Kredit Macet, ini 4 Cara Menghindarinya!

atasi kredit macet

Pernah mendengar kata kredit macet? Kredit macet adalah suatu keadaan dimana debitur atau pelaku kredit tidak bisa mampu membayar kredit pada masa yang ditentukan. Pada situasi sehari-hari, biasanya terjadi kepada kita sebagai pemilik kartu kredit. Kita tidak mampu untuk melunasi hutang cicilan atau kartu kredit kita.

Bagi kamu yang suka menggunakan kartu kredit atau program cicilan, tidak usah takut. Bukan berarti, kita tidak boleh menggunakan kartu kredit atau program cicilan. Tentunya cicilan mempunyai manfaat tersendiri bagi kita. Namun, kita tetap harus mengantisipasi kredit macet dikemudian hari. Bagaimana caranya? Berikut Billie berikan 4 cara menghindari kredit macet.

Hindari hutang konsumtif

Ketika kamu melakukan kegiatan berbelanja yang tidak perlu. Hindari menggunakan kartu kredit atau program cicilan untuk hal ini. Mengapa demikian? Ini karena biasanya berbelanja atau kegiatan konsumtif lainnya cuma digunakan untuk memuaskan diri dan bukan untuk keperluan. Sebaiknya gunakan kartu kredit dan program cicilan untuk membeli barang yang benar-benar diperlukan. Seperti, mobil, motor, telepon genggam, dan untuk hal-hal mendesak seperti renovasi rumah, biaya operasi dan sebagainya.

Baca juga : Ini 3 Alasan Orang Tidak Bisa Bayar Cicilan

Jika berbelanja barang seperti baju, tas, sepatu dan sebagainya, sebaiknya jangan gunakan kartu kredit. Ketika kamu menggunakan kartu kredit untuk kegiatan konsumtif, kamu akan terpengaruh untuk melakukan hal tersebut berkali-kali. Uang yang kamu simpan juga akhirnya bisa habis untuk hal yang tidak perlu. Disaat kamu membutuhkannya, malah kamu terpaksa harus melunasi cicilan yang tidak penting.

Pinjam sesuai kemampuan

Banyak orang Indonesia yang memiliki limit kartu kredit yang jauh dari penghasilan. Alias lebih besar dari pada penghasilan. Idealnya, jumlah pinjaman kartu kredit atau besar cicilan tidak melebihi 35% dari penghasilan. Jangan pernah berbohong mengenai penghasilan untuk memperoleh limit kartu kredit yang lebih tinggi. Hal itu akan memotivasi kamu untuk berbelanja dan membeli barang. Sebaiknya, kartu kredit hanya digunakan untuk barang dengan masa kegunaan panjang atau kebutuhan mendadak.

Pinjam sesuai kebutuhan

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya. Hindari menggunakan kartu kredit atau program cicilan untuk membeli barang yang diinginkan bukan yang dibutuhkan. Saat kamu tidak mampu membedakan atau mengelola kebutuhan dan keinginan, yang ada kamu hanya akan terjebak dalam berbagai masalah finansial. Padahal tujuan ideal secara finansial adalah untuk meraih kemandirian finansial. Namun akibat tidak mampu menahan godaan diri sendiri atau keinginan dalam membelanjakan uang, yang terjadi justru malah sebaliknya.

Jangan menghindari kewajiban mencicil

Hal lainnya yang dapat menyebabkan kredit macet adalah menghindari kewajiban mencicil. Masalah ini biasanya bermula dari kemalasan sesaat untuk melakukan pembayaran cicilan. Menunda waktu pembayaran atau menggunakan dana cicilan untuk kebutuhan yang lain. Jika hal-hal seperti itu terus berlanjut, kemampuan membayar cicilan akan semakin mengecil. Ditambah bunga cicilan yang terus menumpuk. Hal ini sudah pasti akan menyebabkan kamu tidak bisa melanjutkan pembayaran cicilan dan akhirnya terjadilah kredit macet.

Nah, itu dia 4 cara menghindari kredit macet yang bisa Billie berikan ke kamu. Jangan sampai mengalami hal ini ya!

Punya tips lain? Langsung saja tulis di kolom komentar!

Bayar Tagihan Bulanan, Ini 4 Hal Menyebalkan saat Melakukannya!

bayar tagihan

Pekerjaan membayar tagihan merupakan hal yang sering dan rutin dilakukan oleh sebagian orang. Bayar tagihan bulanan seperti tagihan listrik, telepon, air, kartu kredit, asuransi, sudah tidak asing lagi dilakukan setiap bulan oleh orang dewasa. Terkadang, membayar tagihan bulanan bisa jadi hal yang menyebalkan, kenapa?

Antrian panjang

antrian panjang

Bayar tagihan bulanan akan mulai menyebalkan jika kamu menemukan antrian yang terlalu panjang di loket pembayaran atau ATM. Bagi kamu yang memiliki kesibukan tersendiri, hal ini tentunya akan membuat waktumu menjadi sia-sia untuk hanya sekedar mengantri. Belum lagi kamu punya pekerjaan lain yang harus dilakukan. Membayar tagihan juga membutuhkan waktu yang cukup panjang karena kamu harus memasukkan data tagihan kamu. Karena itu, banyak antrian panjang yang sangat memakan waktu karena semua orang harus memasukan banyak data saat membayar tagihan.

Baca juga : Mengelola Tagihan dan Pengeluaran adalah Kunci Keuangan Sehat

Agar tidak mengalami hal ini, sebaiknya kamu menggunakan fitur atau aplikasi pembayaran yang bisa membantu kamu untuk membayar tagihan secara online. Kamu juga bisa menggunakan internet banking atau mobile banking agar kamu tidak perlu mengantri. Sayangnnya, tidak semua jenis tagihan bulanan memiliki koneksi dengan internet dan mobile banking. Cara terakhir yang bisa kamu gunakan adalah autodebet atau penarikan otomatis dari rekeningmu, namun hal ini cukup riskan. Kamu harus memantau rekening secara berkala agar tidak terjadi kesalahan penarikan.

Terlalu banyak tagihan dengan jenis akun dan nomor berbeda

Belanja Online dengan Kartu Kredit, Amankah?

Jika kamu memiliki banyak tagihan dengan jenis akun dan nomor yang berbeda, kamu bisa repot saat hendak membayar tagihan bulanan. Bayangkan, kamu harus memasukkan data berupa nomor akun dan jumlah pembayaran setiap saat kamu membayar satu jenis tagihan. Jika satu tagihan akan memakan waktu 3 menit, kamu harus menyiapkan 30 menit untuk 10 tagihan. Padahal, kamu harus memberi kesempatan kepada orang di belakang mu untuk mendapatkan gilirannya menggunakan mesin ATM.

Denda keterlambatan saat bayar tagihan

kelola gaji

Selain antrian yang panjang dan data yang harus dimasukkan, bayar tagihan bulanan menjadi menyebalkan ketika kamu terkena denda keterlambatan. Denda keterlambatan adalah hukuman berupa biaya tambahan yang harus kamu bayar jika kamu terlambat membayar tagihan. Jika kamu terlambat membayar tagihan, bukan hanya bunga cicilan saja yang akan dibebankan kepada kamu. Kamu juga harus menanggung biaya keterlambatannya. Jika kamu harus membayar denda ini pada setiap tagihanmu, bayangkan berapa banyak uang yang terbuang selama satu tahun.

Biaya administrasi (yang banyak)

bayar tagihan

Apakah kamu tahu bahwa setiap bank membebankan biaya administrasi, apabila kamu melakukan pembayaran untuk tagihan bank lain? Salah satu contohnya BCA, BCA akan membebankan biaya administrasi jika kamu membayar tagihan kartu kredit bank Mandiri atau bank lainnya, hal tersebut juga diberlakukan oleh bank Mandiri, BNI, BII, UOB, dan bank lokal maupun internasional lainnya.

Baca juga : Tanggal Tua, Ini 4 Hal Menyebalkan saat Tanggal Tua!

Biaya ini kelihatannya tidak besar, namun jika dikumpulkan kamu mungkin akan terkejut dengan jumlah biayanya. Mari kita coba hitung, bank biasanya akan membebankan uang sejumlah Rp 5.000 sampai Rp 10.000 ketika membayarkan tagihan bank lain. Selain itu biasanya ada beban administratif sebesar Rp. 2.500 sampai Rp. 10.000, untuk membayar tagihan seperti BPJS, e-commerce, asuransi, dan jenis pembayaran lainnya. Jika kamu membayar tagihan dengan debit BCA dan mempunyai 3 kartu kredit, 1 BPJS, dan 1 asuransi, kamu bisa membayarkan sekitar Rp. 15.000 sampai Rp. 25.000 beban administratif setiap bulannya, jika dijumlahkan per tahun, biaya yang kamu keluarkan adalah sekitar Rp. 180.000 sampai Rp. 300.000, lumayan bukan?

Untuk menghindari beban administratif seperti ini, kamu bisa menggunakan kartu kredit yang diterbitkan oleh bank yang sama dengan tabungan kamu. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan perusahaan jasa atau aplikasi yang dapat membayarkan tagihan kamu secara bersamaan tanpa biaya administratif.

Billpayer, hindari 4 hal menyebalkan ini saat bayar tagihan ya, sekarang ini banyak kok fitur dan aplikasi keuangan yang bisa membantu kamu dalam hal ini. Ada pengalaman hal menyebalkan lainnya saat bayar tagihan? Langsung saja tuliskan di kolom komentar!

Mau Cicilan Mobil Murah, Lakukan 5 Hal ini!

cicilan mobil murah

Kendaraan merupakan salah satu hal yang penting dimiliki oleh orang-orang di Indonesia, apalagi masyarakat di kota-kota besar yang bekerja. Mereka membutuhkan kendaraan yang bisa digunakan untuk bekerja dan berpergian. Apalagi dengan kondisi jalanan ibu kota yang panas dan penuh debu, banyak orang memilih untuk menggunakan kendaraan roda empat.

Sayangnya harga mobil tidaklah murah. Sistem cicilan pun seringkali tidak menguntungkan karena sangat jauh dari harga mobil jika dibeli secara tunai. Nah untuk itu, Billie mengungkap 5 hal yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan cicilan mobil murah.

Baca juga : Ini Manfaat Kalau Kamu Bisa Kelola Keuangan dengan Baik

Mobil murah tidaklah selalu identik dengan sesuatu yang tidak berkualitas atau barang yang sudah dalam kondisi buruk atau bekas. Membeli mobil secara murah bisa diakali dengan pilihan kredit atau promosi yang bisa kita gunakan. Jika ditelusuri, banyak dealer atau penerbit kartu kredit yang menawarkan beragam program kredit murah dan promosi.

Selain program atau promosi, ada beragam cara lainnya yang dapat kamu gunakan untuk mendapatkan cicilan mobil dengan harga yang lebih murah. Begini caranya:

Ketahui Nilai Pasti Mobil

Mobil bekas atau baru yang akan kamu beli, kamu harus mengetahui harga mobil yang akan kamu beli. Banyak orang yang mengira jika mereka membeli mobil bekas, mereka bisa langsung membeli secara tunai. Padahal, harga mobil bekas yang masih bagus juga sama mahalnya seperti mobil baru. Sehingga salah satu jalan yang ditempuh kebanyakan orang adalah dengan cicilan.

Hal pertama yang harus kamu pikirkan adalah jenis mobil yang akan kamu beli. Apakah itu mobil baru atau mobil bekas, tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Lalu, apakah itu mobil keluarga dengan banyak kursi, atau mobil sports, atau mobil luxury. Pastinya, jenis dan tipe mobil yang berbeda akan memiliki harga yang berbeda.

Dengan mengetahui harga mobil yang ada dipasaran, ini dapat mencegah kamu membeli sebuah mobil dengan harga yang terlalu tinggi. Lakukan survei pada beberapa dealer mobil baik untuk mobil bekas atau baru. Kamu juga dapat mengetahui hal ini melalui informasi yang banyak beredar di internet. Tidak ada salahnya untuk menanyakan teman atau kerabat yang juga memiliki mobil dan pengetahuan dalam hal ini.

Baca juga : Belanja Online dengan Kartu Kredit, Amankah?

Setelah mengetahui harga mobil, jika itu merupakan mobil bekas, kamu harus mengecek kondisi terakhir mobil tersebut. Hal ini penting karena kondisi mobil juga akan menentukan harga mobil bekas tersebut. Jangan sampai kita membeli sebuah mobil dalam kondisi buruk atau dan tidak terawat, hal ini akan sangat beresiko membuat berbagai macam kerugian di hari yang akan datang.

Perbesar Uang Muka

Selanjutnya, untuk mendapatkan cicilan mobil murah, kita harus pintar menghitung uang muka yang hendak kita keluarkan. Uang muka berlaku bila kita membeli mobil secara kredit melalui bank atau perusahaan leasing, baik mobil bekas maupun mobil baru. Pastikan kita memiliki sejumlah dana yang cukup besar untuk membayar uang muka.

Biasanya ketentuan uang muka untuk mencicil mobil adalah 25% saja. Namun tidak ada salahnya untuk membayarkan uang muka yang lebih besar dari ketentuan. Hal ini dapat membuat cicilan lebih ringan, dan bunga yang perlu kita tanggung juga semakin kecil. Hutang kredit yang kecil tentu saja akan berbanding lurus dengan jumlah cicilan bulanan yang kecil juga, hal ini juga akan mempengaruhi bunga cicilan yang harus dibayarkan setiap bulannya.

Nego Diskon

Meskipun dalam program cicilan yang ditawarkan oleh bank maupun perusahaan leasing tidak ada diskon atau promo, sebagai pembeli kita tetap bisa menawar harga cicilan atau melakukan negosiasi diskon. Terkadang perusahaan leasing akan memberikan diskon jika kita memintanya, meskipun saat itu tidak ada promo. Miliki pengetahuan yang cukup mengenai fitur yang terdapat pada mobil dan harga mobil di pasaran, hal ini akan dapat membantu kita dalam tawar menawar untuk mendapatkan cicilan mobil murah.

Lakukan Survei

Ada banyak dealer yang menawarkan sejumlah potongan harga pembelian dan kita bisa memilih satu yang terbaik di antara mereka. Jangan terburu-buru dalam menentukan pilihan, lakukan perbandingan terhadap beberapa dealer sebelum akhirnya memutuskan untuk memilih satu penawaran terbaik dan menguntungkan.

Survei pertama yang patut kita lakukan adalah ke sejumlah dealer yang cukup terpercaya dan memiliki kredibilitas baik, bila tidak memiliki pengetahuan tentangi mobil, maka tidak ada salahnya kita mengajak saudara atau teman yang cukup paham mengenai hal ini. Ketika kita membeli secara kredit, biasanya dealer akan memberikan referensi mengenai perusahaan leasing yang bisa kita gunakan. Pahami dengan benar aturan dan ketentuan yang ditetapkan oleh perusahaan leasing tersebut.

Baca juga : Konsultan Keuangan? 3 Hal ini Tanda Kamu Memerlukannya

Kita juga bisa memilih dan menentukan sendiri jasa leasing tertentu yang memang kita anggap paling baik dan layak untuk digunakan. Lakukan survei ini pada beberapa dealer dan leasing sekaligus, ini akan membantu kita dalam menemukan leasing dan dealer dengan layanan dan penawaran terbaik.

Lakukan Simulasi

Setelah mendapatkan sejumlah informasi dari dealer dan leasing, maka hal terakhir yang wajib kita lakukan sebelum akhirnya mengambil keputusan adalah melakukan sebuah simulasi kredit. Hal ini akan membantu kita dalam menentukan pilihan akhir dan menyesuaikan kemampuan bayar kita terhadap pembelian yang akan kita lakukan sehingga kita bisa mendapatkan cicilan mobil murah.

Cicil Mobil Juga Bisa Dihemat

Pada dasarnya, semua hal yang berhubungan dengan keuangan itu bisa dihemat. Tapi, berhasil atau tidaknya semuanya kembali lagi kepada kamu sendiri. Dalam kaitannya dengan kredit mobil, dengan melakukan hal-hal di atas, pengeluaran membeli mobil juga bisa ditekan dan kamu pun juga bisa mendapat mobil bekas yang kondisinya masih bagus.