Mau Tahu Teknik Menabung Aman dengan Resiko Kecil?

menabung

Semua orang tahu bahwa menabung merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Menabung memiliki banyak manfaat tentunya. Beberapa orang sudah sadar akan hal ini dan mulai melakukannya sedini mungkin. Bagi kamu yang melakukan hal ini, kamu mungkin memilih cara menabung seperti kebanyakan orang yaitu dengan menyimpan uang di bank atau koperasi.

Namun tahukah kamu cara menyimpan uang seperti itu tidak menguntungkan? Hal ini hanya akan membuat nilai uang kamu semakin kecil karena inflasi yang terjadi terus menerus. Nah, agar nilai uang kamu tetap sesuai dengan nilai uang pada awalnya, kamu dapat menggunakan teknik menabung dibawah ini.

Baca juga: Beberapa Cara Investasi Mudah dan Menarik untuk Anak Muda

Tabungan Emas

Menabung emas biasanya dilakukan oleh masyarakat yang belum memiliki rekening bank atau belum melakukan investasi modern. Namun ternyata tabungan emas cukup menguntungkan.

Keuntungan menabung emas

  1. Potensi keuntungan jangka panjang cukup besar.
  2. Tahan inflasi.
  3. Liquid alias mudah dicairkan menjadi uang
  4. Dapat memulai investasi emas mulai dari 1 gram. Anda pun dapat membuka tabungan emas atau membelinya secara kredit.

Resiko tabungan emas

  1. Rentan surat penipuan.
  2. Mudah hilang karena biasanya disimpan dirumah.
  3. Keuntungan tidak besar atau bahkan rugi bila dijual lagi dalam jangka pendek.

Deposito

Deposito merupakan salah satu produk bank dengan tujuan mengumpulkan dana dari masyarakat dan kemudian dikelola oleh bank tersebut dalam bentuk pinjaman/kredit. Sebagai imbal baliknya, nasabah yang mendepositokan uangnya akan mendapatkan bunga tergantung kinerja bank itu sendiri.

Baca juga: Saham atau Reksadana, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Keuntungan menabung deposito

  1. Potensi bunga dan bagi hasil cukup tinggi dibandingkan tabungan biasa.
  2. Cukup liquid karena bisa dicairkan dalam jangka waktu tertentu misalnya 3 bulan atau 6 bulan.
  3. Aman dan bebas resiko dari pencurian karena tersimpan di bank.
  4. Dapat dimulai dengan modal yang cukup sedikit, bahkan mulai dari 1 jutaan.

Resiko deposito

  1. Uang dapat saja hilang bila dilakukan pada bank yang tidak ikut LPS.
  2. Tidak dapat dicairkan kapanpun. Bila kamu cairkan sebelum tanggal jatuh tempo maka tidak akan mendapatkan bunga, malah mungkin berujung penalti.
  3. Masih rentan akan inflasi.

Menabung emas dan deposito sama-sama menguntungkan. Jika untuk tujuan jangka pendek, sebaiknya pilihlah untuk membuat deposito. Untuk tujuan jangka panjang, kamu bisa menabung emas.

Saham atau Reksadana, Mana yang Lebih Menguntungkan?

reksadana atau saham

Menabung dengan cara membeli saham atau reksadana banyak dilakukan oleh beberapa orang termasuk anak muda. Saat ini, investasi atau tabungan dengan cara membeli saham atau reksadana sangat mudah untuk dilakukan. Nah bagi kamu yang ingin mulai menabung atau berinvestasi dengan cara ini.

Berikut Billie berikan informasi mengenai keuntungan dan kerugian masing-masing produknya:

Keuntungan Menabung Saham

  • Mudah. Membuka rekening saham sangatlah mudah dan dapat dilakukan di semua perusahaan yang bekerja sama dengan BEI. Setoran pun dapat dilakukan dengan cara autodebet dari rekening tabungan kamu sehingga kamu dapat menabung secara rutin.
  • Modal kecil. Menabung saham tidak memerlukan modal yang besar lho. Setoran dapat dimulai dari ribuan rupiah tergantung kesepakatan kamu dengan perusahaan sekuritas.
  • Capital gain. Menabung saham akan memberikan kamu keuntungan yang lebih daripada hanya menyimpan uang di rekening tabungan biasa. Pertumbuhan saham yang cukup tinggi memungkinkan kamu untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual saham yang kamu miliki.
  • Dividen. Dengan menabung saham, kamu pun berhak mendapatkan dividen tiap tahunnya setiap kali perusahaan saham mendapatkan profit.

Kerugian Menabung Saham

  • Jangka waktu lama. Cara menabung seperti ini tergolong investasi jangka panjang. Maksudnya adalah kamu bisa mendapatkan keuntungan bila berinvestasi setidaknya 5-10 tahun.
  • Harga saham mahal. Jika kamu ingin memiliki saham yang mendatangkan keuntungan yang lebih tinggi, kamu harus membeli saham dengan harga tinggi juga. Begitu juga dengan jumlah unit saham yang kamu beli. Keuntungan maksimum bisa didapatkan bila kamu membeli dengan jumlah unit tertentu.
  • Resiko Besar. Selain keuntungan yang besar, investasi saham juga memiiki resiko yang besar. Selain potensi capital loss, kamu juga bisa mendapatkan dividen bila perusahaan nya bermasalah.
  • Tidak dapat diwariskan.

Keuntungan Menabung Reksadana

  • Modal kecil. Dengan jumlah uang sekitar ratusan ribu rupiah saja, kamu sudah bisa mulai untuk melakukan jenis investasi ini.
  • Banyak pilihan. Ada banyak pilihan reksadana seperti reksa dana campuran, pasar uang, obligasi, tergantung dari resiko dan jangka waktu investasi/
  • Resiko minim. Modal reksadana biasanya akan disebar ke berbagai instrumen investasi, sehingga ini dapat mengurangi tingkat resiko yang ada. Selain itu, modal investasi kamu akan aman karena disimpan oleh bank kustodian. Jadi walaupun manajer investasi/bank/perusahaan sekuritas bangkrut, maka modal kamu tetap aman.
  • Mudah. Pembelian investasi ini dapat di autodebet dan dapat dilakukan di bank atau perusahaan BUMN yang ada di kota-kota besar.
  • Dapat diwariskan bila investor meninggal dunia.

Kerugian Menabung Reksadana

  • Keuntungan kecil. Jika dibandingkan dengan keuntungan yang didapatkan dengan menabung saham, keuntungan menabung reksadana terbilang kecil.
  • Dividen tidak langsung masuk ke kantong investor tapi masuk ke NAB (nilai aktiva bersih).

Jadi kesimpulannya, mana yang lebih baik adalah tergantung kebutuhan kamu sendiri.

Beberapa Cara Investasi Mudah dan Menarik untuk Anak Muda

investasi emas

Investasi mungkin menjadi hal yang jarang dipikirkan oleh anak muda. Para anak muda cenderung berpikir bahwa belum waktunya mereka melakukan investasi. Sangat bagus apabila kamu termasuk dewasa muda yang cukup sadar tentang hal ini. Itu artinya kamu sudah mulai memikirkan masa depanmu.

Namun jika kamu masih bingung mengenai investasi apa saja yang cocok dengan anak muda terutama dengan kapasitas kantongnya, berikut Billie berikan beberapa cara investasi mudah dan menarik untuk anak muda. Simak disini:

Saham

Sebenarnya dari usia dini dan jumlah uang yang sedikit, investasi saham sudah bisa dilakukan. Berinvestasi dengan cara membeli saham secara tidak langsung telah menjadikan kita “pemilik” dari perusahaan yang kita beli sahamnya. Membeli saham dengan jumlah yang kecil akan memberikan keuntungan berupa capital gain bagi kamu. Capital gain adalah keuntungan yang didapat pemegang saham saat melepaskan sahamnya ke pasar. Sebagai contoh, kamu membeli saham Billie dengan harga Rp 5.000,00/saham. Saat sentimen pasar terhadap industri media daring positif, harga naik menjadi Rp 6.000,00/saham. Kamu akan mendapat keuntungan Rp 1.000,00/saham, dikalikan jumlah saham yang kamu miliki.

Besarnya keuntungan yang ditawarkan oleh pembelian saham juga sebanding dengan risikonya. Pemilik saham tidak bisa dilepaskan dari ancaman likuidasi perusahaan yang bisa terjadi sewaktu-waktu dan capital loss saat sentimen pasar memburuk. Namun, investasi ini sangat layak kamu coba saat usiamu masih muda dan belum memiliki banyak tanggungan. Lagipula mulai Januari 2014 lalu Bursa Efek Indonesia mengubah aturan pembelian 1 lot saham dari 500 lembar jadi 100 lembar. Tentu saja hal ini membuat pembelian saham semakin terjangkau untuk anak muda seperti kamu.  

Baca juga : 5 Kesalahan Pengelolaan Keuangan Orang Indonesia

Obligasi

Surat perjanjian hutang atau obligasi dikeluarkan oleh pihak pertama (pihak yang mengeluarkan obligasi) kepada pihak kedua (pihak pemegang obligasi) untuk memanfaatkan dana pihak kedua dan mengembalikannya beserta bunga pada jangka waktu yang telah disepakati. Dengan membeli obligasi, itu artinya kamu meminjamkan danamu pada pihak yang mengeluarkan obligasi. Obligasi bisa dikeluarkan oleh berbagai pihak, mulai dari perusahaan, pemerintah pusat, hingga pemerintah daerah. Di Indonesia sendiri instrumen investasi obligasi dibagi menjadi 3: obligasi pemerintah, obligasi korporasi, dan obligasi ritel.

Keuntungan dari obligasi adalah sistem bunga yang diterapkan, seperti layaknya peminjaman uang di bank. Dalam obligasi, keuntungan disebut dengan yield yang dihitung dengan cara membagi tingkat suku bunga dengan harga nominal obligasi. Sebagai contoh, Billie mengeluarkan obligasi dengan harga Rp 500.000,00 dengan bunga 2,5% sampai dengan masa jatuh tempo. Maka pemegang obligasi akan mendapatkan yield sebesar Rp 12.500,00 pada masa jatuh tempo. Besarnya yield akan sangat tergantung pada besarnya angka obligasi yang kamu beli. Semakin besar angka obligasinya, makin besar pula keuntungan yang bisa kamu dapatkan.

Investasi ini layak dicoba kalau kamu punya modal cukup besar dan ingin “bermain aman” dalam investasi. Tapi harus diingat, risiko obligasi yang relatif kecil juga sebanding dengan keuntungannya yang tidak bisa melonjak dengan fantastis.

Reksadana

Jenis investasi reksadana, bertujuan menghimpun dana dari pemilik modal, untuk kemudian disalurkan ke berbagai jenus investasi di pasar modal. Instrumen investasi ini sangat cocok untuk investor pemula yang modalnya kecil dan masih belum bisa menghitung risiko investasinya sendiri. Ketika ingin berinvestasi reksadana, akan ada Manajer Investasi (MI) yang mengatur kemana uangmu akan diinvestasikan. MI-lah yang bertugas membaca sentimen pasar, menghitung risiko kegiatan in, dan mengatur strategi investasinya yang berpotensi menghasilkan keuntungan sebesar mungkin. Intinya, kamu akan dibantu menylurkan uang dalam proses investasimu.

Produk reksadana juga sangat luas, MI bisa meletakkan uangmu di skema saham, obligasi, hingga skema reksa dana campuran. Skema rekasadana memungkinkanmu yang memiliki modal terbatas untuk mampu membeli instrumen investasi, sebab unagmu akan digabungkan dengan dana pemilik modal lain. Jika ingin mencoba jenis investasi ini, pastikan kamu memilih MI yang kredibel. Sebab MI-lah yang akan jadi penentu berhasil atau tidaknya investasimu. Bank-bank komersial terkemuka kita sudah banyak menawarkan layanan ini, sehingga kamu tinggal memilih sesuai keinginan dan kebutuhan kamu.

Baca juga : Gajian? Jangan Belanja Dulu, Ini Pengeluaran yang Harus Diperioritaskan!

Forex Trader

Forex (foreign exchange) adalah salah satu cara lain yang bisa kamu jadikan alternatif metode investasimu. Lewat cara ini, kamu akan bermain di pasar modal dengan menukarkan uangmu dengan mata uang asing yang punya margin keuntungan paling tinggi. Sebagai contoh, kamu menukarkan 1 juta uang rupiahmu dengan 100 US Dolar. Pada saat nilai tukar Dolar terhadap Poundsterling naik, kamu bisa menukarkan sejumlah Dolar-mu dengan Poundsterling dan mendapatkan keuntungan dari situ. Keuntungan dalam investasi ini sangat ditentukan oleh besarnya uang yang berani kamu keluarkan serta kemampuanmu membaca kondisi pasar.

Di Indonesia, investasi Forex sedang sangat populer. Kalau kamu ingin belajar tentang skema investasi ini, tinggal googling saja “Belajar Forex” dan akan banyak kamu temukan website yang menawarkan jasa belajar Forex yang tidak jarang bisa kamu nikmati dengan biaya 0 Rupiah. Kalau kamu masih belum berani menjajal bermain Forex yang memang penuh risiko, kamu bisa mulai dengan menukarkan sejumlah uangmu dengan valuta asing yang relatif stabil nilainya. Saat nilai tukarnya naik, tukarkan kembali dengan Rupiah. Secara tidak langsung kamu sedang menabung dengan menggunakan valuta asing.

Investasi Emas

Jenis investasi ini merupakan yang cukup rendah resikonya. Emas adalah instrumen investasi yang nilainya relatif stabil dari waktu ke waktu, membeli emas pun bisa dilakukan dengan mudah dan cepat. Terdapat beberapa cara kamu bisa mereguk keuntungan dari investasi emas. Kamu dapat membeli emas batangan LM berkisar di angka 1,7 juta-1,8 juta dan menggadaikan emas tersebut. Lalu kamu dapat menggunakan uang gadainya untuk membeli emas lagi.

Kamu juga bisa “menyimpan” emas yang nilai tukarnya relatif stabil demi kepentingan masa depan. Keuntungan berinvestasi emas adalah resiko kerugiannya yang kecil. Namun ini juga bisa jadi kekurangan, harga emas biasanya hanya naik sebesar 2-4% per tahunnya. Angka ini terbilang kecil bila dibandingkan dengan keuntungan yang ditawarkan skema investasi lain.

Baca juga : Simak Cicilan Rumah Murah Tahun 2017!

Dalam berinvestasi, tidak ada saat yang paling tepat untuk kita memulai, semakin cepat kita mengawali maka makin besar pula keuntungan yang bisa diraih nanti. Sudah tahu investasi mana yang akan kamu pilih?

Antisipasi Biaya Pengobatan yang Semakin Besar dengan Hal ini!

tanggal tua

Meskipun kita sudah hidup sehat dan menjaga pola makan. Resiko terkena penyakit tetap saja tidak dapat dihindari. Biaya pengobatan yang semakin hari semakin besar juga menambah beban. Untuk itu, kamu harus mempunyai tabungan untuk antisipasi hal tidak terduga sangat diperlukan. Kamu juga bisa membuat asuransi kesehatan sebagai antisipasi.

Jika tidak memiliki asuransi kesehatan, biaya perawatan ini bisa membesar dan akan cukup menyulitkan kamu. Pihak rumah sakit terkait juga tidak semuanya dapat memberikan keringanan tanpa asuransi. Berikut ini ada beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk mengurangi biaya medis di rumah sakit:

Bayar biaya pengobatan segera

Agar biaya pengobatan tidak menumpuk dan bertambah banyak, sebaiknya melakukan pembayaran secara segera, ketika kamu sudah selesai dirawat di rumah sakit. Jika tidak, kemungkinan akan ada biaya tambahan lainnya yang mungkin membuat biaya perawatan menjadi lebih besar.

Jika tidak mempunyai uang tunai, kamu bisa menggunakan kartu kredit jika mendesak. Namun, jangan lupa segera melunasi hutang kartu kredit secepatnya. Kamu bahkan bisa menggunakan beberapa promo kartu kredit yang sedang melakukan kerjasama dengan rumah sakit tersebut.

Baca juga : 5 Kesalahan Pengelolaan Keuangan Orang Indonesia

Jujur dengan keuangan

Saat sudah terlanjur di rawat di rumah sakit, dan biaya perawatan sudah muncul, sebaiknya jujur dengan keadaan keuangan kamu kepada pihak rumah sakit. Mungkin beberapa rumah sakit dan pihak dokter akan memahami dan mencoba membantu kamu dengan kebijakan khusus tersebut.

Buat limit kartu kredit besar

Kartu kredit dengan limit besar seringkali membantu kita saat ada hal mendadak yang membutuhkan uang. Namun, ingatlah bahwa kartu kredit tersebut hanya digunakan untuk hal-hal mendadak seperti sakit, kecelakaan, kematian, dan hal-hal lainnya yang tidak dapat dihindari. Simpan kartu ditempat aman dan hanya gunakan saat dibutuhkan.

Mengikuti asuransi

Mengikuti asuransi kesehatan juga merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi biaya pengeobatan yang besar. Untuk dapat mengikuti asuransi kesehatan sekarang ini juga cukup mudah. Pikirkan bahwa kesehatan kamu lebih penting di atas segalanya. Jangan lupa tetap membayar biaya asuransi tersebut agar tidak hangus.

Cara Mengurangi Kebiasaan Buruk yang Membuat Pengeluaran Membengkak!

pengeluaran membengkak

Tidak terasa nih sebentar lagi kita sudah memasuki awal bulan. Pasti menyenangkan bukan bagi Billpayer yang bekerja, karena di awal bulan, kamu akan mendapatkan gaji. Apalagi sudah mau dekat hari Lebaran, dimana kamu pasti membutuhkan uang lebih untuk merayakan hari raya atau berlibur.

Namun, kebiasaan konsumtif dan pemborosan tidak dapat dihindari bukan? Pengeluaran membengkak seringkali dialami orang-orang di bulan-bulan seperti ini. Belanja dan membeli kebutuhan hari raya atau biaya liburan seringkali membuat pengeluaran membengkak. Belum lagi tagihan bulanan seperti listrik sampai PDAM, dan kebutuhan lainnya sudah menanti untuk segera dibayar dan/atau disiapkan anggarannya.

Nah untuk itu, Billie ingin mengingatkan kamu mengenai kebiasaan buruk yang membuat pengeluaran membengkak dan bagaimana cara menghindarinya. Simak artikel berikut ini:

Baca juga : Takut Kredit Mobil? ini Alasan Kenapa Kredit Mobil Menguntungkan!

Membiarkan Alat Elektronik Saat Tidak Digunakan

Banyak orang yang lupa atau dengan sengaja membiarkan alat elektronik seperti radio, dispenser, lampu kamar, sampai televisi tetap menyala saat tidur. Padahal di saat seperti itu alat-alat tersebut sama sekali tidak digunakan. Hal ini menyebabkan banyak listrik yang terbuang sia-sia. Tentu saja, selain itu, hal ini juga menyebabkan tagihan PLN kamu membengkak.

Tidak Mencabut Steker dari Saklar

Banyak orang yang hanya mencabut handphone dari charger-nya sambil tetap membiarkan charger tersebut terhubung dengan saklar setelah daya terisi penuh. Tidak hanya handphone, hal ini juga diterapkan diperangkat lain seperti laptop dan tablet. Kebiasaan ini tanpa sadar justru merugikan meskipun tidak terlalu signifikan. Dikutip dari detik.com, bahwa charger yang tetap terhubung listrik bisa memakan daya hingga 1 watt setiap jam. Jika hal ini dilakukan oleh seluruh warga Jabodetabek, maka listrik yang terbuang bisa mencapai 96.000 kWh dan itu cukup untuk menerangi 755 rumah.

Mandi Menggunakan Gayung

Meskipun terkesan sederhana, tapi kebiasaan mandi menggunakan gayung juga cukup berpengaruh terhadap jumlah tagihan. Wakil Presiden Jusuf Kalla, seperti yang dilansir dari mediaindonesia.com, menyebutkan kalau penggunaan gayung membuat konsumsi air menjadi lebih boros dan menyarankan masyarakat untuk beralih menggunakan shower. JK – sebutan akrabnya, menyebutkan kalau rata-rata 18 liter air akan terbuang sekali mandi jika menggunakan gayung, dan lebih hemat 30% kalau memakai shower. Kalau kamu masih menggunakan gayung, hal ini dapat membuat tagihan PDAM kamu membengkak.

Pengeluaran Membengkak karena Boros Data

Di era digital, orang-orang sudah banyak yang menggunakan smartphone. Oleh karena itu, data internet jadi kebutuhaan yang tak bisa dilepaskan. Indonesia menjadi salah satu negara dengan pengguna internet yang terbesar di dunia. Banyak orang yang cenderung menggunakan data untuk kegiatan yang masuk kategori ‘iseng’ dengan total penggunaan 170 MB/hari. Hal ini sering dilakukan oleh orang yang mengakses media sosial berkali-kali dalam satu hari. Ini dia yang menyebabkan kamu butuh untuk membeli kuota internet terus menerus, sehingga pengeluaran membengkak.

Baca juga : 5 Cara Cermat Kelola Gaji

Tidak Mematuhi Rencana Anggaran

Lifehack.org melansir, faktor yang membuat orang menjadi lebih boros adalah tidak mematuhi rencana anggaran. Hasilnya, orang-orang tersebut menjadi tidak realistis dalam membelanjakan uangnya, sehingga berakibat pada tingginya realisasi angka pengeluaran yang terkadang melebihi rencana pengeluaran. Hal ini membuat kamu menjadi lebih konsumtif dan lebih mudah dalam membelanjakan uangmu. Ingat, inilah yang paling membuat pengeluaran kamu membengkak.

Jadi, solusi agar bisa lebih menghemat anggaran, akan lebih baik jika kamu menghilangkan kebiasaan-kebiasaan seperti yang ditulis di atas.

Sumber : vitaorrin.blogspot.com

5 Cara Cermat Kelola Gaji

kelola gaji

Billpayer, pernah ngga kamu ngerasa kalau gaji cepat banget habis? Wah kayaknya sebagian besar orang pernah merasakan hal ini. Kalau kamu masih suka bingung bagaimana cara mengelola gaji dengan cermat dan bagaimana agar gaji tidak habis di tengah bulan. Billie sudah punya nih 5 cara cermat kelola gaji. Pastikan 5 hal ini agar gaji kamu dapat dikelola dengan baik hingga tanggal gajian selanjutnya.

Buat rencana bulanan

Banyak orang yang sudah tahu mengenai hal ini tetapi tidak melakukannya. Membuat rencana bulanan mungkin memakan banyak waktu, akan tetapi cukup efektif dilakukan untuk mengelola gaji dengan baik. Kebanyakan orang yang boros melakukan dua hal, yaitu tidak memiliki rencana keuangan bulanan dan tidak dapat mengendalikan diri. Oleh karena itu, sebaiknya kamu membuat daftar kebutuhan selama satu bulan.

Baca juga : Tips Atur Gaji 5 Juta Rupiah Sebulan

Mencatat pengeluaran tiap hari

Selain membuat rencana bulanan, pencatatan pengeluaran setiap hari juga penting. Kamu dapat mengumpulkan struk-struk pembelian, hal ini memudahkan kamu untuk mengetahui ke mana saja uang yang digunakan. Dari sana juga kamu dapat mengetahui barang apa saja yang sebenarnya tidak begitu dibutuhkan.

Investasi

Selain membuat rencana keuangan dan mencatat pengeluaran. Investasi juga penting lho dalam hal pengelolaan keuangan. Jika kesehatan keuangan kamu tergolong bagus, tak ada salahnya menyisihkan gaji untuk berinvestasi. Dengan modal Rp100.000,- kamu sudah bisa mengikuti reksadana, atau kamu juga dapat memilih berinvestasi dalam emas murni dan properti.

Membatasi uang tunai

Sadar atau tidak sadar, pembatasan uang tunai dapat membantu kamu berhemat. Bawa uang tunai tiap hari atau perminggu sesuai kebutuhan. Hal ini akan membantu kamu agar tidak sembarangan dalam mengeluarkan uang.

Baca juga : Tanggal Tua, Ini 4 Hal Menyebalkan saat Tanggal Tua!

Kelola Gaji dengan Bayar tagihan

Saat menerima gaji, sebaiknya kamu langsung menyisihkannya untuk membayar tagihan. Bayar tagihan seperti bayar PDAM, bayar listrik, bayar asuransi atau cicilan kendaraan yang rutin setiap bulan. Sehingga kamu bisa lebih leluasa untuk menggunakan gaji untuk kebutuhan lainnya.

Lakukan kelima hal diatas secara disiplin agar kamu bisa mengelola gaji dengan baik.

Tips Atur Gaji 5 Juta Rupiah Sebulan

atur gaji

Sebagian orang mungkin dapat atur gaji 5 juta rupiah sebulan dengan mudah. Beberapa orang merasa bahwa gaji bulanan sebesar 5 juta mungkin sudah cukup untuk memenuhi semua kebutuhan hidup selama satu bulan. Bahkan bagi kamu yang masih single, gaji 5 juta akan membuat hidup lebih sejahtera.  Sementara bagi yang sudah berumah tangga, pendapatan 5 juta Rupiah terkadang dirasa masih sangat kurang, apalagi jika memiliki lebih dari 1 anak.

Kamu yang sudah berkeluarga harus mengaturnya dengan benar supaya uang 5 juta ini mampu memenuhi semua kebutuhan dalam waktu satu bulan. Oleh karena itu, kamu harus mengetahui bagaimana cara mengatur gaji bulanan supaya tidak kehabisan uang di tengah bulan.

Baca juga : Cara Unik untuk Hemat Pengeluaran

Tips Atur Gaji sebesar 5 Juta Per Bulan

Bagi kamu yang memiliki gaji 5 juta rupiah dan bingung untuk mengaturnya, yuk simak tips yang Billie dapatkan dari berikut ini :

Atur Gaji dengan Anggaran Belanja

Supaya lebih mudah dalam mengatur keuangan bulanan, maka kamu harus membuat anggaran belanja. Catat semua pengeluaran bulanan mulai dari hobi makan di luar, kemudian kebutuhan fashion dan beberapa anggaran belanja lainnya. Ini akan memudahkan kamu untuk mengatur pengeluaran dalam satu bulan.

Wajib Memiliki Dua Rekening Bank

Untuk mengatur uang secara mudah, kamu harus memiliki rekening lebih dari satu. Dimana, satu rekening digunakan khusus untuk membayar cicilan. Sementara rekening kedua digunakan khusus untuk menyisihkan uang, baik untuk menabung atau menyimpan dana tak terduga.

Lunasi Hutang dan Cicilan

Dalam kehidupan berumah tangga, cicilan dan hutang merupakan hal yang lumrah. Dengan melunasi hutang dan cicilan, maka kamu bisa menghitung sisa penghasilan dalam satu bulan.

Atur Gaji dengan Catat Pengeluaran

Kamu harus membuat buku harian sebagai catatan penting semua pengeluaran Anda. Dengan buku harian ini, memudahkan kamu untuk mencatat jumlah pengeluaran, terutama dana tak terduga.

Baca juga : Mengelola Tagihan dan Pengeluaran adalah Kunci Keuangan Sehat

Bandingkan Pengeluaran dan Anggaran

Langkah yang terakhir, cobalah menghitung perbandingan antara pengeluaran bulan lalu dengan anggaran perbulan. Dengan melakukan perbandingan antara buku pengeluaran dan buku anggaran, kamu bisa memprediksi pengeluaran yang tidak perlu di bulan berikutnya.

Beberapa cara di atas bisa dilakukan dengan mudah supaya kamu tidak hidup boros dengan gaji 5 juta Rupiah per bulan. Penuhi kebutuhan yang lebih penting terlebih dahulu, kemudian baru penuhilah keinginan kamu. Jangan mendahulukan keinginan jika kamu ingin mempunyai tabungan yang cukup.

Ajari Anak Kelola Keuangan dari Uang Jajan

uang jajan anak

Memberikan uang jajan kadang menjadi hal yang sangat sepele bagi orang tua. Padahal dari hal kecil seperti memberikan uang jajan kepada anak, anak mulai memberikan pengetahuan dini kepada anak tentang cara mengelola keuangan. Sebaiknya, orang tua mengatur jumlah uang saku untuk mendidik anak-anak soal keuangan sejak dini. Hal ini tentunya akan ternanam di pikiran anak-anak sehingga bisa dilakukannya saat besar nanti.

Dalam memberikan uang jajan kepada anak tentunya tidak sembarangan, berikut beberapa hal yang harus kamu perhatikan saat memberikan uang jajan.

Sesuaikan dengan kebutuhan

Sebaiknya dalam memberikan uang saku kepada anak, jumlahnya tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil. Lalu berapa jumlah yang tepat? Kamu bisa menghitung rata-rata pengeluaran dia per hari, dengan cara mencari tahu range harga makanan yang ada disekolah anak. Jangan lupa memberikannya sedikit uang lebih untuk berjaga-jaga. Berikan anak dompet dengan banyak kantong agar dia bisa menyimpan uang sekaligus bisa secara fisik membagi-bagi sesuai budget pengeluaran.

Baca juga : Kerugian Ibu Rumah Tangga Saat Bayar Tagihan

Menyediakan celengan atau buka tabungan

Selain memberikan uang sesuai dengan kebutuhan, sediakan celengan atau buka sebuah tabungan untuk anak. Ajar anak untuk menabung dengan jumlah yang kecil sekalipun. Jangan paksa anak menabung dengan jumlah tertentu, biarkan dia memasukan jumlah uangnya sendiri dan melihat tabungannya tumbuh. Ketika tabungan sudah terkumpul, kamu bisa memberikan reward kepada anak dengan memperbolehkannya membeli sesuatu yang diinginkannya dengan uang tabungan tersebut.

Membahas uang jajan dengan anak

Saat memberikan uang saku, hendaknya orang tua tidak menjadi pihak yang dominan dan mengendalikan keputusan 100%. Kamu harus membicarakan kepada anak mengenai jumlah uang jajan yang hendak diberikan kepadanya. Tanyakan harga rata-rata makanan di kantin dan beri pilihan apakah dia ingin membawa bekal atau tidak. Tentunya masing-masing pilihan ada keuntungan dan kerugiannya. Bahas juga apakah anak ingin diberikan uang jajan per minggu, per bulan atau per hari. Lalu bicarakan mengenai pengelolaan budget uang jajan tersebut.

Jangan terbiasa memberikan uang tambahan

Hindari memberikan uang jajan tambahan ditengah minggu jika anak sudah menghabiskan uang jajannya sebelum waktunya. Kecuali jika ada kewajiban sekolah seperti membayar prakarya atau sumbangan kegiatan sosial. Ajari anak untuk bisa mengukur kemampuannya untuk membeli jajanan agar uangnya bisa bertahan selama waktu yang ditentukan. Ajari anak untuk menerima konsekuensi ketika uang jajannya sudah habis sebelum waktunya.

Mengatur keuangan sejak dini sangatlah penting dilakukan dan akan sangat bermanfaat bagi kehidupan anak. Jadi mulailah pengajaran soal keuangan sejak dini.

Tanggal Tua, Ini 4 Hal Menyebalkan saat Tanggal Tua!

tanggal tua

Apa kamu tipe orang yang sudah menghabiskan gaji di pertengahan bulan? Atau menghabiskan kehidupan akhir bulanmu dengan berhemat? Wah, artinya kamu tipe orang yang mengalami 4 hal menyebalkan ini ditanggal tua.

Ulang Tahun dan Resepsi Pernikahan

tanggal tua

Tanggal tua ada ulang tahun teman dan resepsi pernikahan. Wah, itu artinya kamu harus merogoh kocek lagi minimal untuk memberikan barang atau amplop merah. Untuk mencegah hal ini, kamu dapat mempersiapkan beberapa barang yang bisa kamu beli ketika diskon. Lalu simpan barang tersebut sebagai hadiah ketika ada teman yang berulang tahun atau melakukan resepsi pernikahan. Kamu juga bisa menyimpan uang khusus untuk teman yang berulang tahun atau melangsungkan pernikahan.

Repot melakukan hal tersebut, sebaiknya mulai kelola keuangan dengan baik agar tidak kehabisan uang saat ada keperluan mendadak.

Baca juga : Mengelola Tagihan dan Pengeluaran adalah Kunci Keuangan Sehat

Mobil Rusak dan Perbaikan Rumah

tanggal tua

Ketika tanggal tua, mobil tiba-tiba rusak sehingga kamu harus merogoh kocek untuk memperbaikinya. Atau tiba-tiba rumah bocor dan rusak sehingga kamu harus membetulkannya segera. Hati-hati billpayer, kedua hal ini bisa berakhir di hutang yang berkepanjangan atau bunga yang besar. Gunakan asuransi untuk mobil dan properti sehingga akan lebih memudahkan kamu apabila ada bencana dikemudian hari.

Pengelolaan keuangan yang baik juga menjadi salah satu kunci agar kamu tidak tiba-tiba jatuh miskin ketika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Menabunglah dengan rutin setiap bulannya agar kamu mempunyai dana tambahan untuk bencana yang tiba-tiba.

Razia Polisi di Tanggal Tua

tanggal tua

Ternyata kalau tanggal tua, bisa dimanfaatkan polisi juga untuk melakukan razia, maklum, mereka kan juga bisa bokek pas lagi tanggal tua. Hal ini ternyata diakui sebagian besar orang dan bahkan dialami beberapa orang secara langsung. Beberapa mengatakah bahwa entah mengapa setiap tanggal tua, banyak razia dadakan yang terjadi dijalanan. Bahkan ada saja polisi yang memberhentikan pengguna jalan tanpa ada pelanggaran.

Wah, kalau sudah begini, menyebalkan bukan? Sudah bokek di tanggal tua, masih saja tertimpa tangga dengan razia dadakan. Lalu, bagaimana menghindarinya? Pengguna jalan harusnya bisa lebih cermat, jika tidak melakukan kesalahan jangan mau diberikan surat tilang. Mintalah penjelasan terhadap pelanggaran yang dilakukan jika diberhentikan oleh polisi. Jika memang terbukti bersalah, tindakan yang benar adalah diberikan surat tilang, kamu bisa kok meminta keringanan pada pemerintah jika sedang tidak mempunyai uang.

Baca juga : Kerugian Ibu Rumah Tangga Saat Bayar Tagihan

Makan Mie Instan (Lagi)

tanggal tua

Disaat tanggal tua, biasanya banyak orang yang tidak bisa kelola keuangan mereka. Sehingga mereka hanya bisa membeli mie instan atau makanan yang lebih murah. Hal ini tidak bagus untuk kesehatan lho billpayer. Usahakan membeli stok makanan untuk satu bulan pada saat awal bulan ketika gaji masih cukup. Namun, jangan hanya membeli mie instan, tetapi juga siapkan stok untuk makanan-makanan sehat yang bisa disimpan. Ingat, makan adalah kebutuhan primer, jangan sampai kamu sakit dan malah membuat lebih banyak pengeluaran tambahan lagi karenanya.

Billpayer, jangan biasakan mengalami hal ini ditanggal tua ya, kelola keuangan dengan baik sehingga uang masih tetap tersisa ditanggal tua. Jangan lupa juga sisihkan untuk investasi masa depan dan beramal.

Ada pengalaman hal menyebalkan lainnya saat tanggal tua? Langsung saja tuliskan di kolom komentar!

Uang Tunai vs Non-Tunai, Mana Lebih Baik?

uang tunai vs non tunai

Ada orang yang berpikir bahwa membawa uang tunai sering kali membuat mereka lebih boros. Beberapa malah merasa uang non-tunai lebih merepotkan. Ada juga yang menggunakan teknik menyimpan uang tunai agar lebih bisa kelola keuangan. Bagaimana dengan kamu?

Membawa uang tunai atau non-tunai terkadang menjadi perdebatan sendiri bagi beberapa orang. Baik dari segi kemudahan, fleksibilitas, maupun waktu, kedua jenis pembayaran tersebut seringkali jadi pertimbangan. Apalagi ditambah kondisi hidup di Indonesia yang dibatasi dengan alat teknologi dan kebutuhan yang beragam.

Untuk itu Billie akan membantu kamu memutuskan, mana sih metode pembayaran yang lebih baik. Mungkin ulasan dibawah ini dapat membantu kamu mempertimbangkannya.

Uang Tunai

uang tunai vs non tunai

Sebagian besar orang membawa uang tunai karena memang semua kebutuhan pembayaran bisa diselesaikan dengan uang tunai. Beberapa kelebihan dan keurangan dari membawa uang tunai adalah:

Mudah melakukan transaksi

Di Indonesia yang masih jarang menggunakan metode pembayaran seperti kartu kredit, tap kartu, metode bayar melalui ponsel dan sejenisnya. Hal ini menyebabkan uang tunai menjadi solusi metode pembayaran paling utama. Terutama jika kamu harus melakukan pembayaran di warung atau usaha kecil yang tidak menyediakan fasilitas non-tunai atau perbankan.

Kemungkinan hutang kecil

Ketika kamu melakukan transaksi dengan uang cash, kemungkinan kamu melakukan hutang atau bon tentu saja akan berkurang. Transaksi tunai biasanya akan selesai begitu saja tanpa ada biaya tambahan atau perpanjangan. Maka uang tunai sebetulnya sangat baik untuk kelola keuangan.

Bahaya membawa uang tunai

Resiko membawa uang tunai ternyata lebih besar daripada membawa uang non-tunai. Tingginya angka kriminalitas di Indonesia juga semakin memperburuk keadaan. Kamu bisa dijambret atau dirampok apabila ada yang mengetahui kamu membawa uang cash dalam jumlah besar. Resiko uang berceceran dan tidak terhitung dengan baik juga lebih besar. Kemungkinan terjatuh, lupa menaruh, hilang, dan lainnya juga lebih besar dengan uang cash.

Tidak praktis

Membawa uang cash tentu saja tidak praktis. Kamu harus membawa dompet dan melapisinya lagi dengan tas baik kecil atau besar. Memegang dompet saja tentu akan lebih berbahaya, apalagi jika kamu sering menggunakan kendaraan umum untuk berpergian.

Boros

Sebagian orang setuju dengan pernyataan ini dan sebagiannya lagi tidak. Beberapa orang yang memiliki pengelolaan keuangan atau pengendalian diri yang buruk biasanya akan mudah sekali mengeluarkan uang cash untuk keinginan yang sebenarnya tidak penting.

Baca juga: Fitur dan Fasilitas Kartu Kredit yang Bisa Bantu Kelola Keuangan

Uang Non-Tunai

fitur dan fasilitas kartu kredit

Uang non-tunai disini bisa diartikan sebagai kartu debit, kartu kredit, atau alat pembayaran elektronik lainnya. Nah jika tadi sudah membahas mengenai kelebihan dan kekurangan uang tunai, kali ini mari kita bahas mengenai kelebihan dan kekurangan uang non-tunai.

Lebih mudah digunakan

Transaksi dengan uang non-tunai sejujurnya akan lebih mudah. Praktis dan tidak memerlukan waktu yang lama. Apalagi jika toko tempat kamu melakukan transaksi menyediakan fasilitas lengkap untuk pembayaran non-tunai. Kamu tidak perlu khawatir karena akan bertransaksi dengan simpel dan praktis jika menggunakan uang tunai. Diluar negeri pun, fasilitas uang non-tunai antar negara semakin populer sehingga dapat memudahkan kamu ketika berjalan-jalan ke luar negeri.

Lebih aman

Ketika kamu membawa uang non-tunai misalnya berupa kartu kredit atau debit, kamu dapat mengurangi resiko pencurian. Orang yang mencuri kartu kamu tidak bisa langsung mengambil uang kamu atau menggunakan kartu tersebut. Selain itu fasilitas blok rekening atau kartu kredit yang cepat juga semakin membuat uang non-tunai kita terjaga. Apalagi ditambah keamanan penggunaaan uang non-tunai yang semakin hari semakin ditingkatkan.

Tidak makan tempat

Uang non-tunai tentunya juga tidak akan memakan banyak tempat karena ukurannya yang kecil. Kamu dapat menyimpan semua uang hanya dalam satu kartu atau ponsel. Tidak seperti uang cash yang harus memiliki dompet atau tempat khusus. Uang non-tunai pun lebih mudah dibawa-bawa.

Mudah hutang

Sayangnya, uang non-tunai dapat menawarkan program hutang yang menggiurkan. Apalagi jika terlalu nyaman dalam menggunakan uang non-tunai. Kamu bisa saja tidak sadar akan tunggakan yang harus dibayarkan setiap bulannya. Jika tidak bisa mengaturnya, kamu bisa terjebak hutang besar yang bisa membahayakan keuangan kamu.

Tidak dapat digunakan disemua tempat

Selain itu, uang non-tunai tidak dapat digunakan disemua tempat. Beberapa toko kecil biasa atau kendaraan transportasi umum, biasanya mengharuskan kamu menggunakan uang tunai. Misalkan jika kamu harus bepergian atau memakan makanan di pinggir jalan, kamu harus menggunakan uang cash.

Jadi, baiknya gunakan yang mana?

Terlepas dari kelebihan dan kekurangan dari uang tunai dan non-tunai, semua kembali pada masing-masing pribadi. Menggunakan uang tunai atau non-tunai dalam bertransaksi, apa pun jenisnya, tetap lakukan perencanaan dan kelola uang dengan bijaksana agar tidak terjadi kesalahan yang menyebabkan ekonomi dan keuangan kamu menjadi berantakan.

Ada ide atau pemikiran lain? Langsung saja tulis di kolom komentar!