Mengelola Tagihan dan Pengeluaran adalah Kunci Keuangan Sehat

mengelola tagihan kunci keuangan sehat

Kebanyakan orang seringkali melupakan pengeluaran, apalagi pembayaran sehari-hari yang jumlahnya tidak besar. Mereka lebih sibuk untuk mengejar dan mengontrol gaji dan pendapatan. Padahal setiap perencana keuangan pribadi atau ahli keuangan selalu menganjurkan untuk mengontrol dan mengelola tagihan dan pengeluaran.

Banyak kasus yang sudah sering terjadi akibat kurangnya kesadaran untuk mengontrol dan mengelola tagihan dan pengeluaran. Seperti kesulitan saat ada biaya besar yang mendadak. Biaya-biaya tersebut biasanya berupa uang masuk sekolah, biaya renovasi rumah.  Atau biaya kecelakaan atau masuk rumah sakit, biaya membetulkan kendaraan, dan biaya-biaya dadakan lainnya.

Yang terjadi adalah bukan kurangnya pendapatan, tetapi hanya fokus untuk meningkatkan pendapatan atau gaji yang tinggi, dan lupa untuk mengontrol dan mengelola tagihan dan pengeluaran.

Ketahui Pengeluaran

Untuk mengetahui pengeluaran setiap bulannya, kita harus mengetahui dulu berapa total pengeluaran setiap bulannya. Bagaimana mungkin dapat mengelola atau memperbaiki lajur pengeluaran jika jumlah pengeluaran dan tagihan bulanan saja kita tidak tahu. 

Pencatatan Teratur

Jika kita sudah mengetahui total pengeluaran dan tagihan per bulannya, kita dapat mulai merincikan. Komponen-komponen apa saja yang menyebabkan munculnya jumlah pengeluaran dan tagihan tersebut. Jika masih belum menemukan komponennya, mulai catat semua pengeluaran tanpa terkecuali dalam satu bulan. Lakukan hal ini secara teratur selama 3 hingga 6 bulan agar kita mendapatkan pola pengeluaran yang stabil.

Pencatatan secara teratur ini tentunya banyak manfaatnya, tidak hanya dapat melihat angka dan pola pengeluaran, tetapi kita dapat mengetahui apakah ada bulan-bulan dimana pengeluaran kita lebih kecil atau lebih besar. Kita juga bisa mengetahui selisih antara pengeluaran dan pendapatan.

Kedua, kita juga dapat mengetahui kegiatan atau life-style mana yang paling boros dan tidak penting untuk mendapatkan alokasi dana sedemikian rupa. Kita akan mengetahui komponen mana yang dapat kita kurangi alokasi dananya secara signifikan.

Ketiga, kita dapat mengetahui bahwa ternyata ada beberapa pengeluaran yang kelihatannya kecil, seperti jajan di toko kelontong, ngopi di cafe, taksi, namun berjumlah besar jika diakumulasikan dalam satu bulan.

Keempat, kita dapat memahami gaya hidup kita sendiri, karena pengeluaran merupakan refleksi dari gaya hidup. Pengeluaran kita mencerminkan bagaimana kita menghabiskan uang. Yang mana berarti untuk mengubah pola pengeluaran, kita juga harus mengubah gaya hidup kita.

Setelah tahu dengan rinci soal tagihan dan pengeluaran, pengelolaan menjadi lebih mudah. Semuanya sudah dapat dihitung. Tinggal pilihan dan melakukannya dengan disiplin. Mencatat pengeluaran barulah langkah awal, langkah yang lebih sulit adalah ketika kita harus mengubah gaya hidup kita untuk dapat mengurangi pengeluaran. Gaya hidup seringkali menyentuh gengsi dan, lebih dalam lagi, harga diri, sehingga tidak mudah dirubah dalam sekejap.

Ingat baik-baik saja saran dan pepatah dari ahli keuangan, dimana percuma mempunyai pendapatan besar, apabila pengeluaran tidak bisa dikendalikan, yang menyebabkan hidup menjadi tidak sejahtera dimasa tua.

Sering Menunda Bayar Tagihan? Simak Kerugiannya!

tunda bayar tagihan bulanan

Tagihan bulanan sangat dekat dengan kehidupan dewasa muda atau orang-orang yang sudah berumah tangga di jaman sekarang ini. Mulai dari tagihan listrik, air, keamanan, kebersihan, asuransi, BPJS, pajak, dan cicilan seperti melalui kartu kredit. Kebanyakan orang tidak bayar tagihan langsung setelah menerima gaji bulanan.

Padahal, idealnya tagihan bulanan dibayarkan setiap awal bulan setelah menerima gaji, dan jangan sampai melewati tanggal jatuh tempo tagihan. Namun ternyata, masih banyak orang yang sering menunda bayar tagihan, membayarnya tepat di hari jatuh tempo, bahkan melewati batas jatuh tempo yang menyebabkan mereka harus membayarkan denda keterlambatan. Selain denda keterlambatan, ternyata banyak kerugian lain yang bisa didapatkan jika sering menunda bayar tagihan lho.

Untuk itu, Billie akan mengulas beberapa kerugian ketika kamu sering menunda untuk membayarkan tagihan. Simak ulasannya!

Terburu-buru Bayar Tagihan

Ketika kamu terus menunda-nunda untuk membayarkan tagihan bulananmu, secara tidak sadar kamu sebenarnya sedang menumpuk pekerjaan yang sebetulnya tidak perlu. Hal itu dapat membuat kamu menjadi terburu-buru ketika tanggal jatuh tempo tagihan sudah dekat. Kamu menjadi kewalahan dan buru-buru pergi ke ATM untuk menyelesaikan pembayaran tagihan. Billpayer, hal ini sederhana tetapi bisa merugikan lho, kita mungkin saja tidak tahu apabila ada hal-hal mendadak yang perlu dilakukan, akibatnya malah mendapatkan denda keterlambatan.

Selain itu, terburu-buru bisa juga membuat kamu salah input nomor tagihan atau bahkan jumlah tagihan. Salah input nomor bisa saja membuat kamu malah membayarkan tagihan orang lain atau terpaksa harus menginput ulang nomor tagihan. Nah, salah input jumlah tagihan ini yang merepotkan. Kenapa? Kamu akan diminta untuk mengisi sejumlah formulir dan mengirimkannya langsung ke kantor biller, selain itu kamu harus menunggu sekitar 4-6 hari kerja untuk refund atau pengembalian uang tersebut.

Antrian Panjang

Apakah kamu tahu bahwa antrian panjang di ATM sebagian besar disebabkan oleh orang-orang yang ingin membayarkan tagihan? Yup, banyak orang yang terpaksa mengantri panjang untuk membayar tagihan karena sudah jatuh tempo. Mereka tidak memiliki waktu lagi untuk menunda dan menghindari antrian yang panjang tersebut.

Ini akibat sering menunda tagihan, karena jika kamu tidak menunda, kamu bisa mengatur waktu yang tepat untuk membayar tagihan di ATM. Kamu juga bisa melihat situasi, apabila antrian ATM panjang dan ramai, kamu bisa melakukannya dilain waktu atau mencari tempat ATM yang lain. Ketika antrian ATM tidak panjang dan ramai, segera lunasi tagihan kamu sebelum tanggal jatuh tempo.

Denda Keterlambatan + Bunga

Menunda-nunda pembayaran tagihan bisa menyebabkan kamu pada akhirnya terlambat membayarkan tagihanmu. Hal ini dapat menyebabkan kamu dikenai denda keterlambatan oleh bank atau penagih. Jumlah denda keterlambatan biasanya memang tidak besar, misalnya pada kartu kredit hanya sekitar 3% dari total tagihan atau maksimal sebesar Rp. 150.000. Namun, tanpa kamu sadari, jika kamu membiasakan hal ini tetap terjadi, kamu bisa menghabiskan sekitar Rp. 1,8 juta per tahun hanya untuk denda keterlambatan. Belum lagi ditambah bunga cicilan atau hutang yang harus kamu tanggung.

Tidak Sadar Pengeluaran Bulanan

Ketika kamu terlambat membayar tagihan, kamu menjadi tidak teratur mengenai tanggal pengeluaran kamu. Ada yang dibayarkan pada awal bulan, pertengahan, atau bahkan akhir. Hal ini menyebabkan kamu tidak dapat menghitung dengan jelas berapa pengeluaranmu dibandingkan dengan pendapatan dan sebaliknya.

Idealnya kita mencatat setiap pengeluaran dengan baik dan teratur agar dapat mengontrol pengeluaran. Kita dapat membatasi cicilan, jumlah uang yang dialokasikan untuk belanja dan kebutuhan sehari-hari dengan mengetahui jumlah pengeluaran kita setiap bulannya. Ingat billpayer, kejayaan dan kesejahteraan akan didapatkan apabila kita dapat mengontrol keuangan dengan baik sehingga bisa mempersiapkan masa tua kita.

Bagaimana agar tidak menunda membayar tagihan bulanan?

Bayar Tagihan dengan Disiplin

Denda keterlambatan bukanlah sebuah komponen wajib dalam tagihan bulanan. Denda keterlambatan merupakan bentuk konsekuensi atas kelalaian kamu dalam melakukan pembayaran. Hal ini bisa dihindari apabila kamu secara disiplin membayar tagihan bulanan dan diri kamu sendiri yang dapat mewujudkannya. Jika kamu disiplin dan pandai menggunakan kesempatan yang ada seperti aplikasi perencana keuangan atau pengingat, kamu dapat mengubah kebiasaan buruk yang sering menunda pembayaran tagihan.

Berikut beberapa beberapa kerugian ketika kamu sering menunda untuk membayarkan tagihan menurut Billie, apakah kamu punya pengalaman lainnya yang bisa dibagikan? Tuliskan saja di kolom komentar.

Tagihan Bulanan Merepotkan? Simak Dulu Tips Berikut Ini!

Tips Pintar saat Membayar Tagihan Bulanan

Membayar tagihan bulanan adalah hal yang sudah sering dilakukan oleh sebagian orang dewasa. Tagihan-tagihan seperti tagihan listrik, PAM, kartu kredit, asuransi, tv kabel, BPJS, dan sebagainya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Beberapa orang merasa kerepotan ketika bayar tagihan bulanan. Padahal ternyata, ada beberapa hal kecil yang dapat menguntungkan kita namun sering kita lewatkan saat membayar tagihan bulanan.

Untuk itu, Billie merangkum beberapa tips pintar yang dapat kamu lakukan saat membayarkan tagihan bulanan.

Bayar Sebelum Jatuh Tempo

Bagi kamu yang tidak menggunakan fasilitas autodebet, kamu harus membayar tagihan secara manual yaitu dengan Internet atau Mobile Banking atau pergi langsung ke ATM. Biasakan untuk membayar tagihan sebelum tanggal jatuh tempo, bukan saat tanggal jatuh tempo. Bahkan lebih baik lagi jika kamu membayar tagihan kartu kredit jauh-jauh hari, jauh sebelum tanggal jatuh tempo tiba.

Membayarnya pada saat-saat terakhir akan sangat berisiko dan membuat kamu tidak tenang, terutama jika kamu juga memiliki sejumlah kesibukan sepanjang hari. Belum lagi antrian ATM yang lebih ramai disaat awal sampai pertengahan bulan, karena beberapa tagihan mempunyai periode tanggal jatuh tempo yang sama.

Selain itu, kita tidak tahu apa yang akan terjadi dikemudian hari. Bayangkan jika tiba-tiba ada sesuatu hal yang harus kamu kerjakan secara mendadak. Itu dapat membuat kamu tidak memiliki kesempatan untuk membayar tagihan tersebut. Bisa dipastikan sejumlah bunga dan juga denda keterlambatan akan menghiasi tagihan kamu di bulan depan.

Pertimbangkan Komponen Biaya

Dalam membayar tagihan bulanan, kamu harus mempertimbangkan beberapa komponen biaya. Seperti biaya administrasi, biaya layanan, denda keterlambatan, dan biaya bunga. Biaya administrasi merupakan biaya yang dibebankan sebagai biaya penggunaan jasa. Biaya layanan merupakan biaya yang dibebankan untuk layanan khusus atau layanan tertentu. Denda keterlambatan adalah biaya yang kita keluarkan jika terlambat membayar tagihan. Sedangkan biaya bunga biasanya merupakan biaya yang dibebankan atas pinjaman atau hutang.

Biaya-biaya tersebut biasanya jumlahnya kecil, namun jika diperhitungkan ternyata total jumlahnya besar juga. Komponen biaya ini akan menjadi besar dan membebani keuangan. Terutama jika pada bulan tersebut kamu juga memiliki sejumlah tagihan yang cukup besar. Untuk menghindari hal tersebut, kamu dapat membayar kartu kredit dengan kartu tabungan yang memiliki bank penerbit yang sama untuk mengurangi biaya administrasi. Sebaiknya kamu juga tidak terlalu banyak menggunakan jenis kartu kredit yang berbeda.

Pastikan Jumlah Pembayaran

Jangan membayar tagihan kamu dengan buru-buru/tergesa-gesa terutama bagi tagihan kartu kredit, karena hal ini akan sangat riskan menimbulkan sejumlah kesalahan dalam pembayaran tersebut, terutama jika kamu membayarnya di mesin ATM yang memiliki antrian panjang. Lakukan pembayaran dengan tenang dan teliti, pastikan semua tagihan terbayarkan dengan jumlah yang sesuai. Karena bank tetap akan mengenakan bunga jika kamu meninggalkan beberapa perak saja tagihan di dalam kartu kredit kamu.

Bayar Cicilan Di Atas Biaya Minimum

Ketika membayar tagihan, sebagian pembayaran kamu sebenarnya adalah untuk membayar bunga. Meskipun kartu kredit hanya mensyaratkan pembayaran minimum sebesar 10% dari total tagihan, sebaiknya kamu membayar tagihan diatas biaya minimum yang ditetapkan.

Mengapa demikian? Dengan melakukan pembayaran minimum bisa membuat kamu terjerat hutang yang lebih besar dari jumlah uang yang kamu pinjam sebelumnya. Karena, setiap bulan, kamu akan terkena tambahan bunga di setiap pembayaran kamu, yang kalau di kalkulasikan bisa membuat barang yang kamu cicil berharga dua kali lebih mahal dari harga seharusnya. Jadi jangan tergiur dengan cicilan murah tiap bulannya.

Manfaatkan Transfer Balance

Transfer balance adalah fasilitas yang ditawarkan bank penerbit kartu kredit, yang memungkinkan pengalihan tagihan kartu kredit dari satu bank ke bank lainnya. Banyak orang yang tidak mengetahui fasilitas ini, padahal dengan fasilitas ini, kamu dapat memindahkan tagihan kartu kredit ke bank lain yang menawarkan bunga yang lebih kecil.

Umumnya, bank memperbolehkan pengguna untuk memindahkan hingga 80% tagihan kartu kredit lama ke kartu kreditnya. Misalnya, jumlah tertagih di kartu kredit A sebesar Rp10 juta. kamu bisa memindahkan hingga 80%, atau setara Rp8 juta, ke kartu kredit B. Jadi apabila yang terjadi pada kamu adalah besar pasak daripada tiang, atau lebih besar tagihan utang kartu kredit daripada pemasukan. Transfer balance kartu kredit bisa menjadi solusi untuk melunasi utang kamu.

Buat Jadwal Pembayaran Tetap

Dalam membayarkan tagihan bulanan, ada baiknya kamu melakukan pembayaran secara terjadwal. Hal ini akan sangat membantu kamu untuk disiplin dalam melakukan pembayaran tagihan setiap bulannya. Tentukan tanggal yang tepat dimana ditanggal tersebut, kamu sudah mendapatkan surat tagihan dari semua komponen tagihan bulananmu, dan tanggal tersebut tentunya harus jauh dari tanggal jatuh tempo. Lakukan pembayaran secara rutin pada tanggal tersebut setiap bulannya.

Terima Tagihan Lewat Email

Surat tagihan yang sering telat tiba dirumah atau kantor adalah salah satu alasan mengapa seseorang sering terlambat dalam melakukan pembayaran tagihan. Untuk itu segera daftarkan email kamu agar bisa menerima surat tagihan elektronik yang dikirimkan lewat email setiap bulannya.

Dengan surat tagihan elektronik, kamu juga bisa mengatur tagihan bulanan agar tersimpan dengan baik, kamu bisa membuat folder khusus di email untuk semua tagihanmu agar pengeluaran lebih terkontrol. Kamu juga bisa memanfaatkan google calendar atau aplikasi online untuk mengingatkan kamu untuk membayar tagihan secara online.

Bayar dengan Autodebet

Autodebet adalah fasilitas dari bank untuk pembayaran otomatis yang dapat kamu manfaatkan untuk mengontrol tagihan. Dengan fasilitas autodebet, tagihan kamu akan langsung dipotong melalui tabungan sehingga kamu tidak akan lupa membayarkan tagihan bulanan.

Dengan terpotongnya tagihan secara otomatis, tentunya akan memudahkan kamu dalam membayar tagihan. Kamu tidak perlu repot menginput tagihan lewat internet/mobile banking atau membayar tagihan lewat ATM. Selain itu karena tagihan dibayar secara otomatis, resiko untuk terlilit hutang juga menjadi lebih kecil.

Namun ternyata, autodebet juga memiliki beberapa kekurangan. Karena bersifat otomatis, autodebet lebih susah untuk dikontrol, uang di tabungan kamu bisa terpotong secara tiba-tiba. Selain itu, cara untuk memberhentikan tagihan yang bersifat autodebet juga terbilang susah. Kamu harus menelepon penagih dan berargumentasi dengan staff bank. Pastinya mereka akan mempengaruhi kamu untuk tidak membatalkan cicilan atau tagihan.

Berikut beberapa tips pintar yang dapat kamu lakukan saat membayarkan tagihan bulanan menurut Billie, apakah kamu memilki tips pintar lainnya? Tuliskan saja di kolom komentar.

Kartu Kredit, Alat Pembayaran dengan Beragam Keuntungannya!

keuntungan memiliki kartu kredit

Banyak orang yang berpikir bahwa memiliki kartu kredit hanya menambah permasalahan keuangan. Ada juga yang berpikir bahwa kartu kredit membuat repot ketika ingin membayar tagihan bulanan. Padahal jika ditelusuri, ada banyak keuntungan memiliki alat pembayaran tersebut lho. Mulai dari kepraktisan sampai fungsinya yang bisa digunakan di luar negeri.

Berikut Billie merangkum 7 keuntungan memiliki kartu kredit:

Praktis, Fleksibel, dan Nyaman

Memiliki kartu kredit membuat kamu lebih praktis dan mudah dalam melakukan pembayaran. Kamu tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah banyak di tas atau dompet, yang lebih beresiko akan kehilangan. Kamu pun tidak perlu repot-repot mencari mesin ATM untuk menarik tunai jika ingin melakukan transaksi pembayaran. Selain menghemat waktu dan tenaga, kamu akan mendapatkan pengalaman berbelanja yang lebih mudah dan nyaman.

Saat kamu tidak memegang uang atau sedang tidak ada uang, namun membutuhkan barang atau jasa tersebut, kamu dapat menggunakan kartu kredit. Saat ini, hampir semua toko dan pusat perbelanjaan memiliki mesin kartu kredit untuk bertransaksi. Selain itu, sebagian besar transaksi tidak membutuhkan minimal pembelian seperti pada saat kamu melakukan transaksi dengan debit.

Tidak hanya itu, kartu ini juga menawarkan fasilitas pembayaran tagihan sehari-hari. Pembayaran telepon, air, listrik, dan tv kabel bisa menggunakan kartu ini. Dengan fasilitas ini, kamu akan terhindar dari kelupaan atau keterlambatan membayarkan transaksi tersebut. Informasinya akan diberikan secara bersamaan dengan tagihan setiap bulannya.

Beragam Promosi

Selain itu, kamu akan menerima berbagai tawaran menarik atau promosi dari merek-merek yang ada dipasaran. Perusahaan atau bank penerbit sering menawarkan berbagai program yang tersedia untuk berbagai keperluan seperti cashback, diskon, dan cicilan 0%. Tidak hanya untuk pembelian barang, pemesanan tiket seperti tiket pesawat terbang, tiket kereta, dan pemesanan hotel juga sering terkena promosi kartu kredit.

Perusahaan penerbit bekerja sama dengan toko dan pusat perbelanjaan untuk memberikan promo khusus atau diskon dalam waktu tertentu. Ada juga perusahaan yang menawarkan bunga rendah untuk mencicil rumah atau mobil.

Kartu kredit memberikan lebih banyak fleksibilitas pada pemegangnya dalam melakukan pembelanjaan. Kamu dapat memanfaatkan program yang tersedia untuk hidup yang lebih hemat. Tentunya terlebih dahulu memperhitungkan kemampuan kamu dalam membayarkan tagihannya di kemudian hari.

Baca juga: Tagihan Bulanan Merepotkan? Simak Dulu Tips Berikut Ini?

Aman dan Ada Perlindungan Saat Membeli Barang

Jika kamu takut memiliki kartu kredit karena kemungkinan pencurian dan sebagainya, kamu tidak perlu mengkhawatirkan itu sekarang. Saat ini, kartu ini dilengkapi dengan sistem pin yang akan mengurangi resiko pencurian saat kartu berpindah tangan. Selain itu, customer service yang siap siaga selama 24 jam memungkinkan pemblokiran kartu kredit yang cepat.

Sebagian besar perusahaan atau bank penerbit akan membantu kamu jika terjadi masalah atau perselisihan ketika membeli suatu produk. Misalnya, apabila pihak penjual tidak bersedia mengambil kembali produk yang cacat atau tidak memuaskan. Kamu dapat menghubungi penerbit kartu kredit untuk meminta bantuan. Bahkan, ada yang menawarkan garansi atau asuransi tambahan untuk barang-barang tertentu yang dibeli bahkan melebihi masa garansi yang diberikan penjual.

Kartu Kredit Untuk Keadaan Darurat

Keuntungan lainnya memiliki kartu kredit yaitu adalah penggunaannya dalam keadaan darurat. Meskipun semua orang pasti tidak menginginkan keadaan darurat, kita harus tetap mengantisipasi keadaan tersebut bukan? Kartu kredit dengan limitnya yang besar dapat membantu kita dikeadaan darurat seperti sakit, kecelakaan, dan keadaan lainnya yang tidak diinginkan, ketika kita tidak mempunyai banyak uang simpanan.

Agar kartu kredit kamu siap dalam keadaan darurat tersebut, kamu harus memperhitungkan limit kartu kredit kamu. Pastikan limit kartu kredit kamu selalu mencukupi untuk keadaan darurat. Selain itu jangan pernah menghabiskan limit kartu kredit kamu agar selalu siap untuk keadaan darurat.

Mengatur dan Melacak Pengeluaran

Kartu kredit dapat membantu kamu mengatur dan melacak pengeluaran, bagaimana caranya? Kartu kredit menawarkan cara pembayaran tagihan secara penuh atau dengan cara mencicil. Tentunya ini akan memudahkan kamu dalam merencanakan anggaran keuangan. Terutama jika kamu bermaksud melakukan pembelian dalam jumlah besar, yang cara pembayarannya dapat kamu atur sesuai dengan rencana anggaran dan kemampuan.

Selain itu ketika menggunakannya, kamu akan selalu mendapatkan catatan transaksi. Lembar tagihan tersebut berisi semua transaksi yang kamu lakukan dengan menggunakan kartu kredit tersebut setiap bulannya. Dengan demikian, pengeluaran setiap bulan akan tercatat dengan rapi dalam lembar tagihan yang secara rutin kamu terima.

Kemudahan Transaksi Online

Saat ini, berbelanja secara online mulai menjadi kebiasaan banyak orang. Berbelanja online menjadi alternatif bagi mereka yang tidak mempunyai waktu untuk pergi ke mall atau pusat perbelanjaan. Ditambah produk yang semakin lengkap dan tersedia secara online. Semakin banyak orang yang melakukan belanja online untuk hidup yang lebih efisien dan efektif.

Hal ini bisa membuat proses belanja online mu semakin mudah lho, kamu tidak perlu melakukan transfer. Barang yang kamu pesan juga akan lebih cepat sampai. Toko tidak perlu menunggu kamu melakukan pembayaran dan mengkonfirmasinya. Kamu juga dapat menggunakan untuk pemesanan tiket transportasi seperti tiket pesawat dan kereta atau hotel untuk menginap. Proses pemesanan akan menjadi lebih cepat, karena kamu tidak perlu membuka internet untuk transfer secara online atau pergi ke ATM untuk melakukan transfer.

Ditambah lagi, hampir semua situs belanja online saat ini menerima kartu kredit sebagai alat pembayaran. Jangan lupa, cermati terlebih dahulu situs tempat kamu berbelanja online, pastikan itu merupakan toko online yang terpercaya, bereputasi baik, dan jelas keberadaannya.

Kartu Kredit Dapat Digunakan di Seluruh Dunia

Salah satu alasan orang dalam menggunakan kartu kredit adalah kegunaannya untuk bertransaksi dapat digunakan di seluruh dunia. Hal ini tentunya sangat penting bagi orang yang suka berpergian ke luar negeri. Membawa uang cash bisa menjadi sangat beresiko bagi sebagian orang, terutama pada orang yang sering lupa, uang tunai dalam jumlah besar mempunyai resiko hilang atau dicuri. Untuk itu, kartu kredit dapat menjadi alternatif sebagai alat transaksi di luar negeri. Kamu juga tidak perlu repot menukar mata uang negara tujuan dalam jumlah besar.

Pembayaran dengan kartu kredit diterima dan dapat digunakan di berbagai toko atau penjual di seluruh dunia, sehingga pengguna tidak akan kesulitan ketika menggunakannya untuk bertransaksi. Nah, kalau kamu hobi keliling dunia atau sering berpergian ke luar negeri, kartu kredit bisa menjadi benda penting yang sangat menguntungkan.

 

5 Hal Merepotkan yang Sering Terjadi saat Bayar Tagihan

5 Hal Merepotkan yang Sering Terjadi saat Bayar Tagihan

Membayar tagihan adalah hal yang tidak asing dilakukan bagi sebagian orang dewasa. Tagihan-tagihan seperti listrik, PAM, kartu kredit, asuransi, tv kabel, BPJS, dan sebagainya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Namun tahukah kamu? Bahwa ada beberapa hal kecil yang sederhana namun merepotkan yang sering terjadi saat bayar tagihan.

Berikut Billie merangkum 5 hal kecil merepotkan yang sering terjadi saat bayar tagihan:

Salah Input Jumlah Tagihan

Salah input jumlah tagihan adalah kesalahan yang cukup sering dilakukan, biasanya payer salah memasukkan angka biaya tagihan mereka. Kesalahan ini biasanya terjadi pada tipe tagihan yang membutuhkan kamu untuk memasukan jumlah biaya secara manual. Seperti beberapa jenis kartu kredit, asuransi, BPJS, biaya dalam bentuk virtual account dan tagihan-tagihan lainnya.

Dengan jumlah yang kecil, biasanya kamu akan membiarkannya. Lalu biller akan mengurangi tagihanmu di bulan selanjutnya, atau menambahkan biaya tersebut ke akun elektronik milikmu. Kekurangannya, akan lebih sulit bagi biller untuk mengetahui apakah kamu sudah membayar tagihanmu atau belum, karena banyak biller yang menaruh angka unik pada tagihan untuk mempermudah sinkronisasi pembayaran tagihan.

Namun dalam jumlah yang besar, apakah kamu tidak keberatan memberikannya kepada biller? Sebagian besar akan meminta pengajuan refund atau pengembalian uang, hal ini akan sangat merepotkan. Kenapa? Kamu akan diminta untuk mengisi sejumlah formulir dan mengirimkannya langsung ke kantor biller. Kamu juga harus menunggu sekitar 4-6 hari kerja untuk refund atau pengembalian uang tersebut.

Repot bukan? Untuk itu kamu harus jeli ketika memasukkan jumlah tagihan atau memilih metode pembayaran yang lebih otomatis seperti autodebet atau tagihan yang memberikan jumlah biaya secara otomatis.

Salah Input Nomor Tagihan

Kesalahan lain yang sering dilakukan adalah salah input nomor tagihan. Hal ini sebenarnya tidak akan terlalu merugikan, karena sistem ATM atau internet banking akan membatalkan proses pembayaran secara otomatis. Sehingga kamu tidak akan mengalami kerugian seperti salah membayar tagihan dan sebagainya.

Namun hal ini tentu saja akan membuang-buang waktu kamu, karena kamu harus mengulang proses pembayaran lagi dan memasukkan angka yang benar. Belum lagi nomor akun atau nomor tagihan yang biasanya panjang, akan menyulitkan kamu. Banyak orang yang terpaksa mengantri ulang di ATM, karena tidak enak kepada orang lain dibelakangnya akibat hal ini.

Uniknya, kebanyakan orang membayarkan tagihannya di minggu pertama awal bulan, sehingga pada minggu tersebut akan ada banyak antrian di ATM. Wah, kalau seperti ini ada baiknya kamu jeli dan tidak terburu-buru saat memasukkan nomor tagihan di ATM.

Anggap Remeh Tanggal Jatuh Tempo

Banyak orang yang menganggap remeh tanggal jatuh tempo tagihan. Mereka biasanya menunda-nunda untuk membayarkan tagihan mereka. Seperti menunda untuk pergi ke ATM atau menunda untuk membuka aplikasi internet banking dan sebagainya. Memang sih hal ini dikarenakan kebutuhan untuk mengerjakan hal lain terlebih dahulu, dan kadang membayar tagihan bisa merepotkan jika kamu harus mengutak-atik lagi nomor dan biaya tagihan.

Jangan disepelehkan, terlambat membayar tagihan bisa merugikan. Perusahaan atau bank penerbit kartu kredit biasanya akan membebankan biaya keterlambatan kepada billpayer. Biaya keterlambatan ini memang kecil, tetapi jika dibiasakan juga merupakan salah satu keborosan lho. Pada kartu kredit, biaya keterlambatan bisa sekitar 3% dengan jumlah maksimum Rp. 150.000. Jika setiap bulannya kita terlambat, kita bisa menanggung sekitar Rp 1,8 juta. Belum lagi ditambah bunga yang dibebankan oleh kartu kredit, wah lumayan kan.

Pada pembayaran jenis lain, asuransi salah satunya, keterlambatan pembayaran bisa menyebabkan akun asuransi kamu ditutup. Hal ini menyebabkan kamu akan kehilangan investasi asuransi yang sudah kamu berikan dibulan sebelumnya. Kenapa? Karena asuransi memiliki jangka waktu dimana investasi kita sudah dapat diambil, biasanya setelah 5 tahun. Jika jumlah investasi masih sedikit, mungkin masih bisa di terima. Namun jika jumlah investasi sudah banyak, akan merugikan kamu karena investasinya menjadi sia-sia.

Pada kasus lain seperti e-commerce, keterlambatan pembayaran bisa menggagalkan pembelian barang yang kamu pesan. Kalau kamu benar-benar menginginkan barang tersebut, terpaksa kamu harus melakukan proses pemesanan ulang. Ditambah dengan memesan ulang, waktu kamu akan lebih terbuang karena harus melewati proses verifikasi lagi oleh e-commerce.

Untuk itu, hindari keterlambatan pembayaran ya, gunakan fitur pada hp atau secara manual dengan sticky notes di kulkas sebagai pengingat tanggal jatuh tempo tagihan. Kamu juga bisa menggunakan beberapa aplikasi pengingat atau bahkan pengatur tagihan yang dapat membantu kamu mengelola tagihan.

Administrasi Perbedaan Bank

Apakah kamu tahu bahwa setiap bank membebankan biaya administrasi, apabila kamu melakukan pembayaran untuk tagihan bank lain? Salah satu contohnya BCA, BCA akan membebankan biaya administrasi jika kamu membayar tagihan kartu kredit bank Mandiri atau bank lainnya, hal tersebut juga diberlakukan oleh bank Mandiri, BNI, BII, UOB, dan bank lokal maupun internasional lainnya.

Biaya ini kelihatannya tidak besar, namun jika dikumpulkan kamu mungkin akan terkejut dengan jumlah biayanya. Mari kita coba hitung, bank biasanya akan membebankan uang sejumlah Rp 5.000 sampai Rp 10.000 ketika membayarkan tagihan bank lain. Selain itu biasanya ada beban administratif sebesar Rp. 2.500 sampai Rp. 10.000, untuk membayar tagihan seperti BPJS, e-commerce, asuransi, dan jenis pembayaran lainnya. Jika kamu membayar tagihan dengan debit BCA dan mempunyai 3 kartu kredit, 1 BPJS, dan 1 asuransi, kamu bisa membayarkan sekitar Rp. 15.000 sampai Rp. 25.000 beban administratif setiap bulannya, jika dijumlahkan per tahun, biaya yang kamu keluarkan adalah sekitar Rp. 180.000 sampai Rp. 300.000, lumayan bukan?

Untuk menghindari beban administratif seperti ini, kamu bisa menggunakan kartu kredit yang diterbitkan oleh bank yang sama dengan tabungan kamu. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan perusahaan jasa atau aplikasi yang dapat membayarkan tagihan kamu secara bersamaan tanpa biaya administratif.

Tidak Menyimpan Surat Tagihan

Surat tagihan atau invoice adalah surat yang diterbitkan oleh biller yang berisi jumlah tagihan. Invoice diberikan saat tagihan belum jatuh tempo yang sekaligus diberikan untuk mengingatkan pembayaran tagihan. Mengapa surat tagihan penting? Karena pada surat tagihan terdapat jumlah tagihan dan nomor akun beserta nomor tagihan. Informasi tersebut akan kamu butuhkan pada saat membayarkan tagihan. Selain itu surat tagihan juga berguna sebagai bukti apabila terdapat kesalahan pada tagihan tersebut.

Jika kamu tidak menyimpan surat tagihan dengan benar atau melupakan file tempat surat tagihan di hp, kamu bisa repot saat hendak membayarkan tagihan. Kamu harus membuka ulang email, surat, dan sebagainya. Untuk itu sebaiknya kamu menyimpan surat tagihan dengan baik. Jika kamu menerima surat tagihan fisik dari bank atau perusahaan, sebaiknya kamu menggunakan map khusus untuk tagihan. Jika kamu menerima surat tagihan elektronik, kamu dapat membuat folder khusus di online drive atau screenshot surat tagihan kamu dan tempatkan di folder foto khusus.

Berikut 5 hal kecil merepotkan yang sering terjadi saat bayar tagihan menurut Billie. Apakah kamu memilki pengalaman yang juga merepotkan saat membayar tagihan? Tuliskan saja di kolom komentar.