Mau Tahu Teknik Menabung Aman dengan Resiko Kecil?

menabung

Semua orang tahu bahwa menabung merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Menabung memiliki banyak manfaat tentunya. Beberapa orang sudah sadar akan hal ini dan mulai melakukannya sedini mungkin. Bagi kamu yang melakukan hal ini, kamu mungkin memilih cara menabung seperti kebanyakan orang yaitu dengan menyimpan uang di bank atau koperasi.

Namun tahukah kamu cara menyimpan uang seperti itu tidak menguntungkan? Hal ini hanya akan membuat nilai uang kamu semakin kecil karena inflasi yang terjadi terus menerus. Nah, agar nilai uang kamu tetap sesuai dengan nilai uang pada awalnya, kamu dapat menggunakan teknik menabung dibawah ini.

Baca juga: Beberapa Cara Investasi Mudah dan Menarik untuk Anak Muda

Tabungan Emas

Menabung emas biasanya dilakukan oleh masyarakat yang belum memiliki rekening bank atau belum melakukan investasi modern. Namun ternyata tabungan emas cukup menguntungkan.

Keuntungan menabung emas

  1. Potensi keuntungan jangka panjang cukup besar.
  2. Tahan inflasi.
  3. Liquid alias mudah dicairkan menjadi uang
  4. Dapat memulai investasi emas mulai dari 1 gram. Anda pun dapat membuka tabungan emas atau membelinya secara kredit.

Resiko tabungan emas

  1. Rentan surat penipuan.
  2. Mudah hilang karena biasanya disimpan dirumah.
  3. Keuntungan tidak besar atau bahkan rugi bila dijual lagi dalam jangka pendek.

Deposito

Deposito merupakan salah satu produk bank dengan tujuan mengumpulkan dana dari masyarakat dan kemudian dikelola oleh bank tersebut dalam bentuk pinjaman/kredit. Sebagai imbal baliknya, nasabah yang mendepositokan uangnya akan mendapatkan bunga tergantung kinerja bank itu sendiri.

Baca juga: Saham atau Reksadana, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Keuntungan menabung deposito

  1. Potensi bunga dan bagi hasil cukup tinggi dibandingkan tabungan biasa.
  2. Cukup liquid karena bisa dicairkan dalam jangka waktu tertentu misalnya 3 bulan atau 6 bulan.
  3. Aman dan bebas resiko dari pencurian karena tersimpan di bank.
  4. Dapat dimulai dengan modal yang cukup sedikit, bahkan mulai dari 1 jutaan.

Resiko deposito

  1. Uang dapat saja hilang bila dilakukan pada bank yang tidak ikut LPS.
  2. Tidak dapat dicairkan kapanpun. Bila kamu cairkan sebelum tanggal jatuh tempo maka tidak akan mendapatkan bunga, malah mungkin berujung penalti.
  3. Masih rentan akan inflasi.

Menabung emas dan deposito sama-sama menguntungkan. Jika untuk tujuan jangka pendek, sebaiknya pilihlah untuk membuat deposito. Untuk tujuan jangka panjang, kamu bisa menabung emas.

Beberapa Cara Investasi Mudah dan Menarik untuk Anak Muda

investasi emas

Investasi mungkin menjadi hal yang jarang dipikirkan oleh anak muda. Para anak muda cenderung berpikir bahwa belum waktunya mereka melakukan investasi. Sangat bagus apabila kamu termasuk dewasa muda yang cukup sadar tentang hal ini. Itu artinya kamu sudah mulai memikirkan masa depanmu.

Namun jika kamu masih bingung mengenai investasi apa saja yang cocok dengan anak muda terutama dengan kapasitas kantongnya, berikut Billie berikan beberapa cara investasi mudah dan menarik untuk anak muda. Simak disini:

Saham

Sebenarnya dari usia dini dan jumlah uang yang sedikit, investasi saham sudah bisa dilakukan. Berinvestasi dengan cara membeli saham secara tidak langsung telah menjadikan kita “pemilik” dari perusahaan yang kita beli sahamnya. Membeli saham dengan jumlah yang kecil akan memberikan keuntungan berupa capital gain bagi kamu. Capital gain adalah keuntungan yang didapat pemegang saham saat melepaskan sahamnya ke pasar. Sebagai contoh, kamu membeli saham Billie dengan harga Rp 5.000,00/saham. Saat sentimen pasar terhadap industri media daring positif, harga naik menjadi Rp 6.000,00/saham. Kamu akan mendapat keuntungan Rp 1.000,00/saham, dikalikan jumlah saham yang kamu miliki.

Besarnya keuntungan yang ditawarkan oleh pembelian saham juga sebanding dengan risikonya. Pemilik saham tidak bisa dilepaskan dari ancaman likuidasi perusahaan yang bisa terjadi sewaktu-waktu dan capital loss saat sentimen pasar memburuk. Namun, investasi ini sangat layak kamu coba saat usiamu masih muda dan belum memiliki banyak tanggungan. Lagipula mulai Januari 2014 lalu Bursa Efek Indonesia mengubah aturan pembelian 1 lot saham dari 500 lembar jadi 100 lembar. Tentu saja hal ini membuat pembelian saham semakin terjangkau untuk anak muda seperti kamu.  

Baca juga : 5 Kesalahan Pengelolaan Keuangan Orang Indonesia

Obligasi

Surat perjanjian hutang atau obligasi dikeluarkan oleh pihak pertama (pihak yang mengeluarkan obligasi) kepada pihak kedua (pihak pemegang obligasi) untuk memanfaatkan dana pihak kedua dan mengembalikannya beserta bunga pada jangka waktu yang telah disepakati. Dengan membeli obligasi, itu artinya kamu meminjamkan danamu pada pihak yang mengeluarkan obligasi. Obligasi bisa dikeluarkan oleh berbagai pihak, mulai dari perusahaan, pemerintah pusat, hingga pemerintah daerah. Di Indonesia sendiri instrumen investasi obligasi dibagi menjadi 3: obligasi pemerintah, obligasi korporasi, dan obligasi ritel.

Keuntungan dari obligasi adalah sistem bunga yang diterapkan, seperti layaknya peminjaman uang di bank. Dalam obligasi, keuntungan disebut dengan yield yang dihitung dengan cara membagi tingkat suku bunga dengan harga nominal obligasi. Sebagai contoh, Billie mengeluarkan obligasi dengan harga Rp 500.000,00 dengan bunga 2,5% sampai dengan masa jatuh tempo. Maka pemegang obligasi akan mendapatkan yield sebesar Rp 12.500,00 pada masa jatuh tempo. Besarnya yield akan sangat tergantung pada besarnya angka obligasi yang kamu beli. Semakin besar angka obligasinya, makin besar pula keuntungan yang bisa kamu dapatkan.

Investasi ini layak dicoba kalau kamu punya modal cukup besar dan ingin “bermain aman” dalam investasi. Tapi harus diingat, risiko obligasi yang relatif kecil juga sebanding dengan keuntungannya yang tidak bisa melonjak dengan fantastis.

Reksadana

Jenis investasi reksadana, bertujuan menghimpun dana dari pemilik modal, untuk kemudian disalurkan ke berbagai jenus investasi di pasar modal. Instrumen investasi ini sangat cocok untuk investor pemula yang modalnya kecil dan masih belum bisa menghitung risiko investasinya sendiri. Ketika ingin berinvestasi reksadana, akan ada Manajer Investasi (MI) yang mengatur kemana uangmu akan diinvestasikan. MI-lah yang bertugas membaca sentimen pasar, menghitung risiko kegiatan in, dan mengatur strategi investasinya yang berpotensi menghasilkan keuntungan sebesar mungkin. Intinya, kamu akan dibantu menylurkan uang dalam proses investasimu.

Produk reksadana juga sangat luas, MI bisa meletakkan uangmu di skema saham, obligasi, hingga skema reksa dana campuran. Skema rekasadana memungkinkanmu yang memiliki modal terbatas untuk mampu membeli instrumen investasi, sebab unagmu akan digabungkan dengan dana pemilik modal lain. Jika ingin mencoba jenis investasi ini, pastikan kamu memilih MI yang kredibel. Sebab MI-lah yang akan jadi penentu berhasil atau tidaknya investasimu. Bank-bank komersial terkemuka kita sudah banyak menawarkan layanan ini, sehingga kamu tinggal memilih sesuai keinginan dan kebutuhan kamu.

Baca juga : Gajian? Jangan Belanja Dulu, Ini Pengeluaran yang Harus Diperioritaskan!

Forex Trader

Forex (foreign exchange) adalah salah satu cara lain yang bisa kamu jadikan alternatif metode investasimu. Lewat cara ini, kamu akan bermain di pasar modal dengan menukarkan uangmu dengan mata uang asing yang punya margin keuntungan paling tinggi. Sebagai contoh, kamu menukarkan 1 juta uang rupiahmu dengan 100 US Dolar. Pada saat nilai tukar Dolar terhadap Poundsterling naik, kamu bisa menukarkan sejumlah Dolar-mu dengan Poundsterling dan mendapatkan keuntungan dari situ. Keuntungan dalam investasi ini sangat ditentukan oleh besarnya uang yang berani kamu keluarkan serta kemampuanmu membaca kondisi pasar.

Di Indonesia, investasi Forex sedang sangat populer. Kalau kamu ingin belajar tentang skema investasi ini, tinggal googling saja “Belajar Forex” dan akan banyak kamu temukan website yang menawarkan jasa belajar Forex yang tidak jarang bisa kamu nikmati dengan biaya 0 Rupiah. Kalau kamu masih belum berani menjajal bermain Forex yang memang penuh risiko, kamu bisa mulai dengan menukarkan sejumlah uangmu dengan valuta asing yang relatif stabil nilainya. Saat nilai tukarnya naik, tukarkan kembali dengan Rupiah. Secara tidak langsung kamu sedang menabung dengan menggunakan valuta asing.

Investasi Emas

Jenis investasi ini merupakan yang cukup rendah resikonya. Emas adalah instrumen investasi yang nilainya relatif stabil dari waktu ke waktu, membeli emas pun bisa dilakukan dengan mudah dan cepat. Terdapat beberapa cara kamu bisa mereguk keuntungan dari investasi emas. Kamu dapat membeli emas batangan LM berkisar di angka 1,7 juta-1,8 juta dan menggadaikan emas tersebut. Lalu kamu dapat menggunakan uang gadainya untuk membeli emas lagi.

Kamu juga bisa “menyimpan” emas yang nilai tukarnya relatif stabil demi kepentingan masa depan. Keuntungan berinvestasi emas adalah resiko kerugiannya yang kecil. Namun ini juga bisa jadi kekurangan, harga emas biasanya hanya naik sebesar 2-4% per tahunnya. Angka ini terbilang kecil bila dibandingkan dengan keuntungan yang ditawarkan skema investasi lain.

Baca juga : Simak Cicilan Rumah Murah Tahun 2017!

Dalam berinvestasi, tidak ada saat yang paling tepat untuk kita memulai, semakin cepat kita mengawali maka makin besar pula keuntungan yang bisa diraih nanti. Sudah tahu investasi mana yang akan kamu pilih?

Ini Dia Tips Agar Cinta Menabung!

menabung

Pernahkah kamu mengalami masa-masa dimana kamu suka menabung? Atau kamu selalu menghabiskan seluruh gaji tanpa sisa setiap bulannya? Menabung memang kebiasaan yang sulit untuk dilakukan. Padahal, hal tersebut memberikan banyak manfaat lho.

Kalau kamu ingin merasakan manfaat dari menabung, berikut ini Billie tunjukkan cara-cara untuk mengubah mindset kamu sehingga kamu jadi pribadi yang cinta menabung. Simak disini.

Buat tujuan menabung

Agar dapat mulai mencintai kegiatan ini. Kamu harus menentukan tujuan dari menabung atau saving itu sendiri. Misalnya, kamu ingin membeli mobil, wah tujuan yang besar bukan? Untuk mewujudkannya, kamu harus menentukan target kecil. Misalnya dalam jangka waktu enam bulan kamu harus mengumpulkan 10% dari dana yang dibutuhkan, sehingga dalam setahun sudah bisa terkumpul untuk membayar biaya DP atau uang muka. Hal ini dapat memotivasi kamu untuk menyimpan uang. Kamu bisa menaruh notes di handphone atau sticky notes di dinding kamar sebagai pengingat.

Ingat-ingat tagihan

Banyak orang yang tidak melakukan perencanaan keuangan tertulis tiap bulan tapi ternyata bisa mengelola keuangan mereka dengan baik. Kenapa bisa begitu? Karena sejak awal mereka sudah tahu alokasi anggaran utamanya. Bagaimana caranya? Saat mendapatkan gaji, utamakan untuk membayar tagihan-tagihan bulanan seperti biaya sewa rumah, kost atau apartemen, biaya listrik, pulsa handphone, pajak, cicilan, dan belanja kebutuhan lainnya. Setelah itu, jadikan menabung sebagai prioritas kedua.

Baca juga: Cara Mengurangi Kebiasaan Buruk yang Membuat Pengeluaran Membengkak!

Hindari pemborosan

Menghabiskan uang untuk kesenangan bersama teman-teman memang hal yang sangat menyenangkan. Namun, semua kegiatan tersebut sudah pasti memakan uang yang cukup banyak. Nah, bila tidak ingin semua uang bulanan habis untuk melakukan itu semua. Mulai sekarang, mulailah mengurangi biaya untuk kehidupaan sosial kamu. Lakukan hal-hal yang seru dan murah. Misalnya, di akhir pekan, kamu bisa menghabiskan waktu dengan teman-teman terdekat dengan berkumpul bersama sambil memasak makan malam.

Cari tambahan penghasilan

Beberapa orang menabung karena sayang menghabiskan uang hasil keringatnya. Nah, mindset ini dapat menjadi salah satu cara agar kamu cinta menabung. Ingatlah bahwa uang hasil keringatmu yang terbuang sia-sia tidak akan pernah bermanfaat. Jika merasa belum bekerja keras, kamu bisa mencari pekerjaan tambahan agar lebih mencintai uang hasil kerjamu. Manfaatnya, uang tambahan itu bisa disimpan sehingga jumlah tabungan semakin banyak. Selain itu, waktu kosong kamu yang digunakan juga meminimalisir penggunaan uang yang sia-sia.

Dana Pendidikan Semakin Mahal? Begini Cara Siasatinya!

dana pendidikan mahal

Mengingat dana pendidikan yang setiap tahunnya bertambah besar. Pastinya kamu sebagai orang tua atau calon orang tua menjadi khawatir. Pendidikan tentunya merupakan hal yang diperlukan oleh setiap orang. Dengan gaji yang terbatas, bagaimana mendapatkan pendidikan yang tinggi? Begini caranya!

Hemat dengan Tahu Komponen Pengeluaran

Pertama, kamu bisa mulai mempersiapkan dana pendidikan anak dengan menabungnya sejak dini. Bagaimana caranya jika tidak bisa berhemat atau menabung? Tentunya kamu harus mengetahui pos pengeluaran terbesar. Maksudnya adalah gaya hidup atau hal lainnya yang paling banyak mengeluarkan biaya.

Bos pengeluaran rutin biasanya seputar, biaya hidup, seperti biaya sewa rumah, biaya listrik dan PDAM, transportasi, tabungan, investasi, sosial, dan gaya hidup lainnya. Pastikan kamu mengeluarkan hal-hal yang tidak dibutuhkan sehingga bisa lebih hemat. Kamu juga bisa berusaha untuk menghemat tagihan rutin seperti listrik dan PDAM dengan meminimalisir penggunaannya.

Baca juga: Bingung Siapkan Uang untuk Lebaran? Simak 5 hal Berikut!

Hitung Biaya Pendidikan Masa Depan

Asumsi yang biasa digunakan untuk menghitung asumsi pendidikan anak adalah dengan cara mengalikan dua kali lipat asumsi inflasi ekonomi. Contoh inflasi 10% per tahun, sehingga setelah dikalikan dua kali lipat menjadi 20% per tahun. Dilansir dari Future Ready, rumus yang bisa Anda adalah Future value.

Rumus:

FV = B ( 1 + inflasi ) n

FV= biaya masa depan

B= biaya yang sekarang

N= jangka waktu

Contoh:

18 tahun mendatang, anak Smartpayer akan masuk kuliah. Tahun ini, Universitas yang Smartpayer rencanakan memiliki uang pangkal Rp20juta. Dengan inflasi pertahun setelah dikalikan yakni 20% per tahun.

FV= Rp20.000.000,- (1+0,2)18

= 20.000.000 *21,6

= Rp432.000.000,-

Jadi, dana pendidikan masuk kuliah anak selama 18 tahun adalah Rp 432.000.000,- Idealnya dalam sebulan Smartpayer harus menyisihkan dana Rp 2.000.000 per bulannya agar anak dapat mengenyam pendidikan di kuliah yang diinginkan. Itu baru uang pangkal belum biaya kuliah lainnya lagi.

Siapkan Dana Pendidikan dengan Asuransi

Setelah mengetahui asumsi biaya pendidikan di masa depan, kamu bisa mulai mempersiapkannya. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan asuransi. Ada banyak asuransi yang menawarkan program untuk mempersiapkan dana pendidikan. Pertimbangkan premi dengan asumsi biaya pendidikan di masa depan serta komponen pengeluaran yang harus kamu tanggung setiap bulannya.

Asuransi pendidikan lebih tegas dalam mencairkan dana pendidikan, selain itu keuntungan atau timbal baliknya lebih besar. Namun sayangnya, asuransi pendidikan tidak akan cair sebelum jatuh tempo kecuali kamu meninggal dunia. Jangan lupa, sekali memulai asuransi, jangan sampai tidak bisa melanjutkan pembayaran bulanannya, apa yang sudah kamu bayar bisa menjadi sia-sia.

Baca juga: Tips Atur Gaji 5 Juta Rupiah Sebulan

Siapkan Dana dengan Investasi

Hal kedua, kamu bisa menyiapkan dana pendidikan dengan berinvestasi. Hal ini dapat menguntungkan namun juga memiliki resiko yang lebih besar ketimbang menabung dan asuransi. Jika ingin investasi dengan resiko rendah, berinvestasi dengan logam mulia bisa menjadi pilihan. Kamu dapat menjualnya sewaktu dibutuhkan tanpa proses yang lama.

Siapkan dengan Menabung

Jika kamu memilih untuk menabung, tabunglah dana yang dimiliki di Bank. Jangan sampai menyimpan uang di rumah. Untuk menyiapkan dana pendidikan bagi anak dengan cara menabung, kamu dapat memilih tabungan pendidikan atau konvensional. Dengan menabung secara konvensional, dana yang kamu tabungkan tergantung pribadi. Namun, tidak ada jaminan jika uang untuk tabungan ini akan bertambah dan manfaatnya akan berhenti jika kamu meninggal. Menabung juga membutuhkan kedisiplinan yang tinggi karena tidak akan ada yang mengingatkan atau memaksa kamu setiap bulannya.

Tips Atur Gaji 5 Juta Rupiah Sebulan

atur gaji

Sebagian orang mungkin dapat atur gaji 5 juta rupiah sebulan dengan mudah. Beberapa orang merasa bahwa gaji bulanan sebesar 5 juta mungkin sudah cukup untuk memenuhi semua kebutuhan hidup selama satu bulan. Bahkan bagi kamu yang masih single, gaji 5 juta akan membuat hidup lebih sejahtera.  Sementara bagi yang sudah berumah tangga, pendapatan 5 juta Rupiah terkadang dirasa masih sangat kurang, apalagi jika memiliki lebih dari 1 anak.

Kamu yang sudah berkeluarga harus mengaturnya dengan benar supaya uang 5 juta ini mampu memenuhi semua kebutuhan dalam waktu satu bulan. Oleh karena itu, kamu harus mengetahui bagaimana cara mengatur gaji bulanan supaya tidak kehabisan uang di tengah bulan.

Baca juga : Cara Unik untuk Hemat Pengeluaran

Tips Atur Gaji sebesar 5 Juta Per Bulan

Bagi kamu yang memiliki gaji 5 juta rupiah dan bingung untuk mengaturnya, yuk simak tips yang Billie dapatkan dari berikut ini :

Atur Gaji dengan Anggaran Belanja

Supaya lebih mudah dalam mengatur keuangan bulanan, maka kamu harus membuat anggaran belanja. Catat semua pengeluaran bulanan mulai dari hobi makan di luar, kemudian kebutuhan fashion dan beberapa anggaran belanja lainnya. Ini akan memudahkan kamu untuk mengatur pengeluaran dalam satu bulan.

Wajib Memiliki Dua Rekening Bank

Untuk mengatur uang secara mudah, kamu harus memiliki rekening lebih dari satu. Dimana, satu rekening digunakan khusus untuk membayar cicilan. Sementara rekening kedua digunakan khusus untuk menyisihkan uang, baik untuk menabung atau menyimpan dana tak terduga.

Lunasi Hutang dan Cicilan

Dalam kehidupan berumah tangga, cicilan dan hutang merupakan hal yang lumrah. Dengan melunasi hutang dan cicilan, maka kamu bisa menghitung sisa penghasilan dalam satu bulan.

Atur Gaji dengan Catat Pengeluaran

Kamu harus membuat buku harian sebagai catatan penting semua pengeluaran Anda. Dengan buku harian ini, memudahkan kamu untuk mencatat jumlah pengeluaran, terutama dana tak terduga.

Baca juga : Mengelola Tagihan dan Pengeluaran adalah Kunci Keuangan Sehat

Bandingkan Pengeluaran dan Anggaran

Langkah yang terakhir, cobalah menghitung perbandingan antara pengeluaran bulan lalu dengan anggaran perbulan. Dengan melakukan perbandingan antara buku pengeluaran dan buku anggaran, kamu bisa memprediksi pengeluaran yang tidak perlu di bulan berikutnya.

Beberapa cara di atas bisa dilakukan dengan mudah supaya kamu tidak hidup boros dengan gaji 5 juta Rupiah per bulan. Penuhi kebutuhan yang lebih penting terlebih dahulu, kemudian baru penuhilah keinginan kamu. Jangan mendahulukan keinginan jika kamu ingin mempunyai tabungan yang cukup.

Takut Kredit Mobil? ini Alasan Kenapa Kredit Mobil Menguntungkan!

kredit mobil

Masih banyak orang yang takut untuk melakukan kredit mobil. Padahal, mereka membutuhkannya. Mobil saat ini menjadi kebutuhan bagi orang Indonesia, khususnya mereka yang tinggal di daerah ibukota dan sekitarnya. Banyak orang yang ingin memiliki benda ini namun tidak memiliki cukup uang. Untuk menabung sampai bisa membeli mobil secara tunai tidak mudah, belum lagi adanya inflasi dan harga mobil yang semakin naik. Solusi yang paling memungkinkan adalah dengan cicilan atau kredit mobil.

Bagi kamu yang belum percaya untuk melakukan kredit mobil atau masih takut melakukannya. Billie mengulas beberapa keuntungan melakukan kredit mobil.

Baca juga : Fitur dan Fasilitas Kartu Kredit ini Bisa Bantu Kelola Keuangan Lho!

Ringan dan tidak terasa besar

Ketika kamu membeli mobil dengan cara mencicil, kamu tidak akan merasa mengeluarkan uang yang begitu besar. Bayangkan, ketika kamu membeli mobil secara tunai, kamu harus merogoh kocek hingga ratusan juta. Cicilan mobil bisa berkisar 3-10 juta perbulannya, tanpa terasa kamu membayar setiap bulan dan cicilan tersebut sudah lunas dalam kurun waktu 1 sampai 5 tahun.

Memiliki mobil dengan cepat

Dengan membeli mobil secara mencicil, kamu dapat memiliki benda tersebut dengan cepat. Mobil sangat berguna untuk berpergian jarak jauh. Selain itu jika kamu tidak terlalu sering menggunakannya, kamu bisa memakai mobil untuk bisnis rental atau sewa mobil. Hal tersebut tentunya dapat membantu kamu menambah pendapatan untuk cicilan bukan? Ada banyak keuntungan ketika kamu sudah memiliki mobil, meskipun kamu memilikinya dengan cara mencicil.

Menjaga kondisi pengeluaran bulanan

Membeli mobil dengan mencicil juga dapat menjaga kondisi pengeluaran bulanan kamu. Pengeluaran tidak meledak begitu saja dibulan tertentu karena harus membeli mobil secara tunai. Uang gaji yang tersisa untuk cicilan mobil juga masih bisa dipakai untuk tabungan. Hal ini tentu saja dapat menjaga kondisi keuanganmu untuk tetap stabil.

Baca juga : Mau Cicilan Mobil Murah, Lakukan 5 Hal ini!

Kredit Mobil sekaligus asuransi

Sekarang ini, banyak juga program cicilan mobil yang menawarkan asuransi. Sehingga pada masa cicilan mobil, kamu tidak perlu takut terjadi sesuatu pada mobil kamu yang menyebabkan kerugian. Hal ini tentunya sangat menguntungkan, kamu tidak perlu keluar uang untuk asuransi dan cicilan. Kamu bisa mendapatkan dua keuntungan secara bersamaan.

Menjaga tabungan

Kredit juga bisa menjaga tabungan kamu tetap utuh, sehingga masih bisa digunakan ketika ada hal-hal yang mendadak atau mendesak. Jika kamu membeli mobil secara tunai, uang tabungan kamu bisa langsung habis begitu saja. Siapa yang tahu ada kebutuhan mendesak tiba-tiba, kamu bisa terpaksa menjual mobil nya lagi. Jika kamu mencicil, kamu bisa menjaga tabungan kamu tetap untuk sehingga bisa mengantisipasi keadaan darurat di kemudian hari.

Dibalik keuntungan-keuntungan membeli mobil diatas, tentu saja kredit mobil memiliki kerugian tersendiri. Kamu dapat mempertimbangkan matang-matang, mana yang lebih sesuai dengan keadaan finansialmu. Tanya beberapa teman dekat yang memiliki pertimbangan dengan keadaaan yang mirip dalam hal ini.

Punya saran atau solusi lainnya? Langsung saja tulis di kolom komentar!