Gajian? Jangan Belanja Dulu, Ini Pengeluaran yang Harus Diperioritaskan!

gajian

Gajian bisa menjadi hari yang paling menyenangkan bagi pekerja. Bagaimana tidak, setelah 1 bulan bekerja, kamu bisa menerima hasil jerih payahmu dan menggunakannya untuk keperluan kamu. Eh tapi jangan terlena dulu, jangan sampai kamu gelap mata dan malah belanja habis habisan ya setelah gajian. Kamu harus cermat dalam memilih pengeluaran apa saja yang harus di prioritaskan setelah gajian.

Untuk itu, Billie ingin membantu kamu dalam memprioritaskan pengeluaran saat gajian. Berikut adalah pengeluaran yang harus di prioritaskan setelah gajian menurut Billie:

Kebutuhan Bulanan

Saat gajian, sisihkan terlebih dahulu uang untuk kebutuhan bulanan. Kalau kamu sudah keburu menghabiskan uangnya untuk belanja, mau makan apa akhir bulan? Untuk itu, sebisa mungkin pisahkan uang untuk kebutuhan hidup dalam sebulan seperti keperluan makan, produk rumah tangga jika kamu sudah berumah tangga, dan kebutuhan anak jika sudah memilikinya. Kamu bisa memisahkannya di amplop terpisah atau rekening yang berbeda.

Baca juga: Mau Kelola Gaji dengan Lebih Baik? Lakukan 6 Cara ini!

Gajian Jangan Lupa Bayar Hutang

Setelah memisahkan pengeluaran rutin bulanan, kamu bisa menggunakan gaji untuk membayar hutang. Ingat, hutang jangan dibuat menumpuk. Apalagi hutang atau cicilan di kartu kredit, kamu bisa terkena beban bunga yang menumpuk. Untuk itu, ingatlah untuk membayar hutang atau cicilan setiap kali mendapatkan gaji, baru gunakan uang yang tersisa untuk keperluan lainnya.

Tabungan

Yang ini tidak kalah penting, yaitu menabung. Semua orang tau bahwa kita perlu menabung untuk persiapan masa depan. Jadikanlah tabungan sebagai pengeluaran rutin yang harus dikeluarkan tiap bulan. Dengan menanamkan mindset seperti ini, kamu akan terdorong untuk lebih sering menabung. Usahakan kamu menabung sebanyak 30% dari total pemasukan rata-rata kamu tiap bulan. Mindset ini sangat bermanfaat di masa depan dan akan memudahkan kamu jika ingin mengajukan kredit.

Nah itu dia yang harus kamu prioritaskan setelah menerima gaji. Setelah itu, kamu baru deh bisa belanja sesuai dengan keinginan kamu, apabila 3 hal ini sudah terpenuhi. Jangan boros-boros ya Billpayer.

Mau lebaran? Ini Tips Hemat Kelola Dananya!

lebaran

Lebaran sebentar lagi! Pengeluaran saat Ramadhan dan jelang Hari Raya Idul Fitri biasanya meningkat 25-50 persen dibandingkan bulan-bulan lain. Hal itu tidak lain karena kenaikan harga kebutuhan pokok, budaya buka puasa bersama, persiapan kue-kue dan makanan menjelang lebaran, serta mudik. Hal ini tentunya akan menguras anggaran belanja rumah tangga.

Tunjangan Hari Raya atau THR bisa menjadi penyelamat. Tapi tentunya jangan dihabiskan dong. Kamu tetap harus menyisihkan untuk kebutuhan yang lain. Berikut Billie berikan tips hemat untuk kelola dana saat lebaran.

Sisihkan 50% pendapatan

Salah satu cara penetapan anggaran yang ideal adalah menyisihkan setengah dari dana THR untuk kebutuhan belanja di luar belanja konsumsi hari raya. Jadi jika kamu mendapatkan THR sebesar Rp 10 juta, sisihkan Rp 5 juta untuk persiapan dana keluarga misalnya untuk pendidikan, pajak kendaraan bermotor, dan lain-lain.

Pisahkan THR Lebaran pasangan

Jumlah dana THR bisa jadi lebih besar untuk pasangan yang telah bekerja. Bisa jadi dibuat kesempakatan bersama misalnya THR suami digunakan untuk keperluan Lebaran sementara THR istri untuk ditabung. Yang terpenting, tetapkan anggaran keperluan hari raya yang tepat, jangan sampai membeli barang-barang kebutuhan yang ternyata tidak perlu.

Kelola dana mudik

Untuk keperluan mudik, kamu bisa mengatur duit dengan menyisihkan pendapatan bulanan kamu. Biasanya dana mudik bisa dibutuhkan lebih cepat jika kamu ingin menggunakan moda transportasi umum seperti pesawat atau kereta api yang tiketnya semakin murah saat dibeli jauh-jauh hari sebelumnya. Dengan begitu, kamu bisa mengatur keperluan Lebaran kamu di luar dana mudik.

Baca juga : Belanja Bulanan, Mingguan, atau Harian, Mana Lebih Hemat?

Komitmen anggaran

Saat kamu sudah menetapkan kebutuhan, buatlah anggaran yang pas sehingga tidak kebablasan. Dengan begitu, kamu bisa tetap pada jalur pengeluaran yang tepat sehingga masih bisa menyisakan dana untuk tabungan dan biaya lainnya.

Dana pendidikan sangat mungkin mendesak mengingat masa lebaran berdekatan dengan pergantian tahun ajaran baru. Namun, memang alangkah baiknya jika dana pendidikan juga sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Dana tambahan untuk pendidikan bisa diambil 25-30% dari jumlah sisihan dana THR kamu. Sisanya bisa disiapkan untuk kebutuhan zakat dan menabung.

Selamat menunaikan ibadah puasa!

Belanja Bulanan, Mingguan, atau Harian, Mana Lebih Hemat?

belanja bulanan

Ada banyak perdebatan tentang pengelolaan keuangan yang benar, salah satunya bagaimana mengelola uang belanja. Selain itu, banyak juga yang bingung mengenai periode berbelanja yang tepat. Pernahkah kamu perhitungkan saat hendak berbelanja, mana yang sebenarnya lebih hemat: belanja bulanan, mingguan, ataukah harian?

Nah, kali ini, Billie akan membahas tentang periode belanja, berikut adalah hal-hal yang perlu kamu perhatikan sebelum memilih belanja bulanan, mingguan, ataupun harian.

Belanja Bulanan

Keuntungan dari belanja bulanan, kamu dapat menghemat biaya belanja karena berbagai pusat perbelanjaan ritel, memberikan promo dan diskon untuk para pembeli. Kamu dapat belanja di pusat perbelanjaan ritel karena pada saat belanja bulanan, daftar kebutuhan yang harus dibeli lebih banyak dibandingkan belanja harian. Perlu diperhatikan, saat belanja bulanan hindari membeli stok makanan terlalu banyak. Hal itu dapat beresiko makanan tersisa sampai tanggal kadaluarsanya tiba.

Ketika kamu belanja bulanan, buat daftar belanja dengan cermat dan teliti. Jangan sampai stok yang masih banyak tersisa di bulan lalu, malah kamu beli kembali. Dalam memilih barang yang akan dibeli secara bulanan, sebaiknya pilihlah barang yang tahan lama, seperti peralatan kebersihan.

Berbelanja bulanan juga dapat menghemat biaya transportasi dan tenaga lho, asalkan tidak ada barang yang terlewatkan. Karena banyaknya orang yang melakukan belanja saat awal bulan, sebaiknya kamu melakukan belanja di pagi hari saat supermaket baru buka, dan tidak memilih hari belanja pada akhir pekan.

Belanja Mingguan

Selain belanja bulanan, kamu juga bisa memilih belanja mingguan. Belanja mingguan bisa dilakukan jika kamu masih ragu uang gaji dihabiskan seluruhnya untuk memenuhi kebutuhan di rumah. Saat berbelanja mingguan, kamu perlu memprioritaskan barang yang sangat dibutuhkan. Telur, sayur mayur, dan buah-buahan merupakan barang-barang yang cocok dibeli per minggu, agar tetap dalam keadaan segar dan tidak mudah busuk. Perhatikan lokasi tempat kamu berbelanja mingguan karena jika terlalu jauh malah akan menyebabkan borosnya biaya ongkos. Kamu juga harus lebih berhati-hati, agar tidak mudah tergiur untuk berbelanja barang-barang lainnya.

Belanja Harian

Terakhir, adalah belanja harian. Yang perlu ditekankan yaitu lakukan belanja harian hanya untuk barang-barang yang kamu lupakan sewaktu belanja bulanan ataupun mingguan. Sebaiknya pilihlah warung yang berada dekat rumah kamu, agar tak perlu mengeluarkan biaya transportasi.

Hal yang lebih penting dari belanja adalah kamu mampu memprioritaskan barang yang benar-benar dibutuhkan dan disiplin dalam mengeluarkan dana tersebut. Pastikan juga, bahwa kamu sudah menyisihkan dana untuk anggaran yang lainnya seperti membayar tagihan, biaya sekolah anak, ataupun tabungan, baru kamu dapat leluasa membuat daftar belanjaan.

Kerugian Ibu Rumah Tangga Saat Bayar Tagihan

ibu rumah tangga

Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka dituntut untuk mengurus anak dan urusan rumah tangga lainnya. Ibu rumah tangga juga mempunyai kesibukan yang tidak kalah banyak dibandingkan wanita karir.

Dibandingkan wanita karir yang bisa mengalihkan semua pekerjaan rumah hingga pengawasan anak kepada pihak lain. Ibu rumah tangga dituntut untuk melakukan pekerjaan sendiri dan bahkan beberapa tugas sekaligus. Sebagian besar istri juga diberikan tanggung jawab oleh suaminya untuk mengurus keuangan rumah tangga.

Baca juga : Tagihan Bulanan Merepotkan? Simak Dulu Tips Berikut Ini!

Urusan keuangan tersebut antara lain bayar tagihan listrik, telepon, keamanan, internet, dan beragam tagihan lainnya. Sudah disibukkan dengan aktivitas rutin, masih perlukah istri-istri masa kini disibukkan dengan pembayaran tagihan? Belum lagi banyaknya komponen pengeluaran setiap bulannya.

3 Kerugian yang Dialami oleh Ibu Rumah Tangga

Kalau kamu belum kebayang, Billie menemukan 3 kerugian yang dialami oleh ibu rumah tangga di Indonesia saat bayar tagihan :

  • Waktu keluarga terbuang sia-sia untuk mengantri di ATM/Loket/Minimarket
  • Melakukan pembayaran tanpa adanya keuntungan tambahan atau bonus
  • Rentan terhadap denda keterlambatan karena terlalu banyak tagihan yang harus dibayar

Padahal di era digital seperti sekarang ini, segala sesuatu harusnya bisa dilakukan dengan lebih mudah dan cepat. Aktifitas ringan seperti sms, telp, video call, bahkan streaming TV bisa dilakukan dengan internet. Jika aktifitas seperti itu saja bisa dilakukan dengan internet, pembayaran tagihan pun bisa dilakukan dengan internet. Internet tidak hanya dinikmati oleh anak muda, ibu rumah tangga juga telah banyak menggunakannya.

Jadi untuk para istri-istri masa kini, mulai sekarang harus bisa memanfaatkan teknologi internet untuk kegiatan rumah tangga. Untuk membayar tagihan, mama bisa menggunakan aplikasi yang dapat membantu membayarkan tagihan secara bersamaan. Banyak juga aplikasi yang dapat membantu mengingatkan tagihan pembayaran dan memonitor tagihan dan pengeluaran.

Baca juga : Fitur dan Fasilitas Kartu Kredit ini Bisa Bantu Kelola Keuangan Lho!

Dengan ini, mengurus anak tidak akan terbengkalai, urusan rumah juga dapat terselesaikan dengan baik. Ibu rumah tangga juga masih mempunyai waktu luang untuk dihabiskan dengan keluarga. Teknologi telah menjawab semua masalah diatas bukan?

Belanja Online dengan Kartu Kredit, Amankah?

Belanja Online dengan Kartu Kredit, Amankah?

Ini 7 cara agar belanja online lebih aman

Saat ini, hampir setiap orang pernah belanja online dan semakin sering melakukannya. Namun kebanyakan orang masih takut melakukan belanja online dengan kartu kredit sebagai metode pembayarannya. Padahal, belanja online dengan kartu kredit terbilang praktis dan mudah, kamu tidak perlu pergi ke ATM untuk melakukan transfer atau login ke internet/mobile banking. Kamu tinggal memasukkan nomor kartu kredit kamu saat berbelanja.

Bagi kamu yang masih bertanya-tanya apakah aman melakukan transaksi online dengan kartu kredit. Ini adalah beberapa cara untuk mengurangi resiko dan menjaga keamanan saat melakukan belanja online dengan kartu kredit.

Belanja Online di Situs yang kamu Percaya

Ketika kamu berbelanja online dan ingin menggunakan kartu kredit sebagai metode pembayaran, pastikan kamu hanya melakukannya di situs atau toko online yang kamu percaya. Pastikan situs atau toko online tersebut memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik. Jangan mudah percaya dengan promo atau tawaran menarik dari toko online abal-abal. Jika kamu belum mengenal situs atau toko online tersebut, browsing dulu atau cari informasi mengenai situs atau toko online tersebut.

Kamu juga dapat mengetik nama perusahaan atau toko tersebut di situs pencarian online seperti Google dan simak hasil pencariannya. Jika kamu tidak menemukan informasi apapun atau malah kebanyakan testimoni negatif, sebaiknya jangan berbelanja di situs atau toko online tersebut. Jika meskipun banyak yang memberikan testimoni positif, tetaplah perhatikan sumber testimoni atau orang yang menulis testimoni.

Hati-hati saat Ketik URL

Hal ini seringkali tidak diperhatikan oleh orang yang sering berbelanja online. Dimana mereka mengetik URL dengan sembarangan karena mereka merasa situs pencarian online akan menuju ke situs belanja tersebut. Padahal URL yang typo atau mirip sering dimanfaatkan oleh situs atau toko online penipu. Pastikan kamu mengetik alamat dengan benar, sehingga kamu akan langsung masuk ke situs online yang kamu tuju.

Perlu kamu tahu juga, alamat situs yang kamu sudah simpan di bookmark pada browser kamu juga bisa berumah. Untuk itu, ketika hendak belanja online, jangan klik situsnya melalui bookmark, melainkan ketik URL secara manual. Hal ini mungkin sedikit merepotkan, tapi lebih aman bukan?

Pastikan Keamanan saat Input Data Kartu Kredit

Ketika memasukkan data kartu kredit untuk belanja online, pastikan alamat URLnya diawali dengan ”https://”. Jika tidak, kemungkinannya adalah situs tersebut tidak aman untuk tempat bertransaksi dengan menggunakan kartu kredit. Selain itu, pastikan ada gambar gembok disudut kanan bawah atau lencana VeriSign dibagian bawah situs tersebut. Kedua lambang ini bisa menjadi standard bahawa situs menggunakan enkripsi untuk melindungi data kamu.

Selain itu, pastikan komputer kamu terlindung dari virus dan hacker yang dapat membawa browser kamu ke situs-situs palsu dan mencuri datamu. Download Anti-Virus dan Anti-Spyware terbaru dan terutama yang asli. Perbaharui software tersebut secara berkala. Gunakan juga software yang ternama dan sudah terbukti kualitasnya ya.

Gunakan Komputer Sendiri

Belanja online memang mudah dan dapat dilakukan dimana saja. Namun hal ini penting untuk diingat, pastikan komputer tersebut merupakan komputer sendiri yang lebih terjamin keamanannya. Jangan gunakan komputer orang lain karena bisa saja browser mereka menyimpan informasi penting kartu kreditmu. Jangan pernah izinkan browser atau cache menyimpan username, password, atau nomor penting kartu kredit.

Meskipun menggunakan komputer pribadi, resiko menjadi korban pencurian data dan hacking tetap ada. Apalagi jika kamu memanfaatkan koneksi internet melalui WiFi publik. Hacker akan memiliki akses ke sinyal WiFi yang sama dan dapat mencuri informasi yang kamu kirimkan dengan internet. Karena itu, sebaiknya kamu tidak belanja online dengan kartu kredit saat menggunakan koneksi internet ditempat umum.

Cetak Bukti Pembayaran

Selalu cetak bukti pembayaran atau konfirmasi saat belanja online dengan kartu kredit. Tujuannya adalah sebagai bukti dan pembanding saat kamu menerima lembar tagihan kartu kredit. Pastikan angka tersebut sama dan identik. Manfaat lainnya, jika suatu hari ada masalah dengan transaksi tersebut, kamu menyimpan bukti pembayaran yang sah. Ini dapat kamu gunakan untuk memperjuangkan hak mu di kemudian hari.

Pahami Data yang Perlu Diberikan

Saat berbelanja online, hanya ada 4 jenis informasi yang perlu kamu masukan. 4 informasi tersebut adalah nomor kartu kredit, tanggal kadaluarsa kartu, kode keamanan (3-4 digit), dan yang terakhir biasanya adalah alamat pengiriman. Selain 4 hal tersebut, tidak ada lagi informasi lain yang diperlukan oleh situs online dari kamu. Apabila kamu diminta untuk mengisi data lain yang lebih personal, kemungkinan besar itu merupakan penipuan.

Lebih baik lagi jika transaksi tersebut dilengkapi dengan 3D Secure Code. 3D Secure Code merupakan fasilitas layanan dari Visa (Verified by Visa), MasterCard (MasterCard Secure Code), dan JCB (J/Secure) untuk melindungi data kartu kredit pada saat digunakan saat melakukan transaksi online. Layanan ini memungkinkan penerbit kartu kredit untuk melakukan konfirmasi via sms saat kamu melakukan transaksi online.

Jangan Simpan Informasi

Cara terakhir yang perlu kamu perhatikan adalah untuk tidak menyimpan informasi apapun secara online. Hal ini agar hacker tidak bisa mendapatkan informasi tersebut. Ini juga dapat mencegah penyalahgunaan informasi kartu kredit oleh orang lain yang memiliki akses ke komputer kamu, misalkan untuk berbelanja tanpa sepengetahuan kamu. Jika komputer kamu menanyakan untuk mengingat informasi kartu kredit atau menyimpannya secara otomatis, pastikan kamu tidak mengizinkan action tersebut. Selain itu, jangan lupa untuk keluar (log out) dari situs tersebut setelah selesai transaksi untuk mencegah penyalahgunaan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

First published on IDN Times

Uang Tunai vs Non-Tunai, Mana Lebih Baik?

uang tunai vs non tunai

Ada orang yang berpikir bahwa membawa uang tunai sering kali membuat mereka lebih boros. Beberapa malah merasa uang non-tunai lebih merepotkan. Ada juga yang menggunakan teknik menyimpan uang tunai agar lebih bisa kelola keuangan. Bagaimana dengan kamu?

Membawa uang tunai atau non-tunai terkadang menjadi perdebatan sendiri bagi beberapa orang. Baik dari segi kemudahan, fleksibilitas, maupun waktu, kedua jenis pembayaran tersebut seringkali jadi pertimbangan. Apalagi ditambah kondisi hidup di Indonesia yang dibatasi dengan alat teknologi dan kebutuhan yang beragam.

Untuk itu Billie akan membantu kamu memutuskan, mana sih metode pembayaran yang lebih baik. Mungkin ulasan dibawah ini dapat membantu kamu mempertimbangkannya.

Uang Tunai

uang tunai vs non tunai

Sebagian besar orang membawa uang tunai karena memang semua kebutuhan pembayaran bisa diselesaikan dengan uang tunai. Beberapa kelebihan dan keurangan dari membawa uang tunai adalah:

Mudah melakukan transaksi

Di Indonesia yang masih jarang menggunakan metode pembayaran seperti kartu kredit, tap kartu, metode bayar melalui ponsel dan sejenisnya. Hal ini menyebabkan uang tunai menjadi solusi metode pembayaran paling utama. Terutama jika kamu harus melakukan pembayaran di warung atau usaha kecil yang tidak menyediakan fasilitas non-tunai atau perbankan.

Kemungkinan hutang kecil

Ketika kamu melakukan transaksi dengan uang cash, kemungkinan kamu melakukan hutang atau bon tentu saja akan berkurang. Transaksi tunai biasanya akan selesai begitu saja tanpa ada biaya tambahan atau perpanjangan. Maka uang tunai sebetulnya sangat baik untuk kelola keuangan.

Bahaya membawa uang tunai

Resiko membawa uang tunai ternyata lebih besar daripada membawa uang non-tunai. Tingginya angka kriminalitas di Indonesia juga semakin memperburuk keadaan. Kamu bisa dijambret atau dirampok apabila ada yang mengetahui kamu membawa uang cash dalam jumlah besar. Resiko uang berceceran dan tidak terhitung dengan baik juga lebih besar. Kemungkinan terjatuh, lupa menaruh, hilang, dan lainnya juga lebih besar dengan uang cash.

Tidak praktis

Membawa uang cash tentu saja tidak praktis. Kamu harus membawa dompet dan melapisinya lagi dengan tas baik kecil atau besar. Memegang dompet saja tentu akan lebih berbahaya, apalagi jika kamu sering menggunakan kendaraan umum untuk berpergian.

Boros

Sebagian orang setuju dengan pernyataan ini dan sebagiannya lagi tidak. Beberapa orang yang memiliki pengelolaan keuangan atau pengendalian diri yang buruk biasanya akan mudah sekali mengeluarkan uang cash untuk keinginan yang sebenarnya tidak penting.

Baca juga: Fitur dan Fasilitas Kartu Kredit yang Bisa Bantu Kelola Keuangan

Uang Non-Tunai

fitur dan fasilitas kartu kredit

Uang non-tunai disini bisa diartikan sebagai kartu debit, kartu kredit, atau alat pembayaran elektronik lainnya. Nah jika tadi sudah membahas mengenai kelebihan dan kekurangan uang tunai, kali ini mari kita bahas mengenai kelebihan dan kekurangan uang non-tunai.

Lebih mudah digunakan

Transaksi dengan uang non-tunai sejujurnya akan lebih mudah. Praktis dan tidak memerlukan waktu yang lama. Apalagi jika toko tempat kamu melakukan transaksi menyediakan fasilitas lengkap untuk pembayaran non-tunai. Kamu tidak perlu khawatir karena akan bertransaksi dengan simpel dan praktis jika menggunakan uang tunai. Diluar negeri pun, fasilitas uang non-tunai antar negara semakin populer sehingga dapat memudahkan kamu ketika berjalan-jalan ke luar negeri.

Lebih aman

Ketika kamu membawa uang non-tunai misalnya berupa kartu kredit atau debit, kamu dapat mengurangi resiko pencurian. Orang yang mencuri kartu kamu tidak bisa langsung mengambil uang kamu atau menggunakan kartu tersebut. Selain itu fasilitas blok rekening atau kartu kredit yang cepat juga semakin membuat uang non-tunai kita terjaga. Apalagi ditambah keamanan penggunaaan uang non-tunai yang semakin hari semakin ditingkatkan.

Tidak makan tempat

Uang non-tunai tentunya juga tidak akan memakan banyak tempat karena ukurannya yang kecil. Kamu dapat menyimpan semua uang hanya dalam satu kartu atau ponsel. Tidak seperti uang cash yang harus memiliki dompet atau tempat khusus. Uang non-tunai pun lebih mudah dibawa-bawa.

Mudah hutang

Sayangnya, uang non-tunai dapat menawarkan program hutang yang menggiurkan. Apalagi jika terlalu nyaman dalam menggunakan uang non-tunai. Kamu bisa saja tidak sadar akan tunggakan yang harus dibayarkan setiap bulannya. Jika tidak bisa mengaturnya, kamu bisa terjebak hutang besar yang bisa membahayakan keuangan kamu.

Tidak dapat digunakan disemua tempat

Selain itu, uang non-tunai tidak dapat digunakan disemua tempat. Beberapa toko kecil biasa atau kendaraan transportasi umum, biasanya mengharuskan kamu menggunakan uang tunai. Misalkan jika kamu harus bepergian atau memakan makanan di pinggir jalan, kamu harus menggunakan uang cash.

Jadi, baiknya gunakan yang mana?

Terlepas dari kelebihan dan kekurangan dari uang tunai dan non-tunai, semua kembali pada masing-masing pribadi. Menggunakan uang tunai atau non-tunai dalam bertransaksi, apa pun jenisnya, tetap lakukan perencanaan dan kelola uang dengan bijaksana agar tidak terjadi kesalahan yang menyebabkan ekonomi dan keuangan kamu menjadi berantakan.

Ada ide atau pemikiran lain? Langsung saja tulis di kolom komentar!