Tagihan Bulanan Merepotkan? Simak Dulu Tips Berikut Ini!

Tips Pintar saat Membayar Tagihan Bulanan

Membayar tagihan bulanan adalah hal yang sudah sering dilakukan oleh sebagian orang dewasa. Tagihan-tagihan seperti tagihan listrik, PAM, kartu kredit, asuransi, tv kabel, BPJS, dan sebagainya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Beberapa orang merasa kerepotan ketika bayar tagihan bulanan. Padahal ternyata, ada beberapa hal kecil yang dapat menguntungkan kita namun sering kita lewatkan saat membayar tagihan bulanan.

Untuk itu, Billie merangkum beberapa tips pintar yang dapat kamu lakukan saat membayarkan tagihan bulanan.

Bayar Sebelum Jatuh Tempo

Bagi kamu yang tidak menggunakan fasilitas autodebet, kamu harus membayar tagihan secara manual yaitu dengan Internet atau Mobile Banking atau pergi langsung ke ATM. Biasakan untuk membayar tagihan sebelum tanggal jatuh tempo, bukan saat tanggal jatuh tempo. Bahkan lebih baik lagi jika kamu membayar tagihan kartu kredit jauh-jauh hari, jauh sebelum tanggal jatuh tempo tiba.

Membayarnya pada saat-saat terakhir akan sangat berisiko dan membuat kamu tidak tenang, terutama jika kamu juga memiliki sejumlah kesibukan sepanjang hari. Belum lagi antrian ATM yang lebih ramai disaat awal sampai pertengahan bulan, karena beberapa tagihan mempunyai periode tanggal jatuh tempo yang sama.

Selain itu, kita tidak tahu apa yang akan terjadi dikemudian hari. Bayangkan jika tiba-tiba ada sesuatu hal yang harus kamu kerjakan secara mendadak. Itu dapat membuat kamu tidak memiliki kesempatan untuk membayar tagihan tersebut. Bisa dipastikan sejumlah bunga dan juga denda keterlambatan akan menghiasi tagihan kamu di bulan depan.

Pertimbangkan Komponen Biaya

Dalam membayar tagihan bulanan, kamu harus mempertimbangkan beberapa komponen biaya. Seperti biaya administrasi, biaya layanan, denda keterlambatan, dan biaya bunga. Biaya administrasi merupakan biaya yang dibebankan sebagai biaya penggunaan jasa. Biaya layanan merupakan biaya yang dibebankan untuk layanan khusus atau layanan tertentu. Denda keterlambatan adalah biaya yang kita keluarkan jika terlambat membayar tagihan. Sedangkan biaya bunga biasanya merupakan biaya yang dibebankan atas pinjaman atau hutang.

Biaya-biaya tersebut biasanya jumlahnya kecil, namun jika diperhitungkan ternyata total jumlahnya besar juga. Komponen biaya ini akan menjadi besar dan membebani keuangan. Terutama jika pada bulan tersebut kamu juga memiliki sejumlah tagihan yang cukup besar. Untuk menghindari hal tersebut, kamu dapat membayar kartu kredit dengan kartu tabungan yang memiliki bank penerbit yang sama untuk mengurangi biaya administrasi. Sebaiknya kamu juga tidak terlalu banyak menggunakan jenis kartu kredit yang berbeda.

Pastikan Jumlah Pembayaran

Jangan membayar tagihan kamu dengan buru-buru/tergesa-gesa terutama bagi tagihan kartu kredit, karena hal ini akan sangat riskan menimbulkan sejumlah kesalahan dalam pembayaran tersebut, terutama jika kamu membayarnya di mesin ATM yang memiliki antrian panjang. Lakukan pembayaran dengan tenang dan teliti, pastikan semua tagihan terbayarkan dengan jumlah yang sesuai. Karena bank tetap akan mengenakan bunga jika kamu meninggalkan beberapa perak saja tagihan di dalam kartu kredit kamu.

Bayar Cicilan Di Atas Biaya Minimum

Ketika membayar tagihan, sebagian pembayaran kamu sebenarnya adalah untuk membayar bunga. Meskipun kartu kredit hanya mensyaratkan pembayaran minimum sebesar 10% dari total tagihan, sebaiknya kamu membayar tagihan diatas biaya minimum yang ditetapkan.

Mengapa demikian? Dengan melakukan pembayaran minimum bisa membuat kamu terjerat hutang yang lebih besar dari jumlah uang yang kamu pinjam sebelumnya. Karena, setiap bulan, kamu akan terkena tambahan bunga di setiap pembayaran kamu, yang kalau di kalkulasikan bisa membuat barang yang kamu cicil berharga dua kali lebih mahal dari harga seharusnya. Jadi jangan tergiur dengan cicilan murah tiap bulannya.

Manfaatkan Transfer Balance

Transfer balance adalah fasilitas yang ditawarkan bank penerbit kartu kredit, yang memungkinkan pengalihan tagihan kartu kredit dari satu bank ke bank lainnya. Banyak orang yang tidak mengetahui fasilitas ini, padahal dengan fasilitas ini, kamu dapat memindahkan tagihan kartu kredit ke bank lain yang menawarkan bunga yang lebih kecil.

Umumnya, bank memperbolehkan pengguna untuk memindahkan hingga 80% tagihan kartu kredit lama ke kartu kreditnya. Misalnya, jumlah tertagih di kartu kredit A sebesar Rp10 juta. kamu bisa memindahkan hingga 80%, atau setara Rp8 juta, ke kartu kredit B. Jadi apabila yang terjadi pada kamu adalah besar pasak daripada tiang, atau lebih besar tagihan utang kartu kredit daripada pemasukan. Transfer balance kartu kredit bisa menjadi solusi untuk melunasi utang kamu.

Buat Jadwal Pembayaran Tetap

Dalam membayarkan tagihan bulanan, ada baiknya kamu melakukan pembayaran secara terjadwal. Hal ini akan sangat membantu kamu untuk disiplin dalam melakukan pembayaran tagihan setiap bulannya. Tentukan tanggal yang tepat dimana ditanggal tersebut, kamu sudah mendapatkan surat tagihan dari semua komponen tagihan bulananmu, dan tanggal tersebut tentunya harus jauh dari tanggal jatuh tempo. Lakukan pembayaran secara rutin pada tanggal tersebut setiap bulannya.

Terima Tagihan Lewat Email

Surat tagihan yang sering telat tiba dirumah atau kantor adalah salah satu alasan mengapa seseorang sering terlambat dalam melakukan pembayaran tagihan. Untuk itu segera daftarkan email kamu agar bisa menerima surat tagihan elektronik yang dikirimkan lewat email setiap bulannya.

Dengan surat tagihan elektronik, kamu juga bisa mengatur tagihan bulanan agar tersimpan dengan baik, kamu bisa membuat folder khusus di email untuk semua tagihanmu agar pengeluaran lebih terkontrol. Kamu juga bisa memanfaatkan google calendar atau aplikasi online untuk mengingatkan kamu untuk membayar tagihan secara online.

Bayar dengan Autodebet

Autodebet adalah fasilitas dari bank untuk pembayaran otomatis yang dapat kamu manfaatkan untuk mengontrol tagihan. Dengan fasilitas autodebet, tagihan kamu akan langsung dipotong melalui tabungan sehingga kamu tidak akan lupa membayarkan tagihan bulanan.

Dengan terpotongnya tagihan secara otomatis, tentunya akan memudahkan kamu dalam membayar tagihan. Kamu tidak perlu repot menginput tagihan lewat internet/mobile banking atau membayar tagihan lewat ATM. Selain itu karena tagihan dibayar secara otomatis, resiko untuk terlilit hutang juga menjadi lebih kecil.

Namun ternyata, autodebet juga memiliki beberapa kekurangan. Karena bersifat otomatis, autodebet lebih susah untuk dikontrol, uang di tabungan kamu bisa terpotong secara tiba-tiba. Selain itu, cara untuk memberhentikan tagihan yang bersifat autodebet juga terbilang susah. Kamu harus menelepon penagih dan berargumentasi dengan staff bank. Pastinya mereka akan mempengaruhi kamu untuk tidak membatalkan cicilan atau tagihan.

Berikut beberapa tips pintar yang dapat kamu lakukan saat membayarkan tagihan bulanan menurut Billie, apakah kamu memilki tips pintar lainnya? Tuliskan saja di kolom komentar.

5 Hal Merepotkan yang Sering Terjadi saat Bayar Tagihan

5 Hal Merepotkan yang Sering Terjadi saat Bayar Tagihan

Membayar tagihan adalah hal yang tidak asing dilakukan bagi sebagian orang dewasa. Tagihan-tagihan seperti listrik, PAM, kartu kredit, asuransi, tv kabel, BPJS, dan sebagainya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Namun tahukah kamu? Bahwa ada beberapa hal kecil yang sederhana namun merepotkan yang sering terjadi saat bayar tagihan.

Berikut Billie merangkum 5 hal kecil merepotkan yang sering terjadi saat bayar tagihan:

Salah Input Jumlah Tagihan

Salah input jumlah tagihan adalah kesalahan yang cukup sering dilakukan, biasanya payer salah memasukkan angka biaya tagihan mereka. Kesalahan ini biasanya terjadi pada tipe tagihan yang membutuhkan kamu untuk memasukan jumlah biaya secara manual. Seperti beberapa jenis kartu kredit, asuransi, BPJS, biaya dalam bentuk virtual account dan tagihan-tagihan lainnya.

Dengan jumlah yang kecil, biasanya kamu akan membiarkannya. Lalu biller akan mengurangi tagihanmu di bulan selanjutnya, atau menambahkan biaya tersebut ke akun elektronik milikmu. Kekurangannya, akan lebih sulit bagi biller untuk mengetahui apakah kamu sudah membayar tagihanmu atau belum, karena banyak biller yang menaruh angka unik pada tagihan untuk mempermudah sinkronisasi pembayaran tagihan.

Namun dalam jumlah yang besar, apakah kamu tidak keberatan memberikannya kepada biller? Sebagian besar akan meminta pengajuan refund atau pengembalian uang, hal ini akan sangat merepotkan. Kenapa? Kamu akan diminta untuk mengisi sejumlah formulir dan mengirimkannya langsung ke kantor biller. Kamu juga harus menunggu sekitar 4-6 hari kerja untuk refund atau pengembalian uang tersebut.

Repot bukan? Untuk itu kamu harus jeli ketika memasukkan jumlah tagihan atau memilih metode pembayaran yang lebih otomatis seperti autodebet atau tagihan yang memberikan jumlah biaya secara otomatis.

Salah Input Nomor Tagihan

Kesalahan lain yang sering dilakukan adalah salah input nomor tagihan. Hal ini sebenarnya tidak akan terlalu merugikan, karena sistem ATM atau internet banking akan membatalkan proses pembayaran secara otomatis. Sehingga kamu tidak akan mengalami kerugian seperti salah membayar tagihan dan sebagainya.

Namun hal ini tentu saja akan membuang-buang waktu kamu, karena kamu harus mengulang proses pembayaran lagi dan memasukkan angka yang benar. Belum lagi nomor akun atau nomor tagihan yang biasanya panjang, akan menyulitkan kamu. Banyak orang yang terpaksa mengantri ulang di ATM, karena tidak enak kepada orang lain dibelakangnya akibat hal ini.

Uniknya, kebanyakan orang membayarkan tagihannya di minggu pertama awal bulan, sehingga pada minggu tersebut akan ada banyak antrian di ATM. Wah, kalau seperti ini ada baiknya kamu jeli dan tidak terburu-buru saat memasukkan nomor tagihan di ATM.

Anggap Remeh Tanggal Jatuh Tempo

Banyak orang yang menganggap remeh tanggal jatuh tempo tagihan. Mereka biasanya menunda-nunda untuk membayarkan tagihan mereka. Seperti menunda untuk pergi ke ATM atau menunda untuk membuka aplikasi internet banking dan sebagainya. Memang sih hal ini dikarenakan kebutuhan untuk mengerjakan hal lain terlebih dahulu, dan kadang membayar tagihan bisa merepotkan jika kamu harus mengutak-atik lagi nomor dan biaya tagihan.

Jangan disepelehkan, terlambat membayar tagihan bisa merugikan. Perusahaan atau bank penerbit kartu kredit biasanya akan membebankan biaya keterlambatan kepada billpayer. Biaya keterlambatan ini memang kecil, tetapi jika dibiasakan juga merupakan salah satu keborosan lho. Pada kartu kredit, biaya keterlambatan bisa sekitar 3% dengan jumlah maksimum Rp. 150.000. Jika setiap bulannya kita terlambat, kita bisa menanggung sekitar Rp 1,8 juta. Belum lagi ditambah bunga yang dibebankan oleh kartu kredit, wah lumayan kan.

Pada pembayaran jenis lain, asuransi salah satunya, keterlambatan pembayaran bisa menyebabkan akun asuransi kamu ditutup. Hal ini menyebabkan kamu akan kehilangan investasi asuransi yang sudah kamu berikan dibulan sebelumnya. Kenapa? Karena asuransi memiliki jangka waktu dimana investasi kita sudah dapat diambil, biasanya setelah 5 tahun. Jika jumlah investasi masih sedikit, mungkin masih bisa di terima. Namun jika jumlah investasi sudah banyak, akan merugikan kamu karena investasinya menjadi sia-sia.

Pada kasus lain seperti e-commerce, keterlambatan pembayaran bisa menggagalkan pembelian barang yang kamu pesan. Kalau kamu benar-benar menginginkan barang tersebut, terpaksa kamu harus melakukan proses pemesanan ulang. Ditambah dengan memesan ulang, waktu kamu akan lebih terbuang karena harus melewati proses verifikasi lagi oleh e-commerce.

Untuk itu, hindari keterlambatan pembayaran ya, gunakan fitur pada hp atau secara manual dengan sticky notes di kulkas sebagai pengingat tanggal jatuh tempo tagihan. Kamu juga bisa menggunakan beberapa aplikasi pengingat atau bahkan pengatur tagihan yang dapat membantu kamu mengelola tagihan.

Administrasi Perbedaan Bank

Apakah kamu tahu bahwa setiap bank membebankan biaya administrasi, apabila kamu melakukan pembayaran untuk tagihan bank lain? Salah satu contohnya BCA, BCA akan membebankan biaya administrasi jika kamu membayar tagihan kartu kredit bank Mandiri atau bank lainnya, hal tersebut juga diberlakukan oleh bank Mandiri, BNI, BII, UOB, dan bank lokal maupun internasional lainnya.

Biaya ini kelihatannya tidak besar, namun jika dikumpulkan kamu mungkin akan terkejut dengan jumlah biayanya. Mari kita coba hitung, bank biasanya akan membebankan uang sejumlah Rp 5.000 sampai Rp 10.000 ketika membayarkan tagihan bank lain. Selain itu biasanya ada beban administratif sebesar Rp. 2.500 sampai Rp. 10.000, untuk membayar tagihan seperti BPJS, e-commerce, asuransi, dan jenis pembayaran lainnya. Jika kamu membayar tagihan dengan debit BCA dan mempunyai 3 kartu kredit, 1 BPJS, dan 1 asuransi, kamu bisa membayarkan sekitar Rp. 15.000 sampai Rp. 25.000 beban administratif setiap bulannya, jika dijumlahkan per tahun, biaya yang kamu keluarkan adalah sekitar Rp. 180.000 sampai Rp. 300.000, lumayan bukan?

Untuk menghindari beban administratif seperti ini, kamu bisa menggunakan kartu kredit yang diterbitkan oleh bank yang sama dengan tabungan kamu. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan perusahaan jasa atau aplikasi yang dapat membayarkan tagihan kamu secara bersamaan tanpa biaya administratif.

Tidak Menyimpan Surat Tagihan

Surat tagihan atau invoice adalah surat yang diterbitkan oleh biller yang berisi jumlah tagihan. Invoice diberikan saat tagihan belum jatuh tempo yang sekaligus diberikan untuk mengingatkan pembayaran tagihan. Mengapa surat tagihan penting? Karena pada surat tagihan terdapat jumlah tagihan dan nomor akun beserta nomor tagihan. Informasi tersebut akan kamu butuhkan pada saat membayarkan tagihan. Selain itu surat tagihan juga berguna sebagai bukti apabila terdapat kesalahan pada tagihan tersebut.

Jika kamu tidak menyimpan surat tagihan dengan benar atau melupakan file tempat surat tagihan di hp, kamu bisa repot saat hendak membayarkan tagihan. Kamu harus membuka ulang email, surat, dan sebagainya. Untuk itu sebaiknya kamu menyimpan surat tagihan dengan baik. Jika kamu menerima surat tagihan fisik dari bank atau perusahaan, sebaiknya kamu menggunakan map khusus untuk tagihan. Jika kamu menerima surat tagihan elektronik, kamu dapat membuat folder khusus di online drive atau screenshot surat tagihan kamu dan tempatkan di folder foto khusus.

Berikut 5 hal kecil merepotkan yang sering terjadi saat bayar tagihan menurut Billie. Apakah kamu memilki pengalaman yang juga merepotkan saat membayar tagihan? Tuliskan saja di kolom komentar.