Belanja Bulanan, Mingguan, atau Harian, Mana Lebih Hemat?

belanja bulanan

Ada banyak perdebatan tentang pengelolaan keuangan yang benar, salah satunya bagaimana mengelola uang belanja. Selain itu, banyak juga yang bingung mengenai periode berbelanja yang tepat. Pernahkah kamu perhitungkan saat hendak berbelanja, mana yang sebenarnya lebih hemat: belanja bulanan, mingguan, ataukah harian?

Nah, kali ini, Billie akan membahas tentang periode belanja, berikut adalah hal-hal yang perlu kamu perhatikan sebelum memilih belanja bulanan, mingguan, ataupun harian.

Belanja Bulanan

Keuntungan dari belanja bulanan, kamu dapat menghemat biaya belanja karena berbagai pusat perbelanjaan ritel, memberikan promo dan diskon untuk para pembeli. Kamu dapat belanja di pusat perbelanjaan ritel karena pada saat belanja bulanan, daftar kebutuhan yang harus dibeli lebih banyak dibandingkan belanja harian. Perlu diperhatikan, saat belanja bulanan hindari membeli stok makanan terlalu banyak. Hal itu dapat beresiko makanan tersisa sampai tanggal kadaluarsanya tiba.

Ketika kamu belanja bulanan, buat daftar belanja dengan cermat dan teliti. Jangan sampai stok yang masih banyak tersisa di bulan lalu, malah kamu beli kembali. Dalam memilih barang yang akan dibeli secara bulanan, sebaiknya pilihlah barang yang tahan lama, seperti peralatan kebersihan.

Berbelanja bulanan juga dapat menghemat biaya transportasi dan tenaga lho, asalkan tidak ada barang yang terlewatkan. Karena banyaknya orang yang melakukan belanja saat awal bulan, sebaiknya kamu melakukan belanja di pagi hari saat supermaket baru buka, dan tidak memilih hari belanja pada akhir pekan.

Belanja Mingguan

Selain belanja bulanan, kamu juga bisa memilih belanja mingguan. Belanja mingguan bisa dilakukan jika kamu masih ragu uang gaji dihabiskan seluruhnya untuk memenuhi kebutuhan di rumah. Saat berbelanja mingguan, kamu perlu memprioritaskan barang yang sangat dibutuhkan. Telur, sayur mayur, dan buah-buahan merupakan barang-barang yang cocok dibeli per minggu, agar tetap dalam keadaan segar dan tidak mudah busuk. Perhatikan lokasi tempat kamu berbelanja mingguan karena jika terlalu jauh malah akan menyebabkan borosnya biaya ongkos. Kamu juga harus lebih berhati-hati, agar tidak mudah tergiur untuk berbelanja barang-barang lainnya.

Belanja Harian

Terakhir, adalah belanja harian. Yang perlu ditekankan yaitu lakukan belanja harian hanya untuk barang-barang yang kamu lupakan sewaktu belanja bulanan ataupun mingguan. Sebaiknya pilihlah warung yang berada dekat rumah kamu, agar tak perlu mengeluarkan biaya transportasi.

Hal yang lebih penting dari belanja adalah kamu mampu memprioritaskan barang yang benar-benar dibutuhkan dan disiplin dalam mengeluarkan dana tersebut. Pastikan juga, bahwa kamu sudah menyisihkan dana untuk anggaran yang lainnya seperti membayar tagihan, biaya sekolah anak, ataupun tabungan, baru kamu dapat leluasa membuat daftar belanjaan.

Ajari Anak Kelola Keuangan dari Uang Jajan

uang jajan anak

Memberikan uang jajan kadang menjadi hal yang sangat sepele bagi orang tua. Padahal dari hal kecil seperti memberikan uang jajan kepada anak, anak mulai memberikan pengetahuan dini kepada anak tentang cara mengelola keuangan. Sebaiknya, orang tua mengatur jumlah uang saku untuk mendidik anak-anak soal keuangan sejak dini. Hal ini tentunya akan ternanam di pikiran anak-anak sehingga bisa dilakukannya saat besar nanti.

Dalam memberikan uang jajan kepada anak tentunya tidak sembarangan, berikut beberapa hal yang harus kamu perhatikan saat memberikan uang jajan.

Sesuaikan dengan kebutuhan

Sebaiknya dalam memberikan uang saku kepada anak, jumlahnya tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil. Lalu berapa jumlah yang tepat? Kamu bisa menghitung rata-rata pengeluaran dia per hari, dengan cara mencari tahu range harga makanan yang ada disekolah anak. Jangan lupa memberikannya sedikit uang lebih untuk berjaga-jaga. Berikan anak dompet dengan banyak kantong agar dia bisa menyimpan uang sekaligus bisa secara fisik membagi-bagi sesuai budget pengeluaran.

Baca juga : Kerugian Ibu Rumah Tangga Saat Bayar Tagihan

Menyediakan celengan atau buka tabungan

Selain memberikan uang sesuai dengan kebutuhan, sediakan celengan atau buka sebuah tabungan untuk anak. Ajar anak untuk menabung dengan jumlah yang kecil sekalipun. Jangan paksa anak menabung dengan jumlah tertentu, biarkan dia memasukan jumlah uangnya sendiri dan melihat tabungannya tumbuh. Ketika tabungan sudah terkumpul, kamu bisa memberikan reward kepada anak dengan memperbolehkannya membeli sesuatu yang diinginkannya dengan uang tabungan tersebut.

Membahas uang jajan dengan anak

Saat memberikan uang saku, hendaknya orang tua tidak menjadi pihak yang dominan dan mengendalikan keputusan 100%. Kamu harus membicarakan kepada anak mengenai jumlah uang jajan yang hendak diberikan kepadanya. Tanyakan harga rata-rata makanan di kantin dan beri pilihan apakah dia ingin membawa bekal atau tidak. Tentunya masing-masing pilihan ada keuntungan dan kerugiannya. Bahas juga apakah anak ingin diberikan uang jajan per minggu, per bulan atau per hari. Lalu bicarakan mengenai pengelolaan budget uang jajan tersebut.

Jangan terbiasa memberikan uang tambahan

Hindari memberikan uang jajan tambahan ditengah minggu jika anak sudah menghabiskan uang jajannya sebelum waktunya. Kecuali jika ada kewajiban sekolah seperti membayar prakarya atau sumbangan kegiatan sosial. Ajari anak untuk bisa mengukur kemampuannya untuk membeli jajanan agar uangnya bisa bertahan selama waktu yang ditentukan. Ajari anak untuk menerima konsekuensi ketika uang jajannya sudah habis sebelum waktunya.

Mengatur keuangan sejak dini sangatlah penting dilakukan dan akan sangat bermanfaat bagi kehidupan anak. Jadi mulailah pengajaran soal keuangan sejak dini.