Bingung Siapkan Uang untuk Lebaran? Simak 5 hal Berikut!

pengelolaan uang untuk lebaran

Hari raya pastinya menjadi hari yang ditunggu-tunggu. Seperti hari Lebaran yang membawa kebahagiaan bagi umat muslim yang sebentar lagi tiba. Namun hari raya juga tidak lepas dari pengeluaran yang membengkak. Tidak mau kan sebelum Ramadhan berakhir, gaji sudah habis duluan?

Bagi kamu yang bingung mengenai bagaimana pengelolaan uang untuk Lebaran. Berikut Billie berikan 5 hal yang harus diperhatikan ketika mengelola uang untuk persiapan Lebaran:

Jangan Lupakan Anggaran Belanja

Tetap tekun dalam membuat anggaran belanja saat bulan Ramadhan. Selain itu, perkirakan juga biaya yang dibutuhkan selama Ramadhan seperti kebutuhan membeli baju baru, kue-kue Lebaran, uang amplop tempel, biaya mudik, dan sebagainya.

Semakin rinci apa yang kamu tuliskan, anggaran belanja pun semakin jelas. Selain itu, jangan lupa untuk menaikkan anggaran, karena biaya kebutuhan pokok selama Ramadhan selalu naik. Kamu dapat melebihkan beberapa persen dari anggaran yang dibuat.

Baca juga : Mau lebaran? Ini Tips Hemat Kelola Dananya!

Jangan Boros ketika Buka Puasa Bersama

Salah satu kebiasaan yang tidak terlewatkan saat Ramadhan adalah buka puasa bersama. Saat Ramadhan, pasti ada banyak tawaran buka puasa bersama dari teman-teman, sanak saudara, dan kerabat. Jika ingin hemat, berikan saran untuk berbuka puasa bersama di tempat yang tidak terlalu mahal. Kamu juga bisa mencoba berbuka puasa di salah satu rumah kerabat dengan memasak makanan sendiri.

Sebaiknya batasi untuk mengikuti buka bersama agar saat ada pengeluaran tidak terduga kamu masih miliki. Kamu tetap dapat mengunjungi kerabat satu per satu saat Lebaran bukan?

Ingat untuk Beramal

Setiap orang pasti menyisihkan sebagian uangnya untuk beramal dan membantu sesama. Hal ini biasanya dilakukan dekat dengan hari raya. Seperti halnya umat muslim, mereka percaya bahwa bulan Ramadhan memiliki keunggulan di mana segala kebaikan akan dibalas oleh-Nya berkali lipat, termasuk dalam beramal. Beramal pun tentunya tak harus melulu berbicara mengenai uang. Kamu dapat menyisihkan beberapa persen dari penghasilan kemudian menjadi donatur, membagikan makanan atau takjil kepada yang tidak mampu, dan sebagainya.

Batasi Penggunaan Listrik

Hal kecil lain yang dapat menghemat pengeluaranmu adalah dengan memperhatikan penggunaan listrik. Penggunaan listrik di bulan Ramadhan akan banyak memakan biaya. Lampu-lampu yang biasa dipadamkan dan dinyalakan saat pagi hari, kini harus nyala lebih awal dari dini hari karena kamu sahur. Kamu bisa mengatasinya dengan membatasi penggunaan alat elektronik yang memakan banyak listrik. Contohnya, bila di rumah gerah dan terbiasa menggunakan AC untuk sementara waktu kamu bisa memanfaatkan kipas.

Disiplin Mengelola Uang untuk Lebaran

Ini adalah kunci dari semua pengelolaan keuangan. Kuncinya adalah disiplin untuk mengelola uang untuk lebaran. Kamu harus tetap mematuhi apa yang telah dibuat. Meskipun saat bulan Ramadhan akan bermunculan diskon yang begitu menggoda di pusat perbelanjaan. Tetaplah membeli barang yang dibutuhkan saja ya!

5 Kesalahan Pengelolaan Keuangan Orang Indonesia

pengelolaan keuangan

Pengelolaan keuangan mungkin bisa jadi hal yang dilakukan sehari-hari oleh kebanyakan orang. Namun apakah orang Indonesia sudah melakukan pengelolaan keuangan yang baik dan benar? Menurut survey yang dilakukan oleh Manulife, ternyata lebih dari 70% orang Indonesia tidak memiliki target jumlah dana simpanan dalam jangka waktu tertentu. Hal ini menunjukan bahwa jarang sekali orang Indonesia yang peduli pada pengelolaan keuangan mereka.

Ada 5 kesalahan dalam pengelolaan keuangan yang sering terjadi pada orang Indonesia. Jangan sampai 5 hal ini terjadi pada kamu ya!

Terlalu Banyak Hutang

Kesalahan pertama adalah orang Indonesia sangat suka sekali berhutang. Padahal kamu harus ingat bahwa setiap hutang akan membawa bunga yang harus kamu bayar. Bunga hutang ini jumlahnya tidak sedikit dan secara terus-menerus akan mengikis keuangan kamu. Apabila kamu ingin sehat secara finansial, kamu harus memiliki hutang yang tidak lebih dari 30% pendapatan kamu.

Biasakan untuk tidak menunda pembayaran hutang atau cicilan agar hutang segera lunas. Jika hutang sudah lunas, kamu bisa menggunakan uang tersebut untuk berinvestasi atau memulai tabungan hari tua.

Baca juga : Kredit Macet, ini Cara Mengatasinya!

Tidak Cukup Persiapan Pensiun

Masa pensiun perlu direncanakan sedini mungkin. Semakin cepat kamu memulai, maka semakin sedikit uang yang perlu kamu tabung setiap bulannya. Banyak orang Indonesia yang akhirnya jatuh miskin pada saat tua. Mereka mengalami penurunan status ekonomi atau daya beli pada saat mereka tua. Banyak juga yang terpaksa harus bergantung pada anak mereka pada masa tua. Bila kamu bisa mempersiapkan masa pensiun selagi muda, hal itu adalah pertanda kamu memiliki pengelolaan keuangan yang baik.

Tidak Punya Dana Darurat

Kesalahan lain yang sering dilakukan oleh orang Indonesia adalah tidak memiliki dana darurat atau simpanan yang dapat digunakan untuk hal yang tidak diinginkan. Banyak orang Indonesia yang jatuh miskin karena tertimpa suatu masalah atau penyakit. Billpayer, kita tidak tahu apa yang akan terjadi yang bisa mengubah hidup kita dikemudian hari, untuk itu kita harus mengantisipasinya, terutama dalam hal finansial.

Tidak Punya Tujuan Akhir Pengelolaan Keuangan

Untuk membangun kekayaan, pertama kamu harus memiliki tujuan. Terlebih dahulu kamu harus menetapkan jumlah uang yang kamu inginkan, setelah itu baru kamu bisa membuat rencana keuangan. Banyak orang Indonesia yang mungkin sudah bisa menabung atau berinvestasi, tapi tidak punya tujuan akhir pengelolaan keuangan. Membeli rumah, bisnis baru, bisa saja menjadi tujuan pengelolaan kamu. Dengan begitu kamu bisa termotivasi untuk menabung atau berinvestasi, sekaligus berjuang untuk meningkatkan taraf hidup atau status ekonomi kamu.

Baca juga : Ini 3 Alasan Orang Tidak Bisa Bayar Cicilan

Mengabaikan Pengeluaran Kecil

Apakah kamu tahu pengeluaran kamu dalam satu bulan? Ya mungkin kamu mengetahuinya. Tetapi apakah kamu menyadari berapa total uang yang kamu keluarkan untuk hal-hal kecil? Berhati-hatilah pada pengeluaran kecil, terlebih lagi untuk yang sering terjadi, karena setelah dijumlahkan akan bernilai besar. Kesalahan ini seringkali menjadi kebiasaan

Kredit Macet, ini 4 Cara Menghindarinya!

atasi kredit macet

Pernah mendengar kata kredit macet? Kredit macet adalah suatu keadaan dimana debitur atau pelaku kredit tidak bisa mampu membayar kredit pada masa yang ditentukan. Pada situasi sehari-hari, biasanya terjadi kepada kita sebagai pemilik kartu kredit. Kita tidak mampu untuk melunasi hutang cicilan atau kartu kredit kita.

Bagi kamu yang suka menggunakan kartu kredit atau program cicilan, tidak usah takut. Bukan berarti, kita tidak boleh menggunakan kartu kredit atau program cicilan. Tentunya cicilan mempunyai manfaat tersendiri bagi kita. Namun, kita tetap harus mengantisipasi kredit macet dikemudian hari. Bagaimana caranya? Berikut Billie berikan 4 cara menghindari kredit macet.

Hindari hutang konsumtif

Ketika kamu melakukan kegiatan berbelanja yang tidak perlu. Hindari menggunakan kartu kredit atau program cicilan untuk hal ini. Mengapa demikian? Ini karena biasanya berbelanja atau kegiatan konsumtif lainnya cuma digunakan untuk memuaskan diri dan bukan untuk keperluan. Sebaiknya gunakan kartu kredit dan program cicilan untuk membeli barang yang benar-benar diperlukan. Seperti, mobil, motor, telepon genggam, dan untuk hal-hal mendesak seperti renovasi rumah, biaya operasi dan sebagainya.

Baca juga : Ini 3 Alasan Orang Tidak Bisa Bayar Cicilan

Jika berbelanja barang seperti baju, tas, sepatu dan sebagainya, sebaiknya jangan gunakan kartu kredit. Ketika kamu menggunakan kartu kredit untuk kegiatan konsumtif, kamu akan terpengaruh untuk melakukan hal tersebut berkali-kali. Uang yang kamu simpan juga akhirnya bisa habis untuk hal yang tidak perlu. Disaat kamu membutuhkannya, malah kamu terpaksa harus melunasi cicilan yang tidak penting.

Pinjam sesuai kemampuan

Banyak orang Indonesia yang memiliki limit kartu kredit yang jauh dari penghasilan. Alias lebih besar dari pada penghasilan. Idealnya, jumlah pinjaman kartu kredit atau besar cicilan tidak melebihi 35% dari penghasilan. Jangan pernah berbohong mengenai penghasilan untuk memperoleh limit kartu kredit yang lebih tinggi. Hal itu akan memotivasi kamu untuk berbelanja dan membeli barang. Sebaiknya, kartu kredit hanya digunakan untuk barang dengan masa kegunaan panjang atau kebutuhan mendadak.

Pinjam sesuai kebutuhan

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya. Hindari menggunakan kartu kredit atau program cicilan untuk membeli barang yang diinginkan bukan yang dibutuhkan. Saat kamu tidak mampu membedakan atau mengelola kebutuhan dan keinginan, yang ada kamu hanya akan terjebak dalam berbagai masalah finansial. Padahal tujuan ideal secara finansial adalah untuk meraih kemandirian finansial. Namun akibat tidak mampu menahan godaan diri sendiri atau keinginan dalam membelanjakan uang, yang terjadi justru malah sebaliknya.

Jangan menghindari kewajiban mencicil

Hal lainnya yang dapat menyebabkan kredit macet adalah menghindari kewajiban mencicil. Masalah ini biasanya bermula dari kemalasan sesaat untuk melakukan pembayaran cicilan. Menunda waktu pembayaran atau menggunakan dana cicilan untuk kebutuhan yang lain. Jika hal-hal seperti itu terus berlanjut, kemampuan membayar cicilan akan semakin mengecil. Ditambah bunga cicilan yang terus menumpuk. Hal ini sudah pasti akan menyebabkan kamu tidak bisa melanjutkan pembayaran cicilan dan akhirnya terjadilah kredit macet.

Nah, itu dia 4 cara menghindari kredit macet yang bisa Billie berikan ke kamu. Jangan sampai mengalami hal ini ya!

Punya tips lain? Langsung saja tulis di kolom komentar!

Bayar Tagihan Bulanan, Ini 4 Hal Menyebalkan saat Melakukannya!

bayar tagihan

Pekerjaan membayar tagihan merupakan hal yang sering dan rutin dilakukan oleh sebagian orang. Bayar tagihan bulanan seperti tagihan listrik, telepon, air, kartu kredit, asuransi, sudah tidak asing lagi dilakukan setiap bulan oleh orang dewasa. Terkadang, membayar tagihan bulanan bisa jadi hal yang menyebalkan, kenapa?

Antrian panjang

antrian panjang

Bayar tagihan bulanan akan mulai menyebalkan jika kamu menemukan antrian yang terlalu panjang di loket pembayaran atau ATM. Bagi kamu yang memiliki kesibukan tersendiri, hal ini tentunya akan membuat waktumu menjadi sia-sia untuk hanya sekedar mengantri. Belum lagi kamu punya pekerjaan lain yang harus dilakukan. Membayar tagihan juga membutuhkan waktu yang cukup panjang karena kamu harus memasukkan data tagihan kamu. Karena itu, banyak antrian panjang yang sangat memakan waktu karena semua orang harus memasukan banyak data saat membayar tagihan.

Baca juga : Mengelola Tagihan dan Pengeluaran adalah Kunci Keuangan Sehat

Agar tidak mengalami hal ini, sebaiknya kamu menggunakan fitur atau aplikasi pembayaran yang bisa membantu kamu untuk membayar tagihan secara online. Kamu juga bisa menggunakan internet banking atau mobile banking agar kamu tidak perlu mengantri. Sayangnnya, tidak semua jenis tagihan bulanan memiliki koneksi dengan internet dan mobile banking. Cara terakhir yang bisa kamu gunakan adalah autodebet atau penarikan otomatis dari rekeningmu, namun hal ini cukup riskan. Kamu harus memantau rekening secara berkala agar tidak terjadi kesalahan penarikan.

Terlalu banyak tagihan dengan jenis akun dan nomor berbeda

Belanja Online dengan Kartu Kredit, Amankah?

Jika kamu memiliki banyak tagihan dengan jenis akun dan nomor yang berbeda, kamu bisa repot saat hendak membayar tagihan bulanan. Bayangkan, kamu harus memasukkan data berupa nomor akun dan jumlah pembayaran setiap saat kamu membayar satu jenis tagihan. Jika satu tagihan akan memakan waktu 3 menit, kamu harus menyiapkan 30 menit untuk 10 tagihan. Padahal, kamu harus memberi kesempatan kepada orang di belakang mu untuk mendapatkan gilirannya menggunakan mesin ATM.

Denda keterlambatan saat bayar tagihan

kelola gaji

Selain antrian yang panjang dan data yang harus dimasukkan, bayar tagihan bulanan menjadi menyebalkan ketika kamu terkena denda keterlambatan. Denda keterlambatan adalah hukuman berupa biaya tambahan yang harus kamu bayar jika kamu terlambat membayar tagihan. Jika kamu terlambat membayar tagihan, bukan hanya bunga cicilan saja yang akan dibebankan kepada kamu. Kamu juga harus menanggung biaya keterlambatannya. Jika kamu harus membayar denda ini pada setiap tagihanmu, bayangkan berapa banyak uang yang terbuang selama satu tahun.

Biaya administrasi (yang banyak)

bayar tagihan

Apakah kamu tahu bahwa setiap bank membebankan biaya administrasi, apabila kamu melakukan pembayaran untuk tagihan bank lain? Salah satu contohnya BCA, BCA akan membebankan biaya administrasi jika kamu membayar tagihan kartu kredit bank Mandiri atau bank lainnya, hal tersebut juga diberlakukan oleh bank Mandiri, BNI, BII, UOB, dan bank lokal maupun internasional lainnya.

Baca juga : Tanggal Tua, Ini 4 Hal Menyebalkan saat Tanggal Tua!

Biaya ini kelihatannya tidak besar, namun jika dikumpulkan kamu mungkin akan terkejut dengan jumlah biayanya. Mari kita coba hitung, bank biasanya akan membebankan uang sejumlah Rp 5.000 sampai Rp 10.000 ketika membayarkan tagihan bank lain. Selain itu biasanya ada beban administratif sebesar Rp. 2.500 sampai Rp. 10.000, untuk membayar tagihan seperti BPJS, e-commerce, asuransi, dan jenis pembayaran lainnya. Jika kamu membayar tagihan dengan debit BCA dan mempunyai 3 kartu kredit, 1 BPJS, dan 1 asuransi, kamu bisa membayarkan sekitar Rp. 15.000 sampai Rp. 25.000 beban administratif setiap bulannya, jika dijumlahkan per tahun, biaya yang kamu keluarkan adalah sekitar Rp. 180.000 sampai Rp. 300.000, lumayan bukan?

Untuk menghindari beban administratif seperti ini, kamu bisa menggunakan kartu kredit yang diterbitkan oleh bank yang sama dengan tabungan kamu. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan perusahaan jasa atau aplikasi yang dapat membayarkan tagihan kamu secara bersamaan tanpa biaya administratif.

Billpayer, hindari 4 hal menyebalkan ini saat bayar tagihan ya, sekarang ini banyak kok fitur dan aplikasi keuangan yang bisa membantu kamu dalam hal ini. Ada pengalaman hal menyebalkan lainnya saat bayar tagihan? Langsung saja tuliskan di kolom komentar!

Tanggal Tua, Ini 4 Hal Menyebalkan saat Tanggal Tua!

tanggal tua

Apa kamu tipe orang yang sudah menghabiskan gaji di pertengahan bulan? Atau menghabiskan kehidupan akhir bulanmu dengan berhemat? Wah, artinya kamu tipe orang yang mengalami 4 hal menyebalkan ini ditanggal tua.

Ulang Tahun dan Resepsi Pernikahan

tanggal tua

Tanggal tua ada ulang tahun teman dan resepsi pernikahan. Wah, itu artinya kamu harus merogoh kocek lagi minimal untuk memberikan barang atau amplop merah. Untuk mencegah hal ini, kamu dapat mempersiapkan beberapa barang yang bisa kamu beli ketika diskon. Lalu simpan barang tersebut sebagai hadiah ketika ada teman yang berulang tahun atau melakukan resepsi pernikahan. Kamu juga bisa menyimpan uang khusus untuk teman yang berulang tahun atau melangsungkan pernikahan.

Repot melakukan hal tersebut, sebaiknya mulai kelola keuangan dengan baik agar tidak kehabisan uang saat ada keperluan mendadak.

Baca juga : Mengelola Tagihan dan Pengeluaran adalah Kunci Keuangan Sehat

Mobil Rusak dan Perbaikan Rumah

tanggal tua

Ketika tanggal tua, mobil tiba-tiba rusak sehingga kamu harus merogoh kocek untuk memperbaikinya. Atau tiba-tiba rumah bocor dan rusak sehingga kamu harus membetulkannya segera. Hati-hati billpayer, kedua hal ini bisa berakhir di hutang yang berkepanjangan atau bunga yang besar. Gunakan asuransi untuk mobil dan properti sehingga akan lebih memudahkan kamu apabila ada bencana dikemudian hari.

Pengelolaan keuangan yang baik juga menjadi salah satu kunci agar kamu tidak tiba-tiba jatuh miskin ketika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Menabunglah dengan rutin setiap bulannya agar kamu mempunyai dana tambahan untuk bencana yang tiba-tiba.

Razia Polisi di Tanggal Tua

tanggal tua

Ternyata kalau tanggal tua, bisa dimanfaatkan polisi juga untuk melakukan razia, maklum, mereka kan juga bisa bokek pas lagi tanggal tua. Hal ini ternyata diakui sebagian besar orang dan bahkan dialami beberapa orang secara langsung. Beberapa mengatakah bahwa entah mengapa setiap tanggal tua, banyak razia dadakan yang terjadi dijalanan. Bahkan ada saja polisi yang memberhentikan pengguna jalan tanpa ada pelanggaran.

Wah, kalau sudah begini, menyebalkan bukan? Sudah bokek di tanggal tua, masih saja tertimpa tangga dengan razia dadakan. Lalu, bagaimana menghindarinya? Pengguna jalan harusnya bisa lebih cermat, jika tidak melakukan kesalahan jangan mau diberikan surat tilang. Mintalah penjelasan terhadap pelanggaran yang dilakukan jika diberhentikan oleh polisi. Jika memang terbukti bersalah, tindakan yang benar adalah diberikan surat tilang, kamu bisa kok meminta keringanan pada pemerintah jika sedang tidak mempunyai uang.

Baca juga : Kerugian Ibu Rumah Tangga Saat Bayar Tagihan

Makan Mie Instan (Lagi)

tanggal tua

Disaat tanggal tua, biasanya banyak orang yang tidak bisa kelola keuangan mereka. Sehingga mereka hanya bisa membeli mie instan atau makanan yang lebih murah. Hal ini tidak bagus untuk kesehatan lho billpayer. Usahakan membeli stok makanan untuk satu bulan pada saat awal bulan ketika gaji masih cukup. Namun, jangan hanya membeli mie instan, tetapi juga siapkan stok untuk makanan-makanan sehat yang bisa disimpan. Ingat, makan adalah kebutuhan primer, jangan sampai kamu sakit dan malah membuat lebih banyak pengeluaran tambahan lagi karenanya.

Billpayer, jangan biasakan mengalami hal ini ditanggal tua ya, kelola keuangan dengan baik sehingga uang masih tetap tersisa ditanggal tua. Jangan lupa juga sisihkan untuk investasi masa depan dan beramal.

Ada pengalaman hal menyebalkan lainnya saat tanggal tua? Langsung saja tuliskan di kolom komentar!

Mau Kelola Gaji dengan Lebih Baik? Lakukan 6 Cara ini!

kelola gaji

Apa kamu tipe orang yang sudah menghabiskan gaji di pertengahan bulan? Atau menghabiskan kehidupan akhir bulanmu dengan makan mie instan? Wah gawat, artinya kamu masih belum bisa kelola gaji dengan baik.

Kalau kamu masih bingung gimana cara kelola gaji dengan lebih baik. Berikut Billie akan memberikan 6 cara yang bisa kamu gunakan agar kamu bisa mengelola gaji dengan lebih baik. Simak ya!

Tahu Gaji Kamu Secara Rinci

kelola gaji

Nomor satu, kamu harus tahu gaji kamu secara rinci untuk kelola gaji dengan lebih baik. Perhatikan gaji jika dikirim melalui rekening bank dan periksa secara rutin. Periksa mulai dari gaji pokok, tunjangan kesehatan, atau tunjangan lain yang diberikan oleh perusahaan kamu. Perhatikan juga potongan-potongan seperti pajak, asuransi, dan sebagainya.

Beberapa tunjangan biasanya bisa dicairkan, ada baiknya apabila kamu mengetahui kebijakan tunjangan-tunjangan tersebut. Cari tahu bulan berapa kamu bisa memperoleh dana dari tunjangan tersebut dan bagaimana mekanismenya.

Tentu saja hal ini berguna agar kamu mengetahui total gaji bersih. Hal ini juga berguna apabila ada kesalahan atau penyelewengan dari jumlah gaji yang diberikan. Selain itu kamu juga bisa merencanakan masa depan dengan memanfaatkan tunjangan-tunjangan yang ada.

Buat Anggaran Bulanan

kelola gaji

Setelah mengetahui secara rinci pemasukan atau gaji bulanan kamu. Kamu bisa memulai untuk buat anggaran bulanan. Apa saja isi dari anggaran bulanan? Kamu bisa menulis semua daftar atau komponen pemasukan dan juga komponen pengeluaran kamu.

Pertama-tama, kamu dapat mengalokasikan terlebih dahulu gaji kamu ke hal-hal yang sangat pokok, urgent, dan penting. Seperti uang makan, transportasi, pembayaran wajib seperti tagihan listrik, telepon, air, asuransi, dan cicilan). Selanjutnya, kamu bisa masuk ke alokasi gaji untuk hal-hal penting namun tidak terlalu urgent, seperti investasi, hobi, hiburan, dan amal.

Jika kebingungan bagaimana cara mengalokasikan gaji ke hal-hal pokok, kamu bisa menghitung perkiraan pengeluaranmu setiap harinya dan mengkalikannya dengan 30 hari. Untuk alokasi ke hal-hal tambahan, kamu bisa menyusun prioritas, mana hal tambahan yang menurutmu lebih penting dari yang lainnya.

Misalkan menurutmu investasi penting untuk masa depan, kamu bisa mengalokasikan uang sisa tersebut untuk invesrasi. Jika kamu merasa hiburan lebih penting karena bisa menunjang efektivitas kerja kamu, kamu bisa mengalokasikan uang sisa untuk hiburan terlebih dahulu.

Baca juga: Atur Keuangan Sendiri? Lakukan 4 Cara Modern ini!

Simpan Uang Secara Terpisah

uang tunai vs non tunai

Setelah kamu mengalokasikan dan membuat anggaran keuangan. Kamu bisa menyiasatinya dengan menyimpan uang secara terpisah apabila kamu masih merasa sulit untuk kelola gaji. Apalagi bila kamu termasuk orang yang tidak tahan untuk belanja. Kamu bisa langsung memindahkan uang ke rekening terpisah setelah mendapatkan gaji. Hal ini meminimalisir penggunaan gaji untuk hal yang tidak perlu.

Selain itu, gunakan kartu debit hanya untuk bayar tagihan yang sudah direncanakan sebelumnya. Untuk biaya sehari-hari lebih baik alokasikan uang cash per minggu nya. Hal seperti ini dapat membantu kamu supaya tidak mudah tergiur untuk berbelanja hal yang tidak ada di rencana mingguan.

Gunakan Aplikasi Bantuan untuk Kelola Gaji

kelola gaji

Ternyata bukan hanya kamu yang kesulitan untuk kelola gaji. Riset yang dilakukan perusahaan teknologi finansial mengatakan bahwa lebih dari 70% orang merasa kebingungan dalam mengatur dan memantau keuangan. Mereka merasa tidak ada cara mudah untuk mencatatnya.

Jika kamu juga mengalami hal yang sama, kamu bisa menggunakan aplikasi kelola keuangan yang dapat di unduh di Android atau iOS store secara gratis. Salah satu aplikasi yang bisa kamu gunakan adalah Billie. Selain dapat membantu kelola keuangan, Billie juga dapat membantu kamu membayar tagihan dalam waktu bersamaan.

Aplikasi semacam Billie bisa membantu kamu mengatur dan mengelola keuangan. Aplikasi tersebut juga dapat menganalisa komponen pengeluaran terbesar atau biaya mana yang paling menguras kantong.

Penghasilan Tambahan

kelola gaji

Nah, kalau ternyata keuangan yang buruk terjadi karena kebutuhan yang lebih, dan bukan karena cara kelola keuangan yang buruk. Solusi satu-satunya adalah mencari cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Karena jika ternyata gaji kamu belum bisa mencukupi semua kebutuhan, artinya kamu memerlukan gaji lebih besar atau pekerjaan tambahan.

Ada banyak lho pekerjaan freelance yang bisa membantu kamu untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Kamu bisa berjualan online, menjadi penulis artikel lepas, mengikuti program afiliasi marketing, atau mencari tambahan pendapatan yang sesuai dengan bakat kamu.

Baca juga : Mengelola Tagihan dan Pengeluaran adalah Kunci Keuangan Sehat

Ubah Gaya Hidup

kelola gaji

Hal yang terakhir adalah mengubah gaya hidup kamu. Mengapa harus melakukan ini? Ternyata riset menemukan bahwa sebagian besar orang tidak dapat kelola keuangan dengan baik karena gaya hidup yang tidak sehat.

Dengan mengubah gaya hidup, seperti mengurangi frekuensi makan di cafe atau restoran atau nonton di bioskop ataupun sesuatu yang bersifat konsumtif. Kamu dapat kelola gaji dengan lebih baik. Gaya hidup sudah banyak membutakan orang dewasa maupun anak muda, untuk selalu dituntut “gaya” melebihi pendapatannya. Sehingga seberapa besar pendapatan yang dimiliki, jika gaya hidupnya tinggi, tidak akan mampu menutupi gaya hidupnya tersebut.

Nah keenam tips berikut bisa menjadi panduan kamu untuk kelola gaji dengan lebih cerdas dan efektif. Tetapi semuanya ini kembali ke kamu lagi. Apakah kamu mau berusaha untuk lebih cermat dan disiplin dalam kelola gaji? Hal ini tentunya menjadi pilihan kamu sendiri dan berdampak ke masa depan kamu nanti.

Ada tips yang lebih kece? Langsung saja tulis di kolom komentar!

Belanja Online dengan Kartu Kredit, Amankah?

Belanja Online dengan Kartu Kredit, Amankah?

Ini 7 cara agar belanja online lebih aman

Saat ini, hampir setiap orang pernah belanja online dan semakin sering melakukannya. Namun kebanyakan orang masih takut melakukan belanja online dengan kartu kredit sebagai metode pembayarannya. Padahal, belanja online dengan kartu kredit terbilang praktis dan mudah, kamu tidak perlu pergi ke ATM untuk melakukan transfer atau login ke internet/mobile banking. Kamu tinggal memasukkan nomor kartu kredit kamu saat berbelanja.

Bagi kamu yang masih bertanya-tanya apakah aman melakukan transaksi online dengan kartu kredit. Ini adalah beberapa cara untuk mengurangi resiko dan menjaga keamanan saat melakukan belanja online dengan kartu kredit.

Belanja Online di Situs yang kamu Percaya

Ketika kamu berbelanja online dan ingin menggunakan kartu kredit sebagai metode pembayaran, pastikan kamu hanya melakukannya di situs atau toko online yang kamu percaya. Pastikan situs atau toko online tersebut memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik. Jangan mudah percaya dengan promo atau tawaran menarik dari toko online abal-abal. Jika kamu belum mengenal situs atau toko online tersebut, browsing dulu atau cari informasi mengenai situs atau toko online tersebut.

Kamu juga dapat mengetik nama perusahaan atau toko tersebut di situs pencarian online seperti Google dan simak hasil pencariannya. Jika kamu tidak menemukan informasi apapun atau malah kebanyakan testimoni negatif, sebaiknya jangan berbelanja di situs atau toko online tersebut. Jika meskipun banyak yang memberikan testimoni positif, tetaplah perhatikan sumber testimoni atau orang yang menulis testimoni.

Hati-hati saat Ketik URL

Hal ini seringkali tidak diperhatikan oleh orang yang sering berbelanja online. Dimana mereka mengetik URL dengan sembarangan karena mereka merasa situs pencarian online akan menuju ke situs belanja tersebut. Padahal URL yang typo atau mirip sering dimanfaatkan oleh situs atau toko online penipu. Pastikan kamu mengetik alamat dengan benar, sehingga kamu akan langsung masuk ke situs online yang kamu tuju.

Perlu kamu tahu juga, alamat situs yang kamu sudah simpan di bookmark pada browser kamu juga bisa berumah. Untuk itu, ketika hendak belanja online, jangan klik situsnya melalui bookmark, melainkan ketik URL secara manual. Hal ini mungkin sedikit merepotkan, tapi lebih aman bukan?

Pastikan Keamanan saat Input Data Kartu Kredit

Ketika memasukkan data kartu kredit untuk belanja online, pastikan alamat URLnya diawali dengan ”https://”. Jika tidak, kemungkinannya adalah situs tersebut tidak aman untuk tempat bertransaksi dengan menggunakan kartu kredit. Selain itu, pastikan ada gambar gembok disudut kanan bawah atau lencana VeriSign dibagian bawah situs tersebut. Kedua lambang ini bisa menjadi standard bahawa situs menggunakan enkripsi untuk melindungi data kamu.

Selain itu, pastikan komputer kamu terlindung dari virus dan hacker yang dapat membawa browser kamu ke situs-situs palsu dan mencuri datamu. Download Anti-Virus dan Anti-Spyware terbaru dan terutama yang asli. Perbaharui software tersebut secara berkala. Gunakan juga software yang ternama dan sudah terbukti kualitasnya ya.

Gunakan Komputer Sendiri

Belanja online memang mudah dan dapat dilakukan dimana saja. Namun hal ini penting untuk diingat, pastikan komputer tersebut merupakan komputer sendiri yang lebih terjamin keamanannya. Jangan gunakan komputer orang lain karena bisa saja browser mereka menyimpan informasi penting kartu kreditmu. Jangan pernah izinkan browser atau cache menyimpan username, password, atau nomor penting kartu kredit.

Meskipun menggunakan komputer pribadi, resiko menjadi korban pencurian data dan hacking tetap ada. Apalagi jika kamu memanfaatkan koneksi internet melalui WiFi publik. Hacker akan memiliki akses ke sinyal WiFi yang sama dan dapat mencuri informasi yang kamu kirimkan dengan internet. Karena itu, sebaiknya kamu tidak belanja online dengan kartu kredit saat menggunakan koneksi internet ditempat umum.

Cetak Bukti Pembayaran

Selalu cetak bukti pembayaran atau konfirmasi saat belanja online dengan kartu kredit. Tujuannya adalah sebagai bukti dan pembanding saat kamu menerima lembar tagihan kartu kredit. Pastikan angka tersebut sama dan identik. Manfaat lainnya, jika suatu hari ada masalah dengan transaksi tersebut, kamu menyimpan bukti pembayaran yang sah. Ini dapat kamu gunakan untuk memperjuangkan hak mu di kemudian hari.

Pahami Data yang Perlu Diberikan

Saat berbelanja online, hanya ada 4 jenis informasi yang perlu kamu masukan. 4 informasi tersebut adalah nomor kartu kredit, tanggal kadaluarsa kartu, kode keamanan (3-4 digit), dan yang terakhir biasanya adalah alamat pengiriman. Selain 4 hal tersebut, tidak ada lagi informasi lain yang diperlukan oleh situs online dari kamu. Apabila kamu diminta untuk mengisi data lain yang lebih personal, kemungkinan besar itu merupakan penipuan.

Lebih baik lagi jika transaksi tersebut dilengkapi dengan 3D Secure Code. 3D Secure Code merupakan fasilitas layanan dari Visa (Verified by Visa), MasterCard (MasterCard Secure Code), dan JCB (J/Secure) untuk melindungi data kartu kredit pada saat digunakan saat melakukan transaksi online. Layanan ini memungkinkan penerbit kartu kredit untuk melakukan konfirmasi via sms saat kamu melakukan transaksi online.

Jangan Simpan Informasi

Cara terakhir yang perlu kamu perhatikan adalah untuk tidak menyimpan informasi apapun secara online. Hal ini agar hacker tidak bisa mendapatkan informasi tersebut. Ini juga dapat mencegah penyalahgunaan informasi kartu kredit oleh orang lain yang memiliki akses ke komputer kamu, misalkan untuk berbelanja tanpa sepengetahuan kamu. Jika komputer kamu menanyakan untuk mengingat informasi kartu kredit atau menyimpannya secara otomatis, pastikan kamu tidak mengizinkan action tersebut. Selain itu, jangan lupa untuk keluar (log out) dari situs tersebut setelah selesai transaksi untuk mencegah penyalahgunaan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

First published on IDN Times

Uang Tunai vs Non-Tunai, Mana Lebih Baik?

uang tunai vs non tunai

Ada orang yang berpikir bahwa membawa uang tunai sering kali membuat mereka lebih boros. Beberapa malah merasa uang non-tunai lebih merepotkan. Ada juga yang menggunakan teknik menyimpan uang tunai agar lebih bisa kelola keuangan. Bagaimana dengan kamu?

Membawa uang tunai atau non-tunai terkadang menjadi perdebatan sendiri bagi beberapa orang. Baik dari segi kemudahan, fleksibilitas, maupun waktu, kedua jenis pembayaran tersebut seringkali jadi pertimbangan. Apalagi ditambah kondisi hidup di Indonesia yang dibatasi dengan alat teknologi dan kebutuhan yang beragam.

Untuk itu Billie akan membantu kamu memutuskan, mana sih metode pembayaran yang lebih baik. Mungkin ulasan dibawah ini dapat membantu kamu mempertimbangkannya.

Uang Tunai

uang tunai vs non tunai

Sebagian besar orang membawa uang tunai karena memang semua kebutuhan pembayaran bisa diselesaikan dengan uang tunai. Beberapa kelebihan dan keurangan dari membawa uang tunai adalah:

Mudah melakukan transaksi

Di Indonesia yang masih jarang menggunakan metode pembayaran seperti kartu kredit, tap kartu, metode bayar melalui ponsel dan sejenisnya. Hal ini menyebabkan uang tunai menjadi solusi metode pembayaran paling utama. Terutama jika kamu harus melakukan pembayaran di warung atau usaha kecil yang tidak menyediakan fasilitas non-tunai atau perbankan.

Kemungkinan hutang kecil

Ketika kamu melakukan transaksi dengan uang cash, kemungkinan kamu melakukan hutang atau bon tentu saja akan berkurang. Transaksi tunai biasanya akan selesai begitu saja tanpa ada biaya tambahan atau perpanjangan. Maka uang tunai sebetulnya sangat baik untuk kelola keuangan.

Bahaya membawa uang tunai

Resiko membawa uang tunai ternyata lebih besar daripada membawa uang non-tunai. Tingginya angka kriminalitas di Indonesia juga semakin memperburuk keadaan. Kamu bisa dijambret atau dirampok apabila ada yang mengetahui kamu membawa uang cash dalam jumlah besar. Resiko uang berceceran dan tidak terhitung dengan baik juga lebih besar. Kemungkinan terjatuh, lupa menaruh, hilang, dan lainnya juga lebih besar dengan uang cash.

Tidak praktis

Membawa uang cash tentu saja tidak praktis. Kamu harus membawa dompet dan melapisinya lagi dengan tas baik kecil atau besar. Memegang dompet saja tentu akan lebih berbahaya, apalagi jika kamu sering menggunakan kendaraan umum untuk berpergian.

Boros

Sebagian orang setuju dengan pernyataan ini dan sebagiannya lagi tidak. Beberapa orang yang memiliki pengelolaan keuangan atau pengendalian diri yang buruk biasanya akan mudah sekali mengeluarkan uang cash untuk keinginan yang sebenarnya tidak penting.

Baca juga: Fitur dan Fasilitas Kartu Kredit yang Bisa Bantu Kelola Keuangan

Uang Non-Tunai

fitur dan fasilitas kartu kredit

Uang non-tunai disini bisa diartikan sebagai kartu debit, kartu kredit, atau alat pembayaran elektronik lainnya. Nah jika tadi sudah membahas mengenai kelebihan dan kekurangan uang tunai, kali ini mari kita bahas mengenai kelebihan dan kekurangan uang non-tunai.

Lebih mudah digunakan

Transaksi dengan uang non-tunai sejujurnya akan lebih mudah. Praktis dan tidak memerlukan waktu yang lama. Apalagi jika toko tempat kamu melakukan transaksi menyediakan fasilitas lengkap untuk pembayaran non-tunai. Kamu tidak perlu khawatir karena akan bertransaksi dengan simpel dan praktis jika menggunakan uang tunai. Diluar negeri pun, fasilitas uang non-tunai antar negara semakin populer sehingga dapat memudahkan kamu ketika berjalan-jalan ke luar negeri.

Lebih aman

Ketika kamu membawa uang non-tunai misalnya berupa kartu kredit atau debit, kamu dapat mengurangi resiko pencurian. Orang yang mencuri kartu kamu tidak bisa langsung mengambil uang kamu atau menggunakan kartu tersebut. Selain itu fasilitas blok rekening atau kartu kredit yang cepat juga semakin membuat uang non-tunai kita terjaga. Apalagi ditambah keamanan penggunaaan uang non-tunai yang semakin hari semakin ditingkatkan.

Tidak makan tempat

Uang non-tunai tentunya juga tidak akan memakan banyak tempat karena ukurannya yang kecil. Kamu dapat menyimpan semua uang hanya dalam satu kartu atau ponsel. Tidak seperti uang cash yang harus memiliki dompet atau tempat khusus. Uang non-tunai pun lebih mudah dibawa-bawa.

Mudah hutang

Sayangnya, uang non-tunai dapat menawarkan program hutang yang menggiurkan. Apalagi jika terlalu nyaman dalam menggunakan uang non-tunai. Kamu bisa saja tidak sadar akan tunggakan yang harus dibayarkan setiap bulannya. Jika tidak bisa mengaturnya, kamu bisa terjebak hutang besar yang bisa membahayakan keuangan kamu.

Tidak dapat digunakan disemua tempat

Selain itu, uang non-tunai tidak dapat digunakan disemua tempat. Beberapa toko kecil biasa atau kendaraan transportasi umum, biasanya mengharuskan kamu menggunakan uang tunai. Misalkan jika kamu harus bepergian atau memakan makanan di pinggir jalan, kamu harus menggunakan uang cash.

Jadi, baiknya gunakan yang mana?

Terlepas dari kelebihan dan kekurangan dari uang tunai dan non-tunai, semua kembali pada masing-masing pribadi. Menggunakan uang tunai atau non-tunai dalam bertransaksi, apa pun jenisnya, tetap lakukan perencanaan dan kelola uang dengan bijaksana agar tidak terjadi kesalahan yang menyebabkan ekonomi dan keuangan kamu menjadi berantakan.

Ada ide atau pemikiran lain? Langsung saja tulis di kolom komentar!

Konsultan Keuangan? 3 Hal ini Tanda Kamu Memerlukannya

konsultan keuangan

Keuangan merupakan hal yang sangat rumit bagi setiap individu. Karena keuangan menentukan bagaimana kita hidup dan ukuran kesejahteraan hidup seseorang. Beberapa orang bahkan menggunakan konsultan keuangan pribadi agar dapat mengelola keuangan dengan lebih baik. Hal itu karena tanpa keuangan yang stabil dan baik, kualitas hidup seseorang juga dapat dinilai kurang baik.

Sebagian besar orang gagal mengatur keuangan mereka. Hal ini mungkin disebabkan karena kurangnya pengetahuan mengenai cara kelola keuangan. Atau bahkan kurangnya kesadaran bahwa diri mereka membutuhkan informasi lebih mengenai pengelolaan keuangan.

Itulah alasan hadirnya pekerjaan sebagai konsultan keuangan untuk membantu kelola keuangan. 3 hal dibawah ini menunjukkan bahwa kamu membutuhkan konsultan keuangan.

Besar Pasak daripada Tiang

konsultan keuangan

Semua orang tahu maksud besar pasak daripada tiang disini adalah pengeluaran yang lebih besar daripada pendapatan. Banyak orang yang menghitung pengeluaran hanya berdasarkan biaya kebutuhan sehari-hari. Padahal cicilan dan hutang juga harus masuk ke dalam biaya pengeluaran bulanan yang diperhitungkan.

Selain itu, coba tengok apakah terdapat pembengkak pada pengeluaran atau hutang. Pembengkakan tersebut menunjukkan kondisi keuangan yang tidak sehat. Kondisi keuangan yang sehat pasti menunjukkan keseimbangan antara pengeluaran, pendapatan, hutang, dan investasi.

Cobalah untuk melihat orang lain yang memiliki tingkat gaji yang sama. Jika mereka masih dapat melakukan investasi dan kamu tidak, maka kamu memiliki pengaturan keuangan yang buruk. Kamu mungkin memiliki kebiasaan dan gaya hidup yang tidak baik. Hal ini merupakan salah satu ciri bahwa kamu membutuhkan konsultan keuangan pribadi.

Kurang Menabung dan Berinvestasi

Selain besar pasak daripada tiang, salah satu tanda kondisi keuangan yang tidak baik adalah kurangnya menabung dan berinvestasi. Mungkin kamu menabung di bank, tetapi apakah tabungan tersebut sudah cukup untuk keadaaan yang sangat darurat ? Atau apakah dana tersebut cukup untuk pembiayaan masa pensiun ? Jika jawabannya tidak, kamu perlu mempertimbangkan untuk menggunakan jasa konsultan keuangan.

Investasi juga sangat dibutuhkan selain tabungan. Investasi bisa menaikkan taraf hidup seseorang dan meningkatkan kesejahteraan seseorang. Banyak orang yang tidak melakukan investasi karena kurangnya informasi mengenai cara berinvestasi. Konsultan keuangan dapat membantu kamu untuk melakukan investasi yang tepat. Mereka dapat menghitung tingkat risiko untuk masing-masing orang sehingga dapat membantu memberikan pilihan investasi.

Perubahan Besar dalam Hidup

konsultan keuangan

Maksud perubahan besar dalam hidup disini adalah perubahan secara personal maupun karier. Contohnya jika kamu mempunyai lini bisnis baru yang membutuhan sumber modal. Kamu membutuhkan konsultan keuangan untuk mengatasi pengelolaan keuangan tersebut. Lini bisnis baru memungkinkan kamu melakukan pembelian besar seperti untuk kantor dan peralatannya. Mereka dapat membantu kamu dalam hal ini.

Perubahan pada kehidupan pribadi juga dapat menjadi alasan kamu memerlukan konsultan keuangan. Karena terkadang kondisi finansial seseorang bisa berubah-ubah, misalnya karena berpindah pekerjaan atau perusahaan. Hal ini memerlukan konsultan keuangan untuk merencanakan semua itu dengan stabil.

Bagaimana mendapatkan konsultan keuangan?

Konsultan keuangan selain membantu pengelolaan keuangan, juga dapat membuat pengeluaran kamu lebih efektif dan efisien. Selain konsultan keuangan untuk membantu kamu mengelola keuangan, ada cara lain untuk membantu kelola keuangan dengan tepat. Cara lain tersebut adalah aplikasi atau tools pengelola keuangan yang bisa kamu gunakan. Asalkan dilakukan dengan disiplin dan teratur, kamu pasti bisa menjadi konsultan keuangan untuk dirimu sendiri dan bahkan keluargamu.

Hal-hal yang Perlu Diketahui tentang BPJS Ketenagakerjaan

bpjs ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan menjadi sebuah hal yang sangat penting bagi seorang pegawai saat ini. Hal ini karena BPJS Ketenagakerjaan merupakan perlindungan untuk karyawan perusahaan. Biasanya biaya akan langsung dipotong oleh perusahaan dari total gaji bersih. Itulah sebabnya banyak orang tidak tahu dengan detail mengenai BPJS Ketenagakerjaan. Padahal jika ditelusuri, ada banyak hal penting mengenai BPJS Ketenagakerjaan seperti bagaimana pencairan dana, apa saja manfaatnya, dan sebagainya. Untuk itu Billie ingin memberikan informasi mengenai apa saja hal-hal yang perlu diketahui tentang BPJS Ketenagakerjaan.

BPJS Ketenagakerjaan dan UU yang mengatur

Semua undang-undang (UU) dan peraturan yang berfokus pada jaminan sosial dan proteksi ketenagakerjaan di Indonesia menjadi landasan adanya BPJS Ketenagakerjaan.  Hal itu karena proteksi dan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan tanggung jawab negara. Sebelum adanya BPJS, proteksi dan jaminan sosial ketenagakerjaan Indonesia itu diurus oleh PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). Berdasarkan UU no 3 tahun 1992, Jamsostek akhirnya bertransformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan dan bertanggung jawab ke presiden.

Pemilik BPJS Ketenagakerjaan

Semua pegawai di Indonesia wajib memiliki BPJS Ketenagakerjaan. Untuk pekerja di sektor formal, ini didaftarkan melalui perusahaaan. Perusahaan tersebut juga menanggung sejumlah iuran BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Bagi pekerja di sektor non formal, dapat mendaftarkan diri sendiri ke kantor BPJS. Iurannya ditentukan berdasarkan Upah Minimum Provinsi (UMP).

Apabila perusahaan tempat kamu bekerja tidak mendaftarkan pegawainya sebagai peserta. Kamu dapat melapor langsung ke kantor terdekat supaya di tindaklanjuti. Fyi, BPJS juga memberi perlindungan kepada WNA yang bekerja di Indonesia lho.

Kenapa harus memiliki BPJS Ketenagakerjaan

Program ini memiliki perlindungan dasar yang dapat menjamin kamu sebagai seorang pegawai. Termasuk perlindungan dari resiko sosial dan ekonomi yang mungkin terjadi di kemudian hari. Contohnya adalah kecelakaan kerja, sakit, kematian, masa pensiun, dan lain-lain. Hal ini membuat pegawai tidak perlu menanggung beban tersebut sendirian.

Apa saja programnya

Ada beberapa program dalam BPJS Ketenagakerjaan, yaitu:

Jaminan Hari Tua (JHT)

Dalam program ini, perusahaan akan menanggung sebanyak 3.7% dari total iurannya. Pegawai akan mendapat semua iuran yang telah dikumpulkan setelah pensiun, yaitu umur 55 tahun. Jumlah total klaim iuran tersebut akan menjadi besar karena sebelumnya telah diinvestasikan. Hal ini tentunya akan menguntungkan pegawai di hari tua. Bagi pegawai yang meninggal atau cacat permanen juga tetap diperbolehkan mengklaim iuran tersebut.

Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Untuk program ini, kamu akan diberikan kompensasi dan rehabilitas ketika mengalami kecelakaan. Mulai dari kamu hendak berangkat kerja sampai kembali ke rumah atau terkena penyakit yang diakibatkan pekerjaan. Iuran untuk program ini dibayarkan sepenuhnya oleh perusahaan, yang bernilai 0.24% sampai 1.74% sesuai kelompok usaha.

Jaminan Kematian (JK)

Program ini memungkinkan kamu untuk mendapatkan uang senilai Rp 21 juta. Terdiri dari santunan kematian sebesar Rp 14 juta dan biaya pemakaman Rp 2 juta serta santunan berkala. Kematian yang dijamin di program ini yaitu yang bukan karena kecelakaan kerja. Jaminan ini akan ditujukan kepada ahli waris dari si pegawai.

Bukan Penerima Upah

Program ini diikuti peserta dari sektor non formal seperti pedagang, petani dan orang-orang yang punya usaha sendiri. Iurannya ditanggung sendiri dan ditetapkan berdasarkan upah minimum provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten (UMK) dan dibayarkan secara berkala kepada pemerintah.

Sektor Jasa Konstruksi

Para pekerja konstruksi juga didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini berlaku bagi semua pekerja konstruksi, baik yang harian lepas, tenaga borongan, atau yang terikat perjanjian tertentu. Jaminan sosial untuk program ini biasanya kombinasi antara JKK dan JK dengan jumlah iuran 0,24 persen dari total proyek.

Apa manfaat tambahannya?

Selain program dan manfaat diatas, ada juga manfaat lainnya yang bisa kamu dapatkan lho. Manfaat ini biasanya diberikan kepada peserta yang sudah bergabung di BPJS Ketenagakerjaan minimal 5 tahun. Pertama, kamu bisa mendapatkan bantuan pinjaman uang muka untuk pembelian rumah. Kedua, ada program beasiswa bagi anak pegawai tidak mampu. Ketiga, disediakan pelatihan-pelatihan untuk menurunkan resiko kecelakaan kerja.

Bagaimana pencairan dananya?

Pencairan dana cukup mudah selama kamu bisa memenuhi beberapa persyaratan. Salah satu syaratnya adalah telah menjadi anggota selama minimum 5 tahun. Selain itu ada beberapa dokumen dan administrasi yang perlu dilengkapi. Setelah memenuhi persyaratan tersebut kamu dapat mendatangi kantor untuk pencairan dana.

Gimana, sudah paham mengenai BPJS Ketenagakerjaan? Jika ada sesuatu yang bisa kamu bagikan tentang BPJS Ketenagakerjaan, langsung saja tulis di kolom komentar!