasi penting kartu kreditmu. Jangan pernah izinkan browser atau cache menyimpan username, password, atau nomor penting kartu kredit.

Meskipun menggunakan komputer pribadi, resiko menjadi korban pencurian data dan hacking tetap ada. Apalagi jika kamu memanfaatkan koneksi internet melalui WiFi publik. Hacker akan memiliki akses ke sinyal WiFi yang sama dan dapat mencuri informasi yang kamu kirimkan dengan internet. Karena itu, sebaiknya kamu tidak belanja online dengan kartu kredit saat menggunakan koneksi internet ditempat umum.

Cetak Bukti Pembayaran

Selalu cetak bukti pembayaran atau konfirmasi saat belanja online dengan kartu kredit. Tujuannya adalah sebagai bukti dan pembanding saat kamu menerima lembar tagihan kartu kredit. Pastikan angka tersebut sama dan identik. Manfaat lainnya, jika suatu hari ada masalah dengan transaksi tersebut, kamu menyimpan bukti pembayaran yang sah. Ini dapat kamu gunakan untuk memperjuangkan hak mu di kemudian hari.

Pahami Data yang Perlu Diberikan

Saat berbelanja online, hanya ada 4 jenis informasi yang perlu kamu masukan. 4 informasi tersebut adalah nomor kartu kredit, tanggal kadaluarsa kartu, kode keamanan (3-4 digit), dan yang terakhir biasanya adalah alamat pengiriman. Selain 4 hal tersebut, tidak ada lagi informasi lain yang diperlukan oleh situs online dari kamu. Apabila kamu diminta untuk mengisi data lain yang lebih personal, kemungkinan besar itu merupakan penipuan.

Lebih baik lagi jika transaksi tersebut dilengkapi dengan 3D Secure Code. 3D Secure Code merupakan fasilitas layanan dari Visa (Verified by Visa), MasterCard (MasterCard Secure Code), dan JCB (J/Secure) untuk melindungi data kartu kredit pada saat digunakan saat melakukan transaksi online. Layanan ini memungkinkan penerbit kartu kredit untuk melakukan konfirmasi via sms saat kamu melakukan transaksi online.

Jangan Simpan Informasi

Cara terakhir yang perlu kamu perhatikan adalah untuk tidak menyimpan informasi apapun secara online. Hal ini agar hacker tidak bisa mendapatkan informasi tersebut. Ini juga dapat mencegah penyalahgunaan informasi kartu kredit oleh orang lain yang memiliki akses ke komputer kamu, misalkan untuk berbelanja tanpa sepengetahuan kamu. Jika komputer kamu menanyakan untuk mengingat informasi kartu kredit atau menyimpannya secara otomatis, pastikan kamu tidak mengizinkan action tersebut. Selain itu, jangan lupa untuk keluar (log out) dari situs tersebut setelah selesai transaksi untuk mencegah penyalahgunaan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

First published on IDN Times

Fitur dan Fasilitas Kartu Kredit ini Bisa Bantu Kelola Keuangan Lho!

fitur dan fasilitas kartu kredit

Banyak orang bilang bahwa kartu kredit hanya membawa kerugian saja. Tentu saja hal ini tidak benar. Beberapa fitur dan fasilitas kartu kredit ternyata bisa membantu kamu dalam mengelola keuangan. Simak disini!

Program Cicilan

Ada banyak program cicilan yang ditawarkan oleh bank penerbit kartu kredit. Beberapa program bahkan tidak memberikan bunga cicilan atau yang sering kita dengar dengan cicilan 0%. Nah program-program seperti ini sebetulnya bisa kamu manfaatkan. Selain itu jika kamu perhatikan, sebagian besar bank memberikan bunga yang lebih kecil untuk cicilan dengan tenor yang lebih lama.

Kartu kredit BCA misalnya, untuk tenor 3, 6, sampai 9 bulan, bunga cicilannya adalah 1,25%. Sedangkan untuk tenor 12 sampai 36 bulan, bunga cicilannya hanya 0,75%. Hal ini dapat membantu kamu kelola keuangan, karena kamu tidak perlu menghabiskan uang ketika membeli barang. Selain itu jika dicicil dengan tenor yang lebih panjang, kamu tidak akan terlalu berat saat membayar tagihan bulanan.

Lalu, jenis cicilan yang ditawarkan oleh penerbit kartu kredit biasanya merupakan cicilan tetap. Hal ini membantu kamu kelola keuangan karena kamu sudah mengetahui komponen tagihan bulanan dan jumlahnya akan selalu tetap.

Perlindungan Kesehatan dan Hutang

Beberapa bank penerbit kartu kredit juga memberikan perlindungan kesehatan bagi pemegang kartu kredit. Jumlah dan ketentuannya beragam, tergantung kebijakan masing-masing bank penerbit dan jenis program. Ada penerbit kartu kredit yang memberikan 100% uang kembali untuk biaya rumah sakit. Ada juga yang memberikan pengembalian premi sampai 200% jika kamu meninggal dunia.

Hal ini jelas membantu kamu untuk kelola keuangan. Mengapa? Karena kamu tidak perlu mengeluarkan biaya yang terlalu besar untuk kejadian mendadak. Bayangkan jika tiba-tiba sesuatu terjadi seperti sakit atau kecelakaan, uang tabunganmu akan habis terkuras karenanya.

Selain itu ada juga program kartu kredit yang memberikan perlindungan terhadap saldo terutang. Maksudnya adalah ketika kamu tidak dapat membayar tagihan karena sakit atau kecelakaan mendadak, kamu akan diberikan bantuan. Bantuan tersebut ada yang berupa pemberhentian bunga, ada juga yang berupa penghapusan hutang jika pemilik kartu meninggal dunia. Premi per bulan biasanya sebesar 0.60% dari total saldo terutang per bulan.

Kartu Tambahan Dengan Nomor Yang Berbeda

Penggunaan kartu kredit tambahan di Indonesia sudah cukup biasa. Pemilik kartu kredit biasanya menggunakan kartu kredit tambahan untuk suami/istri atau anaknyaa. Kartu kredit tambahan pastinya memiliki keuntungan, kamu bisa memperoleh limit kredit yang lebih besar. Namun kadang hal tersebut membuat kamu boros juga, kamu juga harus membayar bunga kartu kredit yang lebih besar.

Ternyata, ada fitur yang dapat membantu kamu, yaitu kartu tambahan dengan nomor yang berbeda. Hal ini memungkinkan kamu untuk memiliki nomor kartu yang berbeda antara pemegang kartu utama dan tambahan. Jelas hal ini akan lebih memudahkan kamu dalam mengontrol pemakaian masing-masing kartu. Pembayaran untuk kartu yang berbeda juga cukup ditujukan ke nomor kartu utama.

Travel Points

Bagi kamu yang suka travelling atau jalan-jalan ke luar negeri, program poin travel di kartu kredit bisa sangat menguntungkan. Itu karena travelling ke luar negeri biasanya membutuhkan biaya yang cukup besar, sehingga kamu bisa berhemat dengan poin reward yang diberikan. Budget yang seharusnya dialokasikan untuk travelling, bisa di kelola untuk hal lain.

Selain poin travel, banyak pula kartu kredit yang menawarkan fasilitas airport lounge di bandara lokal maupun internasional. Hal ini bisa membuat kamu lebih hemat saat menunggu di aiport. Ada juga yang memberikan fasilitas check in dan baggage handling sehingga bisa memudahkan kamu di aiport.

Pembayaran Telepon, Listrik, dan Air

Selain 4 keuntungan diatas, kartu kredit saat ini juga bisa digunakan untuk pembayaran telepon, listrik, dan air. Tagihan bulanan pasti seperti tagihan telepon, listrik, dan air terkadang sulit dikelola. Kamu juga pasti sering melupakan jumlah tagihan tersebut dan nomor pembayarannya kan. Dengan fasilitas langsung dari kartu kredit, hal ini bisa menjadi mudah. Seluruh tagihan bulanan akan terdaftar dan tercetak di tagihan kartu kredit kamu.

Hal ini juga akan lebih membantu kamu kelola tagihan. Kamu dapat mengetahui jumlah pembayaran telepon, listrik, dan air. Dengan itu, kamu dapat mengetahui apakah kamu telah menggunakan telepon, listrik, dan air dengan baik dan efisien. Jika ternyata tidak, kamu harus mulai berhemat untuk kebutuhan ini bukan.

Dengan cara ini, kamu masih kesulitan untuk mengelola tagihan? Wah kalau begitu kamu tandanya kamu memerlukan asisten keuangan pribadi. Selain asisten keuangan pribadi, kamu juga dapat menggunakan beberapa aplikasi untuk mengelola keuangan lho.

Biaya Administrasi yang Perlu Kamu Ketahui

biaya administrasi ini perlu kamu ketahui

Penggunaan layanan keuangan seperti bank, kartu kredit, dan sebagainya tentunya memerlukan biaya administrasi sebagai bentuk penghargaan kita terhadap layanan tersebut. Pentingkah untuk mengetahui biaya-biaya administrasi? Penting, karena biaya administrasi sebenarnya berjumlah kecil, namun jika dalam kita harus menggunakan beberapa layanan keuangan dalam satu bulan, biaya administrasi bisa berjumlah besar jika diakumulasikan dan ditotal dalam satu tahun.

Jika kita mengetahui jumlah biaya administrasi yang harus kita bayarkan setiap bulannya dengan lengkap, kita bisa mengurangi biaya-biaya kecil yang sebetulnya dapat kita gunakan untuk hal-hal lain. Kali ini, Billie akan memberikan informasi mengenai biaya-biaya administrasi apa saja yang perlu kamu ketahui.

Buka rekening/account

Ketika kita membuka rekening baru di bank atau membuka account sebuah layanan keuangan, kita akan dikenai biaya administrasi untuk membuka account tersebut. Layanan keuangan yang membebankan biaya buka rekening biasanya adalah bank, asuransi, kartu kredit, deposito, dan sebagainya. Kisaran biaya buka rekening/account baru adalah sekitar Rp 5.000,- sampai Rp 50.000,-.

Ada juga layanan keuangan yang tidak memungut biaya buka rekening/account pertama. Namun biasanya mereka menetapkan saldo minimum pada rekening/account yang tidak dapat tarik oleh penggunanya. Saat ini juga ada beberapa layanan keuangan yang melakukan promosi dengan cara membebaskan biaya buka rekening/account.

Layanan

Banyak orang yang mengira bahwa biaya layanan sama dengan biaya administrasi. Hal ini tidaklah benar, biaya layanan berbeda dengan biaya administratif. Biaya layanan merupakan biaya yang dibebankan kepada kita ketika kita menggunakan layanan tertentu, seperti transfer dana ke bank berbeda atau membayar tagihan tertentu lewat bank kita.

Transfer

Umumnya kita tidak perlu membayarkan biaya layanan ketika transfer dana ke bank yang sama. Namun ketika kita perlu melakukan transfer dana ke bank berbeda, kita perlu membayarkan biaya transfer. Biasanya ada 2 jenis layanan transfer antar yaitu LLG dan RTGS. LLG merupakan singkatan dari Lalu Lintas Giro, yang merupakan layanan transfer menggunakan fasilitas kliring. Untuk layanan LLG akan dikenakan biaya sebesar Rp 5.000,-. Layanan lainnya adalah RTGS, singkatan dari Real Time Gross Settlement, dimana uang yang dikirim akan langsung masuk ke rekening penerima. Layanan RTGS akan dikenakan biaya sebesar Rp 20.000,-.

Tarik tunai

Sama halnya dengan transfer, tarik tunai tidak akan dikenakan biaya jika melalui ATM bank yang sama. Namun jika kita kesulitan mencari ATM tersebut, kita terpaksa harus menarik uang di ATM bank lain. Hal ini akan dikenai biaya penarikan sebesar Rp 5.000,- sampai Rp 10.000,- tergantung kebijakan bank masing-masing.

Administrasi bulanan

Biaya administrasi bulan merupakan biaya yang paling sering dibayarkan oleh pengguna layanan keuangan. Kamu dapat menganggap biaya ini sebagai biaya penggunaan rekening/account bank atau kartu kredit. Pada rekening tabungan, biaya administrasi dibebankan setiap bulan, biasanya ditarik langsung dari uang tabungan kita.

Biaya administrasi pada tabungan sekitar Rp 2.500,- sampai Rp 25.000,- setiap bulannya. Pada kartu kredit, biaya administrasi dibebankan per tahun, biasanya akan langsung masuk ke tagihan bulanan kita. Namun, ada juga beberapa kartu kredit yang tidak menetapkan administrasi bulanan.

Bunga pinjaman

Ketika kamu membeli produk dengan sistem kredit, biasanya bank akan membebankan bunga. Batasan biaya bunga kartu kredit ini sebenarnya diatur oleh Bank Indonesia, namun dengan jumlah yang bisa berubah mengikuti kebijakan yang dikeluarkan. Besaran bunga maksimum adalah 2,95% per bulan atau sebesar 35,40% per tahun. Banyak orang yang mengira biaya 2,95% per bulan berarti juga 2,95% per tahun, padahal sebenarnya kita harus mengakumulasi perhitungannya.

Keterlambatan

Jika kamu terlambat melakukan pembayaran tagihan, kamu akan dikenakan denda keterlambatan. Biasanya sebesar 3% atau maksimal Rp 150.000 dari total tagihan bulanan. Biaya tersebut diatur oleh kebijakan bank penerbit kartu kredit masing-masing dengan pengawasan Bank Indonesia. Tanggal jatuh tempo masing-masing kartu kredit juga berbeda-beda. Untuk itu jika kamu memiliki lebih dari satu kartu kredit, kamu harus mengingat setiap tanggal tersebut.

Pembatalan cicilan

Ada kalanya ketika kita tidak jadi membeli suatu produk tertentu atau menyesal membeli suatu produk. Sebenarnya, jika kamu menggunakan kartu kredit dengan cicilan, kamu bisa membatalkan cicilan. Biaya ini dikenakan jika kamu melakukan pelunasan awal transaksi cicilan sebelum jangka waktu cicilan berakhir. Besar biaya ini juga berbeda untuk masing-masing penerbit kartu. Berkisar antara Rp 200.000,- sampai dengan Rp 250.000,-.

Pengembalian cek/giro

Dalam transaksi menggunakan kartu kredit, kamu bisa membayarkan tagihan tersebut dengan cek/giro yang harus diproses melalui kliring. Untuk layanan tersebut, kamu akan dikenakan biaya sebesar Rp 25.000,-.

Kelebihan pemakaian (over limit)

Ketika kamu menggunakan kartu kredit melebihi batas limit yang diberikan, kamu akan dikenai denda over limit. Jumlah biaya over limit setiap bank berbeda-beda. Biasanya sekitar Rp 50.000,- atau 5% dari kelebihan limit, tergantung mana yang lebih besar. Namun ada juga bank yang sama sekali tidak memberikan denda kelebihan pemakaian.

Salah satu cara untuk mengurangi biaya administrasi tersebut, kamu dapat mengurangi layanan keuangan yang tidak perlu, seperti mengurangi jumlah kartu kredit, dan sebagainya. Selain itu, kamu juga dapat menggunakan aplikasi keuangan yang memungkinkan kamu untuk membayarkan tagihan dalam satu kali pembayaran, sehingga kamu dapat mengurangi biaya administrasi.

Nah berikut merupakan biaya-biaya administrasi yang perlu kamu ketahui. Punya pengetahuan yang lain? Silahkan tulis di kolom komentar.