Ini Dia 6 Cara Menjaga Kartu Kredit Tetap Aman!

kartu kredit

Berbagai cerita penipuan menggunakan kartu kredit membuat banyak orang takut menggunakan kartu kredit. Penipuan dengan alat pembayaran ini cukup sering terjadi, karena kartu ini merupakan salah satu alat pembayaran yang cukup mudah. Takut mengalami penipuan kartu kredit? Berikut Billie berikan 6 cara menjaga kartu kreditmu tetap aman!

Waspada Saat Bertransaksi

Saat melakukan transaksi, pastikan kamu mengikuti setiap proses transaksinya dengan teliti. Jangan biarkan staf kasir membawa kartu kredit kamu tanpa perhatianmu. Demi menjaga keamanan kartu kreditmu, jangan percayakan kartu kreditmu berada di orang lain tanpa sepengetahuanmu. Cek setiap detil proses transaksinya, jika ada yang janggal jangan ragu untuk menanyakan kepada kasir atau toko untuk mencegah penipuan.

Baca juga: Dana Pendidikan Semakin Mahal? Begini Cara Siasatinya!

Jangan Mudah Membagi Data Kartu Kredit

Belanja menggunakan kartu kredit cukup mudah, ditambah banyak toko online yang sekarang ini menerima pembayaran via kartu kredit. Jika kamu sering belanja menggunakan kartu ini, kamu harus berhati-hati saat berbelanja, tertutama belanja online menggunakan alat pembayaran ini. Beberapa toko online biasanya meminta kamu untuk memasukkan data kartu kreditmu untuk bisa melakukan pembayaran dengan menggunakan kartu kreditmu. Sebelum memberikan data-data tersebut, kamu harus yakin bahwa toko online itu bukan toko abal-abal karena dengan memiliki data kartu kreditmu, mereka bisa dengan mudah menggunakannya untuk transaksi lain. Perhatikan reputasi toko sebelum melakukan transaksi.

Teliti Sebelum Bayar Tagihan

Setiap bulan, kamu akan mendapatkan tagihan kartu kredit kamu berdasarkan semua transaksi yang dilakukan selama sebulan. Terkadang banyak orang yang tidak mau repot mengecek tagihan sehingga mereka langsung saja membayar tanpa melihat detail tagihan terlebih dahulu. Kebiasaan ini bisa merugikan kamu lho. Kamu harus teliti dulu sebelum membayar tagihan dan segera laporkan ke bank jika ada transaksi yang mencurigakan. Selain itu, simpanlah setiap bukti transaksi yang sudah kamu lakukan, supaya bisa dibandingkan dengan jumlah tagihan. Menyimpan bukti transaksi memang merepotkan, tapi kamu harus rela melakukannya untuk menghindari penipuan. Lakukan ini dengan teliti dan kamu bisa terhindar dari penipuan.

Tanda Tangani Kartu Kredit

Setiap kartu kredit memiliki bagian belakang berwarna putih yang sebenarnya harus ditanda tangani untuk menjaga keamanan kartu. Namun sayangnya masih banyak orang yang tidak menandatangani kartu kredit mereka. Banyak orang yang menganggap hal itu tidak penting karena tidak mengerti kegunaannya. Padahal, kartu kredit baru sah menjadi milik seseorang apabila sudah ada tanda tangan dibagian belakangnya. Oleh karena itu, jika kamu tidak ingin mengalami penipuan, sebaiknya segera tanda tangani kartu kreditmu.

Gunting Kartu Yang Tidak Terpakai

Setiap kartu kredit memiliki masa berlaku. Jika sudah melewati masa berlaku, maka kartu itu sudah tidak bisa digunakan. Untuk mencegah penyalahgunaan, sebaiknya kamu menggunting kartu atau memusnahkan kartu yang sudah habis masa berlakunya. Cara ini adalah yang paling efektif untuk mencegah agar kartu tidak jatuh ke tangan yang salah dan dimanfaatkan oleh oknum lain yang akan merugikan kamu. Karena beberapa toko tidak menyadari masa berlaku kartu dan tetap memperbolehkan kamu menggunakan kartu yang sudah tidak berlaku.

Baca juga: 5 Kesalahan Pengelolaan Keuangan Orang Indonesia

Gunakan Nomor PIN

Sekarang, Bank Indonesia sudah memberikan fasilitas lain untuk menambah keamanan kartu kreditmu, yaitu dengan menggunakan nomor pin. Sebelumnya, dalam melakukan transaksi, kamu hanya perlu menandatangani bukti transaksi saja. Sekarang kamu bisa menggunakan PIN untuk melakukannya. Dengan menggunakan PIN pada kartu kreditmu, sebenarnya kamu jadi lebih ringkas dalam proses transaksi dan juga pastinya jadi lebih aman.

Dengan mengikuti 6 cara di atas, kamu bisa menjaga kartu kreditmu tetap aman, tapi saat memiliki kartu kredit, ada hal lain yang juga harus kamu jaga. Apa itu? Kamu harus menjaga keuanganmu. Kemudahan yang diberikan oleh kartu kreditmu bisa membuat kamu lupa diri dan melupakan kemampuan finansialmu sehingga akhirnya jadi terpuruk. Jadi ingat, kartu kredit memang harus aman, tapi jangan lupakan keamanan keuangan kamu ya.

Jenis Kartu Kredit Visa dan Mastercard yang Mesti Kamu Ketahui!

kartu kredit visa

Pernahkah kamu mendengar tentang kartu kredit Visa dan Mastercard? Kartu kredit dengan provider Visa dan Mastercard adalah yang paling banyak digunakan di Indonesia. Tidak ada perbedaan yang cukup signifikan dari kedua provider. Namun, ada beberapa jenis Visa dan Mastercard yang ada dan dikeluarkan. Bagi kamu yang ingin memiliki kartu kredit namun bingung dengan jenis-jenisnya.

Berikut Billie berikan informasi mengenai jenis-jenis kartu kredit Visa dan Mastercard yang perlu kamu ketahui:

Visa

Visa Classic

Kartu kredit yang satu ini merupakan kartu kredit dengan batas (limit) yang paling rendah, baik untuk belanja dan fiturnya. Umumnya batas transasksi maksimal hingga Rp5 juta, tidak berbeda jauh dengan batas transaksi yang dikeluarkan oleh bank nasional.

Visa Gold

Jenis kartu kredit yang satu ini lebih eksklusif dibanding Visa Classic karena ditambah dengan beberapa fitur diskon beberapa merchant dan batas kredit yang lebih tinggi. Kartu ini dimiliki orang yang berpenghasilan sekitar Rp5 juta hingga Rp25 juta per bulan. Batas kredit paling tinggi mencapai hingga Rp100 juta, tergantung kebijakan bank.

Visa Platinum

Jenis kartu yang satu ini banyak digunakan oleh para pebisnis untuk ajang gengsi. Untuk memiliki kartu ini, pengguna harus memiliki pendapatan sekitar Rp25 juta ke atas per bulannya, atau minimal Rp28 juta. Sedangkan batas kredit mulai dari Rp75 juta hingga unlimited.

Baca juga: Ini Dia Jenis-jenis Kartu Kredit dan Kelebihannya Buat Kamu!

Visa Signature

Kartu kredit yang satu ini sangat eksklusif dan hanya dimiliki beberapa profesi saja seperti pengusaha, pengacara papan atas, dokter terkemuka, dan akuntan profesional yang terkenal. Itu pun masih dilihat lebih lagi penghasilannya. Batas maksimal mulai dari Rp100 juta hingga unlimited. Ada beberapa fasilitas tambahan seperti airport lounge hingga ke travel assist dan golf membership.

Kartu Kredit Visa Infinite

Visa Infinite tidak ditawarkan untuk umum. Kartu eksklusif ini dimiliki oleh sebagian orang yang memiliki aset di atas US$100 ribu dalam bentuk cash. Batas kredit mulai dari Rp50 juta hingga unlimited, namun umumnya hingga Rp250 juta, tergantung dari banyaknya simpanan uang Anda. Semakin banyak uang simpanan Anda, maka semakin besar batas kredit. Beberapa fasilitas yang ditawarkan oleh kartu kredit ini meliputi travel assist, asuransi perjalanan, booking jet pribadi, hingga special priority pass.

Mastercard

Mastercard Classic

Kartu jenis ini tidak berbeda jauh dengan yang dikeluarkan oleh Visa. Mastercard Classic mendapat batas kredit hingga Rp5 juta. Sedangkan pemiliknya harus berpenghasilan minimal UMR hingga Rp50 juta per tahun.

Mastercard Gold

Kartu kredit ini berada di atas jenis Classic. Tidak berbeda jauh dengan Visa, Mastercard Gold memiliki batas kredit hingga Rp100 juta. Sedangkan standar penghasilan minimalnya juga tidak terlalu jauh berbeda dengan Classic. Namun untuk iuran bulanannya lebih tinggi.

Mastercard Platinum

Kartu kredit platinum milik mastercard biasanya menawarkan fitur yang lebih banyak. Batas kreditnya minimalnya tidak terlalu dengan Visa Platinum, mulai dari Rp75 juta hingga unlimited, menyesuaikan pengguna.

Baca juga : Cara Unik untuk Hemat Pengeluaran

Mastercard World

Mastercard World hampir serupa dengan Visa Infinite. Namun setiap tahunnya minimal penggunaan harus sebesar Rp75 juta. Jika pengguna melakukan transaksi kredit minimal di bawah Rp75 juta, maka pengguna akan dikenakan iuran tahunan atau bulanan yang akan disesuaikan oleh masing-masing bank. Jumlah iurannya cukup besar.

Nah, sebelum membuat kartu kredit, ada baiknya kamu mengetahui jenis-jenis kartu dan keuntungannya. Sehingga kamu bisa menyesuaikan kartu kredit tersebut dengan kebutuhan dan keperluanmu.

Ini Dia Jenis-jenis Kartu Kredit dan Kelebihannya Buat Kamu!

jenis kartu kredit

Penggunaan kartu kredit tentunya sudah tidak asing lagi bagi beberapa orang. Jika kamu salah satu penggunanya, apakah kamu tahu bahwa kartu kredit memiliki beberapa jenis? Mereka hadir dalam beberapa jenis kartu kredit yang masing-masing terbagi berdasarkan tingkatan tertentu. Sebelum membuat kartu serbaguna ini, pastikan kamu mengetahui jenis-jenis kartu kredit yang tersebar secara luas di pasaran.

Dilansir di cermati.com, berikut jenis-jenis kartu kredit dan kelebihannya untukmu:

Kartu Kredit Silver

Kartu kredit dengan jenis silver merupakan kartu paling dasar dan paling banyak dimiliki di masyarakat. Ini karena pada umumnya, setiap pemegang baru kartu kredit, akan diberikan kartu dengan jenis silver terlebih dahulu, baru kemudian ditingkatkan. Kartu silver memiliki limit kredit paling rendah, yakni sekitar 4 juta hingga 7 juta saja. Kartu ini dapat diajukan oleh mereka dengan gaji per bulan minimal 3 juta. Akan tetapi, seiring pemakaian, seseorang dengan gaji 3 juta bisa saja memiliki kartu dengan tingkatan lebih tinggi, yaitu kartu gold.

Keuntungan memiliki kartu jenis ini adalah limit yang tidak terlalu besar akan membatasi penggunaan kartu kreditmu. Sehingga kamu bisa membatasi jumlah uang yang hendak kamu pakai untuk belanja. Kamu dapat mengurangi keborosan bukan?

Baca juga: Tips Singkat Melunasi Utang!

Kartu Kredit Gold

Untuk jenis kartu gold berada di segmen kelas menengah ke atas. Kartu ini diperuntukkan bagi mereka dengan penghasilan tetap per bulannya sekitar 5 juta hingga 10 juta. Limit kredit berkisar antara 10 juta hingga 40 juta, tergantung pada bank penerbit kartu kreditnya. Seseorang bisa langsung mendapatkan kartu dengan jenis gold jika memenuhi kriteria seperti penghasilan minimal maupun riwayat kredit.

Keuntungan memiliki kartu jenis ini adalah limit yang cukup besar sehingga memungkinkan kamu untuk memiliki barang-barang mahal dengan lebih cepat. Kamu dapat menggunakannya untuk mencicil barang yang cukup mahal seperti motor atau telepon genggam. Tetapi, semakin tinggi tingkatan kartu kredit, umumnya semakin tinggi pula besar iuran tahunan yang harus kamu bayar.

Kartu Kredit Platinum

Jenis platinum merupakan kartu dengan tingkatan paling tinggi. Kartu kredit platinum hanya dimiliki oleh sedikit saja orang, karena tidak mudah untuk mendapatkannya akibat persyaratan yang lumayan ketat. Karena merupakan tingkatan tinggi, kartu kredit platinum juga memiliki limit yang tinggi mulai dari 40 juta ke atas bahkan hingga 1 M.  Untuk memilikinya kamu harus memiliki penghasilan minimal 180 juta ke atas pertahunnya dan tentunya mempunyai riwayat kredit bagus.

Kartu Kredit Titanium

Di atas tingkatan platinum, masih ada kartu kredit dengan jenis titanium. Kartu kredit titanium sangat terbatas kepemilikannya. Tak semua orang bisa mendapatkan kartu ini, karena hanya yang diundang secara langsung oleh bank lah yang akan mendapatkan kartu kredit titanium. Karena proses kepemilikannya hanya dipilih oleh bank, maka tidak pasti apakah yang menjadi persyaratan dari kartu kredit titanium. Yang pasti, jelas penghasilan tinggi dan catatan kekayaan mencapai nominal tertentu.

Baca juga: Takut Kredit Mobil? ini Alasan Kenapa Kredit Mobil Menguntungkan!

Jenis Kartu Kredit Spesial

Ada beberapa lagi jenis kartu kredit yang termasuk spesial, beberapa kartu kredit ini tidak tersedia secara general, seperti misalnya kartu kredit dengan brand Visa yang mengeluarkan kartu kredit Visa Signature dan Visa Infinite. Kartu kredit Visa Signature dan Visa Infinite tidak diperuntukkan bagi kalangan yang biasa-biasa saja. Kedua kartu kredit jenis ini diperuntukkan bagi mereka pengusaha besar dengan aset milyaran, pengacara terkenal, dokter terkenal.

Selain Visa Signature dan Visa Infinite, MasterCard juga tak mau kalah dengan mengeluarkan jenis kartu kredit MasterCard World. Kartu kredit ini juga sama spesialnya karena tidak diperuntukkan untuk masyarakat umum.

Nah, sudahkah kamu paham tentang jenis-jenis kartu kredit?

Mau lebaran? Ini Tips Hemat Kelola Dananya!

lebaran

Lebaran sebentar lagi! Pengeluaran saat Ramadhan dan jelang Hari Raya Idul Fitri biasanya meningkat 25-50 persen dibandingkan bulan-bulan lain. Hal itu tidak lain karena kenaikan harga kebutuhan pokok, budaya buka puasa bersama, persiapan kue-kue dan makanan menjelang lebaran, serta mudik. Hal ini tentunya akan menguras anggaran belanja rumah tangga.

Tunjangan Hari Raya atau THR bisa menjadi penyelamat. Tapi tentunya jangan dihabiskan dong. Kamu tetap harus menyisihkan untuk kebutuhan yang lain. Berikut Billie berikan tips hemat untuk kelola dana saat lebaran.

Sisihkan 50% pendapatan

Salah satu cara penetapan anggaran yang ideal adalah menyisihkan setengah dari dana THR untuk kebutuhan belanja di luar belanja konsumsi hari raya. Jadi jika kamu mendapatkan THR sebesar Rp 10 juta, sisihkan Rp 5 juta untuk persiapan dana keluarga misalnya untuk pendidikan, pajak kendaraan bermotor, dan lain-lain.

Pisahkan THR Lebaran pasangan

Jumlah dana THR bisa jadi lebih besar untuk pasangan yang telah bekerja. Bisa jadi dibuat kesempakatan bersama misalnya THR suami digunakan untuk keperluan Lebaran sementara THR istri untuk ditabung. Yang terpenting, tetapkan anggaran keperluan hari raya yang tepat, jangan sampai membeli barang-barang kebutuhan yang ternyata tidak perlu.

Kelola dana mudik

Untuk keperluan mudik, kamu bisa mengatur duit dengan menyisihkan pendapatan bulanan kamu. Biasanya dana mudik bisa dibutuhkan lebih cepat jika kamu ingin menggunakan moda transportasi umum seperti pesawat atau kereta api yang tiketnya semakin murah saat dibeli jauh-jauh hari sebelumnya. Dengan begitu, kamu bisa mengatur keperluan Lebaran kamu di luar dana mudik.

Baca juga : Belanja Bulanan, Mingguan, atau Harian, Mana Lebih Hemat?

Komitmen anggaran

Saat kamu sudah menetapkan kebutuhan, buatlah anggaran yang pas sehingga tidak kebablasan. Dengan begitu, kamu bisa tetap pada jalur pengeluaran yang tepat sehingga masih bisa menyisakan dana untuk tabungan dan biaya lainnya.

Dana pendidikan sangat mungkin mendesak mengingat masa lebaran berdekatan dengan pergantian tahun ajaran baru. Namun, memang alangkah baiknya jika dana pendidikan juga sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Dana tambahan untuk pendidikan bisa diambil 25-30% dari jumlah sisihan dana THR kamu. Sisanya bisa disiapkan untuk kebutuhan zakat dan menabung.

Selamat menunaikan ibadah puasa!

Belanja Bulanan, Mingguan, atau Harian, Mana Lebih Hemat?

belanja bulanan

Ada banyak perdebatan tentang pengelolaan keuangan yang benar, salah satunya bagaimana mengelola uang belanja. Selain itu, banyak juga yang bingung mengenai periode berbelanja yang tepat. Pernahkah kamu perhitungkan saat hendak berbelanja, mana yang sebenarnya lebih hemat: belanja bulanan, mingguan, ataukah harian?

Nah, kali ini, Billie akan membahas tentang periode belanja, berikut adalah hal-hal yang perlu kamu perhatikan sebelum memilih belanja bulanan, mingguan, ataupun harian.

Belanja Bulanan

Keuntungan dari belanja bulanan, kamu dapat menghemat biaya belanja karena berbagai pusat perbelanjaan ritel, memberikan promo dan diskon untuk para pembeli. Kamu dapat belanja di pusat perbelanjaan ritel karena pada saat belanja bulanan, daftar kebutuhan yang harus dibeli lebih banyak dibandingkan belanja harian. Perlu diperhatikan, saat belanja bulanan hindari membeli stok makanan terlalu banyak. Hal itu dapat beresiko makanan tersisa sampai tanggal kadaluarsanya tiba.

Ketika kamu belanja bulanan, buat daftar belanja dengan cermat dan teliti. Jangan sampai stok yang masih banyak tersisa di bulan lalu, malah kamu beli kembali. Dalam memilih barang yang akan dibeli secara bulanan, sebaiknya pilihlah barang yang tahan lama, seperti peralatan kebersihan.

Berbelanja bulanan juga dapat menghemat biaya transportasi dan tenaga lho, asalkan tidak ada barang yang terlewatkan. Karena banyaknya orang yang melakukan belanja saat awal bulan, sebaiknya kamu melakukan belanja di pagi hari saat supermaket baru buka, dan tidak memilih hari belanja pada akhir pekan.

Belanja Mingguan

Selain belanja bulanan, kamu juga bisa memilih belanja mingguan. Belanja mingguan bisa dilakukan jika kamu masih ragu uang gaji dihabiskan seluruhnya untuk memenuhi kebutuhan di rumah. Saat berbelanja mingguan, kamu perlu memprioritaskan barang yang sangat dibutuhkan. Telur, sayur mayur, dan buah-buahan merupakan barang-barang yang cocok dibeli per minggu, agar tetap dalam keadaan segar dan tidak mudah busuk. Perhatikan lokasi tempat kamu berbelanja mingguan karena jika terlalu jauh malah akan menyebabkan borosnya biaya ongkos. Kamu juga harus lebih berhati-hati, agar tidak mudah tergiur untuk berbelanja barang-barang lainnya.

Belanja Harian

Terakhir, adalah belanja harian. Yang perlu ditekankan yaitu lakukan belanja harian hanya untuk barang-barang yang kamu lupakan sewaktu belanja bulanan ataupun mingguan. Sebaiknya pilihlah warung yang berada dekat rumah kamu, agar tak perlu mengeluarkan biaya transportasi.

Hal yang lebih penting dari belanja adalah kamu mampu memprioritaskan barang yang benar-benar dibutuhkan dan disiplin dalam mengeluarkan dana tersebut. Pastikan juga, bahwa kamu sudah menyisihkan dana untuk anggaran yang lainnya seperti membayar tagihan, biaya sekolah anak, ataupun tabungan, baru kamu dapat leluasa membuat daftar belanjaan.

5 Cara Cermat Kelola Gaji

kelola gaji

Billpayer, pernah ngga kamu ngerasa kalau gaji cepat banget habis? Wah kayaknya sebagian besar orang pernah merasakan hal ini. Kalau kamu masih suka bingung bagaimana cara mengelola gaji dengan cermat dan bagaimana agar gaji tidak habis di tengah bulan. Billie sudah punya nih 5 cara cermat kelola gaji. Pastikan 5 hal ini agar gaji kamu dapat dikelola dengan baik hingga tanggal gajian selanjutnya.

Buat rencana bulanan

Banyak orang yang sudah tahu mengenai hal ini tetapi tidak melakukannya. Membuat rencana bulanan mungkin memakan banyak waktu, akan tetapi cukup efektif dilakukan untuk mengelola gaji dengan baik. Kebanyakan orang yang boros melakukan dua hal, yaitu tidak memiliki rencana keuangan bulanan dan tidak dapat mengendalikan diri. Oleh karena itu, sebaiknya kamu membuat daftar kebutuhan selama satu bulan.

Baca juga : Tips Atur Gaji 5 Juta Rupiah Sebulan

Mencatat pengeluaran tiap hari

Selain membuat rencana bulanan, pencatatan pengeluaran setiap hari juga penting. Kamu dapat mengumpulkan struk-struk pembelian, hal ini memudahkan kamu untuk mengetahui ke mana saja uang yang digunakan. Dari sana juga kamu dapat mengetahui barang apa saja yang sebenarnya tidak begitu dibutuhkan.

Investasi

Selain membuat rencana keuangan dan mencatat pengeluaran. Investasi juga penting lho dalam hal pengelolaan keuangan. Jika kesehatan keuangan kamu tergolong bagus, tak ada salahnya menyisihkan gaji untuk berinvestasi. Dengan modal Rp100.000,- kamu sudah bisa mengikuti reksadana, atau kamu juga dapat memilih berinvestasi dalam emas murni dan properti.

Membatasi uang tunai

Sadar atau tidak sadar, pembatasan uang tunai dapat membantu kamu berhemat. Bawa uang tunai tiap hari atau perminggu sesuai kebutuhan. Hal ini akan membantu kamu agar tidak sembarangan dalam mengeluarkan uang.

Baca juga : Tanggal Tua, Ini 4 Hal Menyebalkan saat Tanggal Tua!

Kelola Gaji dengan Bayar tagihan

Saat menerima gaji, sebaiknya kamu langsung menyisihkannya untuk membayar tagihan. Bayar tagihan seperti bayar PDAM, bayar listrik, bayar asuransi atau cicilan kendaraan yang rutin setiap bulan. Sehingga kamu bisa lebih leluasa untuk menggunakan gaji untuk kebutuhan lainnya.

Lakukan kelima hal diatas secara disiplin agar kamu bisa mengelola gaji dengan baik.

Tips Singkat Melunasi Utang!

Apakah kamu tipe orang yang bekerja dan menggunakan gaji diawal bulan untuk melunasi utang? Atau untuk membayar tagihan kartu kredit? Cicilan? Tunggakan? Wah jangan pusing dulu. Di Billie, kami merangkum sebuah tips singkat untuk menyelesaikan utang.

melunasi utang

Pertama-tama, ada baiknya kamu membuat daftar utang, kamu harus mengumpulkan dan membuat daftar secara terperinci semua utang berupa cicilan, kartu kredit, dan tunggakan lainnya.

Kedua, jangan membuat cicilan utang baru terlebih dahulu sebelum menyelesaikan ulang terlebih dahulu. Hal ini akan membuat utang terus menumpuk saat hendak melunasi utang, ditambah bunga yang terus menerus bertambah.

Baca juga : 5 Kesalahan Pengelolaan Keuangan Orang Indonesia

Hal lain yang bisa kamu lakukan adalah menambah penghasilan kamu. Kamu bisa mencoba berjualan online atau resell barang dan menjualnya di kantor. Banyak juga pekerjaan freelance yang dapat kamu ambil sambil mengerjakan pekerjaan utamamu. Hal ini akan membantu kamu untuk melunasi utang.

Jika setelah hal-hal itu dilakukan kamu masih memiliki utang, kamu bisa fokus untuk melunasi hutang satu per satu, disamping itu, bayarlah utang lainnya dengan jumlah minimum.

Bagaimana Jika Sudah Melunasi Utang?

Setelah semua utang mu sudah lunas terbayar, kamu bisa mulai membangun asset untuk masa depanmu. Menyiapkan dana pensiun dengan menyisihkan penghasilan juga akan sangat menguntungkan dikemudian hari.

Itu dia tips untuk melunasi hutang, billpayer, biasakan untuk tidak berhutang dengan menghindari pemakaian kartu kredit dan biasakan memakai debit. Kebiasaan berhutang akan mendatangkan dampak yang buruk dikemudian hari.

Kredit Macet, ini Cara Mengatasinya!

kredit macet

Kredit macet bukanlah hal yang diinginkan oleh orang yang mengambil cicilan tertentu. Jika kamu salah satu yang sedang mengalaminya, Billie akan menyimak bagaimana cara untuk mengatasi tersebut. Jika kamu belum pernah mengalaminya, kamu harus baca artikel ini kalau-kalau mengalami ini di kemudian hari.

Setelah sebelumnya Billie mengungkap bagaimana cara menghindari kredit macet, sekarang Billie akan membagi cara mengatasinya.

Baca juga : Bayar Tagihan Bulanan, Ini 4 Hal Menyebalkan saat Melakukannya!

Menurut Billie, cara untuk mengatasi kredit macet yang bisa kamu gunakan adalah dengan 3P yaitu Penjadwalan, Persyaratan, dan Penataan kembali.

Penjadwalan ulang

Mungkin kamu pernah mendengar istilah tenor? Tenor adalah jangka waktu pembayaran sebuah pinjaman atau kredit. Ini ditujukan bagi peminjam untuk melunasi hutang beserta bunga. Apabila kamu terkena kredit macet, kamu bisa mengajukan penjadwalan ulang tenor. Istilah ini juga dikenal dengan rescheduling atau restrukturisasi kredit.

Pihak bank akan menyesuaikan tenor pinjaman agar kamu dapat kembali mencicil pembayaran cicilan. Bank melakukan ini agar angsuran atau cicilan yang harus dibayarkan semakin ringan. Perpanjangan tenor akan disesuaikan dengan kemampuan bayar peminjam.

Persyaratan ulang

Ketika kamu mengalami kendala dalam membayarkan cicilan, ada syarat-syarat yang dapat diubah oleh pihak bank untuk membantu kamu. Kamu hanya perlu mengonfirmasikannya dengan bank bahwa kamu mengalami kendala dalam pembayaran. Perubahan syarat itu dapat mencakup perubahan jadwal pembayaran, jangka waktu, atau syarat lainnya.

Persyaratan kembali bisa dilakukan jika tidak mengubah maksimum plafon kredit. Persyaratan ulang ini tentunya diberikan pihak bank untuk menyelesaikan masalah kredit macet. Dengan program ini, diharapkan dapat membuat peminjam setidaknya melunasi pinjaman pokok.

Penataan ulang untuk kredit macet

Selain dua hal yang bisa dilakukan diatas, jika terjadi kredit macet, bank juga dapat mengubah kondisi kredit. Hal ini bisa disebut sebagai penataan ulang. Kondisi kredit diubah untuk meringankan tanggung jawab peminjam yang terkena kredit macet. Penataan ulang ini bisa dilakukan dengan menambah fasilitas kredit, mengonversi tunggakan menjadi pokok kredit baru, sampai penjadwalan, dan persyaratan kembali.

Penataan ulang bisa membuat bank menurunkan bunga yang dibebankan kepada kamu. Hal ini dilakukan supaya kamu dapat melunasi hutang pokok saat terjadi kemalangan ini. Bahkan jika kondisi peminjam sudah kritis dan tidak mampu lepas dari kredit macet, bank bisa memberikan opsi pembebasan bunga. Sehingga peminjam hanya perlu membayar pinjaman pokok yang tersisa.

Jika suatu hari kamu tidak dapat melanjutkan pembayaran cicilan, jangan panik dan menghindari pihak bank. Selesaikan masalah dengan musyarawah dan pikiran terbuka. Agar baik kamu sebagai peminjam ataupun bank dapat mencari jalan keluar yang sama-sama menguntungkan.

Kredit Macet, ini 4 Cara Menghindarinya!

atasi kredit macet

Pernah mendengar kata kredit macet? Kredit macet adalah suatu keadaan dimana debitur atau pelaku kredit tidak bisa mampu membayar kredit pada masa yang ditentukan. Pada situasi sehari-hari, biasanya terjadi kepada kita sebagai pemilik kartu kredit. Kita tidak mampu untuk melunasi hutang cicilan atau kartu kredit kita.

Bagi kamu yang suka menggunakan kartu kredit atau program cicilan, tidak usah takut. Bukan berarti, kita tidak boleh menggunakan kartu kredit atau program cicilan. Tentunya cicilan mempunyai manfaat tersendiri bagi kita. Namun, kita tetap harus mengantisipasi kredit macet dikemudian hari. Bagaimana caranya? Berikut Billie berikan 4 cara menghindari kredit macet.

Hindari hutang konsumtif

Ketika kamu melakukan kegiatan berbelanja yang tidak perlu. Hindari menggunakan kartu kredit atau program cicilan untuk hal ini. Mengapa demikian? Ini karena biasanya berbelanja atau kegiatan konsumtif lainnya cuma digunakan untuk memuaskan diri dan bukan untuk keperluan. Sebaiknya gunakan kartu kredit dan program cicilan untuk membeli barang yang benar-benar diperlukan. Seperti, mobil, motor, telepon genggam, dan untuk hal-hal mendesak seperti renovasi rumah, biaya operasi dan sebagainya.

Baca juga : Ini 3 Alasan Orang Tidak Bisa Bayar Cicilan

Jika berbelanja barang seperti baju, tas, sepatu dan sebagainya, sebaiknya jangan gunakan kartu kredit. Ketika kamu menggunakan kartu kredit untuk kegiatan konsumtif, kamu akan terpengaruh untuk melakukan hal tersebut berkali-kali. Uang yang kamu simpan juga akhirnya bisa habis untuk hal yang tidak perlu. Disaat kamu membutuhkannya, malah kamu terpaksa harus melunasi cicilan yang tidak penting.

Pinjam sesuai kemampuan

Banyak orang Indonesia yang memiliki limit kartu kredit yang jauh dari penghasilan. Alias lebih besar dari pada penghasilan. Idealnya, jumlah pinjaman kartu kredit atau besar cicilan tidak melebihi 35% dari penghasilan. Jangan pernah berbohong mengenai penghasilan untuk memperoleh limit kartu kredit yang lebih tinggi. Hal itu akan memotivasi kamu untuk berbelanja dan membeli barang. Sebaiknya, kartu kredit hanya digunakan untuk barang dengan masa kegunaan panjang atau kebutuhan mendadak.

Pinjam sesuai kebutuhan

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya. Hindari menggunakan kartu kredit atau program cicilan untuk membeli barang yang diinginkan bukan yang dibutuhkan. Saat kamu tidak mampu membedakan atau mengelola kebutuhan dan keinginan, yang ada kamu hanya akan terjebak dalam berbagai masalah finansial. Padahal tujuan ideal secara finansial adalah untuk meraih kemandirian finansial. Namun akibat tidak mampu menahan godaan diri sendiri atau keinginan dalam membelanjakan uang, yang terjadi justru malah sebaliknya.

Jangan menghindari kewajiban mencicil

Hal lainnya yang dapat menyebabkan kredit macet adalah menghindari kewajiban mencicil. Masalah ini biasanya bermula dari kemalasan sesaat untuk melakukan pembayaran cicilan. Menunda waktu pembayaran atau menggunakan dana cicilan untuk kebutuhan yang lain. Jika hal-hal seperti itu terus berlanjut, kemampuan membayar cicilan akan semakin mengecil. Ditambah bunga cicilan yang terus menumpuk. Hal ini sudah pasti akan menyebabkan kamu tidak bisa melanjutkan pembayaran cicilan dan akhirnya terjadilah kredit macet.

Nah, itu dia 4 cara menghindari kredit macet yang bisa Billie berikan ke kamu. Jangan sampai mengalami hal ini ya!

Punya tips lain? Langsung saja tulis di kolom komentar!

Takut Kredit Mobil? ini Alasan Kenapa Kredit Mobil Menguntungkan!

kredit mobil

Masih banyak orang yang takut untuk melakukan kredit mobil. Padahal, mereka membutuhkannya. Mobil saat ini menjadi kebutuhan bagi orang Indonesia, khususnya mereka yang tinggal di daerah ibukota dan sekitarnya. Banyak orang yang ingin memiliki benda ini namun tidak memiliki cukup uang. Untuk menabung sampai bisa membeli mobil secara tunai tidak mudah, belum lagi adanya inflasi dan harga mobil yang semakin naik. Solusi yang paling memungkinkan adalah dengan cicilan atau kredit mobil.

Bagi kamu yang belum percaya untuk melakukan kredit mobil atau masih takut melakukannya. Billie mengulas beberapa keuntungan melakukan kredit mobil.

Baca juga : Fitur dan Fasilitas Kartu Kredit ini Bisa Bantu Kelola Keuangan Lho!

Ringan dan tidak terasa besar

Ketika kamu membeli mobil dengan cara mencicil, kamu tidak akan merasa mengeluarkan uang yang begitu besar. Bayangkan, ketika kamu membeli mobil secara tunai, kamu harus merogoh kocek hingga ratusan juta. Cicilan mobil bisa berkisar 3-10 juta perbulannya, tanpa terasa kamu membayar setiap bulan dan cicilan tersebut sudah lunas dalam kurun waktu 1 sampai 5 tahun.

Memiliki mobil dengan cepat

Dengan membeli mobil secara mencicil, kamu dapat memiliki benda tersebut dengan cepat. Mobil sangat berguna untuk berpergian jarak jauh. Selain itu jika kamu tidak terlalu sering menggunakannya, kamu bisa memakai mobil untuk bisnis rental atau sewa mobil. Hal tersebut tentunya dapat membantu kamu menambah pendapatan untuk cicilan bukan? Ada banyak keuntungan ketika kamu sudah memiliki mobil, meskipun kamu memilikinya dengan cara mencicil.

Menjaga kondisi pengeluaran bulanan

Membeli mobil dengan mencicil juga dapat menjaga kondisi pengeluaran bulanan kamu. Pengeluaran tidak meledak begitu saja dibulan tertentu karena harus membeli mobil secara tunai. Uang gaji yang tersisa untuk cicilan mobil juga masih bisa dipakai untuk tabungan. Hal ini tentu saja dapat menjaga kondisi keuanganmu untuk tetap stabil.

Baca juga : Mau Cicilan Mobil Murah, Lakukan 5 Hal ini!

Kredit Mobil sekaligus asuransi

Sekarang ini, banyak juga program cicilan mobil yang menawarkan asuransi. Sehingga pada masa cicilan mobil, kamu tidak perlu takut terjadi sesuatu pada mobil kamu yang menyebabkan kerugian. Hal ini tentunya sangat menguntungkan, kamu tidak perlu keluar uang untuk asuransi dan cicilan. Kamu bisa mendapatkan dua keuntungan secara bersamaan.

Menjaga tabungan

Kredit juga bisa menjaga tabungan kamu tetap utuh, sehingga masih bisa digunakan ketika ada hal-hal yang mendadak atau mendesak. Jika kamu membeli mobil secara tunai, uang tabungan kamu bisa langsung habis begitu saja. Siapa yang tahu ada kebutuhan mendesak tiba-tiba, kamu bisa terpaksa menjual mobil nya lagi. Jika kamu mencicil, kamu bisa menjaga tabungan kamu tetap untuk sehingga bisa mengantisipasi keadaan darurat di kemudian hari.

Dibalik keuntungan-keuntungan membeli mobil diatas, tentu saja kredit mobil memiliki kerugian tersendiri. Kamu dapat mempertimbangkan matang-matang, mana yang lebih sesuai dengan keadaan finansialmu. Tanya beberapa teman dekat yang memiliki pertimbangan dengan keadaaan yang mirip dalam hal ini.

Punya saran atau solusi lainnya? Langsung saja tulis di kolom komentar!