Mau Kelola Gaji dengan Lebih Baik? Lakukan 6 Cara ini!

kelola gaji

Apa kamu tipe orang yang sudah menghabiskan gaji di pertengahan bulan? Atau menghabiskan kehidupan akhir bulanmu dengan makan mie instan? Wah gawat, artinya kamu masih belum bisa kelola gaji dengan baik.

Kalau kamu masih bingung gimana cara kelola gaji dengan lebih baik. Berikut Billie akan memberikan 6 cara yang bisa kamu gunakan agar kamu bisa mengelola gaji dengan lebih baik. Simak ya!

Tahu Gaji Kamu Secara Rinci

kelola gaji

Nomor satu, kamu harus tahu gaji kamu secara rinci untuk kelola gaji dengan lebih baik. Perhatikan gaji jika dikirim melalui rekening bank dan periksa secara rutin. Periksa mulai dari gaji pokok, tunjangan kesehatan, atau tunjangan lain yang diberikan oleh perusahaan kamu. Perhatikan juga potongan-potongan seperti pajak, asuransi, dan sebagainya.

Beberapa tunjangan biasanya bisa dicairkan, ada baiknya apabila kamu mengetahui kebijakan tunjangan-tunjangan tersebut. Cari tahu bulan berapa kamu bisa memperoleh dana dari tunjangan tersebut dan bagaimana mekanismenya.

Tentu saja hal ini berguna agar kamu mengetahui total gaji bersih. Hal ini juga berguna apabila ada kesalahan atau penyelewengan dari jumlah gaji yang diberikan. Selain itu kamu juga bisa merencanakan masa depan dengan memanfaatkan tunjangan-tunjangan yang ada.

Buat Anggaran Bulanan

kelola gaji

Setelah mengetahui secara rinci pemasukan atau gaji bulanan kamu. Kamu bisa memulai untuk buat anggaran bulanan. Apa saja isi dari anggaran bulanan? Kamu bisa menulis semua daftar atau komponen pemasukan dan juga komponen pengeluaran kamu.

Pertama-tama, kamu dapat mengalokasikan terlebih dahulu gaji kamu ke hal-hal yang sangat pokok, urgent, dan penting. Seperti uang makan, transportasi, pembayaran wajib seperti tagihan listrik, telepon, air, asuransi, dan cicilan). Selanjutnya, kamu bisa masuk ke alokasi gaji untuk hal-hal penting namun tidak terlalu urgent, seperti investasi, hobi, hiburan, dan amal.

Jika kebingungan bagaimana cara mengalokasikan gaji ke hal-hal pokok, kamu bisa menghitung perkiraan pengeluaranmu setiap harinya dan mengkalikannya dengan 30 hari. Untuk alokasi ke hal-hal tambahan, kamu bisa menyusun prioritas, mana hal tambahan yang menurutmu lebih penting dari yang lainnya.

Misalkan menurutmu investasi penting untuk masa depan, kamu bisa mengalokasikan uang sisa tersebut untuk invesrasi. Jika kamu merasa hiburan lebih penting karena bisa menunjang efektivitas kerja kamu, kamu bisa mengalokasikan uang sisa untuk hiburan terlebih dahulu.

Baca juga: Atur Keuangan Sendiri? Lakukan 4 Cara Modern ini!

Simpan Uang Secara Terpisah

uang tunai vs non tunai

Setelah kamu mengalokasikan dan membuat anggaran keuangan. Kamu bisa menyiasatinya dengan menyimpan uang secara terpisah apabila kamu masih merasa sulit untuk kelola gaji. Apalagi bila kamu termasuk orang yang tidak tahan untuk belanja. Kamu bisa langsung memindahkan uang ke rekening terpisah setelah mendapatkan gaji. Hal ini meminimalisir penggunaan gaji untuk hal yang tidak perlu.

Selain itu, gunakan kartu debit hanya untuk bayar tagihan yang sudah direncanakan sebelumnya. Untuk biaya sehari-hari lebih baik alokasikan uang cash per minggu nya. Hal seperti ini dapat membantu kamu supaya tidak mudah tergiur untuk berbelanja hal yang tidak ada di rencana mingguan.

Gunakan Aplikasi Bantuan untuk Kelola Gaji

kelola gaji

Ternyata bukan hanya kamu yang kesulitan untuk kelola gaji. Riset yang dilakukan perusahaan teknologi finansial mengatakan bahwa lebih dari 70% orang merasa kebingungan dalam mengatur dan memantau keuangan. Mereka merasa tidak ada cara mudah untuk mencatatnya.

Jika kamu juga mengalami hal yang sama, kamu bisa menggunakan aplikasi kelola keuangan yang dapat di unduh di Android atau iOS store secara gratis. Salah satu aplikasi yang bisa kamu gunakan adalah Billie. Selain dapat membantu kelola keuangan, Billie juga dapat membantu kamu membayar tagihan dalam waktu bersamaan.

Aplikasi semacam Billie bisa membantu kamu mengatur dan mengelola keuangan. Aplikasi tersebut juga dapat menganalisa komponen pengeluaran terbesar atau biaya mana yang paling menguras kantong.

Penghasilan Tambahan

kelola gaji

Nah, kalau ternyata keuangan yang buruk terjadi karena kebutuhan yang lebih, dan bukan karena cara kelola keuangan yang buruk. Solusi satu-satunya adalah mencari cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Karena jika ternyata gaji kamu belum bisa mencukupi semua kebutuhan, artinya kamu memerlukan gaji lebih besar atau pekerjaan tambahan.

Ada banyak lho pekerjaan freelance yang bisa membantu kamu untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Kamu bisa berjualan online, menjadi penulis artikel lepas, mengikuti program afiliasi marketing, atau mencari tambahan pendapatan yang sesuai dengan bakat kamu.

Baca juga : Mengelola Tagihan dan Pengeluaran adalah Kunci Keuangan Sehat

Ubah Gaya Hidup

kelola gaji

Hal yang terakhir adalah mengubah gaya hidup kamu. Mengapa harus melakukan ini? Ternyata riset menemukan bahwa sebagian besar orang tidak dapat kelola keuangan dengan baik karena gaya hidup yang tidak sehat.

Dengan mengubah gaya hidup, seperti mengurangi frekuensi makan di cafe atau restoran atau nonton di bioskop ataupun sesuatu yang bersifat konsumtif. Kamu dapat kelola gaji dengan lebih baik. Gaya hidup sudah banyak membutakan orang dewasa maupun anak muda, untuk selalu dituntut “gaya” melebihi pendapatannya. Sehingga seberapa besar pendapatan yang dimiliki, jika gaya hidupnya tinggi, tidak akan mampu menutupi gaya hidupnya tersebut.

Nah keenam tips berikut bisa menjadi panduan kamu untuk kelola gaji dengan lebih cerdas dan efektif. Tetapi semuanya ini kembali ke kamu lagi. Apakah kamu mau berusaha untuk lebih cermat dan disiplin dalam kelola gaji? Hal ini tentunya menjadi pilihan kamu sendiri dan berdampak ke masa depan kamu nanti.

Ada tips yang lebih kece? Langsung saja tulis di kolom komentar!

Fitur dan Fasilitas Kartu Kredit ini Bisa Bantu Kelola Keuangan Lho!

fitur dan fasilitas kartu kredit

Banyak orang bilang bahwa kartu kredit hanya membawa kerugian saja. Tentu saja hal ini tidak benar. Beberapa fitur dan fasilitas kartu kredit ternyata bisa membantu kamu dalam mengelola keuangan. Simak disini!

Program Cicilan

Ada banyak program cicilan yang ditawarkan oleh bank penerbit kartu kredit. Beberapa program bahkan tidak memberikan bunga cicilan atau yang sering kita dengar dengan cicilan 0%. Nah program-program seperti ini sebetulnya bisa kamu manfaatkan. Selain itu jika kamu perhatikan, sebagian besar bank memberikan bunga yang lebih kecil untuk cicilan dengan tenor yang lebih lama.

Kartu kredit BCA misalnya, untuk tenor 3, 6, sampai 9 bulan, bunga cicilannya adalah 1,25%. Sedangkan untuk tenor 12 sampai 36 bulan, bunga cicilannya hanya 0,75%. Hal ini dapat membantu kamu kelola keuangan, karena kamu tidak perlu menghabiskan uang ketika membeli barang. Selain itu jika dicicil dengan tenor yang lebih panjang, kamu tidak akan terlalu berat saat membayar tagihan bulanan.

Lalu, jenis cicilan yang ditawarkan oleh penerbit kartu kredit biasanya merupakan cicilan tetap. Hal ini membantu kamu kelola keuangan karena kamu sudah mengetahui komponen tagihan bulanan dan jumlahnya akan selalu tetap.

Perlindungan Kesehatan dan Hutang

Beberapa bank penerbit kartu kredit juga memberikan perlindungan kesehatan bagi pemegang kartu kredit. Jumlah dan ketentuannya beragam, tergantung kebijakan masing-masing bank penerbit dan jenis program. Ada penerbit kartu kredit yang memberikan 100% uang kembali untuk biaya rumah sakit. Ada juga yang memberikan pengembalian premi sampai 200% jika kamu meninggal dunia.

Hal ini jelas membantu kamu untuk kelola keuangan. Mengapa? Karena kamu tidak perlu mengeluarkan biaya yang terlalu besar untuk kejadian mendadak. Bayangkan jika tiba-tiba sesuatu terjadi seperti sakit atau kecelakaan, uang tabunganmu akan habis terkuras karenanya.

Selain itu ada juga program kartu kredit yang memberikan perlindungan terhadap saldo terutang. Maksudnya adalah ketika kamu tidak dapat membayar tagihan karena sakit atau kecelakaan mendadak, kamu akan diberikan bantuan. Bantuan tersebut ada yang berupa pemberhentian bunga, ada juga yang berupa penghapusan hutang jika pemilik kartu meninggal dunia. Premi per bulan biasanya sebesar 0.60% dari total saldo terutang per bulan.

Kartu Tambahan Dengan Nomor Yang Berbeda

Penggunaan kartu kredit tambahan di Indonesia sudah cukup biasa. Pemilik kartu kredit biasanya menggunakan kartu kredit tambahan untuk suami/istri atau anaknyaa. Kartu kredit tambahan pastinya memiliki keuntungan, kamu bisa memperoleh limit kredit yang lebih besar. Namun kadang hal tersebut membuat kamu boros juga, kamu juga harus membayar bunga kartu kredit yang lebih besar.

Ternyata, ada fitur yang dapat membantu kamu, yaitu kartu tambahan dengan nomor yang berbeda. Hal ini memungkinkan kamu untuk memiliki nomor kartu yang berbeda antara pemegang kartu utama dan tambahan. Jelas hal ini akan lebih memudahkan kamu dalam mengontrol pemakaian masing-masing kartu. Pembayaran untuk kartu yang berbeda juga cukup ditujukan ke nomor kartu utama.

Travel Points

Bagi kamu yang suka travelling atau jalan-jalan ke luar negeri, program poin travel di kartu kredit bisa sangat menguntungkan. Itu karena travelling ke luar negeri biasanya membutuhkan biaya yang cukup besar, sehingga kamu bisa berhemat dengan poin reward yang diberikan. Budget yang seharusnya dialokasikan untuk travelling, bisa di kelola untuk hal lain.

Selain poin travel, banyak pula kartu kredit yang menawarkan fasilitas airport lounge di bandara lokal maupun internasional. Hal ini bisa membuat kamu lebih hemat saat menunggu di aiport. Ada juga yang memberikan fasilitas check in dan baggage handling sehingga bisa memudahkan kamu di aiport.

Pembayaran Telepon, Listrik, dan Air

Selain 4 keuntungan diatas, kartu kredit saat ini juga bisa digunakan untuk pembayaran telepon, listrik, dan air. Tagihan bulanan pasti seperti tagihan telepon, listrik, dan air terkadang sulit dikelola. Kamu juga pasti sering melupakan jumlah tagihan tersebut dan nomor pembayarannya kan. Dengan fasilitas langsung dari kartu kredit, hal ini bisa menjadi mudah. Seluruh tagihan bulanan akan terdaftar dan tercetak di tagihan kartu kredit kamu.

Hal ini juga akan lebih membantu kamu kelola tagihan. Kamu dapat mengetahui jumlah pembayaran telepon, listrik, dan air. Dengan itu, kamu dapat mengetahui apakah kamu telah menggunakan telepon, listrik, dan air dengan baik dan efisien. Jika ternyata tidak, kamu harus mulai berhemat untuk kebutuhan ini bukan.

Dengan cara ini, kamu masih kesulitan untuk mengelola tagihan? Wah kalau begitu kamu tandanya kamu memerlukan asisten keuangan pribadi. Selain asisten keuangan pribadi, kamu juga dapat menggunakan beberapa aplikasi untuk mengelola keuangan lho.

Biaya Administrasi yang Perlu Kamu Ketahui

biaya administrasi ini perlu kamu ketahui

Penggunaan layanan keuangan seperti bank, kartu kredit, dan sebagainya tentunya memerlukan biaya administrasi sebagai bentuk penghargaan kita terhadap layanan tersebut. Pentingkah untuk mengetahui biaya-biaya administrasi? Penting, karena biaya administrasi sebenarnya berjumlah kecil, namun jika dalam kita harus menggunakan beberapa layanan keuangan dalam satu bulan, biaya administrasi bisa berjumlah besar jika diakumulasikan dan ditotal dalam satu tahun.

Jika kita mengetahui jumlah biaya administrasi yang harus kita bayarkan setiap bulannya dengan lengkap, kita bisa mengurangi biaya-biaya kecil yang sebetulnya dapat kita gunakan untuk hal-hal lain. Kali ini, Billie akan memberikan informasi mengenai biaya-biaya administrasi apa saja yang perlu kamu ketahui.

Buka rekening/account

Ketika kita membuka rekening baru di bank atau membuka account sebuah layanan keuangan, kita akan dikenai biaya administrasi untuk membuka account tersebut. Layanan keuangan yang membebankan biaya buka rekening biasanya adalah bank, asuransi, kartu kredit, deposito, dan sebagainya. Kisaran biaya buka rekening/account baru adalah sekitar Rp 5.000,- sampai Rp 50.000,-.

Ada juga layanan keuangan yang tidak memungut biaya buka rekening/account pertama. Namun biasanya mereka menetapkan saldo minimum pada rekening/account yang tidak dapat tarik oleh penggunanya. Saat ini juga ada beberapa layanan keuangan yang melakukan promosi dengan cara membebaskan biaya buka rekening/account.

Layanan

Banyak orang yang mengira bahwa biaya layanan sama dengan biaya administrasi. Hal ini tidaklah benar, biaya layanan berbeda dengan biaya administratif. Biaya layanan merupakan biaya yang dibebankan kepada kita ketika kita menggunakan layanan tertentu, seperti transfer dana ke bank berbeda atau membayar tagihan tertentu lewat bank kita.

Transfer

Umumnya kita tidak perlu membayarkan biaya layanan ketika transfer dana ke bank yang sama. Namun ketika kita perlu melakukan transfer dana ke bank berbeda, kita perlu membayarkan biaya transfer. Biasanya ada 2 jenis layanan transfer antar yaitu LLG dan RTGS. LLG merupakan singkatan dari Lalu Lintas Giro, yang merupakan layanan transfer menggunakan fasilitas kliring. Untuk layanan LLG akan dikenakan biaya sebesar Rp 5.000,-. Layanan lainnya adalah RTGS, singkatan dari Real Time Gross Settlement, dimana uang yang dikirim akan langsung masuk ke rekening penerima. Layanan RTGS akan dikenakan biaya sebesar Rp 20.000,-.

Tarik tunai

Sama halnya dengan transfer, tarik tunai tidak akan dikenakan biaya jika melalui ATM bank yang sama. Namun jika kita kesulitan mencari ATM tersebut, kita terpaksa harus menarik uang di ATM bank lain. Hal ini akan dikenai biaya penarikan sebesar Rp 5.000,- sampai Rp 10.000,- tergantung kebijakan bank masing-masing.

Administrasi bulanan

Biaya administrasi bulan merupakan biaya yang paling sering dibayarkan oleh pengguna layanan keuangan. Kamu dapat menganggap biaya ini sebagai biaya penggunaan rekening/account bank atau kartu kredit. Pada rekening tabungan, biaya administrasi dibebankan setiap bulan, biasanya ditarik langsung dari uang tabungan kita.

Biaya administrasi pada tabungan sekitar Rp 2.500,- sampai Rp 25.000,- setiap bulannya. Pada kartu kredit, biaya administrasi dibebankan per tahun, biasanya akan langsung masuk ke tagihan bulanan kita. Namun, ada juga beberapa kartu kredit yang tidak menetapkan administrasi bulanan.

Bunga pinjaman

Ketika kamu membeli produk dengan sistem kredit, biasanya bank akan membebankan bunga. Batasan biaya bunga kartu kredit ini sebenarnya diatur oleh Bank Indonesia, namun dengan jumlah yang bisa berubah mengikuti kebijakan yang dikeluarkan. Besaran bunga maksimum adalah 2,95% per bulan atau sebesar 35,40% per tahun. Banyak orang yang mengira biaya 2,95% per bulan berarti juga 2,95% per tahun, padahal sebenarnya kita harus mengakumulasi perhitungannya.

Keterlambatan

Jika kamu terlambat melakukan pembayaran tagihan, kamu akan dikenakan denda keterlambatan. Biasanya sebesar 3% atau maksimal Rp 150.000 dari total tagihan bulanan. Biaya tersebut diatur oleh kebijakan bank penerbit kartu kredit masing-masing dengan pengawasan Bank Indonesia. Tanggal jatuh tempo masing-masing kartu kredit juga berbeda-beda. Untuk itu jika kamu memiliki lebih dari satu kartu kredit, kamu harus mengingat setiap tanggal tersebut.

Pembatalan cicilan

Ada kalanya ketika kita tidak jadi membeli suatu produk tertentu atau menyesal membeli suatu produk. Sebenarnya, jika kamu menggunakan kartu kredit dengan cicilan, kamu bisa membatalkan cicilan. Biaya ini dikenakan jika kamu melakukan pelunasan awal transaksi cicilan sebelum jangka waktu cicilan berakhir. Besar biaya ini juga berbeda untuk masing-masing penerbit kartu. Berkisar antara Rp 200.000,- sampai dengan Rp 250.000,-.

Pengembalian cek/giro

Dalam transaksi menggunakan kartu kredit, kamu bisa membayarkan tagihan tersebut dengan cek/giro yang harus diproses melalui kliring. Untuk layanan tersebut, kamu akan dikenakan biaya sebesar Rp 25.000,-.

Kelebihan pemakaian (over limit)

Ketika kamu menggunakan kartu kredit melebihi batas limit yang diberikan, kamu akan dikenai denda over limit. Jumlah biaya over limit setiap bank berbeda-beda. Biasanya sekitar Rp 50.000,- atau 5% dari kelebihan limit, tergantung mana yang lebih besar. Namun ada juga bank yang sama sekali tidak memberikan denda kelebihan pemakaian.

Salah satu cara untuk mengurangi biaya administrasi tersebut, kamu dapat mengurangi layanan keuangan yang tidak perlu, seperti mengurangi jumlah kartu kredit, dan sebagainya. Selain itu, kamu juga dapat menggunakan aplikasi keuangan yang memungkinkan kamu untuk membayarkan tagihan dalam satu kali pembayaran, sehingga kamu dapat mengurangi biaya administrasi.

Nah berikut merupakan biaya-biaya administrasi yang perlu kamu ketahui. Punya pengetahuan yang lain? Silahkan tulis di kolom komentar.

Mengelola Tagihan dan Pengeluaran adalah Kunci Keuangan Sehat

mengelola tagihan kunci keuangan sehat

Kebanyakan orang seringkali melupakan pengeluaran, apalagi pembayaran sehari-hari yang jumlahnya tidak besar. Mereka lebih sibuk untuk mengejar dan mengontrol gaji dan pendapatan. Padahal setiap perencana keuangan pribadi atau ahli keuangan selalu menganjurkan untuk mengontrol dan mengelola tagihan dan pengeluaran.

Banyak kasus yang sudah sering terjadi akibat kurangnya kesadaran untuk mengontrol dan mengelola tagihan dan pengeluaran. Seperti kesulitan saat ada biaya besar yang mendadak. Biaya-biaya tersebut biasanya berupa uang masuk sekolah, biaya renovasi rumah.  Atau biaya kecelakaan atau masuk rumah sakit, biaya membetulkan kendaraan, dan biaya-biaya dadakan lainnya.

Yang terjadi adalah bukan kurangnya pendapatan, tetapi hanya fokus untuk meningkatkan pendapatan atau gaji yang tinggi, dan lupa untuk mengontrol dan mengelola tagihan dan pengeluaran.

Ketahui Pengeluaran

Untuk mengetahui pengeluaran setiap bulannya, kita harus mengetahui dulu berapa total pengeluaran setiap bulannya. Bagaimana mungkin dapat mengelola atau memperbaiki lajur pengeluaran jika jumlah pengeluaran dan tagihan bulanan saja kita tidak tahu. 

Pencatatan Teratur

Jika kita sudah mengetahui total pengeluaran dan tagihan per bulannya, kita dapat mulai merincikan. Komponen-komponen apa saja yang menyebabkan munculnya jumlah pengeluaran dan tagihan tersebut. Jika masih belum menemukan komponennya, mulai catat semua pengeluaran tanpa terkecuali dalam satu bulan. Lakukan hal ini secara teratur selama 3 hingga 6 bulan agar kita mendapatkan pola pengeluaran yang stabil.

Pencatatan secara teratur ini tentunya banyak manfaatnya, tidak hanya dapat melihat angka dan pola pengeluaran, tetapi kita dapat mengetahui apakah ada bulan-bulan dimana pengeluaran kita lebih kecil atau lebih besar. Kita juga bisa mengetahui selisih antara pengeluaran dan pendapatan.

Kedua, kita juga dapat mengetahui kegiatan atau life-style mana yang paling boros dan tidak penting untuk mendapatkan alokasi dana sedemikian rupa. Kita akan mengetahui komponen mana yang dapat kita kurangi alokasi dananya secara signifikan.

Ketiga, kita dapat mengetahui bahwa ternyata ada beberapa pengeluaran yang kelihatannya kecil, seperti jajan di toko kelontong, ngopi di cafe, taksi, namun berjumlah besar jika diakumulasikan dalam satu bulan.

Keempat, kita dapat memahami gaya hidup kita sendiri, karena pengeluaran merupakan refleksi dari gaya hidup. Pengeluaran kita mencerminkan bagaimana kita menghabiskan uang. Yang mana berarti untuk mengubah pola pengeluaran, kita juga harus mengubah gaya hidup kita.

Setelah tahu dengan rinci soal tagihan dan pengeluaran, pengelolaan menjadi lebih mudah. Semuanya sudah dapat dihitung. Tinggal pilihan dan melakukannya dengan disiplin. Mencatat pengeluaran barulah langkah awal, langkah yang lebih sulit adalah ketika kita harus mengubah gaya hidup kita untuk dapat mengurangi pengeluaran. Gaya hidup seringkali menyentuh gengsi dan, lebih dalam lagi, harga diri, sehingga tidak mudah dirubah dalam sekejap.

Ingat baik-baik saja saran dan pepatah dari ahli keuangan, dimana percuma mempunyai pendapatan besar, apabila pengeluaran tidak bisa dikendalikan, yang menyebabkan hidup menjadi tidak sejahtera dimasa tua.

Sering Menunda Bayar Tagihan? Simak Kerugiannya!

tunda bayar tagihan bulanan

Tagihan bulanan sangat dekat dengan kehidupan dewasa muda atau orang-orang yang sudah berumah tangga di jaman sekarang ini. Mulai dari tagihan listrik, air, keamanan, kebersihan, asuransi, BPJS, pajak, dan cicilan seperti melalui kartu kredit. Kebanyakan orang tidak bayar tagihan langsung setelah menerima gaji bulanan.

Padahal, idealnya tagihan bulanan dibayarkan setiap awal bulan setelah menerima gaji, dan jangan sampai melewati tanggal jatuh tempo tagihan. Namun ternyata, masih banyak orang yang sering menunda bayar tagihan, membayarnya tepat di hari jatuh tempo, bahkan melewati batas jatuh tempo yang menyebabkan mereka harus membayarkan denda keterlambatan. Selain denda keterlambatan, ternyata banyak kerugian lain yang bisa didapatkan jika sering menunda bayar tagihan lho.

Untuk itu, Billie akan mengulas beberapa kerugian ketika kamu sering menunda untuk membayarkan tagihan. Simak ulasannya!

Terburu-buru Bayar Tagihan

Ketika kamu terus menunda-nunda untuk membayarkan tagihan bulananmu, secara tidak sadar kamu sebenarnya sedang menumpuk pekerjaan yang sebetulnya tidak perlu. Hal itu dapat membuat kamu menjadi terburu-buru ketika tanggal jatuh tempo tagihan sudah dekat. Kamu menjadi kewalahan dan buru-buru pergi ke ATM untuk menyelesaikan pembayaran tagihan. Billpayer, hal ini sederhana tetapi bisa merugikan lho, kita mungkin saja tidak tahu apabila ada hal-hal mendadak yang perlu dilakukan, akibatnya malah mendapatkan denda keterlambatan.

Selain itu, terburu-buru bisa juga membuat kamu salah input nomor tagihan atau bahkan jumlah tagihan. Salah input nomor bisa saja membuat kamu malah membayarkan tagihan orang lain atau terpaksa harus menginput ulang nomor tagihan. Nah, salah input jumlah tagihan ini yang merepotkan. Kenapa? Kamu akan diminta untuk mengisi sejumlah formulir dan mengirimkannya langsung ke kantor biller, selain itu kamu harus menunggu sekitar 4-6 hari kerja untuk refund atau pengembalian uang tersebut.

Antrian Panjang

Apakah kamu tahu bahwa antrian panjang di ATM sebagian besar disebabkan oleh orang-orang yang ingin membayarkan tagihan? Yup, banyak orang yang terpaksa mengantri panjang untuk membayar tagihan karena sudah jatuh tempo. Mereka tidak memiliki waktu lagi untuk menunda dan menghindari antrian yang panjang tersebut.

Ini akibat sering menunda tagihan, karena jika kamu tidak menunda, kamu bisa mengatur waktu yang tepat untuk membayar tagihan di ATM. Kamu juga bisa melihat situasi, apabila antrian ATM panjang dan ramai, kamu bisa melakukannya dilain waktu atau mencari tempat ATM yang lain. Ketika antrian ATM tidak panjang dan ramai, segera lunasi tagihan kamu sebelum tanggal jatuh tempo.

Denda Keterlambatan + Bunga

Menunda-nunda pembayaran tagihan bisa menyebabkan kamu pada akhirnya terlambat membayarkan tagihanmu. Hal ini dapat menyebabkan kamu dikenai denda keterlambatan oleh bank atau penagih. Jumlah denda keterlambatan biasanya memang tidak besar, misalnya pada kartu kredit hanya sekitar 3% dari total tagihan atau maksimal sebesar Rp. 150.000. Namun, tanpa kamu sadari, jika kamu membiasakan hal ini tetap terjadi, kamu bisa menghabiskan sekitar Rp. 1,8 juta per tahun hanya untuk denda keterlambatan. Belum lagi ditambah bunga cicilan atau hutang yang harus kamu tanggung.

Tidak Sadar Pengeluaran Bulanan

Ketika kamu terlambat membayar tagihan, kamu menjadi tidak teratur mengenai tanggal pengeluaran kamu. Ada yang dibayarkan pada awal bulan, pertengahan, atau bahkan akhir. Hal ini menyebabkan kamu tidak dapat menghitung dengan jelas berapa pengeluaranmu dibandingkan dengan pendapatan dan sebaliknya.

Idealnya kita mencatat setiap pengeluaran dengan baik dan teratur agar dapat mengontrol pengeluaran. Kita dapat membatasi cicilan, jumlah uang yang dialokasikan untuk belanja dan kebutuhan sehari-hari dengan mengetahui jumlah pengeluaran kita setiap bulannya. Ingat billpayer, kejayaan dan kesejahteraan akan didapatkan apabila kita dapat mengontrol keuangan dengan baik sehingga bisa mempersiapkan masa tua kita.

Bagaimana agar tidak menunda membayar tagihan bulanan?

Bayar Tagihan dengan Disiplin

Denda keterlambatan bukanlah sebuah komponen wajib dalam tagihan bulanan. Denda keterlambatan merupakan bentuk konsekuensi atas kelalaian kamu dalam melakukan pembayaran. Hal ini bisa dihindari apabila kamu secara disiplin membayar tagihan bulanan dan diri kamu sendiri yang dapat mewujudkannya. Jika kamu disiplin dan pandai menggunakan kesempatan yang ada seperti aplikasi perencana keuangan atau pengingat, kamu dapat mengubah kebiasaan buruk yang sering menunda pembayaran tagihan.

Berikut beberapa beberapa kerugian ketika kamu sering menunda untuk membayarkan tagihan menurut Billie, apakah kamu punya pengalaman lainnya yang bisa dibagikan? Tuliskan saja di kolom komentar.

Tagihan Bulanan Merepotkan? Simak Dulu Tips Berikut Ini!

Tips Pintar saat Membayar Tagihan Bulanan

Membayar tagihan bulanan adalah hal yang sudah sering dilakukan oleh sebagian orang dewasa. Tagihan-tagihan seperti tagihan listrik, PAM, kartu kredit, asuransi, tv kabel, BPJS, dan sebagainya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Beberapa orang merasa kerepotan ketika bayar tagihan bulanan. Padahal ternyata, ada beberapa hal kecil yang dapat menguntungkan kita namun sering kita lewatkan saat membayar tagihan bulanan.

Untuk itu, Billie merangkum beberapa tips pintar yang dapat kamu lakukan saat membayarkan tagihan bulanan.

Bayar Sebelum Jatuh Tempo

Bagi kamu yang tidak menggunakan fasilitas autodebet, kamu harus membayar tagihan secara manual yaitu dengan Internet atau Mobile Banking atau pergi langsung ke ATM. Biasakan untuk membayar tagihan sebelum tanggal jatuh tempo, bukan saat tanggal jatuh tempo. Bahkan lebih baik lagi jika kamu membayar tagihan kartu kredit jauh-jauh hari, jauh sebelum tanggal jatuh tempo tiba.

Membayarnya pada saat-saat terakhir akan sangat berisiko dan membuat kamu tidak tenang, terutama jika kamu juga memiliki sejumlah kesibukan sepanjang hari. Belum lagi antrian ATM yang lebih ramai disaat awal sampai pertengahan bulan, karena beberapa tagihan mempunyai periode tanggal jatuh tempo yang sama.

Selain itu, kita tidak tahu apa yang akan terjadi dikemudian hari. Bayangkan jika tiba-tiba ada sesuatu hal yang harus kamu kerjakan secara mendadak. Itu dapat membuat kamu tidak memiliki kesempatan untuk membayar tagihan tersebut. Bisa dipastikan sejumlah bunga dan juga denda keterlambatan akan menghiasi tagihan kamu di bulan depan.

Pertimbangkan Komponen Biaya

Dalam membayar tagihan bulanan, kamu harus mempertimbangkan beberapa komponen biaya. Seperti biaya administrasi, biaya layanan, denda keterlambatan, dan biaya bunga. Biaya administrasi merupakan biaya yang dibebankan sebagai biaya penggunaan jasa. Biaya layanan merupakan biaya yang dibebankan untuk layanan khusus atau layanan tertentu. Denda keterlambatan adalah biaya yang kita keluarkan jika terlambat membayar tagihan. Sedangkan biaya bunga biasanya merupakan biaya yang dibebankan atas pinjaman atau hutang.

Biaya-biaya tersebut biasanya jumlahnya kecil, namun jika diperhitungkan ternyata total jumlahnya besar juga. Komponen biaya ini akan menjadi besar dan membebani keuangan. Terutama jika pada bulan tersebut kamu juga memiliki sejumlah tagihan yang cukup besar. Untuk menghindari hal tersebut, kamu dapat membayar kartu kredit dengan kartu tabungan yang memiliki bank penerbit yang sama untuk mengurangi biaya administrasi. Sebaiknya kamu juga tidak terlalu banyak menggunakan jenis kartu kredit yang berbeda.

Pastikan Jumlah Pembayaran

Jangan membayar tagihan kamu dengan buru-buru/tergesa-gesa terutama bagi tagihan kartu kredit, karena hal ini akan sangat riskan menimbulkan sejumlah kesalahan dalam pembayaran tersebut, terutama jika kamu membayarnya di mesin ATM yang memiliki antrian panjang. Lakukan pembayaran dengan tenang dan teliti, pastikan semua tagihan terbayarkan dengan jumlah yang sesuai. Karena bank tetap akan mengenakan bunga jika kamu meninggalkan beberapa perak saja tagihan di dalam kartu kredit kamu.

Bayar Cicilan Di Atas Biaya Minimum

Ketika membayar tagihan, sebagian pembayaran kamu sebenarnya adalah untuk membayar bunga. Meskipun kartu kredit hanya mensyaratkan pembayaran minimum sebesar 10% dari total tagihan, sebaiknya kamu membayar tagihan diatas biaya minimum yang ditetapkan.

Mengapa demikian? Dengan melakukan pembayaran minimum bisa membuat kamu terjerat hutang yang lebih besar dari jumlah uang yang kamu pinjam sebelumnya. Karena, setiap bulan, kamu akan terkena tambahan bunga di setiap pembayaran kamu, yang kalau di kalkulasikan bisa membuat barang yang kamu cicil berharga dua kali lebih mahal dari harga seharusnya. Jadi jangan tergiur dengan cicilan murah tiap bulannya.

Manfaatkan Transfer Balance

Transfer balance adalah fasilitas yang ditawarkan bank penerbit kartu kredit, yang memungkinkan pengalihan tagihan kartu kredit dari satu bank ke bank lainnya. Banyak orang yang tidak mengetahui fasilitas ini, padahal dengan fasilitas ini, kamu dapat memindahkan tagihan kartu kredit ke bank lain yang menawarkan bunga yang lebih kecil.

Umumnya, bank memperbolehkan pengguna untuk memindahkan hingga 80% tagihan kartu kredit lama ke kartu kreditnya. Misalnya, jumlah tertagih di kartu kredit A sebesar Rp10 juta. kamu bisa memindahkan hingga 80%, atau setara Rp8 juta, ke kartu kredit B. Jadi apabila yang terjadi pada kamu adalah besar pasak daripada tiang, atau lebih besar tagihan utang kartu kredit daripada pemasukan. Transfer balance kartu kredit bisa menjadi solusi untuk melunasi utang kamu.

Buat Jadwal Pembayaran Tetap

Dalam membayarkan tagihan bulanan, ada baiknya kamu melakukan pembayaran secara terjadwal. Hal ini akan sangat membantu kamu untuk disiplin dalam melakukan pembayaran tagihan setiap bulannya. Tentukan tanggal yang tepat dimana ditanggal tersebut, kamu sudah mendapatkan surat tagihan dari semua komponen tagihan bulananmu, dan tanggal tersebut tentunya harus jauh dari tanggal jatuh tempo. Lakukan pembayaran secara rutin pada tanggal tersebut setiap bulannya.

Terima Tagihan Lewat Email

Surat tagihan yang sering telat tiba dirumah atau kantor adalah salah satu alasan mengapa seseorang sering terlambat dalam melakukan pembayaran tagihan. Untuk itu segera daftarkan email kamu agar bisa menerima surat tagihan elektronik yang dikirimkan lewat email setiap bulannya.

Dengan surat tagihan elektronik, kamu juga bisa mengatur tagihan bulanan agar tersimpan dengan baik, kamu bisa membuat folder khusus di email untuk semua tagihanmu agar pengeluaran lebih terkontrol. Kamu juga bisa memanfaatkan google calendar atau aplikasi online untuk mengingatkan kamu untuk membayar tagihan secara online.

Bayar dengan Autodebet

Autodebet adalah fasilitas dari bank untuk pembayaran otomatis yang dapat kamu manfaatkan untuk mengontrol tagihan. Dengan fasilitas autodebet, tagihan kamu akan langsung dipotong melalui tabungan sehingga kamu tidak akan lupa membayarkan tagihan bulanan.

Dengan terpotongnya tagihan secara otomatis, tentunya akan memudahkan kamu dalam membayar tagihan. Kamu tidak perlu repot menginput tagihan lewat internet/mobile banking atau membayar tagihan lewat ATM. Selain itu karena tagihan dibayar secara otomatis, resiko untuk terlilit hutang juga menjadi lebih kecil.

Namun ternyata, autodebet juga memiliki beberapa kekurangan. Karena bersifat otomatis, autodebet lebih susah untuk dikontrol, uang di tabungan kamu bisa terpotong secara tiba-tiba. Selain itu, cara untuk memberhentikan tagihan yang bersifat autodebet juga terbilang susah. Kamu harus menelepon penagih dan berargumentasi dengan staff bank. Pastinya mereka akan mempengaruhi kamu untuk tidak membatalkan cicilan atau tagihan.

Berikut beberapa tips pintar yang dapat kamu lakukan saat membayarkan tagihan bulanan menurut Billie, apakah kamu memilki tips pintar lainnya? Tuliskan saja di kolom komentar.

5 Hal Merepotkan yang Sering Terjadi saat Bayar Tagihan

5 Hal Merepotkan yang Sering Terjadi saat Bayar Tagihan

Membayar tagihan adalah hal yang tidak asing dilakukan bagi sebagian orang dewasa. Tagihan-tagihan seperti listrik, PAM, kartu kredit, asuransi, tv kabel, BPJS, dan sebagainya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Namun tahukah kamu? Bahwa ada beberapa hal kecil yang sederhana namun merepotkan yang sering terjadi saat bayar tagihan.

Berikut Billie merangkum 5 hal kecil merepotkan yang sering terjadi saat bayar tagihan:

Salah Input Jumlah Tagihan

Salah input jumlah tagihan adalah kesalahan yang cukup sering dilakukan, biasanya payer salah memasukkan angka biaya tagihan mereka. Kesalahan ini biasanya terjadi pada tipe tagihan yang membutuhkan kamu untuk memasukan jumlah biaya secara manual. Seperti beberapa jenis kartu kredit, asuransi, BPJS, biaya dalam bentuk virtual account dan tagihan-tagihan lainnya.

Dengan jumlah yang kecil, biasanya kamu akan membiarkannya. Lalu biller akan mengurangi tagihanmu di bulan selanjutnya, atau menambahkan biaya tersebut ke akun elektronik milikmu. Kekurangannya, akan lebih sulit bagi biller untuk mengetahui apakah kamu sudah membayar tagihanmu atau belum, karena banyak biller yang menaruh angka unik pada tagihan untuk mempermudah sinkronisasi pembayaran tagihan.

Namun dalam jumlah yang besar, apakah kamu tidak keberatan memberikannya kepada biller? Sebagian besar akan meminta pengajuan refund atau pengembalian uang, hal ini akan sangat merepotkan. Kenapa? Kamu akan diminta untuk mengisi sejumlah formulir dan mengirimkannya langsung ke kantor biller. Kamu juga harus menunggu sekitar 4-6 hari kerja untuk refund atau pengembalian uang tersebut.

Repot bukan? Untuk itu kamu harus jeli ketika memasukkan jumlah tagihan atau memilih metode pembayaran yang lebih otomatis seperti autodebet atau tagihan yang memberikan jumlah biaya secara otomatis.

Salah Input Nomor Tagihan

Kesalahan lain yang sering dilakukan adalah salah input nomor tagihan. Hal ini sebenarnya tidak akan terlalu merugikan, karena sistem ATM atau internet banking akan membatalkan proses pembayaran secara otomatis. Sehingga kamu tidak akan mengalami kerugian seperti salah membayar tagihan dan sebagainya.

Namun hal ini tentu saja akan membuang-buang waktu kamu, karena kamu harus mengulang proses pembayaran lagi dan memasukkan angka yang benar. Belum lagi nomor akun atau nomor tagihan yang biasanya panjang, akan menyulitkan kamu. Banyak orang yang terpaksa mengantri ulang di ATM, karena tidak enak kepada orang lain dibelakangnya akibat hal ini.

Uniknya, kebanyakan orang membayarkan tagihannya di minggu pertama awal bulan, sehingga pada minggu tersebut akan ada banyak antrian di ATM. Wah, kalau seperti ini ada baiknya kamu jeli dan tidak terburu-buru saat memasukkan nomor tagihan di ATM.

Anggap Remeh Tanggal Jatuh Tempo

Banyak orang yang menganggap remeh tanggal jatuh tempo tagihan. Mereka biasanya menunda-nunda untuk membayarkan tagihan mereka. Seperti menunda untuk pergi ke ATM atau menunda untuk membuka aplikasi internet banking dan sebagainya. Memang sih hal ini dikarenakan kebutuhan untuk mengerjakan hal lain terlebih dahulu, dan kadang membayar tagihan bisa merepotkan jika kamu harus mengutak-atik lagi nomor dan biaya tagihan.

Jangan disepelehkan, terlambat membayar tagihan bisa merugikan. Perusahaan atau bank penerbit kartu kredit biasanya akan membebankan biaya keterlambatan kepada billpayer. Biaya keterlambatan ini memang kecil, tetapi jika dibiasakan juga merupakan salah satu keborosan lho. Pada kartu kredit, biaya keterlambatan bisa sekitar 3% dengan jumlah maksimum Rp. 150.000. Jika setiap bulannya kita terlambat, kita bisa menanggung sekitar Rp 1,8 juta. Belum lagi ditambah bunga yang dibebankan oleh kartu kredit, wah lumayan kan.

Pada pembayaran jenis lain, asuransi salah satunya, keterlambatan pembayaran bisa menyebabkan akun asuransi kamu ditutup. Hal ini menyebabkan kamu akan kehilangan investasi asuransi yang sudah kamu berikan dibulan sebelumnya. Kenapa? Karena asuransi memiliki jangka waktu dimana investasi kita sudah dapat diambil, biasanya setelah 5 tahun. Jika jumlah investasi masih sedikit, mungkin masih bisa di terima. Namun jika jumlah investasi sudah banyak, akan merugikan kamu karena investasinya menjadi sia-sia.

Pada kasus lain seperti e-commerce, keterlambatan pembayaran bisa menggagalkan pembelian barang yang kamu pesan. Kalau kamu benar-benar menginginkan barang tersebut, terpaksa kamu harus melakukan proses pemesanan ulang. Ditambah dengan memesan ulang, waktu kamu akan lebih terbuang karena harus melewati proses verifikasi lagi oleh e-commerce.

Untuk itu, hindari keterlambatan pembayaran ya, gunakan fitur pada hp atau secara manual dengan sticky notes di kulkas sebagai pengingat tanggal jatuh tempo tagihan. Kamu juga bisa menggunakan beberapa aplikasi pengingat atau bahkan pengatur tagihan yang dapat membantu kamu mengelola tagihan.

Administrasi Perbedaan Bank

Apakah kamu tahu bahwa setiap bank membebankan biaya administrasi, apabila kamu melakukan pembayaran untuk tagihan bank lain? Salah satu contohnya BCA, BCA akan membebankan biaya administrasi jika kamu membayar tagihan kartu kredit bank Mandiri atau bank lainnya, hal tersebut juga diberlakukan oleh bank Mandiri, BNI, BII, UOB, dan bank lokal maupun internasional lainnya.

Biaya ini kelihatannya tidak besar, namun jika dikumpulkan kamu mungkin akan terkejut dengan jumlah biayanya. Mari kita coba hitung, bank biasanya akan membebankan uang sejumlah Rp 5.000 sampai Rp 10.000 ketika membayarkan tagihan bank lain. Selain itu biasanya ada beban administratif sebesar Rp. 2.500 sampai Rp. 10.000, untuk membayar tagihan seperti BPJS, e-commerce, asuransi, dan jenis pembayaran lainnya. Jika kamu membayar tagihan dengan debit BCA dan mempunyai 3 kartu kredit, 1 BPJS, dan 1 asuransi, kamu bisa membayarkan sekitar Rp. 15.000 sampai Rp. 25.000 beban administratif setiap bulannya, jika dijumlahkan per tahun, biaya yang kamu keluarkan adalah sekitar Rp. 180.000 sampai Rp. 300.000, lumayan bukan?

Untuk menghindari beban administratif seperti ini, kamu bisa menggunakan kartu kredit yang diterbitkan oleh bank yang sama dengan tabungan kamu. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan perusahaan jasa atau aplikasi yang dapat membayarkan tagihan kamu secara bersamaan tanpa biaya administratif.

Tidak Menyimpan Surat Tagihan

Surat tagihan atau invoice adalah surat yang diterbitkan oleh biller yang berisi jumlah tagihan. Invoice diberikan saat tagihan belum jatuh tempo yang sekaligus diberikan untuk mengingatkan pembayaran tagihan. Mengapa surat tagihan penting? Karena pada surat tagihan terdapat jumlah tagihan dan nomor akun beserta nomor tagihan. Informasi tersebut akan kamu butuhkan pada saat membayarkan tagihan. Selain itu surat tagihan juga berguna sebagai bukti apabila terdapat kesalahan pada tagihan tersebut.

Jika kamu tidak menyimpan surat tagihan dengan benar atau melupakan file tempat surat tagihan di hp, kamu bisa repot saat hendak membayarkan tagihan. Kamu harus membuka ulang email, surat, dan sebagainya. Untuk itu sebaiknya kamu menyimpan surat tagihan dengan baik. Jika kamu menerima surat tagihan fisik dari bank atau perusahaan, sebaiknya kamu menggunakan map khusus untuk tagihan. Jika kamu menerima surat tagihan elektronik, kamu dapat membuat folder khusus di online drive atau screenshot surat tagihan kamu dan tempatkan di folder foto khusus.

Berikut 5 hal kecil merepotkan yang sering terjadi saat bayar tagihan menurut Billie. Apakah kamu memilki pengalaman yang juga merepotkan saat membayar tagihan? Tuliskan saja di kolom komentar.