Kantong Kering Habis Liburan? Ini Cara Hindarinya!

kantong kering

Habis liburan, sudah tidak diragukan lagi kalau kamu akan mengalami “kanker”, alias kantong kering. Meskipun mungkin kamu mendapatkan dana hari raya untuk liburan, tetap saja masih banyak yang kehabisan dana pasca liburan. Bahkan, tagihan pun tidak terbayar. Untuk menghindari ‘kanker‘ alias kantong kering seperti permasalahan di atas, 5 cara di bawah ini bisa kamu lakukan agar keuangan sehabis liburan tetap stabil.

Buat Daftar Kebutuhan

Tentukan prioritas mana yang harus segera dipenuhi. Dengan adanya daftar kebutuhan akan memproteksi diri dari membeli barang hanya berdasarkan keinginan. Biaya lain seperti berbelanja baju dan makan cantik bisa dilakukan setelah semua kebutuhan terpenuhi.

Baca juga : Ini Dia 6 Cara Menjaga Kartu Kredit Tetap Aman!

Kontrol Anggaran dan Tetap Disiplin

Setelah membuat perencanaan, kamu harus tetap disiplin untuk mematuhi daftar kebutuhan yang telah dibuat. Jangan mudah terpengaruh dengan ajakan teman atau saudara untuk berbelanja atau mengeluarkan dana yang tidak ada dalam pos yang telah ditetapkan. Disiplin dan tegas dalam berbelanja sesuai dengan daftar kebutuhan.

Uang Tunai Secukupnya Hindari Kantong Kering

Hindari kantong kering dengan membawa uang tunai seperlunya. Sehingga jika melebihi anggaran, kamu dapat membatalkan beberapa barang yang dibeli. Usahakan saat uang tunai kurang, jangan menggunakan kartu kredit atau debit. Apalagi hingga tarik tunai dari kartu kredit. Jika terbiasa seperti itu, dikhawatirkan akan mengganggu dana tabungan atau alokasi kebutuhan lainnya yang sudah ditetapkan.

Siapkan Dana Darurat

Dana darurat bisa dianggarkan 10% dari pendapatan. Kriteria dana darurat yakni aman, cepat, dan mudah diakses. Dana ini bukannya disiapkan saat hari H tiba lho, namun jauh-jauh hari selama kamu bisa melakukannya. Kamu bisa menjadikan dana darurat dalam bentuk emas atau logam mulia, sehingga ketika dibutuhkan kamudapat menjual atau menggadaikannya ke toko emas. Ataupun dalam bentuk uang. Dana darurat dapat menolong kamu ketika belum mendapatkan gaji bulan selanjutnya.

Baca juga : Saham atau Reksadana, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Selektif Memiliih Oleh-Oleh

Sebelum liburan, kalimat “jangan lupa ya oleh-olehnya” dari teman atau rekan kerja pasti sering kamu dengarkan ya. Nah, jika kamu ingin membawa oleh-oleh untuk teman-teman atau rekan kantor, kamu bisa pilih salah satu oleh-oleh yang paling unik yang ada di tempat asal. Bisa barang, makanan, atau pakaian. Jika dana terbatas, tak usah memaksakan diri untuk membeli satu per satu teman atau rekan kerja. Kamu bisa membeli oleh-oleh yang bisa dinikmati oleh banyak orang seperti makanan.

Nah itu dia caranya supaya terhindar dari kantong kering sehabis liburan. Selamat mencoba!

Antisipasi Biaya Pengobatan yang Semakin Besar dengan Hal ini!

tanggal tua

Meskipun kita sudah hidup sehat dan menjaga pola makan. Resiko terkena penyakit tetap saja tidak dapat dihindari. Biaya pengobatan yang semakin hari semakin besar juga menambah beban. Untuk itu, kamu harus mempunyai tabungan untuk antisipasi hal tidak terduga sangat diperlukan. Kamu juga bisa membuat asuransi kesehatan sebagai antisipasi.

Jika tidak memiliki asuransi kesehatan, biaya perawatan ini bisa membesar dan akan cukup menyulitkan kamu. Pihak rumah sakit terkait juga tidak semuanya dapat memberikan keringanan tanpa asuransi. Berikut ini ada beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk mengurangi biaya medis di rumah sakit:

Bayar biaya pengobatan segera

Agar biaya pengobatan tidak menumpuk dan bertambah banyak, sebaiknya melakukan pembayaran secara segera, ketika kamu sudah selesai dirawat di rumah sakit. Jika tidak, kemungkinan akan ada biaya tambahan lainnya yang mungkin membuat biaya perawatan menjadi lebih besar.

Jika tidak mempunyai uang tunai, kamu bisa menggunakan kartu kredit jika mendesak. Namun, jangan lupa segera melunasi hutang kartu kredit secepatnya. Kamu bahkan bisa menggunakan beberapa promo kartu kredit yang sedang melakukan kerjasama dengan rumah sakit tersebut.

Baca juga : 5 Kesalahan Pengelolaan Keuangan Orang Indonesia

Jujur dengan keuangan

Saat sudah terlanjur di rawat di rumah sakit, dan biaya perawatan sudah muncul, sebaiknya jujur dengan keadaan keuangan kamu kepada pihak rumah sakit. Mungkin beberapa rumah sakit dan pihak dokter akan memahami dan mencoba membantu kamu dengan kebijakan khusus tersebut.

Buat limit kartu kredit besar

Kartu kredit dengan limit besar seringkali membantu kita saat ada hal mendadak yang membutuhkan uang. Namun, ingatlah bahwa kartu kredit tersebut hanya digunakan untuk hal-hal mendadak seperti sakit, kecelakaan, kematian, dan hal-hal lainnya yang tidak dapat dihindari. Simpan kartu ditempat aman dan hanya gunakan saat dibutuhkan.

Mengikuti asuransi

Mengikuti asuransi kesehatan juga merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi biaya pengeobatan yang besar. Untuk dapat mengikuti asuransi kesehatan sekarang ini juga cukup mudah. Pikirkan bahwa kesehatan kamu lebih penting di atas segalanya. Jangan lupa tetap membayar biaya asuransi tersebut agar tidak hangus.

Cara Mengurangi Kebiasaan Buruk yang Membuat Pengeluaran Membengkak!

pengeluaran membengkak

Tidak terasa nih sebentar lagi kita sudah memasuki awal bulan. Pasti menyenangkan bukan bagi Billpayer yang bekerja, karena di awal bulan, kamu akan mendapatkan gaji. Apalagi sudah mau dekat hari Lebaran, dimana kamu pasti membutuhkan uang lebih untuk merayakan hari raya atau berlibur.

Namun, kebiasaan konsumtif dan pemborosan tidak dapat dihindari bukan? Pengeluaran membengkak seringkali dialami orang-orang di bulan-bulan seperti ini. Belanja dan membeli kebutuhan hari raya atau biaya liburan seringkali membuat pengeluaran membengkak. Belum lagi tagihan bulanan seperti listrik sampai PDAM, dan kebutuhan lainnya sudah menanti untuk segera dibayar dan/atau disiapkan anggarannya.

Nah untuk itu, Billie ingin mengingatkan kamu mengenai kebiasaan buruk yang membuat pengeluaran membengkak dan bagaimana cara menghindarinya. Simak artikel berikut ini:

Baca juga : Takut Kredit Mobil? ini Alasan Kenapa Kredit Mobil Menguntungkan!

Membiarkan Alat Elektronik Saat Tidak Digunakan

Banyak orang yang lupa atau dengan sengaja membiarkan alat elektronik seperti radio, dispenser, lampu kamar, sampai televisi tetap menyala saat tidur. Padahal di saat seperti itu alat-alat tersebut sama sekali tidak digunakan. Hal ini menyebabkan banyak listrik yang terbuang sia-sia. Tentu saja, selain itu, hal ini juga menyebabkan tagihan PLN kamu membengkak.

Tidak Mencabut Steker dari Saklar

Banyak orang yang hanya mencabut handphone dari charger-nya sambil tetap membiarkan charger tersebut terhubung dengan saklar setelah daya terisi penuh. Tidak hanya handphone, hal ini juga diterapkan diperangkat lain seperti laptop dan tablet. Kebiasaan ini tanpa sadar justru merugikan meskipun tidak terlalu signifikan. Dikutip dari detik.com, bahwa charger yang tetap terhubung listrik bisa memakan daya hingga 1 watt setiap jam. Jika hal ini dilakukan oleh seluruh warga Jabodetabek, maka listrik yang terbuang bisa mencapai 96.000 kWh dan itu cukup untuk menerangi 755 rumah.

Mandi Menggunakan Gayung

Meskipun terkesan sederhana, tapi kebiasaan mandi menggunakan gayung juga cukup berpengaruh terhadap jumlah tagihan. Wakil Presiden Jusuf Kalla, seperti yang dilansir dari mediaindonesia.com, menyebutkan kalau penggunaan gayung membuat konsumsi air menjadi lebih boros dan menyarankan masyarakat untuk beralih menggunakan shower. JK – sebutan akrabnya, menyebutkan kalau rata-rata 18 liter air akan terbuang sekali mandi jika menggunakan gayung, dan lebih hemat 30% kalau memakai shower. Kalau kamu masih menggunakan gayung, hal ini dapat membuat tagihan PDAM kamu membengkak.

Pengeluaran Membengkak karena Boros Data

Di era digital, orang-orang sudah banyak yang menggunakan smartphone. Oleh karena itu, data internet jadi kebutuhaan yang tak bisa dilepaskan. Indonesia menjadi salah satu negara dengan pengguna internet yang terbesar di dunia. Banyak orang yang cenderung menggunakan data untuk kegiatan yang masuk kategori ‘iseng’ dengan total penggunaan 170 MB/hari. Hal ini sering dilakukan oleh orang yang mengakses media sosial berkali-kali dalam satu hari. Ini dia yang menyebabkan kamu butuh untuk membeli kuota internet terus menerus, sehingga pengeluaran membengkak.

Baca juga : 5 Cara Cermat Kelola Gaji

Tidak Mematuhi Rencana Anggaran

Lifehack.org melansir, faktor yang membuat orang menjadi lebih boros adalah tidak mematuhi rencana anggaran. Hasilnya, orang-orang tersebut menjadi tidak realistis dalam membelanjakan uangnya, sehingga berakibat pada tingginya realisasi angka pengeluaran yang terkadang melebihi rencana pengeluaran. Hal ini membuat kamu menjadi lebih konsumtif dan lebih mudah dalam membelanjakan uangmu. Ingat, inilah yang paling membuat pengeluaran kamu membengkak.

Jadi, solusi agar bisa lebih menghemat anggaran, akan lebih baik jika kamu menghilangkan kebiasaan-kebiasaan seperti yang ditulis di atas.

Sumber : vitaorrin.blogspot.com