Ini Dia Tips Agar Cinta Menabung!

menabung

Pernahkah kamu mengalami masa-masa dimana kamu suka menabung? Atau kamu selalu menghabiskan seluruh gaji tanpa sisa setiap bulannya? Menabung memang kebiasaan yang sulit untuk dilakukan. Padahal, hal tersebut memberikan banyak manfaat lho.

Kalau kamu ingin merasakan manfaat dari menabung, berikut ini Billie tunjukkan cara-cara untuk mengubah mindset kamu sehingga kamu jadi pribadi yang cinta menabung. Simak disini.

Buat tujuan menabung

Agar dapat mulai mencintai kegiatan ini. Kamu harus menentukan tujuan dari menabung atau saving itu sendiri. Misalnya, kamu ingin membeli mobil, wah tujuan yang besar bukan? Untuk mewujudkannya, kamu harus menentukan target kecil. Misalnya dalam jangka waktu enam bulan kamu harus mengumpulkan 10% dari dana yang dibutuhkan, sehingga dalam setahun sudah bisa terkumpul untuk membayar biaya DP atau uang muka. Hal ini dapat memotivasi kamu untuk menyimpan uang. Kamu bisa menaruh notes di handphone atau sticky notes di dinding kamar sebagai pengingat.

Ingat-ingat tagihan

Banyak orang yang tidak melakukan perencanaan keuangan tertulis tiap bulan tapi ternyata bisa mengelola keuangan mereka dengan baik. Kenapa bisa begitu? Karena sejak awal mereka sudah tahu alokasi anggaran utamanya. Bagaimana caranya? Saat mendapatkan gaji, utamakan untuk membayar tagihan-tagihan bulanan seperti biaya sewa rumah, kost atau apartemen, biaya listrik, pulsa handphone, pajak, cicilan, dan belanja kebutuhan lainnya. Setelah itu, jadikan menabung sebagai prioritas kedua.

Baca juga: Cara Mengurangi Kebiasaan Buruk yang Membuat Pengeluaran Membengkak!

Hindari pemborosan

Menghabiskan uang untuk kesenangan bersama teman-teman memang hal yang sangat menyenangkan. Namun, semua kegiatan tersebut sudah pasti memakan uang yang cukup banyak. Nah, bila tidak ingin semua uang bulanan habis untuk melakukan itu semua. Mulai sekarang, mulailah mengurangi biaya untuk kehidupaan sosial kamu. Lakukan hal-hal yang seru dan murah. Misalnya, di akhir pekan, kamu bisa menghabiskan waktu dengan teman-teman terdekat dengan berkumpul bersama sambil memasak makan malam.

Cari tambahan penghasilan

Beberapa orang menabung karena sayang menghabiskan uang hasil keringatnya. Nah, mindset ini dapat menjadi salah satu cara agar kamu cinta menabung. Ingatlah bahwa uang hasil keringatmu yang terbuang sia-sia tidak akan pernah bermanfaat. Jika merasa belum bekerja keras, kamu bisa mencari pekerjaan tambahan agar lebih mencintai uang hasil kerjamu. Manfaatnya, uang tambahan itu bisa disimpan sehingga jumlah tabungan semakin banyak. Selain itu, waktu kosong kamu yang digunakan juga meminimalisir penggunaan uang yang sia-sia.

Belanja Bulanan, Mingguan, atau Harian, Mana Lebih Hemat?

belanja bulanan

Ada banyak perdebatan tentang pengelolaan keuangan yang benar, salah satunya bagaimana mengelola uang belanja. Selain itu, banyak juga yang bingung mengenai periode berbelanja yang tepat. Pernahkah kamu perhitungkan saat hendak berbelanja, mana yang sebenarnya lebih hemat: belanja bulanan, mingguan, ataukah harian?

Nah, kali ini, Billie akan membahas tentang periode belanja, berikut adalah hal-hal yang perlu kamu perhatikan sebelum memilih belanja bulanan, mingguan, ataupun harian.

Belanja Bulanan

Keuntungan dari belanja bulanan, kamu dapat menghemat biaya belanja karena berbagai pusat perbelanjaan ritel, memberikan promo dan diskon untuk para pembeli. Kamu dapat belanja di pusat perbelanjaan ritel karena pada saat belanja bulanan, daftar kebutuhan yang harus dibeli lebih banyak dibandingkan belanja harian. Perlu diperhatikan, saat belanja bulanan hindari membeli stok makanan terlalu banyak. Hal itu dapat beresiko makanan tersisa sampai tanggal kadaluarsanya tiba.

Ketika kamu belanja bulanan, buat daftar belanja dengan cermat dan teliti. Jangan sampai stok yang masih banyak tersisa di bulan lalu, malah kamu beli kembali. Dalam memilih barang yang akan dibeli secara bulanan, sebaiknya pilihlah barang yang tahan lama, seperti peralatan kebersihan.

Berbelanja bulanan juga dapat menghemat biaya transportasi dan tenaga lho, asalkan tidak ada barang yang terlewatkan. Karena banyaknya orang yang melakukan belanja saat awal bulan, sebaiknya kamu melakukan belanja di pagi hari saat supermaket baru buka, dan tidak memilih hari belanja pada akhir pekan.

Belanja Mingguan

Selain belanja bulanan, kamu juga bisa memilih belanja mingguan. Belanja mingguan bisa dilakukan jika kamu masih ragu uang gaji dihabiskan seluruhnya untuk memenuhi kebutuhan di rumah. Saat berbelanja mingguan, kamu perlu memprioritaskan barang yang sangat dibutuhkan. Telur, sayur mayur, dan buah-buahan merupakan barang-barang yang cocok dibeli per minggu, agar tetap dalam keadaan segar dan tidak mudah busuk. Perhatikan lokasi tempat kamu berbelanja mingguan karena jika terlalu jauh malah akan menyebabkan borosnya biaya ongkos. Kamu juga harus lebih berhati-hati, agar tidak mudah tergiur untuk berbelanja barang-barang lainnya.

Belanja Harian

Terakhir, adalah belanja harian. Yang perlu ditekankan yaitu lakukan belanja harian hanya untuk barang-barang yang kamu lupakan sewaktu belanja bulanan ataupun mingguan. Sebaiknya pilihlah warung yang berada dekat rumah kamu, agar tak perlu mengeluarkan biaya transportasi.

Hal yang lebih penting dari belanja adalah kamu mampu memprioritaskan barang yang benar-benar dibutuhkan dan disiplin dalam mengeluarkan dana tersebut. Pastikan juga, bahwa kamu sudah menyisihkan dana untuk anggaran yang lainnya seperti membayar tagihan, biaya sekolah anak, ataupun tabungan, baru kamu dapat leluasa membuat daftar belanjaan.

Cara Mengurangi Kebiasaan Buruk yang Membuat Pengeluaran Membengkak!

pengeluaran membengkak

Tidak terasa nih sebentar lagi kita sudah memasuki awal bulan. Pasti menyenangkan bukan bagi Billpayer yang bekerja, karena di awal bulan, kamu akan mendapatkan gaji. Apalagi sudah mau dekat hari Lebaran, dimana kamu pasti membutuhkan uang lebih untuk merayakan hari raya atau berlibur.

Namun, kebiasaan konsumtif dan pemborosan tidak dapat dihindari bukan? Pengeluaran membengkak seringkali dialami orang-orang di bulan-bulan seperti ini. Belanja dan membeli kebutuhan hari raya atau biaya liburan seringkali membuat pengeluaran membengkak. Belum lagi tagihan bulanan seperti listrik sampai PDAM, dan kebutuhan lainnya sudah menanti untuk segera dibayar dan/atau disiapkan anggarannya.

Nah untuk itu, Billie ingin mengingatkan kamu mengenai kebiasaan buruk yang membuat pengeluaran membengkak dan bagaimana cara menghindarinya. Simak artikel berikut ini:

Baca juga : Takut Kredit Mobil? ini Alasan Kenapa Kredit Mobil Menguntungkan!

Membiarkan Alat Elektronik Saat Tidak Digunakan

Banyak orang yang lupa atau dengan sengaja membiarkan alat elektronik seperti radio, dispenser, lampu kamar, sampai televisi tetap menyala saat tidur. Padahal di saat seperti itu alat-alat tersebut sama sekali tidak digunakan. Hal ini menyebabkan banyak listrik yang terbuang sia-sia. Tentu saja, selain itu, hal ini juga menyebabkan tagihan PLN kamu membengkak.

Tidak Mencabut Steker dari Saklar

Banyak orang yang hanya mencabut handphone dari charger-nya sambil tetap membiarkan charger tersebut terhubung dengan saklar setelah daya terisi penuh. Tidak hanya handphone, hal ini juga diterapkan diperangkat lain seperti laptop dan tablet. Kebiasaan ini tanpa sadar justru merugikan meskipun tidak terlalu signifikan. Dikutip dari detik.com, bahwa charger yang tetap terhubung listrik bisa memakan daya hingga 1 watt setiap jam. Jika hal ini dilakukan oleh seluruh warga Jabodetabek, maka listrik yang terbuang bisa mencapai 96.000 kWh dan itu cukup untuk menerangi 755 rumah.

Mandi Menggunakan Gayung

Meskipun terkesan sederhana, tapi kebiasaan mandi menggunakan gayung juga cukup berpengaruh terhadap jumlah tagihan. Wakil Presiden Jusuf Kalla, seperti yang dilansir dari mediaindonesia.com, menyebutkan kalau penggunaan gayung membuat konsumsi air menjadi lebih boros dan menyarankan masyarakat untuk beralih menggunakan shower. JK – sebutan akrabnya, menyebutkan kalau rata-rata 18 liter air akan terbuang sekali mandi jika menggunakan gayung, dan lebih hemat 30% kalau memakai shower. Kalau kamu masih menggunakan gayung, hal ini dapat membuat tagihan PDAM kamu membengkak.

Pengeluaran Membengkak karena Boros Data

Di era digital, orang-orang sudah banyak yang menggunakan smartphone. Oleh karena itu, data internet jadi kebutuhaan yang tak bisa dilepaskan. Indonesia menjadi salah satu negara dengan pengguna internet yang terbesar di dunia. Banyak orang yang cenderung menggunakan data untuk kegiatan yang masuk kategori ‘iseng’ dengan total penggunaan 170 MB/hari. Hal ini sering dilakukan oleh orang yang mengakses media sosial berkali-kali dalam satu hari. Ini dia yang menyebabkan kamu butuh untuk membeli kuota internet terus menerus, sehingga pengeluaran membengkak.

Baca juga : 5 Cara Cermat Kelola Gaji

Tidak Mematuhi Rencana Anggaran

Lifehack.org melansir, faktor yang membuat orang menjadi lebih boros adalah tidak mematuhi rencana anggaran. Hasilnya, orang-orang tersebut menjadi tidak realistis dalam membelanjakan uangnya, sehingga berakibat pada tingginya realisasi angka pengeluaran yang terkadang melebihi rencana pengeluaran. Hal ini membuat kamu menjadi lebih konsumtif dan lebih mudah dalam membelanjakan uangmu. Ingat, inilah yang paling membuat pengeluaran kamu membengkak.

Jadi, solusi agar bisa lebih menghemat anggaran, akan lebih baik jika kamu menghilangkan kebiasaan-kebiasaan seperti yang ditulis di atas.

Sumber : vitaorrin.blogspot.com

Ini 3 Alasan Orang Tidak Bisa Bayar Cicilan

bayar cicilanBanyak orang tidak bisa bayar cicilan karena uang yang tidak cukup. Sehingga mereka harus merelakan barang yang mereka cicil untuk disita bank. Bahkan kamu harus menanggung resiko kalau-kalau kamu tidak diperbolehkan untuk mengajukan kredit di kemudian hari.

Bayar cicilan melebihi 50% dari pendapatan

Membayar cicilan hampir atau lebih dari 50% dari pendapatan adalah hal yang tidak bijaksana. Hal ini juga menandakan kondisi keuangan yang tidak sehat. Jika 50% dari pendapatan kamu gunakan untuk membayar cicilan. Bisa dipastikan kamu bahkan harus menggunakan kartu kredit lagi untuk memenuhi biaya hidup.

Hal ini salah satu penyebab orang tidak bisa bayar cicilan dan bahkan harus menambah hutang mereka. Untuk itu, kamu harus memperhitungkan besarnya cicilan dan perbandingannya dengan pendapatan ketika hendak mengambil kredit. Perhitungkan juga kejadian-kejadian tak terduga yang mungkin terjadi didepan agar kamu bisa mempersiapkan dana darurat.

Baca juga : Mau Cicilan Mobil Murah, Lakukan 5 Hal ini!

Terburu-buru mengambil cicilan

Ketika kamu terburu-buru mengambil cicilan karena ingin cepat mendapatkan barang yang diinginkan. Kamu bisa saja tidak memperhitungkan berapa besar cicilan berbanding pendapatan kamu. Padahal sebaiknya cicilan tidak melebihi 30% dari pendapatan kamu. Dengan memperhitungkan cicilan dengan benar, kamu lebih bisa mengatur pengeluaran kamu agar tidak lebih besar daripada pendapatan.

Selain itu, dengan tidak terburu-buru kamu bisa mempertimbangkan mana program cicilan yang terbaik. Kamu bisa memperhatikan beberapa pilihan program cicilan sebelum menentukan program mana yang akan kamu ambil. Hal itu membuat kamu bisa mengambil program cicilan terbaik yang dapat menguntungkan kamu. Ketika kamu terburu-buru mengambil cicilan, bisa saja kamu salah perhitungan dan tidak bisa membayar cicilan dikemudian hari.

Membayar DP rendah

Jika kamu membayar down payment atau uang muka rendah, kemungkinan besar kamu akan membayar cicilan dengan harga tinggi. Karena kamu harus melunasi barang tersebut, beserta dengan bunga cicilan yang ditanggungkan kepada kamu. Hal ini bisa membuat kamu mungkin tidak sanggup untuk melanjutkan cicilan ketika ada kejadian tidak terduga dikemudian hari. Untuk itu sebisa mungkin membayar DP atau uang muka lebih dari 30% dari harga barang.

Nah untuk itu, jika kamu berniat untuk mengambil cicilan, baik rumah, mobil, atau barang-barang elektronik, kamu harus memperhitungkan komponen bulanan rutin terlebih dahulu. Dengan begitu, kamu dapat mengetahui apakah kamu mampu membayar cicilan atau tidak. Jika kamu masih ragu, sebaiknya jangan mengambil cicilan terburu-buru.

Punya pengalaman lain soal cicilan? Tulis saja di kolom komentar!