Antisipasi Biaya Pengobatan yang Semakin Besar dengan Hal ini!

tanggal tua

Meskipun kita sudah hidup sehat dan menjaga pola makan. Resiko terkena penyakit tetap saja tidak dapat dihindari. Biaya pengobatan yang semakin hari semakin besar juga menambah beban. Untuk itu, kamu harus mempunyai tabungan untuk antisipasi hal tidak terduga sangat diperlukan. Kamu juga bisa membuat asuransi kesehatan sebagai antisipasi.

Jika tidak memiliki asuransi kesehatan, biaya perawatan ini bisa membesar dan akan cukup menyulitkan kamu. Pihak rumah sakit terkait juga tidak semuanya dapat memberikan keringanan tanpa asuransi. Berikut ini ada beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk mengurangi biaya medis di rumah sakit:

Bayar biaya pengobatan segera

Agar biaya pengobatan tidak menumpuk dan bertambah banyak, sebaiknya melakukan pembayaran secara segera, ketika kamu sudah selesai dirawat di rumah sakit. Jika tidak, kemungkinan akan ada biaya tambahan lainnya yang mungkin membuat biaya perawatan menjadi lebih besar.

Jika tidak mempunyai uang tunai, kamu bisa menggunakan kartu kredit jika mendesak. Namun, jangan lupa segera melunasi hutang kartu kredit secepatnya. Kamu bahkan bisa menggunakan beberapa promo kartu kredit yang sedang melakukan kerjasama dengan rumah sakit tersebut.

Baca juga : 5 Kesalahan Pengelolaan Keuangan Orang Indonesia

Jujur dengan keuangan

Saat sudah terlanjur di rawat di rumah sakit, dan biaya perawatan sudah muncul, sebaiknya jujur dengan keadaan keuangan kamu kepada pihak rumah sakit. Mungkin beberapa rumah sakit dan pihak dokter akan memahami dan mencoba membantu kamu dengan kebijakan khusus tersebut.

Buat limit kartu kredit besar

Kartu kredit dengan limit besar seringkali membantu kita saat ada hal mendadak yang membutuhkan uang. Namun, ingatlah bahwa kartu kredit tersebut hanya digunakan untuk hal-hal mendadak seperti sakit, kecelakaan, kematian, dan hal-hal lainnya yang tidak dapat dihindari. Simpan kartu ditempat aman dan hanya gunakan saat dibutuhkan.

Mengikuti asuransi

Mengikuti asuransi kesehatan juga merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi biaya pengeobatan yang besar. Untuk dapat mengikuti asuransi kesehatan sekarang ini juga cukup mudah. Pikirkan bahwa kesehatan kamu lebih penting di atas segalanya. Jangan lupa tetap membayar biaya asuransi tersebut agar tidak hangus.

Gajian? Jangan Belanja Dulu, Ini Pengeluaran yang Harus Diperioritaskan!

gajian

Gajian bisa menjadi hari yang paling menyenangkan bagi pekerja. Bagaimana tidak, setelah 1 bulan bekerja, kamu bisa menerima hasil jerih payahmu dan menggunakannya untuk keperluan kamu. Eh tapi jangan terlena dulu, jangan sampai kamu gelap mata dan malah belanja habis habisan ya setelah gajian. Kamu harus cermat dalam memilih pengeluaran apa saja yang harus di prioritaskan setelah gajian.

Untuk itu, Billie ingin membantu kamu dalam memprioritaskan pengeluaran saat gajian. Berikut adalah pengeluaran yang harus di prioritaskan setelah gajian menurut Billie:

Kebutuhan Bulanan

Saat gajian, sisihkan terlebih dahulu uang untuk kebutuhan bulanan. Kalau kamu sudah keburu menghabiskan uangnya untuk belanja, mau makan apa akhir bulan? Untuk itu, sebisa mungkin pisahkan uang untuk kebutuhan hidup dalam sebulan seperti keperluan makan, produk rumah tangga jika kamu sudah berumah tangga, dan kebutuhan anak jika sudah memilikinya. Kamu bisa memisahkannya di amplop terpisah atau rekening yang berbeda.

Baca juga: Mau Kelola Gaji dengan Lebih Baik? Lakukan 6 Cara ini!

Gajian Jangan Lupa Bayar Hutang

Setelah memisahkan pengeluaran rutin bulanan, kamu bisa menggunakan gaji untuk membayar hutang. Ingat, hutang jangan dibuat menumpuk. Apalagi hutang atau cicilan di kartu kredit, kamu bisa terkena beban bunga yang menumpuk. Untuk itu, ingatlah untuk membayar hutang atau cicilan setiap kali mendapatkan gaji, baru gunakan uang yang tersisa untuk keperluan lainnya.

Tabungan

Yang ini tidak kalah penting, yaitu menabung. Semua orang tau bahwa kita perlu menabung untuk persiapan masa depan. Jadikanlah tabungan sebagai pengeluaran rutin yang harus dikeluarkan tiap bulan. Dengan menanamkan mindset seperti ini, kamu akan terdorong untuk lebih sering menabung. Usahakan kamu menabung sebanyak 30% dari total pemasukan rata-rata kamu tiap bulan. Mindset ini sangat bermanfaat di masa depan dan akan memudahkan kamu jika ingin mengajukan kredit.

Nah itu dia yang harus kamu prioritaskan setelah menerima gaji. Setelah itu, kamu baru deh bisa belanja sesuai dengan keinginan kamu, apabila 3 hal ini sudah terpenuhi. Jangan boros-boros ya Billpayer.

Belanja Bulanan, Mingguan, atau Harian, Mana Lebih Hemat?

belanja bulanan

Ada banyak perdebatan tentang pengelolaan keuangan yang benar, salah satunya bagaimana mengelola uang belanja. Selain itu, banyak juga yang bingung mengenai periode berbelanja yang tepat. Pernahkah kamu perhitungkan saat hendak berbelanja, mana yang sebenarnya lebih hemat: belanja bulanan, mingguan, ataukah harian?

Nah, kali ini, Billie akan membahas tentang periode belanja, berikut adalah hal-hal yang perlu kamu perhatikan sebelum memilih belanja bulanan, mingguan, ataupun harian.

Belanja Bulanan

Keuntungan dari belanja bulanan, kamu dapat menghemat biaya belanja karena berbagai pusat perbelanjaan ritel, memberikan promo dan diskon untuk para pembeli. Kamu dapat belanja di pusat perbelanjaan ritel karena pada saat belanja bulanan, daftar kebutuhan yang harus dibeli lebih banyak dibandingkan belanja harian. Perlu diperhatikan, saat belanja bulanan hindari membeli stok makanan terlalu banyak. Hal itu dapat beresiko makanan tersisa sampai tanggal kadaluarsanya tiba.

Ketika kamu belanja bulanan, buat daftar belanja dengan cermat dan teliti. Jangan sampai stok yang masih banyak tersisa di bulan lalu, malah kamu beli kembali. Dalam memilih barang yang akan dibeli secara bulanan, sebaiknya pilihlah barang yang tahan lama, seperti peralatan kebersihan.

Berbelanja bulanan juga dapat menghemat biaya transportasi dan tenaga lho, asalkan tidak ada barang yang terlewatkan. Karena banyaknya orang yang melakukan belanja saat awal bulan, sebaiknya kamu melakukan belanja di pagi hari saat supermaket baru buka, dan tidak memilih hari belanja pada akhir pekan.

Belanja Mingguan

Selain belanja bulanan, kamu juga bisa memilih belanja mingguan. Belanja mingguan bisa dilakukan jika kamu masih ragu uang gaji dihabiskan seluruhnya untuk memenuhi kebutuhan di rumah. Saat berbelanja mingguan, kamu perlu memprioritaskan barang yang sangat dibutuhkan. Telur, sayur mayur, dan buah-buahan merupakan barang-barang yang cocok dibeli per minggu, agar tetap dalam keadaan segar dan tidak mudah busuk. Perhatikan lokasi tempat kamu berbelanja mingguan karena jika terlalu jauh malah akan menyebabkan borosnya biaya ongkos. Kamu juga harus lebih berhati-hati, agar tidak mudah tergiur untuk berbelanja barang-barang lainnya.

Belanja Harian

Terakhir, adalah belanja harian. Yang perlu ditekankan yaitu lakukan belanja harian hanya untuk barang-barang yang kamu lupakan sewaktu belanja bulanan ataupun mingguan. Sebaiknya pilihlah warung yang berada dekat rumah kamu, agar tak perlu mengeluarkan biaya transportasi.

Hal yang lebih penting dari belanja adalah kamu mampu memprioritaskan barang yang benar-benar dibutuhkan dan disiplin dalam mengeluarkan dana tersebut. Pastikan juga, bahwa kamu sudah menyisihkan dana untuk anggaran yang lainnya seperti membayar tagihan, biaya sekolah anak, ataupun tabungan, baru kamu dapat leluasa membuat daftar belanjaan.

5 Cara Cermat Kelola Gaji

kelola gaji

Billpayer, pernah ngga kamu ngerasa kalau gaji cepat banget habis? Wah kayaknya sebagian besar orang pernah merasakan hal ini. Kalau kamu masih suka bingung bagaimana cara mengelola gaji dengan cermat dan bagaimana agar gaji tidak habis di tengah bulan. Billie sudah punya nih 5 cara cermat kelola gaji. Pastikan 5 hal ini agar gaji kamu dapat dikelola dengan baik hingga tanggal gajian selanjutnya.

Buat rencana bulanan

Banyak orang yang sudah tahu mengenai hal ini tetapi tidak melakukannya. Membuat rencana bulanan mungkin memakan banyak waktu, akan tetapi cukup efektif dilakukan untuk mengelola gaji dengan baik. Kebanyakan orang yang boros melakukan dua hal, yaitu tidak memiliki rencana keuangan bulanan dan tidak dapat mengendalikan diri. Oleh karena itu, sebaiknya kamu membuat daftar kebutuhan selama satu bulan.

Baca juga : Tips Atur Gaji 5 Juta Rupiah Sebulan

Mencatat pengeluaran tiap hari

Selain membuat rencana bulanan, pencatatan pengeluaran setiap hari juga penting. Kamu dapat mengumpulkan struk-struk pembelian, hal ini memudahkan kamu untuk mengetahui ke mana saja uang yang digunakan. Dari sana juga kamu dapat mengetahui barang apa saja yang sebenarnya tidak begitu dibutuhkan.

Investasi

Selain membuat rencana keuangan dan mencatat pengeluaran. Investasi juga penting lho dalam hal pengelolaan keuangan. Jika kesehatan keuangan kamu tergolong bagus, tak ada salahnya menyisihkan gaji untuk berinvestasi. Dengan modal Rp100.000,- kamu sudah bisa mengikuti reksadana, atau kamu juga dapat memilih berinvestasi dalam emas murni dan properti.

Membatasi uang tunai

Sadar atau tidak sadar, pembatasan uang tunai dapat membantu kamu berhemat. Bawa uang tunai tiap hari atau perminggu sesuai kebutuhan. Hal ini akan membantu kamu agar tidak sembarangan dalam mengeluarkan uang.

Baca juga : Tanggal Tua, Ini 4 Hal Menyebalkan saat Tanggal Tua!

Kelola Gaji dengan Bayar tagihan

Saat menerima gaji, sebaiknya kamu langsung menyisihkannya untuk membayar tagihan. Bayar tagihan seperti bayar PDAM, bayar listrik, bayar asuransi atau cicilan kendaraan yang rutin setiap bulan. Sehingga kamu bisa lebih leluasa untuk menggunakan gaji untuk kebutuhan lainnya.

Lakukan kelima hal diatas secara disiplin agar kamu bisa mengelola gaji dengan baik.

Tips Atur Gaji 5 Juta Rupiah Sebulan

atur gaji

Sebagian orang mungkin dapat atur gaji 5 juta rupiah sebulan dengan mudah. Beberapa orang merasa bahwa gaji bulanan sebesar 5 juta mungkin sudah cukup untuk memenuhi semua kebutuhan hidup selama satu bulan. Bahkan bagi kamu yang masih single, gaji 5 juta akan membuat hidup lebih sejahtera.  Sementara bagi yang sudah berumah tangga, pendapatan 5 juta Rupiah terkadang dirasa masih sangat kurang, apalagi jika memiliki lebih dari 1 anak.

Kamu yang sudah berkeluarga harus mengaturnya dengan benar supaya uang 5 juta ini mampu memenuhi semua kebutuhan dalam waktu satu bulan. Oleh karena itu, kamu harus mengetahui bagaimana cara mengatur gaji bulanan supaya tidak kehabisan uang di tengah bulan.

Baca juga : Cara Unik untuk Hemat Pengeluaran

Tips Atur Gaji sebesar 5 Juta Per Bulan

Bagi kamu yang memiliki gaji 5 juta rupiah dan bingung untuk mengaturnya, yuk simak tips yang Billie dapatkan dari berikut ini :

Atur Gaji dengan Anggaran Belanja

Supaya lebih mudah dalam mengatur keuangan bulanan, maka kamu harus membuat anggaran belanja. Catat semua pengeluaran bulanan mulai dari hobi makan di luar, kemudian kebutuhan fashion dan beberapa anggaran belanja lainnya. Ini akan memudahkan kamu untuk mengatur pengeluaran dalam satu bulan.

Wajib Memiliki Dua Rekening Bank

Untuk mengatur uang secara mudah, kamu harus memiliki rekening lebih dari satu. Dimana, satu rekening digunakan khusus untuk membayar cicilan. Sementara rekening kedua digunakan khusus untuk menyisihkan uang, baik untuk menabung atau menyimpan dana tak terduga.

Lunasi Hutang dan Cicilan

Dalam kehidupan berumah tangga, cicilan dan hutang merupakan hal yang lumrah. Dengan melunasi hutang dan cicilan, maka kamu bisa menghitung sisa penghasilan dalam satu bulan.

Atur Gaji dengan Catat Pengeluaran

Kamu harus membuat buku harian sebagai catatan penting semua pengeluaran Anda. Dengan buku harian ini, memudahkan kamu untuk mencatat jumlah pengeluaran, terutama dana tak terduga.

Baca juga : Mengelola Tagihan dan Pengeluaran adalah Kunci Keuangan Sehat

Bandingkan Pengeluaran dan Anggaran

Langkah yang terakhir, cobalah menghitung perbandingan antara pengeluaran bulan lalu dengan anggaran perbulan. Dengan melakukan perbandingan antara buku pengeluaran dan buku anggaran, kamu bisa memprediksi pengeluaran yang tidak perlu di bulan berikutnya.

Beberapa cara di atas bisa dilakukan dengan mudah supaya kamu tidak hidup boros dengan gaji 5 juta Rupiah per bulan. Penuhi kebutuhan yang lebih penting terlebih dahulu, kemudian baru penuhilah keinginan kamu. Jangan mendahulukan keinginan jika kamu ingin mempunyai tabungan yang cukup.

5 Kesalahan Pengelolaan Keuangan Orang Indonesia

pengelolaan keuangan

Pengelolaan keuangan mungkin bisa jadi hal yang dilakukan sehari-hari oleh kebanyakan orang. Namun apakah orang Indonesia sudah melakukan pengelolaan keuangan yang baik dan benar? Menurut survey yang dilakukan oleh Manulife, ternyata lebih dari 70% orang Indonesia tidak memiliki target jumlah dana simpanan dalam jangka waktu tertentu. Hal ini menunjukan bahwa jarang sekali orang Indonesia yang peduli pada pengelolaan keuangan mereka.

Ada 5 kesalahan dalam pengelolaan keuangan yang sering terjadi pada orang Indonesia. Jangan sampai 5 hal ini terjadi pada kamu ya!

Terlalu Banyak Hutang

Kesalahan pertama adalah orang Indonesia sangat suka sekali berhutang. Padahal kamu harus ingat bahwa setiap hutang akan membawa bunga yang harus kamu bayar. Bunga hutang ini jumlahnya tidak sedikit dan secara terus-menerus akan mengikis keuangan kamu. Apabila kamu ingin sehat secara finansial, kamu harus memiliki hutang yang tidak lebih dari 30% pendapatan kamu.

Biasakan untuk tidak menunda pembayaran hutang atau cicilan agar hutang segera lunas. Jika hutang sudah lunas, kamu bisa menggunakan uang tersebut untuk berinvestasi atau memulai tabungan hari tua.

Baca juga : Kredit Macet, ini Cara Mengatasinya!

Tidak Cukup Persiapan Pensiun

Masa pensiun perlu direncanakan sedini mungkin. Semakin cepat kamu memulai, maka semakin sedikit uang yang perlu kamu tabung setiap bulannya. Banyak orang Indonesia yang akhirnya jatuh miskin pada saat tua. Mereka mengalami penurunan status ekonomi atau daya beli pada saat mereka tua. Banyak juga yang terpaksa harus bergantung pada anak mereka pada masa tua. Bila kamu bisa mempersiapkan masa pensiun selagi muda, hal itu adalah pertanda kamu memiliki pengelolaan keuangan yang baik.

Tidak Punya Dana Darurat

Kesalahan lain yang sering dilakukan oleh orang Indonesia adalah tidak memiliki dana darurat atau simpanan yang dapat digunakan untuk hal yang tidak diinginkan. Banyak orang Indonesia yang jatuh miskin karena tertimpa suatu masalah atau penyakit. Billpayer, kita tidak tahu apa yang akan terjadi yang bisa mengubah hidup kita dikemudian hari, untuk itu kita harus mengantisipasinya, terutama dalam hal finansial.

Tidak Punya Tujuan Akhir Pengelolaan Keuangan

Untuk membangun kekayaan, pertama kamu harus memiliki tujuan. Terlebih dahulu kamu harus menetapkan jumlah uang yang kamu inginkan, setelah itu baru kamu bisa membuat rencana keuangan. Banyak orang Indonesia yang mungkin sudah bisa menabung atau berinvestasi, tapi tidak punya tujuan akhir pengelolaan keuangan. Membeli rumah, bisnis baru, bisa saja menjadi tujuan pengelolaan kamu. Dengan begitu kamu bisa termotivasi untuk menabung atau berinvestasi, sekaligus berjuang untuk meningkatkan taraf hidup atau status ekonomi kamu.

Baca juga : Ini 3 Alasan Orang Tidak Bisa Bayar Cicilan

Mengabaikan Pengeluaran Kecil

Apakah kamu tahu pengeluaran kamu dalam satu bulan? Ya mungkin kamu mengetahuinya. Tetapi apakah kamu menyadari berapa total uang yang kamu keluarkan untuk hal-hal kecil? Berhati-hatilah pada pengeluaran kecil, terlebih lagi untuk yang sering terjadi, karena setelah dijumlahkan akan bernilai besar. Kesalahan ini seringkali menjadi kebiasaan

Kredit Macet, ini Cara Mengatasinya!

kredit macet

Kredit macet bukanlah hal yang diinginkan oleh orang yang mengambil cicilan tertentu. Jika kamu salah satu yang sedang mengalaminya, Billie akan menyimak bagaimana cara untuk mengatasi tersebut. Jika kamu belum pernah mengalaminya, kamu harus baca artikel ini kalau-kalau mengalami ini di kemudian hari.

Setelah sebelumnya Billie mengungkap bagaimana cara menghindari kredit macet, sekarang Billie akan membagi cara mengatasinya.

Baca juga : Bayar Tagihan Bulanan, Ini 4 Hal Menyebalkan saat Melakukannya!

Menurut Billie, cara untuk mengatasi kredit macet yang bisa kamu gunakan adalah dengan 3P yaitu Penjadwalan, Persyaratan, dan Penataan kembali.

Penjadwalan ulang

Mungkin kamu pernah mendengar istilah tenor? Tenor adalah jangka waktu pembayaran sebuah pinjaman atau kredit. Ini ditujukan bagi peminjam untuk melunasi hutang beserta bunga. Apabila kamu terkena kredit macet, kamu bisa mengajukan penjadwalan ulang tenor. Istilah ini juga dikenal dengan rescheduling atau restrukturisasi kredit.

Pihak bank akan menyesuaikan tenor pinjaman agar kamu dapat kembali mencicil pembayaran cicilan. Bank melakukan ini agar angsuran atau cicilan yang harus dibayarkan semakin ringan. Perpanjangan tenor akan disesuaikan dengan kemampuan bayar peminjam.

Persyaratan ulang

Ketika kamu mengalami kendala dalam membayarkan cicilan, ada syarat-syarat yang dapat diubah oleh pihak bank untuk membantu kamu. Kamu hanya perlu mengonfirmasikannya dengan bank bahwa kamu mengalami kendala dalam pembayaran. Perubahan syarat itu dapat mencakup perubahan jadwal pembayaran, jangka waktu, atau syarat lainnya.

Persyaratan kembali bisa dilakukan jika tidak mengubah maksimum plafon kredit. Persyaratan ulang ini tentunya diberikan pihak bank untuk menyelesaikan masalah kredit macet. Dengan program ini, diharapkan dapat membuat peminjam setidaknya melunasi pinjaman pokok.

Penataan ulang untuk kredit macet

Selain dua hal yang bisa dilakukan diatas, jika terjadi kredit macet, bank juga dapat mengubah kondisi kredit. Hal ini bisa disebut sebagai penataan ulang. Kondisi kredit diubah untuk meringankan tanggung jawab peminjam yang terkena kredit macet. Penataan ulang ini bisa dilakukan dengan menambah fasilitas kredit, mengonversi tunggakan menjadi pokok kredit baru, sampai penjadwalan, dan persyaratan kembali.

Penataan ulang bisa membuat bank menurunkan bunga yang dibebankan kepada kamu. Hal ini dilakukan supaya kamu dapat melunasi hutang pokok saat terjadi kemalangan ini. Bahkan jika kondisi peminjam sudah kritis dan tidak mampu lepas dari kredit macet, bank bisa memberikan opsi pembebasan bunga. Sehingga peminjam hanya perlu membayar pinjaman pokok yang tersisa.

Jika suatu hari kamu tidak dapat melanjutkan pembayaran cicilan, jangan panik dan menghindari pihak bank. Selesaikan masalah dengan musyarawah dan pikiran terbuka. Agar baik kamu sebagai peminjam ataupun bank dapat mencari jalan keluar yang sama-sama menguntungkan.

Kredit Macet, ini 4 Cara Menghindarinya!

atasi kredit macet

Pernah mendengar kata kredit macet? Kredit macet adalah suatu keadaan dimana debitur atau pelaku kredit tidak bisa mampu membayar kredit pada masa yang ditentukan. Pada situasi sehari-hari, biasanya terjadi kepada kita sebagai pemilik kartu kredit. Kita tidak mampu untuk melunasi hutang cicilan atau kartu kredit kita.

Bagi kamu yang suka menggunakan kartu kredit atau program cicilan, tidak usah takut. Bukan berarti, kita tidak boleh menggunakan kartu kredit atau program cicilan. Tentunya cicilan mempunyai manfaat tersendiri bagi kita. Namun, kita tetap harus mengantisipasi kredit macet dikemudian hari. Bagaimana caranya? Berikut Billie berikan 4 cara menghindari kredit macet.

Hindari hutang konsumtif

Ketika kamu melakukan kegiatan berbelanja yang tidak perlu. Hindari menggunakan kartu kredit atau program cicilan untuk hal ini. Mengapa demikian? Ini karena biasanya berbelanja atau kegiatan konsumtif lainnya cuma digunakan untuk memuaskan diri dan bukan untuk keperluan. Sebaiknya gunakan kartu kredit dan program cicilan untuk membeli barang yang benar-benar diperlukan. Seperti, mobil, motor, telepon genggam, dan untuk hal-hal mendesak seperti renovasi rumah, biaya operasi dan sebagainya.

Baca juga : Ini 3 Alasan Orang Tidak Bisa Bayar Cicilan

Jika berbelanja barang seperti baju, tas, sepatu dan sebagainya, sebaiknya jangan gunakan kartu kredit. Ketika kamu menggunakan kartu kredit untuk kegiatan konsumtif, kamu akan terpengaruh untuk melakukan hal tersebut berkali-kali. Uang yang kamu simpan juga akhirnya bisa habis untuk hal yang tidak perlu. Disaat kamu membutuhkannya, malah kamu terpaksa harus melunasi cicilan yang tidak penting.

Pinjam sesuai kemampuan

Banyak orang Indonesia yang memiliki limit kartu kredit yang jauh dari penghasilan. Alias lebih besar dari pada penghasilan. Idealnya, jumlah pinjaman kartu kredit atau besar cicilan tidak melebihi 35% dari penghasilan. Jangan pernah berbohong mengenai penghasilan untuk memperoleh limit kartu kredit yang lebih tinggi. Hal itu akan memotivasi kamu untuk berbelanja dan membeli barang. Sebaiknya, kartu kredit hanya digunakan untuk barang dengan masa kegunaan panjang atau kebutuhan mendadak.

Pinjam sesuai kebutuhan

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya. Hindari menggunakan kartu kredit atau program cicilan untuk membeli barang yang diinginkan bukan yang dibutuhkan. Saat kamu tidak mampu membedakan atau mengelola kebutuhan dan keinginan, yang ada kamu hanya akan terjebak dalam berbagai masalah finansial. Padahal tujuan ideal secara finansial adalah untuk meraih kemandirian finansial. Namun akibat tidak mampu menahan godaan diri sendiri atau keinginan dalam membelanjakan uang, yang terjadi justru malah sebaliknya.

Jangan menghindari kewajiban mencicil

Hal lainnya yang dapat menyebabkan kredit macet adalah menghindari kewajiban mencicil. Masalah ini biasanya bermula dari kemalasan sesaat untuk melakukan pembayaran cicilan. Menunda waktu pembayaran atau menggunakan dana cicilan untuk kebutuhan yang lain. Jika hal-hal seperti itu terus berlanjut, kemampuan membayar cicilan akan semakin mengecil. Ditambah bunga cicilan yang terus menumpuk. Hal ini sudah pasti akan menyebabkan kamu tidak bisa melanjutkan pembayaran cicilan dan akhirnya terjadilah kredit macet.

Nah, itu dia 4 cara menghindari kredit macet yang bisa Billie berikan ke kamu. Jangan sampai mengalami hal ini ya!

Punya tips lain? Langsung saja tulis di kolom komentar!

Takut Kredit Mobil? ini Alasan Kenapa Kredit Mobil Menguntungkan!

kredit mobil

Masih banyak orang yang takut untuk melakukan kredit mobil. Padahal, mereka membutuhkannya. Mobil saat ini menjadi kebutuhan bagi orang Indonesia, khususnya mereka yang tinggal di daerah ibukota dan sekitarnya. Banyak orang yang ingin memiliki benda ini namun tidak memiliki cukup uang. Untuk menabung sampai bisa membeli mobil secara tunai tidak mudah, belum lagi adanya inflasi dan harga mobil yang semakin naik. Solusi yang paling memungkinkan adalah dengan cicilan atau kredit mobil.

Bagi kamu yang belum percaya untuk melakukan kredit mobil atau masih takut melakukannya. Billie mengulas beberapa keuntungan melakukan kredit mobil.

Baca juga : Fitur dan Fasilitas Kartu Kredit ini Bisa Bantu Kelola Keuangan Lho!

Ringan dan tidak terasa besar

Ketika kamu membeli mobil dengan cara mencicil, kamu tidak akan merasa mengeluarkan uang yang begitu besar. Bayangkan, ketika kamu membeli mobil secara tunai, kamu harus merogoh kocek hingga ratusan juta. Cicilan mobil bisa berkisar 3-10 juta perbulannya, tanpa terasa kamu membayar setiap bulan dan cicilan tersebut sudah lunas dalam kurun waktu 1 sampai 5 tahun.

Memiliki mobil dengan cepat

Dengan membeli mobil secara mencicil, kamu dapat memiliki benda tersebut dengan cepat. Mobil sangat berguna untuk berpergian jarak jauh. Selain itu jika kamu tidak terlalu sering menggunakannya, kamu bisa memakai mobil untuk bisnis rental atau sewa mobil. Hal tersebut tentunya dapat membantu kamu menambah pendapatan untuk cicilan bukan? Ada banyak keuntungan ketika kamu sudah memiliki mobil, meskipun kamu memilikinya dengan cara mencicil.

Menjaga kondisi pengeluaran bulanan

Membeli mobil dengan mencicil juga dapat menjaga kondisi pengeluaran bulanan kamu. Pengeluaran tidak meledak begitu saja dibulan tertentu karena harus membeli mobil secara tunai. Uang gaji yang tersisa untuk cicilan mobil juga masih bisa dipakai untuk tabungan. Hal ini tentu saja dapat menjaga kondisi keuanganmu untuk tetap stabil.

Baca juga : Mau Cicilan Mobil Murah, Lakukan 5 Hal ini!

Kredit Mobil sekaligus asuransi

Sekarang ini, banyak juga program cicilan mobil yang menawarkan asuransi. Sehingga pada masa cicilan mobil, kamu tidak perlu takut terjadi sesuatu pada mobil kamu yang menyebabkan kerugian. Hal ini tentunya sangat menguntungkan, kamu tidak perlu keluar uang untuk asuransi dan cicilan. Kamu bisa mendapatkan dua keuntungan secara bersamaan.

Menjaga tabungan

Kredit juga bisa menjaga tabungan kamu tetap utuh, sehingga masih bisa digunakan ketika ada hal-hal yang mendadak atau mendesak. Jika kamu membeli mobil secara tunai, uang tabungan kamu bisa langsung habis begitu saja. Siapa yang tahu ada kebutuhan mendesak tiba-tiba, kamu bisa terpaksa menjual mobil nya lagi. Jika kamu mencicil, kamu bisa menjaga tabungan kamu tetap untuk sehingga bisa mengantisipasi keadaan darurat di kemudian hari.

Dibalik keuntungan-keuntungan membeli mobil diatas, tentu saja kredit mobil memiliki kerugian tersendiri. Kamu dapat mempertimbangkan matang-matang, mana yang lebih sesuai dengan keadaan finansialmu. Tanya beberapa teman dekat yang memiliki pertimbangan dengan keadaaan yang mirip dalam hal ini.

Punya saran atau solusi lainnya? Langsung saja tulis di kolom komentar!

Bayar Tagihan Bulanan, Ini 4 Hal Menyebalkan saat Melakukannya!

bayar tagihan

Pekerjaan membayar tagihan merupakan hal yang sering dan rutin dilakukan oleh sebagian orang. Bayar tagihan bulanan seperti tagihan listrik, telepon, air, kartu kredit, asuransi, sudah tidak asing lagi dilakukan setiap bulan oleh orang dewasa. Terkadang, membayar tagihan bulanan bisa jadi hal yang menyebalkan, kenapa?

Antrian panjang

antrian panjang

Bayar tagihan bulanan akan mulai menyebalkan jika kamu menemukan antrian yang terlalu panjang di loket pembayaran atau ATM. Bagi kamu yang memiliki kesibukan tersendiri, hal ini tentunya akan membuat waktumu menjadi sia-sia untuk hanya sekedar mengantri. Belum lagi kamu punya pekerjaan lain yang harus dilakukan. Membayar tagihan juga membutuhkan waktu yang cukup panjang karena kamu harus memasukkan data tagihan kamu. Karena itu, banyak antrian panjang yang sangat memakan waktu karena semua orang harus memasukan banyak data saat membayar tagihan.

Baca juga : Mengelola Tagihan dan Pengeluaran adalah Kunci Keuangan Sehat

Agar tidak mengalami hal ini, sebaiknya kamu menggunakan fitur atau aplikasi pembayaran yang bisa membantu kamu untuk membayar tagihan secara online. Kamu juga bisa menggunakan internet banking atau mobile banking agar kamu tidak perlu mengantri. Sayangnnya, tidak semua jenis tagihan bulanan memiliki koneksi dengan internet dan mobile banking. Cara terakhir yang bisa kamu gunakan adalah autodebet atau penarikan otomatis dari rekeningmu, namun hal ini cukup riskan. Kamu harus memantau rekening secara berkala agar tidak terjadi kesalahan penarikan.

Terlalu banyak tagihan dengan jenis akun dan nomor berbeda

Belanja Online dengan Kartu Kredit, Amankah?

Jika kamu memiliki banyak tagihan dengan jenis akun dan nomor yang berbeda, kamu bisa repot saat hendak membayar tagihan bulanan. Bayangkan, kamu harus memasukkan data berupa nomor akun dan jumlah pembayaran setiap saat kamu membayar satu jenis tagihan. Jika satu tagihan akan memakan waktu 3 menit, kamu harus menyiapkan 30 menit untuk 10 tagihan. Padahal, kamu harus memberi kesempatan kepada orang di belakang mu untuk mendapatkan gilirannya menggunakan mesin ATM.

Denda keterlambatan saat bayar tagihan

kelola gaji

Selain antrian yang panjang dan data yang harus dimasukkan, bayar tagihan bulanan menjadi menyebalkan ketika kamu terkena denda keterlambatan. Denda keterlambatan adalah hukuman berupa biaya tambahan yang harus kamu bayar jika kamu terlambat membayar tagihan. Jika kamu terlambat membayar tagihan, bukan hanya bunga cicilan saja yang akan dibebankan kepada kamu. Kamu juga harus menanggung biaya keterlambatannya. Jika kamu harus membayar denda ini pada setiap tagihanmu, bayangkan berapa banyak uang yang terbuang selama satu tahun.

Biaya administrasi (yang banyak)

bayar tagihan

Apakah kamu tahu bahwa setiap bank membebankan biaya administrasi, apabila kamu melakukan pembayaran untuk tagihan bank lain? Salah satu contohnya BCA, BCA akan membebankan biaya administrasi jika kamu membayar tagihan kartu kredit bank Mandiri atau bank lainnya, hal tersebut juga diberlakukan oleh bank Mandiri, BNI, BII, UOB, dan bank lokal maupun internasional lainnya.

Baca juga : Tanggal Tua, Ini 4 Hal Menyebalkan saat Tanggal Tua!

Biaya ini kelihatannya tidak besar, namun jika dikumpulkan kamu mungkin akan terkejut dengan jumlah biayanya. Mari kita coba hitung, bank biasanya akan membebankan uang sejumlah Rp 5.000 sampai Rp 10.000 ketika membayarkan tagihan bank lain. Selain itu biasanya ada beban administratif sebesar Rp. 2.500 sampai Rp. 10.000, untuk membayar tagihan seperti BPJS, e-commerce, asuransi, dan jenis pembayaran lainnya. Jika kamu membayar tagihan dengan debit BCA dan mempunyai 3 kartu kredit, 1 BPJS, dan 1 asuransi, kamu bisa membayarkan sekitar Rp. 15.000 sampai Rp. 25.000 beban administratif setiap bulannya, jika dijumlahkan per tahun, biaya yang kamu keluarkan adalah sekitar Rp. 180.000 sampai Rp. 300.000, lumayan bukan?

Untuk menghindari beban administratif seperti ini, kamu bisa menggunakan kartu kredit yang diterbitkan oleh bank yang sama dengan tabungan kamu. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan perusahaan jasa atau aplikasi yang dapat membayarkan tagihan kamu secara bersamaan tanpa biaya administratif.

Billpayer, hindari 4 hal menyebalkan ini saat bayar tagihan ya, sekarang ini banyak kok fitur dan aplikasi keuangan yang bisa membantu kamu dalam hal ini. Ada pengalaman hal menyebalkan lainnya saat bayar tagihan? Langsung saja tuliskan di kolom komentar!