Beberapa Cara Investasi Mudah dan Menarik untuk Anak Muda

investasi emas

Investasi mungkin menjadi hal yang jarang dipikirkan oleh anak muda. Para anak muda cenderung berpikir bahwa belum waktunya mereka melakukan investasi. Sangat bagus apabila kamu termasuk dewasa muda yang cukup sadar tentang hal ini. Itu artinya kamu sudah mulai memikirkan masa depanmu.

Namun jika kamu masih bingung mengenai investasi apa saja yang cocok dengan anak muda terutama dengan kapasitas kantongnya, berikut Billie berikan beberapa cara investasi mudah dan menarik untuk anak muda. Simak disini:

Saham

Sebenarnya dari usia dini dan jumlah uang yang sedikit, investasi saham sudah bisa dilakukan. Berinvestasi dengan cara membeli saham secara tidak langsung telah menjadikan kita “pemilik” dari perusahaan yang kita beli sahamnya. Membeli saham dengan jumlah yang kecil akan memberikan keuntungan berupa capital gain bagi kamu. Capital gain adalah keuntungan yang didapat pemegang saham saat melepaskan sahamnya ke pasar. Sebagai contoh, kamu membeli saham Billie dengan harga Rp 5.000,00/saham. Saat sentimen pasar terhadap industri media daring positif, harga naik menjadi Rp 6.000,00/saham. Kamu akan mendapat keuntungan Rp 1.000,00/saham, dikalikan jumlah saham yang kamu miliki.

Besarnya keuntungan yang ditawarkan oleh pembelian saham juga sebanding dengan risikonya. Pemilik saham tidak bisa dilepaskan dari ancaman likuidasi perusahaan yang bisa terjadi sewaktu-waktu dan capital loss saat sentimen pasar memburuk. Namun, investasi ini sangat layak kamu coba saat usiamu masih muda dan belum memiliki banyak tanggungan. Lagipula mulai Januari 2014 lalu Bursa Efek Indonesia mengubah aturan pembelian 1 lot saham dari 500 lembar jadi 100 lembar. Tentu saja hal ini membuat pembelian saham semakin terjangkau untuk anak muda seperti kamu.  

Baca juga : 5 Kesalahan Pengelolaan Keuangan Orang Indonesia

Obligasi

Surat perjanjian hutang atau obligasi dikeluarkan oleh pihak pertama (pihak yang mengeluarkan obligasi) kepada pihak kedua (pihak pemegang obligasi) untuk memanfaatkan dana pihak kedua dan mengembalikannya beserta bunga pada jangka waktu yang telah disepakati. Dengan membeli obligasi, itu artinya kamu meminjamkan danamu pada pihak yang mengeluarkan obligasi. Obligasi bisa dikeluarkan oleh berbagai pihak, mulai dari perusahaan, pemerintah pusat, hingga pemerintah daerah. Di Indonesia sendiri instrumen investasi obligasi dibagi menjadi 3: obligasi pemerintah, obligasi korporasi, dan obligasi ritel.

Keuntungan dari obligasi adalah sistem bunga yang diterapkan, seperti layaknya peminjaman uang di bank. Dalam obligasi, keuntungan disebut dengan yield yang dihitung dengan cara membagi tingkat suku bunga dengan harga nominal obligasi. Sebagai contoh, Billie mengeluarkan obligasi dengan harga Rp 500.000,00 dengan bunga 2,5% sampai dengan masa jatuh tempo. Maka pemegang obligasi akan mendapatkan yield sebesar Rp 12.500,00 pada masa jatuh tempo. Besarnya yield akan sangat tergantung pada besarnya angka obligasi yang kamu beli. Semakin besar angka obligasinya, makin besar pula keuntungan yang bisa kamu dapatkan.

Investasi ini layak dicoba kalau kamu punya modal cukup besar dan ingin “bermain aman” dalam investasi. Tapi harus diingat, risiko obligasi yang relatif kecil juga sebanding dengan keuntungannya yang tidak bisa melonjak dengan fantastis.

Reksadana

Jenis investasi reksadana, bertujuan menghimpun dana dari pemilik modal, untuk kemudian disalurkan ke berbagai jenus investasi di pasar modal. Instrumen investasi ini sangat cocok untuk investor pemula yang modalnya kecil dan masih belum bisa menghitung risiko investasinya sendiri. Ketika ingin berinvestasi reksadana, akan ada Manajer Investasi (MI) yang mengatur kemana uangmu akan diinvestasikan. MI-lah yang bertugas membaca sentimen pasar, menghitung risiko kegiatan in, dan mengatur strategi investasinya yang berpotensi menghasilkan keuntungan sebesar mungkin. Intinya, kamu akan dibantu menylurkan uang dalam proses investasimu.

Produk reksadana juga sangat luas, MI bisa meletakkan uangmu di skema saham, obligasi, hingga skema reksa dana campuran. Skema rekasadana memungkinkanmu yang memiliki modal terbatas untuk mampu membeli instrumen investasi, sebab unagmu akan digabungkan dengan dana pemilik modal lain. Jika ingin mencoba jenis investasi ini, pastikan kamu memilih MI yang kredibel. Sebab MI-lah yang akan jadi penentu berhasil atau tidaknya investasimu. Bank-bank komersial terkemuka kita sudah banyak menawarkan layanan ini, sehingga kamu tinggal memilih sesuai keinginan dan kebutuhan kamu.

Baca juga : Gajian? Jangan Belanja Dulu, Ini Pengeluaran yang Harus Diperioritaskan!

Forex Trader

Forex (foreign exchange) adalah salah satu cara lain yang bisa kamu jadikan alternatif metode investasimu. Lewat cara ini, kamu akan bermain di pasar modal dengan menukarkan uangmu dengan mata uang asing yang punya margin keuntungan paling tinggi. Sebagai contoh, kamu menukarkan 1 juta uang rupiahmu dengan 100 US Dolar. Pada saat nilai tukar Dolar terhadap Poundsterling naik, kamu bisa menukarkan sejumlah Dolar-mu dengan Poundsterling dan mendapatkan keuntungan dari situ. Keuntungan dalam investasi ini sangat ditentukan oleh besarnya uang yang berani kamu keluarkan serta kemampuanmu membaca kondisi pasar.

Di Indonesia, investasi Forex sedang sangat populer. Kalau kamu ingin belajar tentang skema investasi ini, tinggal googling saja “Belajar Forex” dan akan banyak kamu temukan website yang menawarkan jasa belajar Forex yang tidak jarang bisa kamu nikmati dengan biaya 0 Rupiah. Kalau kamu masih belum berani menjajal bermain Forex yang memang penuh risiko, kamu bisa mulai dengan menukarkan sejumlah uangmu dengan valuta asing yang relatif stabil nilainya. Saat nilai tukarnya naik, tukarkan kembali dengan Rupiah. Secara tidak langsung kamu sedang menabung dengan menggunakan valuta asing.

Investasi Emas

Jenis investasi ini merupakan yang cukup rendah resikonya. Emas adalah instrumen investasi yang nilainya relatif stabil dari waktu ke waktu, membeli emas pun bisa dilakukan dengan mudah dan cepat. Terdapat beberapa cara kamu bisa mereguk keuntungan dari investasi emas. Kamu dapat membeli emas batangan LM berkisar di angka 1,7 juta-1,8 juta dan menggadaikan emas tersebut. Lalu kamu dapat menggunakan uang gadainya untuk membeli emas lagi.

Kamu juga bisa “menyimpan” emas yang nilai tukarnya relatif stabil demi kepentingan masa depan. Keuntungan berinvestasi emas adalah resiko kerugiannya yang kecil. Namun ini juga bisa jadi kekurangan, harga emas biasanya hanya naik sebesar 2-4% per tahunnya. Angka ini terbilang kecil bila dibandingkan dengan keuntungan yang ditawarkan skema investasi lain.

Baca juga : Simak Cicilan Rumah Murah Tahun 2017!

Dalam berinvestasi, tidak ada saat yang paling tepat untuk kita memulai, semakin cepat kita mengawali maka makin besar pula keuntungan yang bisa diraih nanti. Sudah tahu investasi mana yang akan kamu pilih?

Dana Pendidikan Semakin Mahal? Begini Cara Siasatinya!

dana pendidikan mahal

Mengingat dana pendidikan yang setiap tahunnya bertambah besar. Pastinya kamu sebagai orang tua atau calon orang tua menjadi khawatir. Pendidikan tentunya merupakan hal yang diperlukan oleh setiap orang. Dengan gaji yang terbatas, bagaimana mendapatkan pendidikan yang tinggi? Begini caranya!

Hemat dengan Tahu Komponen Pengeluaran

Pertama, kamu bisa mulai mempersiapkan dana pendidikan anak dengan menabungnya sejak dini. Bagaimana caranya jika tidak bisa berhemat atau menabung? Tentunya kamu harus mengetahui pos pengeluaran terbesar. Maksudnya adalah gaya hidup atau hal lainnya yang paling banyak mengeluarkan biaya.

Bos pengeluaran rutin biasanya seputar, biaya hidup, seperti biaya sewa rumah, biaya listrik dan PDAM, transportasi, tabungan, investasi, sosial, dan gaya hidup lainnya. Pastikan kamu mengeluarkan hal-hal yang tidak dibutuhkan sehingga bisa lebih hemat. Kamu juga bisa berusaha untuk menghemat tagihan rutin seperti listrik dan PDAM dengan meminimalisir penggunaannya.

Baca juga: Bingung Siapkan Uang untuk Lebaran? Simak 5 hal Berikut!

Hitung Biaya Pendidikan Masa Depan

Asumsi yang biasa digunakan untuk menghitung asumsi pendidikan anak adalah dengan cara mengalikan dua kali lipat asumsi inflasi ekonomi. Contoh inflasi 10% per tahun, sehingga setelah dikalikan dua kali lipat menjadi 20% per tahun. Dilansir dari Future Ready, rumus yang bisa Anda adalah Future value.

Rumus:

FV = B ( 1 + inflasi ) n

FV= biaya masa depan

B= biaya yang sekarang

N= jangka waktu

Contoh:

18 tahun mendatang, anak Smartpayer akan masuk kuliah. Tahun ini, Universitas yang Smartpayer rencanakan memiliki uang pangkal Rp20juta. Dengan inflasi pertahun setelah dikalikan yakni 20% per tahun.

FV= Rp20.000.000,- (1+0,2)18

= 20.000.000 *21,6

= Rp432.000.000,-

Jadi, dana pendidikan masuk kuliah anak selama 18 tahun adalah Rp 432.000.000,- Idealnya dalam sebulan Smartpayer harus menyisihkan dana Rp 2.000.000 per bulannya agar anak dapat mengenyam pendidikan di kuliah yang diinginkan. Itu baru uang pangkal belum biaya kuliah lainnya lagi.

Siapkan Dana Pendidikan dengan Asuransi

Setelah mengetahui asumsi biaya pendidikan di masa depan, kamu bisa mulai mempersiapkannya. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan asuransi. Ada banyak asuransi yang menawarkan program untuk mempersiapkan dana pendidikan. Pertimbangkan premi dengan asumsi biaya pendidikan di masa depan serta komponen pengeluaran yang harus kamu tanggung setiap bulannya.

Asuransi pendidikan lebih tegas dalam mencairkan dana pendidikan, selain itu keuntungan atau timbal baliknya lebih besar. Namun sayangnya, asuransi pendidikan tidak akan cair sebelum jatuh tempo kecuali kamu meninggal dunia. Jangan lupa, sekali memulai asuransi, jangan sampai tidak bisa melanjutkan pembayaran bulanannya, apa yang sudah kamu bayar bisa menjadi sia-sia.

Baca juga: Tips Atur Gaji 5 Juta Rupiah Sebulan

Siapkan Dana dengan Investasi

Hal kedua, kamu bisa menyiapkan dana pendidikan dengan berinvestasi. Hal ini dapat menguntungkan namun juga memiliki resiko yang lebih besar ketimbang menabung dan asuransi. Jika ingin investasi dengan resiko rendah, berinvestasi dengan logam mulia bisa menjadi pilihan. Kamu dapat menjualnya sewaktu dibutuhkan tanpa proses yang lama.

Siapkan dengan Menabung

Jika kamu memilih untuk menabung, tabunglah dana yang dimiliki di Bank. Jangan sampai menyimpan uang di rumah. Untuk menyiapkan dana pendidikan bagi anak dengan cara menabung, kamu dapat memilih tabungan pendidikan atau konvensional. Dengan menabung secara konvensional, dana yang kamu tabungkan tergantung pribadi. Namun, tidak ada jaminan jika uang untuk tabungan ini akan bertambah dan manfaatnya akan berhenti jika kamu meninggal. Menabung juga membutuhkan kedisiplinan yang tinggi karena tidak akan ada yang mengingatkan atau memaksa kamu setiap bulannya.

Tips Atur Gaji 5 Juta Rupiah Sebulan

atur gaji

Sebagian orang mungkin dapat atur gaji 5 juta rupiah sebulan dengan mudah. Beberapa orang merasa bahwa gaji bulanan sebesar 5 juta mungkin sudah cukup untuk memenuhi semua kebutuhan hidup selama satu bulan. Bahkan bagi kamu yang masih single, gaji 5 juta akan membuat hidup lebih sejahtera.  Sementara bagi yang sudah berumah tangga, pendapatan 5 juta Rupiah terkadang dirasa masih sangat kurang, apalagi jika memiliki lebih dari 1 anak.

Kamu yang sudah berkeluarga harus mengaturnya dengan benar supaya uang 5 juta ini mampu memenuhi semua kebutuhan dalam waktu satu bulan. Oleh karena itu, kamu harus mengetahui bagaimana cara mengatur gaji bulanan supaya tidak kehabisan uang di tengah bulan.

Baca juga : Cara Unik untuk Hemat Pengeluaran

Tips Atur Gaji sebesar 5 Juta Per Bulan

Bagi kamu yang memiliki gaji 5 juta rupiah dan bingung untuk mengaturnya, yuk simak tips yang Billie dapatkan dari berikut ini :

Atur Gaji dengan Anggaran Belanja

Supaya lebih mudah dalam mengatur keuangan bulanan, maka kamu harus membuat anggaran belanja. Catat semua pengeluaran bulanan mulai dari hobi makan di luar, kemudian kebutuhan fashion dan beberapa anggaran belanja lainnya. Ini akan memudahkan kamu untuk mengatur pengeluaran dalam satu bulan.

Wajib Memiliki Dua Rekening Bank

Untuk mengatur uang secara mudah, kamu harus memiliki rekening lebih dari satu. Dimana, satu rekening digunakan khusus untuk membayar cicilan. Sementara rekening kedua digunakan khusus untuk menyisihkan uang, baik untuk menabung atau menyimpan dana tak terduga.

Lunasi Hutang dan Cicilan

Dalam kehidupan berumah tangga, cicilan dan hutang merupakan hal yang lumrah. Dengan melunasi hutang dan cicilan, maka kamu bisa menghitung sisa penghasilan dalam satu bulan.

Atur Gaji dengan Catat Pengeluaran

Kamu harus membuat buku harian sebagai catatan penting semua pengeluaran Anda. Dengan buku harian ini, memudahkan kamu untuk mencatat jumlah pengeluaran, terutama dana tak terduga.

Baca juga : Mengelola Tagihan dan Pengeluaran adalah Kunci Keuangan Sehat

Bandingkan Pengeluaran dan Anggaran

Langkah yang terakhir, cobalah menghitung perbandingan antara pengeluaran bulan lalu dengan anggaran perbulan. Dengan melakukan perbandingan antara buku pengeluaran dan buku anggaran, kamu bisa memprediksi pengeluaran yang tidak perlu di bulan berikutnya.

Beberapa cara di atas bisa dilakukan dengan mudah supaya kamu tidak hidup boros dengan gaji 5 juta Rupiah per bulan. Penuhi kebutuhan yang lebih penting terlebih dahulu, kemudian baru penuhilah keinginan kamu. Jangan mendahulukan keinginan jika kamu ingin mempunyai tabungan yang cukup.