Kantong Kering Habis Liburan? Ini Cara Hindarinya!

kantong kering

Habis liburan, sudah tidak diragukan lagi kalau kamu akan mengalami “kanker”, alias kantong kering. Meskipun mungkin kamu mendapatkan dana hari raya untuk liburan, tetap saja masih banyak yang kehabisan dana pasca liburan. Bahkan, tagihan pun tidak terbayar. Untuk menghindari ‘kanker‘ alias kantong kering seperti permasalahan di atas, 5 cara di bawah ini bisa kamu lakukan agar keuangan sehabis liburan tetap stabil.

Buat Daftar Kebutuhan

Tentukan prioritas mana yang harus segera dipenuhi. Dengan adanya daftar kebutuhan akan memproteksi diri dari membeli barang hanya berdasarkan keinginan. Biaya lain seperti berbelanja baju dan makan cantik bisa dilakukan setelah semua kebutuhan terpenuhi.

Baca juga : Ini Dia 6 Cara Menjaga Kartu Kredit Tetap Aman!

Kontrol Anggaran dan Tetap Disiplin

Setelah membuat perencanaan, kamu harus tetap disiplin untuk mematuhi daftar kebutuhan yang telah dibuat. Jangan mudah terpengaruh dengan ajakan teman atau saudara untuk berbelanja atau mengeluarkan dana yang tidak ada dalam pos yang telah ditetapkan. Disiplin dan tegas dalam berbelanja sesuai dengan daftar kebutuhan.

Uang Tunai Secukupnya Hindari Kantong Kering

Hindari kantong kering dengan membawa uang tunai seperlunya. Sehingga jika melebihi anggaran, kamu dapat membatalkan beberapa barang yang dibeli. Usahakan saat uang tunai kurang, jangan menggunakan kartu kredit atau debit. Apalagi hingga tarik tunai dari kartu kredit. Jika terbiasa seperti itu, dikhawatirkan akan mengganggu dana tabungan atau alokasi kebutuhan lainnya yang sudah ditetapkan.

Siapkan Dana Darurat

Dana darurat bisa dianggarkan 10% dari pendapatan. Kriteria dana darurat yakni aman, cepat, dan mudah diakses. Dana ini bukannya disiapkan saat hari H tiba lho, namun jauh-jauh hari selama kamu bisa melakukannya. Kamu bisa menjadikan dana darurat dalam bentuk emas atau logam mulia, sehingga ketika dibutuhkan kamudapat menjual atau menggadaikannya ke toko emas. Ataupun dalam bentuk uang. Dana darurat dapat menolong kamu ketika belum mendapatkan gaji bulan selanjutnya.

Baca juga : Saham atau Reksadana, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Selektif Memiliih Oleh-Oleh

Sebelum liburan, kalimat “jangan lupa ya oleh-olehnya” dari teman atau rekan kerja pasti sering kamu dengarkan ya. Nah, jika kamu ingin membawa oleh-oleh untuk teman-teman atau rekan kantor, kamu bisa pilih salah satu oleh-oleh yang paling unik yang ada di tempat asal. Bisa barang, makanan, atau pakaian. Jika dana terbatas, tak usah memaksakan diri untuk membeli satu per satu teman atau rekan kerja. Kamu bisa membeli oleh-oleh yang bisa dinikmati oleh banyak orang seperti makanan.

Nah itu dia caranya supaya terhindar dari kantong kering sehabis liburan. Selamat mencoba!

Ini Dia Tips Agar Cinta Menabung!

menabung

Pernahkah kamu mengalami masa-masa dimana kamu suka menabung? Atau kamu selalu menghabiskan seluruh gaji tanpa sisa setiap bulannya? Menabung memang kebiasaan yang sulit untuk dilakukan. Padahal, hal tersebut memberikan banyak manfaat lho.

Kalau kamu ingin merasakan manfaat dari menabung, berikut ini Billie tunjukkan cara-cara untuk mengubah mindset kamu sehingga kamu jadi pribadi yang cinta menabung. Simak disini.

Buat tujuan menabung

Agar dapat mulai mencintai kegiatan ini. Kamu harus menentukan tujuan dari menabung atau saving itu sendiri. Misalnya, kamu ingin membeli mobil, wah tujuan yang besar bukan? Untuk mewujudkannya, kamu harus menentukan target kecil. Misalnya dalam jangka waktu enam bulan kamu harus mengumpulkan 10% dari dana yang dibutuhkan, sehingga dalam setahun sudah bisa terkumpul untuk membayar biaya DP atau uang muka. Hal ini dapat memotivasi kamu untuk menyimpan uang. Kamu bisa menaruh notes di handphone atau sticky notes di dinding kamar sebagai pengingat.

Ingat-ingat tagihan

Banyak orang yang tidak melakukan perencanaan keuangan tertulis tiap bulan tapi ternyata bisa mengelola keuangan mereka dengan baik. Kenapa bisa begitu? Karena sejak awal mereka sudah tahu alokasi anggaran utamanya. Bagaimana caranya? Saat mendapatkan gaji, utamakan untuk membayar tagihan-tagihan bulanan seperti biaya sewa rumah, kost atau apartemen, biaya listrik, pulsa handphone, pajak, cicilan, dan belanja kebutuhan lainnya. Setelah itu, jadikan menabung sebagai prioritas kedua.

Baca juga: Cara Mengurangi Kebiasaan Buruk yang Membuat Pengeluaran Membengkak!

Hindari pemborosan

Menghabiskan uang untuk kesenangan bersama teman-teman memang hal yang sangat menyenangkan. Namun, semua kegiatan tersebut sudah pasti memakan uang yang cukup banyak. Nah, bila tidak ingin semua uang bulanan habis untuk melakukan itu semua. Mulai sekarang, mulailah mengurangi biaya untuk kehidupaan sosial kamu. Lakukan hal-hal yang seru dan murah. Misalnya, di akhir pekan, kamu bisa menghabiskan waktu dengan teman-teman terdekat dengan berkumpul bersama sambil memasak makan malam.

Cari tambahan penghasilan

Beberapa orang menabung karena sayang menghabiskan uang hasil keringatnya. Nah, mindset ini dapat menjadi salah satu cara agar kamu cinta menabung. Ingatlah bahwa uang hasil keringatmu yang terbuang sia-sia tidak akan pernah bermanfaat. Jika merasa belum bekerja keras, kamu bisa mencari pekerjaan tambahan agar lebih mencintai uang hasil kerjamu. Manfaatnya, uang tambahan itu bisa disimpan sehingga jumlah tabungan semakin banyak. Selain itu, waktu kosong kamu yang digunakan juga meminimalisir penggunaan uang yang sia-sia.

Dana Pendidikan Semakin Mahal? Begini Cara Siasatinya!

dana pendidikan mahal

Mengingat dana pendidikan yang setiap tahunnya bertambah besar. Pastinya kamu sebagai orang tua atau calon orang tua menjadi khawatir. Pendidikan tentunya merupakan hal yang diperlukan oleh setiap orang. Dengan gaji yang terbatas, bagaimana mendapatkan pendidikan yang tinggi? Begini caranya!

Hemat dengan Tahu Komponen Pengeluaran

Pertama, kamu bisa mulai mempersiapkan dana pendidikan anak dengan menabungnya sejak dini. Bagaimana caranya jika tidak bisa berhemat atau menabung? Tentunya kamu harus mengetahui pos pengeluaran terbesar. Maksudnya adalah gaya hidup atau hal lainnya yang paling banyak mengeluarkan biaya.

Bos pengeluaran rutin biasanya seputar, biaya hidup, seperti biaya sewa rumah, biaya listrik dan PDAM, transportasi, tabungan, investasi, sosial, dan gaya hidup lainnya. Pastikan kamu mengeluarkan hal-hal yang tidak dibutuhkan sehingga bisa lebih hemat. Kamu juga bisa berusaha untuk menghemat tagihan rutin seperti listrik dan PDAM dengan meminimalisir penggunaannya.

Baca juga: Bingung Siapkan Uang untuk Lebaran? Simak 5 hal Berikut!

Hitung Biaya Pendidikan Masa Depan

Asumsi yang biasa digunakan untuk menghitung asumsi pendidikan anak adalah dengan cara mengalikan dua kali lipat asumsi inflasi ekonomi. Contoh inflasi 10% per tahun, sehingga setelah dikalikan dua kali lipat menjadi 20% per tahun. Dilansir dari Future Ready, rumus yang bisa Anda adalah Future value.

Rumus:

FV = B ( 1 + inflasi ) n

FV= biaya masa depan

B= biaya yang sekarang

N= jangka waktu

Contoh:

18 tahun mendatang, anak Smartpayer akan masuk kuliah. Tahun ini, Universitas yang Smartpayer rencanakan memiliki uang pangkal Rp20juta. Dengan inflasi pertahun setelah dikalikan yakni 20% per tahun.

FV= Rp20.000.000,- (1+0,2)18

= 20.000.000 *21,6

= Rp432.000.000,-

Jadi, dana pendidikan masuk kuliah anak selama 18 tahun adalah Rp 432.000.000,- Idealnya dalam sebulan Smartpayer harus menyisihkan dana Rp 2.000.000 per bulannya agar anak dapat mengenyam pendidikan di kuliah yang diinginkan. Itu baru uang pangkal belum biaya kuliah lainnya lagi.

Siapkan Dana Pendidikan dengan Asuransi

Setelah mengetahui asumsi biaya pendidikan di masa depan, kamu bisa mulai mempersiapkannya. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan asuransi. Ada banyak asuransi yang menawarkan program untuk mempersiapkan dana pendidikan. Pertimbangkan premi dengan asumsi biaya pendidikan di masa depan serta komponen pengeluaran yang harus kamu tanggung setiap bulannya.

Asuransi pendidikan lebih tegas dalam mencairkan dana pendidikan, selain itu keuntungan atau timbal baliknya lebih besar. Namun sayangnya, asuransi pendidikan tidak akan cair sebelum jatuh tempo kecuali kamu meninggal dunia. Jangan lupa, sekali memulai asuransi, jangan sampai tidak bisa melanjutkan pembayaran bulanannya, apa yang sudah kamu bayar bisa menjadi sia-sia.

Baca juga: Tips Atur Gaji 5 Juta Rupiah Sebulan

Siapkan Dana dengan Investasi

Hal kedua, kamu bisa menyiapkan dana pendidikan dengan berinvestasi. Hal ini dapat menguntungkan namun juga memiliki resiko yang lebih besar ketimbang menabung dan asuransi. Jika ingin investasi dengan resiko rendah, berinvestasi dengan logam mulia bisa menjadi pilihan. Kamu dapat menjualnya sewaktu dibutuhkan tanpa proses yang lama.

Siapkan dengan Menabung

Jika kamu memilih untuk menabung, tabunglah dana yang dimiliki di Bank. Jangan sampai menyimpan uang di rumah. Untuk menyiapkan dana pendidikan bagi anak dengan cara menabung, kamu dapat memilih tabungan pendidikan atau konvensional. Dengan menabung secara konvensional, dana yang kamu tabungkan tergantung pribadi. Namun, tidak ada jaminan jika uang untuk tabungan ini akan bertambah dan manfaatnya akan berhenti jika kamu meninggal. Menabung juga membutuhkan kedisiplinan yang tinggi karena tidak akan ada yang mengingatkan atau memaksa kamu setiap bulannya.

Bingung Siapkan Uang untuk Lebaran? Simak 5 hal Berikut!

pengelolaan uang untuk lebaran

Hari raya pastinya menjadi hari yang ditunggu-tunggu. Seperti hari Lebaran yang membawa kebahagiaan bagi umat muslim yang sebentar lagi tiba. Namun hari raya juga tidak lepas dari pengeluaran yang membengkak. Tidak mau kan sebelum Ramadhan berakhir, gaji sudah habis duluan?

Bagi kamu yang bingung mengenai bagaimana pengelolaan uang untuk Lebaran. Berikut Billie berikan 5 hal yang harus diperhatikan ketika mengelola uang untuk persiapan Lebaran:

Jangan Lupakan Anggaran Belanja

Tetap tekun dalam membuat anggaran belanja saat bulan Ramadhan. Selain itu, perkirakan juga biaya yang dibutuhkan selama Ramadhan seperti kebutuhan membeli baju baru, kue-kue Lebaran, uang amplop tempel, biaya mudik, dan sebagainya.

Semakin rinci apa yang kamu tuliskan, anggaran belanja pun semakin jelas. Selain itu, jangan lupa untuk menaikkan anggaran, karena biaya kebutuhan pokok selama Ramadhan selalu naik. Kamu dapat melebihkan beberapa persen dari anggaran yang dibuat.

Baca juga : Mau lebaran? Ini Tips Hemat Kelola Dananya!

Jangan Boros ketika Buka Puasa Bersama

Salah satu kebiasaan yang tidak terlewatkan saat Ramadhan adalah buka puasa bersama. Saat Ramadhan, pasti ada banyak tawaran buka puasa bersama dari teman-teman, sanak saudara, dan kerabat. Jika ingin hemat, berikan saran untuk berbuka puasa bersama di tempat yang tidak terlalu mahal. Kamu juga bisa mencoba berbuka puasa di salah satu rumah kerabat dengan memasak makanan sendiri.

Sebaiknya batasi untuk mengikuti buka bersama agar saat ada pengeluaran tidak terduga kamu masih miliki. Kamu tetap dapat mengunjungi kerabat satu per satu saat Lebaran bukan?

Ingat untuk Beramal

Setiap orang pasti menyisihkan sebagian uangnya untuk beramal dan membantu sesama. Hal ini biasanya dilakukan dekat dengan hari raya. Seperti halnya umat muslim, mereka percaya bahwa bulan Ramadhan memiliki keunggulan di mana segala kebaikan akan dibalas oleh-Nya berkali lipat, termasuk dalam beramal. Beramal pun tentunya tak harus melulu berbicara mengenai uang. Kamu dapat menyisihkan beberapa persen dari penghasilan kemudian menjadi donatur, membagikan makanan atau takjil kepada yang tidak mampu, dan sebagainya.

Batasi Penggunaan Listrik

Hal kecil lain yang dapat menghemat pengeluaranmu adalah dengan memperhatikan penggunaan listrik. Penggunaan listrik di bulan Ramadhan akan banyak memakan biaya. Lampu-lampu yang biasa dipadamkan dan dinyalakan saat pagi hari, kini harus nyala lebih awal dari dini hari karena kamu sahur. Kamu bisa mengatasinya dengan membatasi penggunaan alat elektronik yang memakan banyak listrik. Contohnya, bila di rumah gerah dan terbiasa menggunakan AC untuk sementara waktu kamu bisa memanfaatkan kipas.

Disiplin Mengelola Uang untuk Lebaran

Ini adalah kunci dari semua pengelolaan keuangan. Kuncinya adalah disiplin untuk mengelola uang untuk lebaran. Kamu harus tetap mematuhi apa yang telah dibuat. Meskipun saat bulan Ramadhan akan bermunculan diskon yang begitu menggoda di pusat perbelanjaan. Tetaplah membeli barang yang dibutuhkan saja ya!

Mau lebaran? Ini Tips Hemat Kelola Dananya!

lebaran

Lebaran sebentar lagi! Pengeluaran saat Ramadhan dan jelang Hari Raya Idul Fitri biasanya meningkat 25-50 persen dibandingkan bulan-bulan lain. Hal itu tidak lain karena kenaikan harga kebutuhan pokok, budaya buka puasa bersama, persiapan kue-kue dan makanan menjelang lebaran, serta mudik. Hal ini tentunya akan menguras anggaran belanja rumah tangga.

Tunjangan Hari Raya atau THR bisa menjadi penyelamat. Tapi tentunya jangan dihabiskan dong. Kamu tetap harus menyisihkan untuk kebutuhan yang lain. Berikut Billie berikan tips hemat untuk kelola dana saat lebaran.

Sisihkan 50% pendapatan

Salah satu cara penetapan anggaran yang ideal adalah menyisihkan setengah dari dana THR untuk kebutuhan belanja di luar belanja konsumsi hari raya. Jadi jika kamu mendapatkan THR sebesar Rp 10 juta, sisihkan Rp 5 juta untuk persiapan dana keluarga misalnya untuk pendidikan, pajak kendaraan bermotor, dan lain-lain.

Pisahkan THR Lebaran pasangan

Jumlah dana THR bisa jadi lebih besar untuk pasangan yang telah bekerja. Bisa jadi dibuat kesempakatan bersama misalnya THR suami digunakan untuk keperluan Lebaran sementara THR istri untuk ditabung. Yang terpenting, tetapkan anggaran keperluan hari raya yang tepat, jangan sampai membeli barang-barang kebutuhan yang ternyata tidak perlu.

Kelola dana mudik

Untuk keperluan mudik, kamu bisa mengatur duit dengan menyisihkan pendapatan bulanan kamu. Biasanya dana mudik bisa dibutuhkan lebih cepat jika kamu ingin menggunakan moda transportasi umum seperti pesawat atau kereta api yang tiketnya semakin murah saat dibeli jauh-jauh hari sebelumnya. Dengan begitu, kamu bisa mengatur keperluan Lebaran kamu di luar dana mudik.

Baca juga : Belanja Bulanan, Mingguan, atau Harian, Mana Lebih Hemat?

Komitmen anggaran

Saat kamu sudah menetapkan kebutuhan, buatlah anggaran yang pas sehingga tidak kebablasan. Dengan begitu, kamu bisa tetap pada jalur pengeluaran yang tepat sehingga masih bisa menyisakan dana untuk tabungan dan biaya lainnya.

Dana pendidikan sangat mungkin mendesak mengingat masa lebaran berdekatan dengan pergantian tahun ajaran baru. Namun, memang alangkah baiknya jika dana pendidikan juga sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Dana tambahan untuk pendidikan bisa diambil 25-30% dari jumlah sisihan dana THR kamu. Sisanya bisa disiapkan untuk kebutuhan zakat dan menabung.

Selamat menunaikan ibadah puasa!

Tips Atur Gaji 5 Juta Rupiah Sebulan

atur gaji

Sebagian orang mungkin dapat atur gaji 5 juta rupiah sebulan dengan mudah. Beberapa orang merasa bahwa gaji bulanan sebesar 5 juta mungkin sudah cukup untuk memenuhi semua kebutuhan hidup selama satu bulan. Bahkan bagi kamu yang masih single, gaji 5 juta akan membuat hidup lebih sejahtera.  Sementara bagi yang sudah berumah tangga, pendapatan 5 juta Rupiah terkadang dirasa masih sangat kurang, apalagi jika memiliki lebih dari 1 anak.

Kamu yang sudah berkeluarga harus mengaturnya dengan benar supaya uang 5 juta ini mampu memenuhi semua kebutuhan dalam waktu satu bulan. Oleh karena itu, kamu harus mengetahui bagaimana cara mengatur gaji bulanan supaya tidak kehabisan uang di tengah bulan.

Baca juga : Cara Unik untuk Hemat Pengeluaran

Tips Atur Gaji sebesar 5 Juta Per Bulan

Bagi kamu yang memiliki gaji 5 juta rupiah dan bingung untuk mengaturnya, yuk simak tips yang Billie dapatkan dari berikut ini :

Atur Gaji dengan Anggaran Belanja

Supaya lebih mudah dalam mengatur keuangan bulanan, maka kamu harus membuat anggaran belanja. Catat semua pengeluaran bulanan mulai dari hobi makan di luar, kemudian kebutuhan fashion dan beberapa anggaran belanja lainnya. Ini akan memudahkan kamu untuk mengatur pengeluaran dalam satu bulan.

Wajib Memiliki Dua Rekening Bank

Untuk mengatur uang secara mudah, kamu harus memiliki rekening lebih dari satu. Dimana, satu rekening digunakan khusus untuk membayar cicilan. Sementara rekening kedua digunakan khusus untuk menyisihkan uang, baik untuk menabung atau menyimpan dana tak terduga.

Lunasi Hutang dan Cicilan

Dalam kehidupan berumah tangga, cicilan dan hutang merupakan hal yang lumrah. Dengan melunasi hutang dan cicilan, maka kamu bisa menghitung sisa penghasilan dalam satu bulan.

Atur Gaji dengan Catat Pengeluaran

Kamu harus membuat buku harian sebagai catatan penting semua pengeluaran Anda. Dengan buku harian ini, memudahkan kamu untuk mencatat jumlah pengeluaran, terutama dana tak terduga.

Baca juga : Mengelola Tagihan dan Pengeluaran adalah Kunci Keuangan Sehat

Bandingkan Pengeluaran dan Anggaran

Langkah yang terakhir, cobalah menghitung perbandingan antara pengeluaran bulan lalu dengan anggaran perbulan. Dengan melakukan perbandingan antara buku pengeluaran dan buku anggaran, kamu bisa memprediksi pengeluaran yang tidak perlu di bulan berikutnya.

Beberapa cara di atas bisa dilakukan dengan mudah supaya kamu tidak hidup boros dengan gaji 5 juta Rupiah per bulan. Penuhi kebutuhan yang lebih penting terlebih dahulu, kemudian baru penuhilah keinginan kamu. Jangan mendahulukan keinginan jika kamu ingin mempunyai tabungan yang cukup.

Cara Unik untuk Hemat Pengeluaran

hemat pengeluaran

Merasa hari-hari mu sangat boros dan ingin mulai hemat pengeluaran? Berikut Billie memiliki 4 cara unik untuk kamu agar bisa lebih berhemat, simak ya!

Bawa bekal ke kantor

hemat pengeluaran

Salah satu cara untuk hemat pengeluaran adalah dengan membawa bekal. Dengan membawa bekal, selain hemat, kamu juga bisa menjaga asupan makanan mu agar tetap sehat dan terjaga. Selain itu, kamu bisa menggunakan waktu makan siangmu untuk tidur siang atau melakukan aktivitas lain. Dengan membawa bekal ke kantor, kamu tahu proses memasak makananmu pasti bersih dan terjamin, karena orang terdekat atau kamu sendiri yang menyiapkannya. Kamu juga bisa menjadi lebih kreatif karena kamu pasti terus berinovasi dengan menu masakanmu supaya tidak bosan. Otomatis, kamu akan terus menerus mencari ide serta inspirasi baru.

Pergi ke tempat yang ada wifi

hemat pengeluaran

Agar hemat, pergilah ke tempat yang memiliki fasilitas wifi gratis dengan jaringan yang kencang saat kamu hendak makan siang di lingkungan kantor. Ini bisa menghemat kuota internetmu, di kantor usahakan menggunakan wifi kantor. Di rumah, kamu juga bisa menggunakan wifi tetanggamu, hitung-hitung mengajak berkenalan dan bercengkrama kan!

Gunakan transportasi umum/nebeng

hemat pengeluaran

Sadar atau tidak sadar, transportasi umum dapat menghemat pengeluaranmu lho. Commuter line yang ditawarkan oleh pemerintah Indonesia, harganya mulai dari Rp 3.000 saja, naik bus transjakarta Rp 3.500 kemana saja, jalan kaki juga menyehatkan. Selain itu, naik commuter line dan busway, durasi perjalanannya lebih pasti dan cepat karena tidak terkena macet. Jika ada teman yang searah pulang, sesekali menebeng juga tidak apa-apa, kalau tidak enak, kamu bisa berbagi uang bensin dengannya.

Manfaatkan promo untuk hemat pengeluaran

hemat pengeluaran

Ketika jalan-jalan di hari libur atau weekend, jangan lupa gunakan promo untuk menghemat pengeluaran. Cari promo di aplikasi seperti Fave atau Groupon. Kamu juga bisa mengikuti akun-akun merchant di aplikasi Line untuk terus mengikuti promo yang ada. Ketika berada di mall, jangan lupa browsing mengenai promo yang sedang dilangsungkan oleh mall tersebut atau merchant yang ada didalamnya. Lebih hemat bukan?

Pengelolaan keuangan bukan saja tentang berhemat, tapi juga memastikan bahwa pengeluaranmu hanya untuk hal-hal yang dibutuhkan, bukan hanya diinginkan. Sesekali menyenangkan diri dengan berbelanja tidak apa-apa, asal jangan kelewatan hingga menghabiskan limit kartu kredit ya. Jangan lupa bayar tagihannya saja!

Ajari Anak Kelola Keuangan dari Uang Jajan

uang jajan anak

Memberikan uang jajan kadang menjadi hal yang sangat sepele bagi orang tua. Padahal dari hal kecil seperti memberikan uang jajan kepada anak, anak mulai memberikan pengetahuan dini kepada anak tentang cara mengelola keuangan. Sebaiknya, orang tua mengatur jumlah uang saku untuk mendidik anak-anak soal keuangan sejak dini. Hal ini tentunya akan ternanam di pikiran anak-anak sehingga bisa dilakukannya saat besar nanti.

Dalam memberikan uang jajan kepada anak tentunya tidak sembarangan, berikut beberapa hal yang harus kamu perhatikan saat memberikan uang jajan.

Sesuaikan dengan kebutuhan

Sebaiknya dalam memberikan uang saku kepada anak, jumlahnya tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil. Lalu berapa jumlah yang tepat? Kamu bisa menghitung rata-rata pengeluaran dia per hari, dengan cara mencari tahu range harga makanan yang ada disekolah anak. Jangan lupa memberikannya sedikit uang lebih untuk berjaga-jaga. Berikan anak dompet dengan banyak kantong agar dia bisa menyimpan uang sekaligus bisa secara fisik membagi-bagi sesuai budget pengeluaran.

Baca juga : Kerugian Ibu Rumah Tangga Saat Bayar Tagihan

Menyediakan celengan atau buka tabungan

Selain memberikan uang sesuai dengan kebutuhan, sediakan celengan atau buka sebuah tabungan untuk anak. Ajar anak untuk menabung dengan jumlah yang kecil sekalipun. Jangan paksa anak menabung dengan jumlah tertentu, biarkan dia memasukan jumlah uangnya sendiri dan melihat tabungannya tumbuh. Ketika tabungan sudah terkumpul, kamu bisa memberikan reward kepada anak dengan memperbolehkannya membeli sesuatu yang diinginkannya dengan uang tabungan tersebut.

Membahas uang jajan dengan anak

Saat memberikan uang saku, hendaknya orang tua tidak menjadi pihak yang dominan dan mengendalikan keputusan 100%. Kamu harus membicarakan kepada anak mengenai jumlah uang jajan yang hendak diberikan kepadanya. Tanyakan harga rata-rata makanan di kantin dan beri pilihan apakah dia ingin membawa bekal atau tidak. Tentunya masing-masing pilihan ada keuntungan dan kerugiannya. Bahas juga apakah anak ingin diberikan uang jajan per minggu, per bulan atau per hari. Lalu bicarakan mengenai pengelolaan budget uang jajan tersebut.

Jangan terbiasa memberikan uang tambahan

Hindari memberikan uang jajan tambahan ditengah minggu jika anak sudah menghabiskan uang jajannya sebelum waktunya. Kecuali jika ada kewajiban sekolah seperti membayar prakarya atau sumbangan kegiatan sosial. Ajari anak untuk bisa mengukur kemampuannya untuk membeli jajanan agar uangnya bisa bertahan selama waktu yang ditentukan. Ajari anak untuk menerima konsekuensi ketika uang jajannya sudah habis sebelum waktunya.

Mengatur keuangan sejak dini sangatlah penting dilakukan dan akan sangat bermanfaat bagi kehidupan anak. Jadi mulailah pengajaran soal keuangan sejak dini.

5 Kesalahan Pengelolaan Keuangan Orang Indonesia

pengelolaan keuangan

Pengelolaan keuangan mungkin bisa jadi hal yang dilakukan sehari-hari oleh kebanyakan orang. Namun apakah orang Indonesia sudah melakukan pengelolaan keuangan yang baik dan benar? Menurut survey yang dilakukan oleh Manulife, ternyata lebih dari 70% orang Indonesia tidak memiliki target jumlah dana simpanan dalam jangka waktu tertentu. Hal ini menunjukan bahwa jarang sekali orang Indonesia yang peduli pada pengelolaan keuangan mereka.

Ada 5 kesalahan dalam pengelolaan keuangan yang sering terjadi pada orang Indonesia. Jangan sampai 5 hal ini terjadi pada kamu ya!

Terlalu Banyak Hutang

Kesalahan pertama adalah orang Indonesia sangat suka sekali berhutang. Padahal kamu harus ingat bahwa setiap hutang akan membawa bunga yang harus kamu bayar. Bunga hutang ini jumlahnya tidak sedikit dan secara terus-menerus akan mengikis keuangan kamu. Apabila kamu ingin sehat secara finansial, kamu harus memiliki hutang yang tidak lebih dari 30% pendapatan kamu.

Biasakan untuk tidak menunda pembayaran hutang atau cicilan agar hutang segera lunas. Jika hutang sudah lunas, kamu bisa menggunakan uang tersebut untuk berinvestasi atau memulai tabungan hari tua.

Baca juga : Kredit Macet, ini Cara Mengatasinya!

Tidak Cukup Persiapan Pensiun

Masa pensiun perlu direncanakan sedini mungkin. Semakin cepat kamu memulai, maka semakin sedikit uang yang perlu kamu tabung setiap bulannya. Banyak orang Indonesia yang akhirnya jatuh miskin pada saat tua. Mereka mengalami penurunan status ekonomi atau daya beli pada saat mereka tua. Banyak juga yang terpaksa harus bergantung pada anak mereka pada masa tua. Bila kamu bisa mempersiapkan masa pensiun selagi muda, hal itu adalah pertanda kamu memiliki pengelolaan keuangan yang baik.

Tidak Punya Dana Darurat

Kesalahan lain yang sering dilakukan oleh orang Indonesia adalah tidak memiliki dana darurat atau simpanan yang dapat digunakan untuk hal yang tidak diinginkan. Banyak orang Indonesia yang jatuh miskin karena tertimpa suatu masalah atau penyakit. Billpayer, kita tidak tahu apa yang akan terjadi yang bisa mengubah hidup kita dikemudian hari, untuk itu kita harus mengantisipasinya, terutama dalam hal finansial.

Tidak Punya Tujuan Akhir Pengelolaan Keuangan

Untuk membangun kekayaan, pertama kamu harus memiliki tujuan. Terlebih dahulu kamu harus menetapkan jumlah uang yang kamu inginkan, setelah itu baru kamu bisa membuat rencana keuangan. Banyak orang Indonesia yang mungkin sudah bisa menabung atau berinvestasi, tapi tidak punya tujuan akhir pengelolaan keuangan. Membeli rumah, bisnis baru, bisa saja menjadi tujuan pengelolaan kamu. Dengan begitu kamu bisa termotivasi untuk menabung atau berinvestasi, sekaligus berjuang untuk meningkatkan taraf hidup atau status ekonomi kamu.

Baca juga : Ini 3 Alasan Orang Tidak Bisa Bayar Cicilan

Mengabaikan Pengeluaran Kecil

Apakah kamu tahu pengeluaran kamu dalam satu bulan? Ya mungkin kamu mengetahuinya. Tetapi apakah kamu menyadari berapa total uang yang kamu keluarkan untuk hal-hal kecil? Berhati-hatilah pada pengeluaran kecil, terlebih lagi untuk yang sering terjadi, karena setelah dijumlahkan akan bernilai besar. Kesalahan ini seringkali menjadi kebiasaan

Bayar Tagihan Bulanan, Ini 4 Hal Menyebalkan saat Melakukannya!

bayar tagihan

Pekerjaan membayar tagihan merupakan hal yang sering dan rutin dilakukan oleh sebagian orang. Bayar tagihan bulanan seperti tagihan listrik, telepon, air, kartu kredit, asuransi, sudah tidak asing lagi dilakukan setiap bulan oleh orang dewasa. Terkadang, membayar tagihan bulanan bisa jadi hal yang menyebalkan, kenapa?

Antrian panjang

antrian panjang

Bayar tagihan bulanan akan mulai menyebalkan jika kamu menemukan antrian yang terlalu panjang di loket pembayaran atau ATM. Bagi kamu yang memiliki kesibukan tersendiri, hal ini tentunya akan membuat waktumu menjadi sia-sia untuk hanya sekedar mengantri. Belum lagi kamu punya pekerjaan lain yang harus dilakukan. Membayar tagihan juga membutuhkan waktu yang cukup panjang karena kamu harus memasukkan data tagihan kamu. Karena itu, banyak antrian panjang yang sangat memakan waktu karena semua orang harus memasukan banyak data saat membayar tagihan.

Baca juga : Mengelola Tagihan dan Pengeluaran adalah Kunci Keuangan Sehat

Agar tidak mengalami hal ini, sebaiknya kamu menggunakan fitur atau aplikasi pembayaran yang bisa membantu kamu untuk membayar tagihan secara online. Kamu juga bisa menggunakan internet banking atau mobile banking agar kamu tidak perlu mengantri. Sayangnnya, tidak semua jenis tagihan bulanan memiliki koneksi dengan internet dan mobile banking. Cara terakhir yang bisa kamu gunakan adalah autodebet atau penarikan otomatis dari rekeningmu, namun hal ini cukup riskan. Kamu harus memantau rekening secara berkala agar tidak terjadi kesalahan penarikan.

Terlalu banyak tagihan dengan jenis akun dan nomor berbeda

Belanja Online dengan Kartu Kredit, Amankah?

Jika kamu memiliki banyak tagihan dengan jenis akun dan nomor yang berbeda, kamu bisa repot saat hendak membayar tagihan bulanan. Bayangkan, kamu harus memasukkan data berupa nomor akun dan jumlah pembayaran setiap saat kamu membayar satu jenis tagihan. Jika satu tagihan akan memakan waktu 3 menit, kamu harus menyiapkan 30 menit untuk 10 tagihan. Padahal, kamu harus memberi kesempatan kepada orang di belakang mu untuk mendapatkan gilirannya menggunakan mesin ATM.

Denda keterlambatan saat bayar tagihan

kelola gaji

Selain antrian yang panjang dan data yang harus dimasukkan, bayar tagihan bulanan menjadi menyebalkan ketika kamu terkena denda keterlambatan. Denda keterlambatan adalah hukuman berupa biaya tambahan yang harus kamu bayar jika kamu terlambat membayar tagihan. Jika kamu terlambat membayar tagihan, bukan hanya bunga cicilan saja yang akan dibebankan kepada kamu. Kamu juga harus menanggung biaya keterlambatannya. Jika kamu harus membayar denda ini pada setiap tagihanmu, bayangkan berapa banyak uang yang terbuang selama satu tahun.

Biaya administrasi (yang banyak)

bayar tagihan

Apakah kamu tahu bahwa setiap bank membebankan biaya administrasi, apabila kamu melakukan pembayaran untuk tagihan bank lain? Salah satu contohnya BCA, BCA akan membebankan biaya administrasi jika kamu membayar tagihan kartu kredit bank Mandiri atau bank lainnya, hal tersebut juga diberlakukan oleh bank Mandiri, BNI, BII, UOB, dan bank lokal maupun internasional lainnya.

Baca juga : Tanggal Tua, Ini 4 Hal Menyebalkan saat Tanggal Tua!

Biaya ini kelihatannya tidak besar, namun jika dikumpulkan kamu mungkin akan terkejut dengan jumlah biayanya. Mari kita coba hitung, bank biasanya akan membebankan uang sejumlah Rp 5.000 sampai Rp 10.000 ketika membayarkan tagihan bank lain. Selain itu biasanya ada beban administratif sebesar Rp. 2.500 sampai Rp. 10.000, untuk membayar tagihan seperti BPJS, e-commerce, asuransi, dan jenis pembayaran lainnya. Jika kamu membayar tagihan dengan debit BCA dan mempunyai 3 kartu kredit, 1 BPJS, dan 1 asuransi, kamu bisa membayarkan sekitar Rp. 15.000 sampai Rp. 25.000 beban administratif setiap bulannya, jika dijumlahkan per tahun, biaya yang kamu keluarkan adalah sekitar Rp. 180.000 sampai Rp. 300.000, lumayan bukan?

Untuk menghindari beban administratif seperti ini, kamu bisa menggunakan kartu kredit yang diterbitkan oleh bank yang sama dengan tabungan kamu. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan perusahaan jasa atau aplikasi yang dapat membayarkan tagihan kamu secara bersamaan tanpa biaya administratif.

Billpayer, hindari 4 hal menyebalkan ini saat bayar tagihan ya, sekarang ini banyak kok fitur dan aplikasi keuangan yang bisa membantu kamu dalam hal ini. Ada pengalaman hal menyebalkan lainnya saat bayar tagihan? Langsung saja tuliskan di kolom komentar!