Kredit Macet, ini 4 Cara Menghindarinya!

atasi kredit macet

Pernah mendengar kata kredit macet? Kredit macet adalah suatu keadaan dimana debitur atau pelaku kredit tidak bisa mampu membayar kredit pada masa yang ditentukan. Pada situasi sehari-hari, biasanya terjadi kepada kita sebagai pemilik kartu kredit. Kita tidak mampu untuk melunasi hutang cicilan atau kartu kredit kita.

Bagi kamu yang suka menggunakan kartu kredit atau program cicilan, tidak usah takut. Bukan berarti, kita tidak boleh menggunakan kartu kredit atau program cicilan. Tentunya cicilan mempunyai manfaat tersendiri bagi kita. Namun, kita tetap harus mengantisipasi kredit macet dikemudian hari. Bagaimana caranya? Berikut Billie berikan 4 cara menghindari kredit macet.

Hindari hutang konsumtif

Ketika kamu melakukan kegiatan berbelanja yang tidak perlu. Hindari menggunakan kartu kredit atau program cicilan untuk hal ini. Mengapa demikian? Ini karena biasanya berbelanja atau kegiatan konsumtif lainnya cuma digunakan untuk memuaskan diri dan bukan untuk keperluan. Sebaiknya gunakan kartu kredit dan program cicilan untuk membeli barang yang benar-benar diperlukan. Seperti, mobil, motor, telepon genggam, dan untuk hal-hal mendesak seperti renovasi rumah, biaya operasi dan sebagainya.

Baca juga : Ini 3 Alasan Orang Tidak Bisa Bayar Cicilan

Jika berbelanja barang seperti baju, tas, sepatu dan sebagainya, sebaiknya jangan gunakan kartu kredit. Ketika kamu menggunakan kartu kredit untuk kegiatan konsumtif, kamu akan terpengaruh untuk melakukan hal tersebut berkali-kali. Uang yang kamu simpan juga akhirnya bisa habis untuk hal yang tidak perlu. Disaat kamu membutuhkannya, malah kamu terpaksa harus melunasi cicilan yang tidak penting.

Pinjam sesuai kemampuan

Banyak orang Indonesia yang memiliki limit kartu kredit yang jauh dari penghasilan. Alias lebih besar dari pada penghasilan. Idealnya, jumlah pinjaman kartu kredit atau besar cicilan tidak melebihi 35% dari penghasilan. Jangan pernah berbohong mengenai penghasilan untuk memperoleh limit kartu kredit yang lebih tinggi. Hal itu akan memotivasi kamu untuk berbelanja dan membeli barang. Sebaiknya, kartu kredit hanya digunakan untuk barang dengan masa kegunaan panjang atau kebutuhan mendadak.

Pinjam sesuai kebutuhan

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya. Hindari menggunakan kartu kredit atau program cicilan untuk membeli barang yang diinginkan bukan yang dibutuhkan. Saat kamu tidak mampu membedakan atau mengelola kebutuhan dan keinginan, yang ada kamu hanya akan terjebak dalam berbagai masalah finansial. Padahal tujuan ideal secara finansial adalah untuk meraih kemandirian finansial. Namun akibat tidak mampu menahan godaan diri sendiri atau keinginan dalam membelanjakan uang, yang terjadi justru malah sebaliknya.

Jangan menghindari kewajiban mencicil

Hal lainnya yang dapat menyebabkan kredit macet adalah menghindari kewajiban mencicil. Masalah ini biasanya bermula dari kemalasan sesaat untuk melakukan pembayaran cicilan. Menunda waktu pembayaran atau menggunakan dana cicilan untuk kebutuhan yang lain. Jika hal-hal seperti itu terus berlanjut, kemampuan membayar cicilan akan semakin mengecil. Ditambah bunga cicilan yang terus menumpuk. Hal ini sudah pasti akan menyebabkan kamu tidak bisa melanjutkan pembayaran cicilan dan akhirnya terjadilah kredit macet.

Nah, itu dia 4 cara menghindari kredit macet yang bisa Billie berikan ke kamu. Jangan sampai mengalami hal ini ya!

Punya tips lain? Langsung saja tulis di kolom komentar!

Bayar Tagihan Bulanan, Ini 4 Hal Menyebalkan saat Melakukannya!

bayar tagihan

Pekerjaan membayar tagihan merupakan hal yang sering dan rutin dilakukan oleh sebagian orang. Bayar tagihan bulanan seperti tagihan listrik, telepon, air, kartu kredit, asuransi, sudah tidak asing lagi dilakukan setiap bulan oleh orang dewasa. Terkadang, membayar tagihan bulanan bisa jadi hal yang menyebalkan, kenapa?

Antrian panjang

antrian panjang

Bayar tagihan bulanan akan mulai menyebalkan jika kamu menemukan antrian yang terlalu panjang di loket pembayaran atau ATM. Bagi kamu yang memiliki kesibukan tersendiri, hal ini tentunya akan membuat waktumu menjadi sia-sia untuk hanya sekedar mengantri. Belum lagi kamu punya pekerjaan lain yang harus dilakukan. Membayar tagihan juga membutuhkan waktu yang cukup panjang karena kamu harus memasukkan data tagihan kamu. Karena itu, banyak antrian panjang yang sangat memakan waktu karena semua orang harus memasukan banyak data saat membayar tagihan.

Baca juga : Mengelola Tagihan dan Pengeluaran adalah Kunci Keuangan Sehat

Agar tidak mengalami hal ini, sebaiknya kamu menggunakan fitur atau aplikasi pembayaran yang bisa membantu kamu untuk membayar tagihan secara online. Kamu juga bisa menggunakan internet banking atau mobile banking agar kamu tidak perlu mengantri. Sayangnnya, tidak semua jenis tagihan bulanan memiliki koneksi dengan internet dan mobile banking. Cara terakhir yang bisa kamu gunakan adalah autodebet atau penarikan otomatis dari rekeningmu, namun hal ini cukup riskan. Kamu harus memantau rekening secara berkala agar tidak terjadi kesalahan penarikan.

Terlalu banyak tagihan dengan jenis akun dan nomor berbeda

Belanja Online dengan Kartu Kredit, Amankah?

Jika kamu memiliki banyak tagihan dengan jenis akun dan nomor yang berbeda, kamu bisa repot saat hendak membayar tagihan bulanan. Bayangkan, kamu harus memasukkan data berupa nomor akun dan jumlah pembayaran setiap saat kamu membayar satu jenis tagihan. Jika satu tagihan akan memakan waktu 3 menit, kamu harus menyiapkan 30 menit untuk 10 tagihan. Padahal, kamu harus memberi kesempatan kepada orang di belakang mu untuk mendapatkan gilirannya menggunakan mesin ATM.

Denda keterlambatan saat bayar tagihan

kelola gaji

Selain antrian yang panjang dan data yang harus dimasukkan, bayar tagihan bulanan menjadi menyebalkan ketika kamu terkena denda keterlambatan. Denda keterlambatan adalah hukuman berupa biaya tambahan yang harus kamu bayar jika kamu terlambat membayar tagihan. Jika kamu terlambat membayar tagihan, bukan hanya bunga cicilan saja yang akan dibebankan kepada kamu. Kamu juga harus menanggung biaya keterlambatannya. Jika kamu harus membayar denda ini pada setiap tagihanmu, bayangkan berapa banyak uang yang terbuang selama satu tahun.

Biaya administrasi (yang banyak)

bayar tagihan

Apakah kamu tahu bahwa setiap bank membebankan biaya administrasi, apabila kamu melakukan pembayaran untuk tagihan bank lain? Salah satu contohnya BCA, BCA akan membebankan biaya administrasi jika kamu membayar tagihan kartu kredit bank Mandiri atau bank lainnya, hal tersebut juga diberlakukan oleh bank Mandiri, BNI, BII, UOB, dan bank lokal maupun internasional lainnya.

Baca juga : Tanggal Tua, Ini 4 Hal Menyebalkan saat Tanggal Tua!

Biaya ini kelihatannya tidak besar, namun jika dikumpulkan kamu mungkin akan terkejut dengan jumlah biayanya. Mari kita coba hitung, bank biasanya akan membebankan uang sejumlah Rp 5.000 sampai Rp 10.000 ketika membayarkan tagihan bank lain. Selain itu biasanya ada beban administratif sebesar Rp. 2.500 sampai Rp. 10.000, untuk membayar tagihan seperti BPJS, e-commerce, asuransi, dan jenis pembayaran lainnya. Jika kamu membayar tagihan dengan debit BCA dan mempunyai 3 kartu kredit, 1 BPJS, dan 1 asuransi, kamu bisa membayarkan sekitar Rp. 15.000 sampai Rp. 25.000 beban administratif setiap bulannya, jika dijumlahkan per tahun, biaya yang kamu keluarkan adalah sekitar Rp. 180.000 sampai Rp. 300.000, lumayan bukan?

Untuk menghindari beban administratif seperti ini, kamu bisa menggunakan kartu kredit yang diterbitkan oleh bank yang sama dengan tabungan kamu. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan perusahaan jasa atau aplikasi yang dapat membayarkan tagihan kamu secara bersamaan tanpa biaya administratif.

Billpayer, hindari 4 hal menyebalkan ini saat bayar tagihan ya, sekarang ini banyak kok fitur dan aplikasi keuangan yang bisa membantu kamu dalam hal ini. Ada pengalaman hal menyebalkan lainnya saat bayar tagihan? Langsung saja tuliskan di kolom komentar!

Kerugian Ibu Rumah Tangga Saat Bayar Tagihan

ibu rumah tangga

Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka dituntut untuk mengurus anak dan urusan rumah tangga lainnya. Ibu rumah tangga juga mempunyai kesibukan yang tidak kalah banyak dibandingkan wanita karir.

Dibandingkan wanita karir yang bisa mengalihkan semua pekerjaan rumah hingga pengawasan anak kepada pihak lain. Ibu rumah tangga dituntut untuk melakukan pekerjaan sendiri dan bahkan beberapa tugas sekaligus. Sebagian besar istri juga diberikan tanggung jawab oleh suaminya untuk mengurus keuangan rumah tangga.

Baca juga : Tagihan Bulanan Merepotkan? Simak Dulu Tips Berikut Ini!

Urusan keuangan tersebut antara lain bayar tagihan listrik, telepon, keamanan, internet, dan beragam tagihan lainnya. Sudah disibukkan dengan aktivitas rutin, masih perlukah istri-istri masa kini disibukkan dengan pembayaran tagihan? Belum lagi banyaknya komponen pengeluaran setiap bulannya.

3 Kerugian yang Dialami oleh Ibu Rumah Tangga

Kalau kamu belum kebayang, Billie menemukan 3 kerugian yang dialami oleh ibu rumah tangga di Indonesia saat bayar tagihan :

  • Waktu keluarga terbuang sia-sia untuk mengantri di ATM/Loket/Minimarket
  • Melakukan pembayaran tanpa adanya keuntungan tambahan atau bonus
  • Rentan terhadap denda keterlambatan karena terlalu banyak tagihan yang harus dibayar

Padahal di era digital seperti sekarang ini, segala sesuatu harusnya bisa dilakukan dengan lebih mudah dan cepat. Aktifitas ringan seperti sms, telp, video call, bahkan streaming TV bisa dilakukan dengan internet. Jika aktifitas seperti itu saja bisa dilakukan dengan internet, pembayaran tagihan pun bisa dilakukan dengan internet. Internet tidak hanya dinikmati oleh anak muda, ibu rumah tangga juga telah banyak menggunakannya.

Jadi untuk para istri-istri masa kini, mulai sekarang harus bisa memanfaatkan teknologi internet untuk kegiatan rumah tangga. Untuk membayar tagihan, mama bisa menggunakan aplikasi yang dapat membantu membayarkan tagihan secara bersamaan. Banyak juga aplikasi yang dapat membantu mengingatkan tagihan pembayaran dan memonitor tagihan dan pengeluaran.

Baca juga : Fitur dan Fasilitas Kartu Kredit ini Bisa Bantu Kelola Keuangan Lho!

Dengan ini, mengurus anak tidak akan terbengkalai, urusan rumah juga dapat terselesaikan dengan baik. Ibu rumah tangga juga masih mempunyai waktu luang untuk dihabiskan dengan keluarga. Teknologi telah menjawab semua masalah diatas bukan?

Mau Kelola Gaji dengan Lebih Baik? Lakukan 6 Cara ini!

kelola gaji

Apa kamu tipe orang yang sudah menghabiskan gaji di pertengahan bulan? Atau menghabiskan kehidupan akhir bulanmu dengan makan mie instan? Wah gawat, artinya kamu masih belum bisa kelola gaji dengan baik.

Kalau kamu masih bingung gimana cara kelola gaji dengan lebih baik. Berikut Billie akan memberikan 6 cara yang bisa kamu gunakan agar kamu bisa mengelola gaji dengan lebih baik. Simak ya!

Tahu Gaji Kamu Secara Rinci

kelola gaji

Nomor satu, kamu harus tahu gaji kamu secara rinci untuk kelola gaji dengan lebih baik. Perhatikan gaji jika dikirim melalui rekening bank dan periksa secara rutin. Periksa mulai dari gaji pokok, tunjangan kesehatan, atau tunjangan lain yang diberikan oleh perusahaan kamu. Perhatikan juga potongan-potongan seperti pajak, asuransi, dan sebagainya.

Beberapa tunjangan biasanya bisa dicairkan, ada baiknya apabila kamu mengetahui kebijakan tunjangan-tunjangan tersebut. Cari tahu bulan berapa kamu bisa memperoleh dana dari tunjangan tersebut dan bagaimana mekanismenya.

Tentu saja hal ini berguna agar kamu mengetahui total gaji bersih. Hal ini juga berguna apabila ada kesalahan atau penyelewengan dari jumlah gaji yang diberikan. Selain itu kamu juga bisa merencanakan masa depan dengan memanfaatkan tunjangan-tunjangan yang ada.

Buat Anggaran Bulanan

kelola gaji

Setelah mengetahui secara rinci pemasukan atau gaji bulanan kamu. Kamu bisa memulai untuk buat anggaran bulanan. Apa saja isi dari anggaran bulanan? Kamu bisa menulis semua daftar atau komponen pemasukan dan juga komponen pengeluaran kamu.

Pertama-tama, kamu dapat mengalokasikan terlebih dahulu gaji kamu ke hal-hal yang sangat pokok, urgent, dan penting. Seperti uang makan, transportasi, pembayaran wajib seperti tagihan listrik, telepon, air, asuransi, dan cicilan). Selanjutnya, kamu bisa masuk ke alokasi gaji untuk hal-hal penting namun tidak terlalu urgent, seperti investasi, hobi, hiburan, dan amal.

Jika kebingungan bagaimana cara mengalokasikan gaji ke hal-hal pokok, kamu bisa menghitung perkiraan pengeluaranmu setiap harinya dan mengkalikannya dengan 30 hari. Untuk alokasi ke hal-hal tambahan, kamu bisa menyusun prioritas, mana hal tambahan yang menurutmu lebih penting dari yang lainnya.

Misalkan menurutmu investasi penting untuk masa depan, kamu bisa mengalokasikan uang sisa tersebut untuk invesrasi. Jika kamu merasa hiburan lebih penting karena bisa menunjang efektivitas kerja kamu, kamu bisa mengalokasikan uang sisa untuk hiburan terlebih dahulu.

Baca juga: Atur Keuangan Sendiri? Lakukan 4 Cara Modern ini!

Simpan Uang Secara Terpisah

uang tunai vs non tunai

Setelah kamu mengalokasikan dan membuat anggaran keuangan. Kamu bisa menyiasatinya dengan menyimpan uang secara terpisah apabila kamu masih merasa sulit untuk kelola gaji. Apalagi bila kamu termasuk orang yang tidak tahan untuk belanja. Kamu bisa langsung memindahkan uang ke rekening terpisah setelah mendapatkan gaji. Hal ini meminimalisir penggunaan gaji untuk hal yang tidak perlu.

Selain itu, gunakan kartu debit hanya untuk bayar tagihan yang sudah direncanakan sebelumnya. Untuk biaya sehari-hari lebih baik alokasikan uang cash per minggu nya. Hal seperti ini dapat membantu kamu supaya tidak mudah tergiur untuk berbelanja hal yang tidak ada di rencana mingguan.

Gunakan Aplikasi Bantuan untuk Kelola Gaji

kelola gaji

Ternyata bukan hanya kamu yang kesulitan untuk kelola gaji. Riset yang dilakukan perusahaan teknologi finansial mengatakan bahwa lebih dari 70% orang merasa kebingungan dalam mengatur dan memantau keuangan. Mereka merasa tidak ada cara mudah untuk mencatatnya.

Jika kamu juga mengalami hal yang sama, kamu bisa menggunakan aplikasi kelola keuangan yang dapat di unduh di Android atau iOS store secara gratis. Salah satu aplikasi yang bisa kamu gunakan adalah Billie. Selain dapat membantu kelola keuangan, Billie juga dapat membantu kamu membayar tagihan dalam waktu bersamaan.

Aplikasi semacam Billie bisa membantu kamu mengatur dan mengelola keuangan. Aplikasi tersebut juga dapat menganalisa komponen pengeluaran terbesar atau biaya mana yang paling menguras kantong.

Penghasilan Tambahan

kelola gaji

Nah, kalau ternyata keuangan yang buruk terjadi karena kebutuhan yang lebih, dan bukan karena cara kelola keuangan yang buruk. Solusi satu-satunya adalah mencari cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Karena jika ternyata gaji kamu belum bisa mencukupi semua kebutuhan, artinya kamu memerlukan gaji lebih besar atau pekerjaan tambahan.

Ada banyak lho pekerjaan freelance yang bisa membantu kamu untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Kamu bisa berjualan online, menjadi penulis artikel lepas, mengikuti program afiliasi marketing, atau mencari tambahan pendapatan yang sesuai dengan bakat kamu.

Baca juga : Mengelola Tagihan dan Pengeluaran adalah Kunci Keuangan Sehat

Ubah Gaya Hidup

kelola gaji

Hal yang terakhir adalah mengubah gaya hidup kamu. Mengapa harus melakukan ini? Ternyata riset menemukan bahwa sebagian besar orang tidak dapat kelola keuangan dengan baik karena gaya hidup yang tidak sehat.

Dengan mengubah gaya hidup, seperti mengurangi frekuensi makan di cafe atau restoran atau nonton di bioskop ataupun sesuatu yang bersifat konsumtif. Kamu dapat kelola gaji dengan lebih baik. Gaya hidup sudah banyak membutakan orang dewasa maupun anak muda, untuk selalu dituntut “gaya” melebihi pendapatannya. Sehingga seberapa besar pendapatan yang dimiliki, jika gaya hidupnya tinggi, tidak akan mampu menutupi gaya hidupnya tersebut.

Nah keenam tips berikut bisa menjadi panduan kamu untuk kelola gaji dengan lebih cerdas dan efektif. Tetapi semuanya ini kembali ke kamu lagi. Apakah kamu mau berusaha untuk lebih cermat dan disiplin dalam kelola gaji? Hal ini tentunya menjadi pilihan kamu sendiri dan berdampak ke masa depan kamu nanti.

Ada tips yang lebih kece? Langsung saja tulis di kolom komentar!

Atur Keuangan Sendiri? Lakukan 4 Cara Modern ini!

konsultan keuangan

Keuangan menjadi salah satu hal yang terkadang sulit untuk diatur. Namun seiring perkembangan teknologi, harusnya kamu bisa memanfaatkan hal tersebut untuk atur keuangan sendiri.

Perkembangan teknologi sekarang ini harusnya membuat kamu lebih mudah dalam mengatur hal-hal di kehidupan kamu, bahkan pengelolaan keuangan. Kamu mungkin tidak lagi membutuhkan sejumlah catatan atau buku kas manual dalam mengatur keuangan. Banyak tools atau aplikasi yang dapat kamu gunakan dan manfaatkan.

Hal ini harusnya dapat menjadi motivasi kamu untuk lebih cerdas, giat, dan disiplin dalam mengatur keuangan. Semua orang sadar betul bahwa atur keuangan adalah hal penting karena keuangan yang sehat menandakan hidup yang sejahtera.

Untuk itu simak beberapa cara singkat dan modern dibawah ini, agar kamu bisa atur keuangan sendiri.

Rencana Cerdas

Sama seperti ketika kamu ingin membuat sebuah proyek perusahaan atau acara. Kamu perlu membuat rencana keuangan terlebih dahulu sebelum mengaturnya. Banyak aplikasi yang dapat dipakai untuk merencakan keuangan, dimana kamu bisa mengatur komponen pemasukan dan pengeluaran dan kemudian mengaturnya ke dalam sistem digital dan otomatis. Hal ini tentunya selain praktis dan mudah, akan lebih menyenangkan.

Dalam memilih aplikasi atur keuangan, pilihlah aplikasi yang banyak memiliki pengguna. Mengapa demikian? Artinya aplikasi ini sudah dipercaya dan direkomendasikan banyak orang. Kamu juga dapat memilih aplikasi yang sudah sering membuat aplikasi lainnya. Kamu juga bisa melihat user review atau ulasan pengguna di pasar aplikasi mengenai aplikasi tersebut.

Ulasan penting agar kamu mengetahui bagaimana orang lain dapat terbantu untuk mengelola keuangan dari aplikasi tersebut. Kamu juga dapat mengetahui apakah aplikasi ini benar dapat membantumu atau tidak. Mengunduh lebih dari satu aplikasi juga tidak ada salahnya untuk membandingkan mana aplikasi yang benar-benar cocok dan sesuai dengan kebutuhan kamu. Toh nantinya kamu bisa menghapus aplikasi tersebut kan.

Lacak Pengeluaran

Selanjutnya, kamu perlu mengetahui berbagai pengeluaran yang terjadi di dalam keuangan kamu sehingga kamu dapat melacaknya dengan mudah. Kamu dapat menggunakan aplikasi yang sama untuk perencanaan keuangan atau yang berbeda, tergantung kebutuhan kamu.

Dengan aplikasi kelola keuangan, kamu bisa mengetahui sejumlah pengeluaran. Sebaiknya, gunakan aplikasi yang dapat membantuk kamu mengkategorikan keuangan, seperti: makanan, minuman, liburan, hiburan, dan berbagai jenis pengeluaran lainnya. Dengan begitu, kamu dapat dengan mudah melihat pos pengeluaran mana yang paling besar dan harus diatasi dengan segera.

Kamu juga dapat dibantu untuk melakukan analisa, pada bagian mana pengeluaran kamu yang paling boros. Hal ini memungkinkan kamu untuk mengambil tindakan atau solusi untuk memperbaiki pengeluaran yang kamu anggap tidak penting. Dengan bantuan aplikasi keuangan, pengeluaran yang tidak efektif dapat terdeteksi dengan mudah, kamu bisa segera memperbaiki dan mencegah keuangan semakin boros.

Baca juga : 5 Hal Merepotkan yang Sering Terjadi saat Bayar Tagihan

Rencana Jangka Panjang

Jangan cuma sibuk untuk merencanakan keuangan dan mengelola keuangan masa kini. Kamu juga harus memiliki rencana jangka panjang untuk masa depan. Tentunya kamu tidak mau dong kesulitan atau tidak punya uang dimasa tua nanti. Sebagian besar orang justru melupakan betapa pentingnya sebuah rencana keuangan jangka panjang. Mereka bahkan tidak memiliki sebuah rencana jangka panjang yang akan menjadi tujuan keuangan tersebut. Ini sebuah kesalahan.

Mulailah menyusun rencana keuangan jangka panjang di dalam kehidupan kamu, hal ini tentu dilakukan dengan memasukkan berbagai tujuan jangka panjang yang akan kamu capai nantinya. Tujuan-tujuan ini seperti memiliki rumah atau bisnis tertentu, biaya pensiun atau sekolah anak-anak dan berbagai rencana lainnya. Lakukan perhitungan yang tepat mengenai pendapatan yang kamu miliki, sehingga dapat kamu alokasikan untuk rencana jangka panjang tersebut.

Tidak perlu khawatir akan kesulitan dalam melakukan hal ini, sebab sejumlah website keuangan dan investasi sudah menyediakan alat yang dapat diandalkan untuk menghitung semua hal tersebut dengan mudah. Dengan menggunakan peralatan di sana, kamu bisa melihat besaran biaya dan juga berbagai komponen yang bisa kamu alokasikan dengan tepat untuk menutupi rencana tersebut ke depannya secara bulanan.

Investasi Cerdas

Hal lain yang tidak boleh ketinggalan dalam atur keuangan adalah investasi. Investasi akan sangat membantu kamu dalam mencapai target keuangan yang kamu inginkan. Saat ini, kegiatan investasi bukanlah sebuah hal yang sulit untuk dilakukan, di mana hal ini bahkan bisa kamu lakukan secara online dan praktis.

Kamu dapat memilih investasi yang aman dan beresiko rendah seperti deposito, reksa dana, atau logam mulia. Kamu juga dapat memilih investasi menguntungkan dengan resiko tinggi seperti saham, obligasi, atau lembar piutang. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Saat ini, mudah sekali untuk melakukan investasi tersebut. Ada website yang bisa kamu gunakan untuk mempertimbangkan jenis-jenis investasi yang mau kamu gunakan. Ada juga website yang dapat kamu gunakan untuk melakukan investasi secara online. Pilih wadah yang tepat, agar investasi bukan hanya menghasilkan, namun juga aman.

Ada tips lain untuk atur keuangan sendiri dengan cara modern? Langsung saja ketik di kolom komentar!

Selain  artikel mengenai manfaat kelola keuangan, ada juga beberapa informasi dan tips mengenai keuangan yang tidak kalah penting, seperti:

Belanja Online dengan Kartu Kredit, Amankah?

Belanja Online dengan Kartu Kredit, Amankah?

Ini 7 cara agar belanja online lebih aman

Saat ini, hampir setiap orang pernah belanja online dan semakin sering melakukannya. Namun kebanyakan orang masih takut melakukan belanja online dengan kartu kredit sebagai metode pembayarannya. Padahal, belanja online dengan kartu kredit terbilang praktis dan mudah, kamu tidak perlu pergi ke ATM untuk melakukan transfer atau login ke internet/mobile banking. Kamu tinggal memasukkan nomor kartu kredit kamu saat berbelanja.

Bagi kamu yang masih bertanya-tanya apakah aman melakukan transaksi online dengan kartu kredit. Ini adalah beberapa cara untuk mengurangi resiko dan menjaga keamanan saat melakukan belanja online dengan kartu kredit.

Belanja Online di Situs yang kamu Percaya

Ketika kamu berbelanja online dan ingin menggunakan kartu kredit sebagai metode pembayaran, pastikan kamu hanya melakukannya di situs atau toko online yang kamu percaya. Pastikan situs atau toko online tersebut memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik. Jangan mudah percaya dengan promo atau tawaran menarik dari toko online abal-abal. Jika kamu belum mengenal situs atau toko online tersebut, browsing dulu atau cari informasi mengenai situs atau toko online tersebut.

Kamu juga dapat mengetik nama perusahaan atau toko tersebut di situs pencarian online seperti Google dan simak hasil pencariannya. Jika kamu tidak menemukan informasi apapun atau malah kebanyakan testimoni negatif, sebaiknya jangan berbelanja di situs atau toko online tersebut. Jika meskipun banyak yang memberikan testimoni positif, tetaplah perhatikan sumber testimoni atau orang yang menulis testimoni.

Hati-hati saat Ketik URL

Hal ini seringkali tidak diperhatikan oleh orang yang sering berbelanja online. Dimana mereka mengetik URL dengan sembarangan karena mereka merasa situs pencarian online akan menuju ke situs belanja tersebut. Padahal URL yang typo atau mirip sering dimanfaatkan oleh situs atau toko online penipu. Pastikan kamu mengetik alamat dengan benar, sehingga kamu akan langsung masuk ke situs online yang kamu tuju.

Perlu kamu tahu juga, alamat situs yang kamu sudah simpan di bookmark pada browser kamu juga bisa berumah. Untuk itu, ketika hendak belanja online, jangan klik situsnya melalui bookmark, melainkan ketik URL secara manual. Hal ini mungkin sedikit merepotkan, tapi lebih aman bukan?

Pastikan Keamanan saat Input Data Kartu Kredit

Ketika memasukkan data kartu kredit untuk belanja online, pastikan alamat URLnya diawali dengan ”https://”. Jika tidak, kemungkinannya adalah situs tersebut tidak aman untuk tempat bertransaksi dengan menggunakan kartu kredit. Selain itu, pastikan ada gambar gembok disudut kanan bawah atau lencana VeriSign dibagian bawah situs tersebut. Kedua lambang ini bisa menjadi standard bahawa situs menggunakan enkripsi untuk melindungi data kamu.

Selain itu, pastikan komputer kamu terlindung dari virus dan hacker yang dapat membawa browser kamu ke situs-situs palsu dan mencuri datamu. Download Anti-Virus dan Anti-Spyware terbaru dan terutama yang asli. Perbaharui software tersebut secara berkala. Gunakan juga software yang ternama dan sudah terbukti kualitasnya ya.

Gunakan Komputer Sendiri

Belanja online memang mudah dan dapat dilakukan dimana saja. Namun hal ini penting untuk diingat, pastikan komputer tersebut merupakan komputer sendiri yang lebih terjamin keamanannya. Jangan gunakan komputer orang lain karena bisa saja browser mereka menyimpan informasi penting kartu kreditmu. Jangan pernah izinkan browser atau cache menyimpan username, password, atau nomor penting kartu kredit.

Meskipun menggunakan komputer pribadi, resiko menjadi korban pencurian data dan hacking tetap ada. Apalagi jika kamu memanfaatkan koneksi internet melalui WiFi publik. Hacker akan memiliki akses ke sinyal WiFi yang sama dan dapat mencuri informasi yang kamu kirimkan dengan internet. Karena itu, sebaiknya kamu tidak belanja online dengan kartu kredit saat menggunakan koneksi internet ditempat umum.

Cetak Bukti Pembayaran

Selalu cetak bukti pembayaran atau konfirmasi saat belanja online dengan kartu kredit. Tujuannya adalah sebagai bukti dan pembanding saat kamu menerima lembar tagihan kartu kredit. Pastikan angka tersebut sama dan identik. Manfaat lainnya, jika suatu hari ada masalah dengan transaksi tersebut, kamu menyimpan bukti pembayaran yang sah. Ini dapat kamu gunakan untuk memperjuangkan hak mu di kemudian hari.

Pahami Data yang Perlu Diberikan

Saat berbelanja online, hanya ada 4 jenis informasi yang perlu kamu masukan. 4 informasi tersebut adalah nomor kartu kredit, tanggal kadaluarsa kartu, kode keamanan (3-4 digit), dan yang terakhir biasanya adalah alamat pengiriman. Selain 4 hal tersebut, tidak ada lagi informasi lain yang diperlukan oleh situs online dari kamu. Apabila kamu diminta untuk mengisi data lain yang lebih personal, kemungkinan besar itu merupakan penipuan.

Lebih baik lagi jika transaksi tersebut dilengkapi dengan 3D Secure Code. 3D Secure Code merupakan fasilitas layanan dari Visa (Verified by Visa), MasterCard (MasterCard Secure Code), dan JCB (J/Secure) untuk melindungi data kartu kredit pada saat digunakan saat melakukan transaksi online. Layanan ini memungkinkan penerbit kartu kredit untuk melakukan konfirmasi via sms saat kamu melakukan transaksi online.

Jangan Simpan Informasi

Cara terakhir yang perlu kamu perhatikan adalah untuk tidak menyimpan informasi apapun secara online. Hal ini agar hacker tidak bisa mendapatkan informasi tersebut. Ini juga dapat mencegah penyalahgunaan informasi kartu kredit oleh orang lain yang memiliki akses ke komputer kamu, misalkan untuk berbelanja tanpa sepengetahuan kamu. Jika komputer kamu menanyakan untuk mengingat informasi kartu kredit atau menyimpannya secara otomatis, pastikan kamu tidak mengizinkan action tersebut. Selain itu, jangan lupa untuk keluar (log out) dari situs tersebut setelah selesai transaksi untuk mencegah penyalahgunaan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

First published on IDN Times

Uang Tunai vs Non-Tunai, Mana Lebih Baik?

uang tunai vs non tunai

Ada orang yang berpikir bahwa membawa uang tunai sering kali membuat mereka lebih boros. Beberapa malah merasa uang non-tunai lebih merepotkan. Ada juga yang menggunakan teknik menyimpan uang tunai agar lebih bisa kelola keuangan. Bagaimana dengan kamu?

Membawa uang tunai atau non-tunai terkadang menjadi perdebatan sendiri bagi beberapa orang. Baik dari segi kemudahan, fleksibilitas, maupun waktu, kedua jenis pembayaran tersebut seringkali jadi pertimbangan. Apalagi ditambah kondisi hidup di Indonesia yang dibatasi dengan alat teknologi dan kebutuhan yang beragam.

Untuk itu Billie akan membantu kamu memutuskan, mana sih metode pembayaran yang lebih baik. Mungkin ulasan dibawah ini dapat membantu kamu mempertimbangkannya.

Uang Tunai

uang tunai vs non tunai

Sebagian besar orang membawa uang tunai karena memang semua kebutuhan pembayaran bisa diselesaikan dengan uang tunai. Beberapa kelebihan dan keurangan dari membawa uang tunai adalah:

Mudah melakukan transaksi

Di Indonesia yang masih jarang menggunakan metode pembayaran seperti kartu kredit, tap kartu, metode bayar melalui ponsel dan sejenisnya. Hal ini menyebabkan uang tunai menjadi solusi metode pembayaran paling utama. Terutama jika kamu harus melakukan pembayaran di warung atau usaha kecil yang tidak menyediakan fasilitas non-tunai atau perbankan.

Kemungkinan hutang kecil

Ketika kamu melakukan transaksi dengan uang cash, kemungkinan kamu melakukan hutang atau bon tentu saja akan berkurang. Transaksi tunai biasanya akan selesai begitu saja tanpa ada biaya tambahan atau perpanjangan. Maka uang tunai sebetulnya sangat baik untuk kelola keuangan.

Bahaya membawa uang tunai

Resiko membawa uang tunai ternyata lebih besar daripada membawa uang non-tunai. Tingginya angka kriminalitas di Indonesia juga semakin memperburuk keadaan. Kamu bisa dijambret atau dirampok apabila ada yang mengetahui kamu membawa uang cash dalam jumlah besar. Resiko uang berceceran dan tidak terhitung dengan baik juga lebih besar. Kemungkinan terjatuh, lupa menaruh, hilang, dan lainnya juga lebih besar dengan uang cash.

Tidak praktis

Membawa uang cash tentu saja tidak praktis. Kamu harus membawa dompet dan melapisinya lagi dengan tas baik kecil atau besar. Memegang dompet saja tentu akan lebih berbahaya, apalagi jika kamu sering menggunakan kendaraan umum untuk berpergian.

Boros

Sebagian orang setuju dengan pernyataan ini dan sebagiannya lagi tidak. Beberapa orang yang memiliki pengelolaan keuangan atau pengendalian diri yang buruk biasanya akan mudah sekali mengeluarkan uang cash untuk keinginan yang sebenarnya tidak penting.

Baca juga: Fitur dan Fasilitas Kartu Kredit yang Bisa Bantu Kelola Keuangan

Uang Non-Tunai

fitur dan fasilitas kartu kredit

Uang non-tunai disini bisa diartikan sebagai kartu debit, kartu kredit, atau alat pembayaran elektronik lainnya. Nah jika tadi sudah membahas mengenai kelebihan dan kekurangan uang tunai, kali ini mari kita bahas mengenai kelebihan dan kekurangan uang non-tunai.

Lebih mudah digunakan

Transaksi dengan uang non-tunai sejujurnya akan lebih mudah. Praktis dan tidak memerlukan waktu yang lama. Apalagi jika toko tempat kamu melakukan transaksi menyediakan fasilitas lengkap untuk pembayaran non-tunai. Kamu tidak perlu khawatir karena akan bertransaksi dengan simpel dan praktis jika menggunakan uang tunai. Diluar negeri pun, fasilitas uang non-tunai antar negara semakin populer sehingga dapat memudahkan kamu ketika berjalan-jalan ke luar negeri.

Lebih aman

Ketika kamu membawa uang non-tunai misalnya berupa kartu kredit atau debit, kamu dapat mengurangi resiko pencurian. Orang yang mencuri kartu kamu tidak bisa langsung mengambil uang kamu atau menggunakan kartu tersebut. Selain itu fasilitas blok rekening atau kartu kredit yang cepat juga semakin membuat uang non-tunai kita terjaga. Apalagi ditambah keamanan penggunaaan uang non-tunai yang semakin hari semakin ditingkatkan.

Tidak makan tempat

Uang non-tunai tentunya juga tidak akan memakan banyak tempat karena ukurannya yang kecil. Kamu dapat menyimpan semua uang hanya dalam satu kartu atau ponsel. Tidak seperti uang cash yang harus memiliki dompet atau tempat khusus. Uang non-tunai pun lebih mudah dibawa-bawa.

Mudah hutang

Sayangnya, uang non-tunai dapat menawarkan program hutang yang menggiurkan. Apalagi jika terlalu nyaman dalam menggunakan uang non-tunai. Kamu bisa saja tidak sadar akan tunggakan yang harus dibayarkan setiap bulannya. Jika tidak bisa mengaturnya, kamu bisa terjebak hutang besar yang bisa membahayakan keuangan kamu.

Tidak dapat digunakan disemua tempat

Selain itu, uang non-tunai tidak dapat digunakan disemua tempat. Beberapa toko kecil biasa atau kendaraan transportasi umum, biasanya mengharuskan kamu menggunakan uang tunai. Misalkan jika kamu harus bepergian atau memakan makanan di pinggir jalan, kamu harus menggunakan uang cash.

Jadi, baiknya gunakan yang mana?

Terlepas dari kelebihan dan kekurangan dari uang tunai dan non-tunai, semua kembali pada masing-masing pribadi. Menggunakan uang tunai atau non-tunai dalam bertransaksi, apa pun jenisnya, tetap lakukan perencanaan dan kelola uang dengan bijaksana agar tidak terjadi kesalahan yang menyebabkan ekonomi dan keuangan kamu menjadi berantakan.

Ada ide atau pemikiran lain? Langsung saja tulis di kolom komentar!

Fitur dan Fasilitas Kartu Kredit ini Bisa Bantu Kelola Keuangan Lho!

fitur dan fasilitas kartu kredit

Banyak orang bilang bahwa kartu kredit hanya membawa kerugian saja. Tentu saja hal ini tidak benar. Beberapa fitur dan fasilitas kartu kredit ternyata bisa membantu kamu dalam mengelola keuangan. Simak disini!

Program Cicilan

Ada banyak program cicilan yang ditawarkan oleh bank penerbit kartu kredit. Beberapa program bahkan tidak memberikan bunga cicilan atau yang sering kita dengar dengan cicilan 0%. Nah program-program seperti ini sebetulnya bisa kamu manfaatkan. Selain itu jika kamu perhatikan, sebagian besar bank memberikan bunga yang lebih kecil untuk cicilan dengan tenor yang lebih lama.

Kartu kredit BCA misalnya, untuk tenor 3, 6, sampai 9 bulan, bunga cicilannya adalah 1,25%. Sedangkan untuk tenor 12 sampai 36 bulan, bunga cicilannya hanya 0,75%. Hal ini dapat membantu kamu kelola keuangan, karena kamu tidak perlu menghabiskan uang ketika membeli barang. Selain itu jika dicicil dengan tenor yang lebih panjang, kamu tidak akan terlalu berat saat membayar tagihan bulanan.

Lalu, jenis cicilan yang ditawarkan oleh penerbit kartu kredit biasanya merupakan cicilan tetap. Hal ini membantu kamu kelola keuangan karena kamu sudah mengetahui komponen tagihan bulanan dan jumlahnya akan selalu tetap.

Perlindungan Kesehatan dan Hutang

Beberapa bank penerbit kartu kredit juga memberikan perlindungan kesehatan bagi pemegang kartu kredit. Jumlah dan ketentuannya beragam, tergantung kebijakan masing-masing bank penerbit dan jenis program. Ada penerbit kartu kredit yang memberikan 100% uang kembali untuk biaya rumah sakit. Ada juga yang memberikan pengembalian premi sampai 200% jika kamu meninggal dunia.

Hal ini jelas membantu kamu untuk kelola keuangan. Mengapa? Karena kamu tidak perlu mengeluarkan biaya yang terlalu besar untuk kejadian mendadak. Bayangkan jika tiba-tiba sesuatu terjadi seperti sakit atau kecelakaan, uang tabunganmu akan habis terkuras karenanya.

Selain itu ada juga program kartu kredit yang memberikan perlindungan terhadap saldo terutang. Maksudnya adalah ketika kamu tidak dapat membayar tagihan karena sakit atau kecelakaan mendadak, kamu akan diberikan bantuan. Bantuan tersebut ada yang berupa pemberhentian bunga, ada juga yang berupa penghapusan hutang jika pemilik kartu meninggal dunia. Premi per bulan biasanya sebesar 0.60% dari total saldo terutang per bulan.

Kartu Tambahan Dengan Nomor Yang Berbeda

Penggunaan kartu kredit tambahan di Indonesia sudah cukup biasa. Pemilik kartu kredit biasanya menggunakan kartu kredit tambahan untuk suami/istri atau anaknyaa. Kartu kredit tambahan pastinya memiliki keuntungan, kamu bisa memperoleh limit kredit yang lebih besar. Namun kadang hal tersebut membuat kamu boros juga, kamu juga harus membayar bunga kartu kredit yang lebih besar.

Ternyata, ada fitur yang dapat membantu kamu, yaitu kartu tambahan dengan nomor yang berbeda. Hal ini memungkinkan kamu untuk memiliki nomor kartu yang berbeda antara pemegang kartu utama dan tambahan. Jelas hal ini akan lebih memudahkan kamu dalam mengontrol pemakaian masing-masing kartu. Pembayaran untuk kartu yang berbeda juga cukup ditujukan ke nomor kartu utama.

Travel Points

Bagi kamu yang suka travelling atau jalan-jalan ke luar negeri, program poin travel di kartu kredit bisa sangat menguntungkan. Itu karena travelling ke luar negeri biasanya membutuhkan biaya yang cukup besar, sehingga kamu bisa berhemat dengan poin reward yang diberikan. Budget yang seharusnya dialokasikan untuk travelling, bisa di kelola untuk hal lain.

Selain poin travel, banyak pula kartu kredit yang menawarkan fasilitas airport lounge di bandara lokal maupun internasional. Hal ini bisa membuat kamu lebih hemat saat menunggu di aiport. Ada juga yang memberikan fasilitas check in dan baggage handling sehingga bisa memudahkan kamu di aiport.

Pembayaran Telepon, Listrik, dan Air

Selain 4 keuntungan diatas, kartu kredit saat ini juga bisa digunakan untuk pembayaran telepon, listrik, dan air. Tagihan bulanan pasti seperti tagihan telepon, listrik, dan air terkadang sulit dikelola. Kamu juga pasti sering melupakan jumlah tagihan tersebut dan nomor pembayarannya kan. Dengan fasilitas langsung dari kartu kredit, hal ini bisa menjadi mudah. Seluruh tagihan bulanan akan terdaftar dan tercetak di tagihan kartu kredit kamu.

Hal ini juga akan lebih membantu kamu kelola tagihan. Kamu dapat mengetahui jumlah pembayaran telepon, listrik, dan air. Dengan itu, kamu dapat mengetahui apakah kamu telah menggunakan telepon, listrik, dan air dengan baik dan efisien. Jika ternyata tidak, kamu harus mulai berhemat untuk kebutuhan ini bukan.

Dengan cara ini, kamu masih kesulitan untuk mengelola tagihan? Wah kalau begitu kamu tandanya kamu memerlukan asisten keuangan pribadi. Selain asisten keuangan pribadi, kamu juga dapat menggunakan beberapa aplikasi untuk mengelola keuangan lho.

Biaya Administrasi yang Perlu Kamu Ketahui

biaya administrasi ini perlu kamu ketahui

Penggunaan layanan keuangan seperti bank, kartu kredit, dan sebagainya tentunya memerlukan biaya administrasi sebagai bentuk penghargaan kita terhadap layanan tersebut. Pentingkah untuk mengetahui biaya-biaya administrasi? Penting, karena biaya administrasi sebenarnya berjumlah kecil, namun jika dalam kita harus menggunakan beberapa layanan keuangan dalam satu bulan, biaya administrasi bisa berjumlah besar jika diakumulasikan dan ditotal dalam satu tahun.

Jika kita mengetahui jumlah biaya administrasi yang harus kita bayarkan setiap bulannya dengan lengkap, kita bisa mengurangi biaya-biaya kecil yang sebetulnya dapat kita gunakan untuk hal-hal lain. Kali ini, Billie akan memberikan informasi mengenai biaya-biaya administrasi apa saja yang perlu kamu ketahui.

Buka rekening/account

Ketika kita membuka rekening baru di bank atau membuka account sebuah layanan keuangan, kita akan dikenai biaya administrasi untuk membuka account tersebut. Layanan keuangan yang membebankan biaya buka rekening biasanya adalah bank, asuransi, kartu kredit, deposito, dan sebagainya. Kisaran biaya buka rekening/account baru adalah sekitar Rp 5.000,- sampai Rp 50.000,-.

Ada juga layanan keuangan yang tidak memungut biaya buka rekening/account pertama. Namun biasanya mereka menetapkan saldo minimum pada rekening/account yang tidak dapat tarik oleh penggunanya. Saat ini juga ada beberapa layanan keuangan yang melakukan promosi dengan cara membebaskan biaya buka rekening/account.

Layanan

Banyak orang yang mengira bahwa biaya layanan sama dengan biaya administrasi. Hal ini tidaklah benar, biaya layanan berbeda dengan biaya administratif. Biaya layanan merupakan biaya yang dibebankan kepada kita ketika kita menggunakan layanan tertentu, seperti transfer dana ke bank berbeda atau membayar tagihan tertentu lewat bank kita.

Transfer

Umumnya kita tidak perlu membayarkan biaya layanan ketika transfer dana ke bank yang sama. Namun ketika kita perlu melakukan transfer dana ke bank berbeda, kita perlu membayarkan biaya transfer. Biasanya ada 2 jenis layanan transfer antar yaitu LLG dan RTGS. LLG merupakan singkatan dari Lalu Lintas Giro, yang merupakan layanan transfer menggunakan fasilitas kliring. Untuk layanan LLG akan dikenakan biaya sebesar Rp 5.000,-. Layanan lainnya adalah RTGS, singkatan dari Real Time Gross Settlement, dimana uang yang dikirim akan langsung masuk ke rekening penerima. Layanan RTGS akan dikenakan biaya sebesar Rp 20.000,-.

Tarik tunai

Sama halnya dengan transfer, tarik tunai tidak akan dikenakan biaya jika melalui ATM bank yang sama. Namun jika kita kesulitan mencari ATM tersebut, kita terpaksa harus menarik uang di ATM bank lain. Hal ini akan dikenai biaya penarikan sebesar Rp 5.000,- sampai Rp 10.000,- tergantung kebijakan bank masing-masing.

Administrasi bulanan

Biaya administrasi bulan merupakan biaya yang paling sering dibayarkan oleh pengguna layanan keuangan. Kamu dapat menganggap biaya ini sebagai biaya penggunaan rekening/account bank atau kartu kredit. Pada rekening tabungan, biaya administrasi dibebankan setiap bulan, biasanya ditarik langsung dari uang tabungan kita.

Biaya administrasi pada tabungan sekitar Rp 2.500,- sampai Rp 25.000,- setiap bulannya. Pada kartu kredit, biaya administrasi dibebankan per tahun, biasanya akan langsung masuk ke tagihan bulanan kita. Namun, ada juga beberapa kartu kredit yang tidak menetapkan administrasi bulanan.

Bunga pinjaman

Ketika kamu membeli produk dengan sistem kredit, biasanya bank akan membebankan bunga. Batasan biaya bunga kartu kredit ini sebenarnya diatur oleh Bank Indonesia, namun dengan jumlah yang bisa berubah mengikuti kebijakan yang dikeluarkan. Besaran bunga maksimum adalah 2,95% per bulan atau sebesar 35,40% per tahun. Banyak orang yang mengira biaya 2,95% per bulan berarti juga 2,95% per tahun, padahal sebenarnya kita harus mengakumulasi perhitungannya.

Keterlambatan

Jika kamu terlambat melakukan pembayaran tagihan, kamu akan dikenakan denda keterlambatan. Biasanya sebesar 3% atau maksimal Rp 150.000 dari total tagihan bulanan. Biaya tersebut diatur oleh kebijakan bank penerbit kartu kredit masing-masing dengan pengawasan Bank Indonesia. Tanggal jatuh tempo masing-masing kartu kredit juga berbeda-beda. Untuk itu jika kamu memiliki lebih dari satu kartu kredit, kamu harus mengingat setiap tanggal tersebut.

Pembatalan cicilan

Ada kalanya ketika kita tidak jadi membeli suatu produk tertentu atau menyesal membeli suatu produk. Sebenarnya, jika kamu menggunakan kartu kredit dengan cicilan, kamu bisa membatalkan cicilan. Biaya ini dikenakan jika kamu melakukan pelunasan awal transaksi cicilan sebelum jangka waktu cicilan berakhir. Besar biaya ini juga berbeda untuk masing-masing penerbit kartu. Berkisar antara Rp 200.000,- sampai dengan Rp 250.000,-.

Pengembalian cek/giro

Dalam transaksi menggunakan kartu kredit, kamu bisa membayarkan tagihan tersebut dengan cek/giro yang harus diproses melalui kliring. Untuk layanan tersebut, kamu akan dikenakan biaya sebesar Rp 25.000,-.

Kelebihan pemakaian (over limit)

Ketika kamu menggunakan kartu kredit melebihi batas limit yang diberikan, kamu akan dikenai denda over limit. Jumlah biaya over limit setiap bank berbeda-beda. Biasanya sekitar Rp 50.000,- atau 5% dari kelebihan limit, tergantung mana yang lebih besar. Namun ada juga bank yang sama sekali tidak memberikan denda kelebihan pemakaian.

Salah satu cara untuk mengurangi biaya administrasi tersebut, kamu dapat mengurangi layanan keuangan yang tidak perlu, seperti mengurangi jumlah kartu kredit, dan sebagainya. Selain itu, kamu juga dapat menggunakan aplikasi keuangan yang memungkinkan kamu untuk membayarkan tagihan dalam satu kali pembayaran, sehingga kamu dapat mengurangi biaya administrasi.

Nah berikut merupakan biaya-biaya administrasi yang perlu kamu ketahui. Punya pengetahuan yang lain? Silahkan tulis di kolom komentar.

Sering Menunda Bayar Tagihan? Simak Kerugiannya!

tunda bayar tagihan bulanan

Tagihan bulanan sangat dekat dengan kehidupan dewasa muda atau orang-orang yang sudah berumah tangga di jaman sekarang ini. Mulai dari tagihan listrik, air, keamanan, kebersihan, asuransi, BPJS, pajak, dan cicilan seperti melalui kartu kredit. Kebanyakan orang tidak bayar tagihan langsung setelah menerima gaji bulanan.

Padahal, idealnya tagihan bulanan dibayarkan setiap awal bulan setelah menerima gaji, dan jangan sampai melewati tanggal jatuh tempo tagihan. Namun ternyata, masih banyak orang yang sering menunda bayar tagihan, membayarnya tepat di hari jatuh tempo, bahkan melewati batas jatuh tempo yang menyebabkan mereka harus membayarkan denda keterlambatan. Selain denda keterlambatan, ternyata banyak kerugian lain yang bisa didapatkan jika sering menunda bayar tagihan lho.

Untuk itu, Billie akan mengulas beberapa kerugian ketika kamu sering menunda untuk membayarkan tagihan. Simak ulasannya!

Terburu-buru Bayar Tagihan

Ketika kamu terus menunda-nunda untuk membayarkan tagihan bulananmu, secara tidak sadar kamu sebenarnya sedang menumpuk pekerjaan yang sebetulnya tidak perlu. Hal itu dapat membuat kamu menjadi terburu-buru ketika tanggal jatuh tempo tagihan sudah dekat. Kamu menjadi kewalahan dan buru-buru pergi ke ATM untuk menyelesaikan pembayaran tagihan. Billpayer, hal ini sederhana tetapi bisa merugikan lho, kita mungkin saja tidak tahu apabila ada hal-hal mendadak yang perlu dilakukan, akibatnya malah mendapatkan denda keterlambatan.

Selain itu, terburu-buru bisa juga membuat kamu salah input nomor tagihan atau bahkan jumlah tagihan. Salah input nomor bisa saja membuat kamu malah membayarkan tagihan orang lain atau terpaksa harus menginput ulang nomor tagihan. Nah, salah input jumlah tagihan ini yang merepotkan. Kenapa? Kamu akan diminta untuk mengisi sejumlah formulir dan mengirimkannya langsung ke kantor biller, selain itu kamu harus menunggu sekitar 4-6 hari kerja untuk refund atau pengembalian uang tersebut.

Antrian Panjang

Apakah kamu tahu bahwa antrian panjang di ATM sebagian besar disebabkan oleh orang-orang yang ingin membayarkan tagihan? Yup, banyak orang yang terpaksa mengantri panjang untuk membayar tagihan karena sudah jatuh tempo. Mereka tidak memiliki waktu lagi untuk menunda dan menghindari antrian yang panjang tersebut.

Ini akibat sering menunda tagihan, karena jika kamu tidak menunda, kamu bisa mengatur waktu yang tepat untuk membayar tagihan di ATM. Kamu juga bisa melihat situasi, apabila antrian ATM panjang dan ramai, kamu bisa melakukannya dilain waktu atau mencari tempat ATM yang lain. Ketika antrian ATM tidak panjang dan ramai, segera lunasi tagihan kamu sebelum tanggal jatuh tempo.

Denda Keterlambatan + Bunga

Menunda-nunda pembayaran tagihan bisa menyebabkan kamu pada akhirnya terlambat membayarkan tagihanmu. Hal ini dapat menyebabkan kamu dikenai denda keterlambatan oleh bank atau penagih. Jumlah denda keterlambatan biasanya memang tidak besar, misalnya pada kartu kredit hanya sekitar 3% dari total tagihan atau maksimal sebesar Rp. 150.000. Namun, tanpa kamu sadari, jika kamu membiasakan hal ini tetap terjadi, kamu bisa menghabiskan sekitar Rp. 1,8 juta per tahun hanya untuk denda keterlambatan. Belum lagi ditambah bunga cicilan atau hutang yang harus kamu tanggung.

Tidak Sadar Pengeluaran Bulanan

Ketika kamu terlambat membayar tagihan, kamu menjadi tidak teratur mengenai tanggal pengeluaran kamu. Ada yang dibayarkan pada awal bulan, pertengahan, atau bahkan akhir. Hal ini menyebabkan kamu tidak dapat menghitung dengan jelas berapa pengeluaranmu dibandingkan dengan pendapatan dan sebaliknya.

Idealnya kita mencatat setiap pengeluaran dengan baik dan teratur agar dapat mengontrol pengeluaran. Kita dapat membatasi cicilan, jumlah uang yang dialokasikan untuk belanja dan kebutuhan sehari-hari dengan mengetahui jumlah pengeluaran kita setiap bulannya. Ingat billpayer, kejayaan dan kesejahteraan akan didapatkan apabila kita dapat mengontrol keuangan dengan baik sehingga bisa mempersiapkan masa tua kita.

Bagaimana agar tidak menunda membayar tagihan bulanan?

Bayar Tagihan dengan Disiplin

Denda keterlambatan bukanlah sebuah komponen wajib dalam tagihan bulanan. Denda keterlambatan merupakan bentuk konsekuensi atas kelalaian kamu dalam melakukan pembayaran. Hal ini bisa dihindari apabila kamu secara disiplin membayar tagihan bulanan dan diri kamu sendiri yang dapat mewujudkannya. Jika kamu disiplin dan pandai menggunakan kesempatan yang ada seperti aplikasi perencana keuangan atau pengingat, kamu dapat mengubah kebiasaan buruk yang sering menunda pembayaran tagihan.

Berikut beberapa beberapa kerugian ketika kamu sering menunda untuk membayarkan tagihan menurut Billie, apakah kamu punya pengalaman lainnya yang bisa dibagikan? Tuliskan saja di kolom komentar.