Antisipasi Biaya Pengobatan yang Semakin Besar dengan Hal ini!

tanggal tua

Meskipun kita sudah hidup sehat dan menjaga pola makan. Resiko terkena penyakit tetap saja tidak dapat dihindari. Biaya pengobatan yang semakin hari semakin besar juga menambah beban. Untuk itu, kamu harus mempunyai tabungan untuk antisipasi hal tidak terduga sangat diperlukan. Kamu juga bisa membuat asuransi kesehatan sebagai antisipasi.

Jika tidak memiliki asuransi kesehatan, biaya perawatan ini bisa membesar dan akan cukup menyulitkan kamu. Pihak rumah sakit terkait juga tidak semuanya dapat memberikan keringanan tanpa asuransi. Berikut ini ada beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk mengurangi biaya medis di rumah sakit:

Bayar biaya pengobatan segera

Agar biaya pengobatan tidak menumpuk dan bertambah banyak, sebaiknya melakukan pembayaran secara segera, ketika kamu sudah selesai dirawat di rumah sakit. Jika tidak, kemungkinan akan ada biaya tambahan lainnya yang mungkin membuat biaya perawatan menjadi lebih besar.

Jika tidak mempunyai uang tunai, kamu bisa menggunakan kartu kredit jika mendesak. Namun, jangan lupa segera melunasi hutang kartu kredit secepatnya. Kamu bahkan bisa menggunakan beberapa promo kartu kredit yang sedang melakukan kerjasama dengan rumah sakit tersebut.

Baca juga : 5 Kesalahan Pengelolaan Keuangan Orang Indonesia

Jujur dengan keuangan

Saat sudah terlanjur di rawat di rumah sakit, dan biaya perawatan sudah muncul, sebaiknya jujur dengan keadaan keuangan kamu kepada pihak rumah sakit. Mungkin beberapa rumah sakit dan pihak dokter akan memahami dan mencoba membantu kamu dengan kebijakan khusus tersebut.

Buat limit kartu kredit besar

Kartu kredit dengan limit besar seringkali membantu kita saat ada hal mendadak yang membutuhkan uang. Namun, ingatlah bahwa kartu kredit tersebut hanya digunakan untuk hal-hal mendadak seperti sakit, kecelakaan, kematian, dan hal-hal lainnya yang tidak dapat dihindari. Simpan kartu ditempat aman dan hanya gunakan saat dibutuhkan.

Mengikuti asuransi

Mengikuti asuransi kesehatan juga merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi biaya pengeobatan yang besar. Untuk dapat mengikuti asuransi kesehatan sekarang ini juga cukup mudah. Pikirkan bahwa kesehatan kamu lebih penting di atas segalanya. Jangan lupa tetap membayar biaya asuransi tersebut agar tidak hangus.

Ini Dia Tips Agar Cinta Menabung!

menabung

Pernahkah kamu mengalami masa-masa dimana kamu suka menabung? Atau kamu selalu menghabiskan seluruh gaji tanpa sisa setiap bulannya? Menabung memang kebiasaan yang sulit untuk dilakukan. Padahal, hal tersebut memberikan banyak manfaat lho.

Kalau kamu ingin merasakan manfaat dari menabung, berikut ini Billie tunjukkan cara-cara untuk mengubah mindset kamu sehingga kamu jadi pribadi yang cinta menabung. Simak disini.

Buat tujuan menabung

Agar dapat mulai mencintai kegiatan ini. Kamu harus menentukan tujuan dari menabung atau saving itu sendiri. Misalnya, kamu ingin membeli mobil, wah tujuan yang besar bukan? Untuk mewujudkannya, kamu harus menentukan target kecil. Misalnya dalam jangka waktu enam bulan kamu harus mengumpulkan 10% dari dana yang dibutuhkan, sehingga dalam setahun sudah bisa terkumpul untuk membayar biaya DP atau uang muka. Hal ini dapat memotivasi kamu untuk menyimpan uang. Kamu bisa menaruh notes di handphone atau sticky notes di dinding kamar sebagai pengingat.

Ingat-ingat tagihan

Banyak orang yang tidak melakukan perencanaan keuangan tertulis tiap bulan tapi ternyata bisa mengelola keuangan mereka dengan baik. Kenapa bisa begitu? Karena sejak awal mereka sudah tahu alokasi anggaran utamanya. Bagaimana caranya? Saat mendapatkan gaji, utamakan untuk membayar tagihan-tagihan bulanan seperti biaya sewa rumah, kost atau apartemen, biaya listrik, pulsa handphone, pajak, cicilan, dan belanja kebutuhan lainnya. Setelah itu, jadikan menabung sebagai prioritas kedua.

Baca juga: Cara Mengurangi Kebiasaan Buruk yang Membuat Pengeluaran Membengkak!

Hindari pemborosan

Menghabiskan uang untuk kesenangan bersama teman-teman memang hal yang sangat menyenangkan. Namun, semua kegiatan tersebut sudah pasti memakan uang yang cukup banyak. Nah, bila tidak ingin semua uang bulanan habis untuk melakukan itu semua. Mulai sekarang, mulailah mengurangi biaya untuk kehidupaan sosial kamu. Lakukan hal-hal yang seru dan murah. Misalnya, di akhir pekan, kamu bisa menghabiskan waktu dengan teman-teman terdekat dengan berkumpul bersama sambil memasak makan malam.

Cari tambahan penghasilan

Beberapa orang menabung karena sayang menghabiskan uang hasil keringatnya. Nah, mindset ini dapat menjadi salah satu cara agar kamu cinta menabung. Ingatlah bahwa uang hasil keringatmu yang terbuang sia-sia tidak akan pernah bermanfaat. Jika merasa belum bekerja keras, kamu bisa mencari pekerjaan tambahan agar lebih mencintai uang hasil kerjamu. Manfaatnya, uang tambahan itu bisa disimpan sehingga jumlah tabungan semakin banyak. Selain itu, waktu kosong kamu yang digunakan juga meminimalisir penggunaan uang yang sia-sia.

Gajian? Jangan Belanja Dulu, Ini Pengeluaran yang Harus Diperioritaskan!

gajian

Gajian bisa menjadi hari yang paling menyenangkan bagi pekerja. Bagaimana tidak, setelah 1 bulan bekerja, kamu bisa menerima hasil jerih payahmu dan menggunakannya untuk keperluan kamu. Eh tapi jangan terlena dulu, jangan sampai kamu gelap mata dan malah belanja habis habisan ya setelah gajian. Kamu harus cermat dalam memilih pengeluaran apa saja yang harus di prioritaskan setelah gajian.

Untuk itu, Billie ingin membantu kamu dalam memprioritaskan pengeluaran saat gajian. Berikut adalah pengeluaran yang harus di prioritaskan setelah gajian menurut Billie:

Kebutuhan Bulanan

Saat gajian, sisihkan terlebih dahulu uang untuk kebutuhan bulanan. Kalau kamu sudah keburu menghabiskan uangnya untuk belanja, mau makan apa akhir bulan? Untuk itu, sebisa mungkin pisahkan uang untuk kebutuhan hidup dalam sebulan seperti keperluan makan, produk rumah tangga jika kamu sudah berumah tangga, dan kebutuhan anak jika sudah memilikinya. Kamu bisa memisahkannya di amplop terpisah atau rekening yang berbeda.

Baca juga: Mau Kelola Gaji dengan Lebih Baik? Lakukan 6 Cara ini!

Gajian Jangan Lupa Bayar Hutang

Setelah memisahkan pengeluaran rutin bulanan, kamu bisa menggunakan gaji untuk membayar hutang. Ingat, hutang jangan dibuat menumpuk. Apalagi hutang atau cicilan di kartu kredit, kamu bisa terkena beban bunga yang menumpuk. Untuk itu, ingatlah untuk membayar hutang atau cicilan setiap kali mendapatkan gaji, baru gunakan uang yang tersisa untuk keperluan lainnya.

Tabungan

Yang ini tidak kalah penting, yaitu menabung. Semua orang tau bahwa kita perlu menabung untuk persiapan masa depan. Jadikanlah tabungan sebagai pengeluaran rutin yang harus dikeluarkan tiap bulan. Dengan menanamkan mindset seperti ini, kamu akan terdorong untuk lebih sering menabung. Usahakan kamu menabung sebanyak 30% dari total pemasukan rata-rata kamu tiap bulan. Mindset ini sangat bermanfaat di masa depan dan akan memudahkan kamu jika ingin mengajukan kredit.

Nah itu dia yang harus kamu prioritaskan setelah menerima gaji. Setelah itu, kamu baru deh bisa belanja sesuai dengan keinginan kamu, apabila 3 hal ini sudah terpenuhi. Jangan boros-boros ya Billpayer.

Dana Pendidikan Semakin Mahal? Begini Cara Siasatinya!

dana pendidikan mahal

Mengingat dana pendidikan yang setiap tahunnya bertambah besar. Pastinya kamu sebagai orang tua atau calon orang tua menjadi khawatir. Pendidikan tentunya merupakan hal yang diperlukan oleh setiap orang. Dengan gaji yang terbatas, bagaimana mendapatkan pendidikan yang tinggi? Begini caranya!

Hemat dengan Tahu Komponen Pengeluaran

Pertama, kamu bisa mulai mempersiapkan dana pendidikan anak dengan menabungnya sejak dini. Bagaimana caranya jika tidak bisa berhemat atau menabung? Tentunya kamu harus mengetahui pos pengeluaran terbesar. Maksudnya adalah gaya hidup atau hal lainnya yang paling banyak mengeluarkan biaya.

Bos pengeluaran rutin biasanya seputar, biaya hidup, seperti biaya sewa rumah, biaya listrik dan PDAM, transportasi, tabungan, investasi, sosial, dan gaya hidup lainnya. Pastikan kamu mengeluarkan hal-hal yang tidak dibutuhkan sehingga bisa lebih hemat. Kamu juga bisa berusaha untuk menghemat tagihan rutin seperti listrik dan PDAM dengan meminimalisir penggunaannya.

Baca juga: Bingung Siapkan Uang untuk Lebaran? Simak 5 hal Berikut!

Hitung Biaya Pendidikan Masa Depan

Asumsi yang biasa digunakan untuk menghitung asumsi pendidikan anak adalah dengan cara mengalikan dua kali lipat asumsi inflasi ekonomi. Contoh inflasi 10% per tahun, sehingga setelah dikalikan dua kali lipat menjadi 20% per tahun. Dilansir dari Future Ready, rumus yang bisa Anda adalah Future value.

Rumus:

FV = B ( 1 + inflasi ) n

FV= biaya masa depan

B= biaya yang sekarang

N= jangka waktu

Contoh:

18 tahun mendatang, anak Smartpayer akan masuk kuliah. Tahun ini, Universitas yang Smartpayer rencanakan memiliki uang pangkal Rp20juta. Dengan inflasi pertahun setelah dikalikan yakni 20% per tahun.

FV= Rp20.000.000,- (1+0,2)18

= 20.000.000 *21,6

= Rp432.000.000,-

Jadi, dana pendidikan masuk kuliah anak selama 18 tahun adalah Rp 432.000.000,- Idealnya dalam sebulan Smartpayer harus menyisihkan dana Rp 2.000.000 per bulannya agar anak dapat mengenyam pendidikan di kuliah yang diinginkan. Itu baru uang pangkal belum biaya kuliah lainnya lagi.

Siapkan Dana Pendidikan dengan Asuransi

Setelah mengetahui asumsi biaya pendidikan di masa depan, kamu bisa mulai mempersiapkannya. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan asuransi. Ada banyak asuransi yang menawarkan program untuk mempersiapkan dana pendidikan. Pertimbangkan premi dengan asumsi biaya pendidikan di masa depan serta komponen pengeluaran yang harus kamu tanggung setiap bulannya.

Asuransi pendidikan lebih tegas dalam mencairkan dana pendidikan, selain itu keuntungan atau timbal baliknya lebih besar. Namun sayangnya, asuransi pendidikan tidak akan cair sebelum jatuh tempo kecuali kamu meninggal dunia. Jangan lupa, sekali memulai asuransi, jangan sampai tidak bisa melanjutkan pembayaran bulanannya, apa yang sudah kamu bayar bisa menjadi sia-sia.

Baca juga: Tips Atur Gaji 5 Juta Rupiah Sebulan

Siapkan Dana dengan Investasi

Hal kedua, kamu bisa menyiapkan dana pendidikan dengan berinvestasi. Hal ini dapat menguntungkan namun juga memiliki resiko yang lebih besar ketimbang menabung dan asuransi. Jika ingin investasi dengan resiko rendah, berinvestasi dengan logam mulia bisa menjadi pilihan. Kamu dapat menjualnya sewaktu dibutuhkan tanpa proses yang lama.

Siapkan dengan Menabung

Jika kamu memilih untuk menabung, tabunglah dana yang dimiliki di Bank. Jangan sampai menyimpan uang di rumah. Untuk menyiapkan dana pendidikan bagi anak dengan cara menabung, kamu dapat memilih tabungan pendidikan atau konvensional. Dengan menabung secara konvensional, dana yang kamu tabungkan tergantung pribadi. Namun, tidak ada jaminan jika uang untuk tabungan ini akan bertambah dan manfaatnya akan berhenti jika kamu meninggal. Menabung juga membutuhkan kedisiplinan yang tinggi karena tidak akan ada yang mengingatkan atau memaksa kamu setiap bulannya.

Bingung Siapkan Uang untuk Lebaran? Simak 5 hal Berikut!

pengelolaan uang untuk lebaran

Hari raya pastinya menjadi hari yang ditunggu-tunggu. Seperti hari Lebaran yang membawa kebahagiaan bagi umat muslim yang sebentar lagi tiba. Namun hari raya juga tidak lepas dari pengeluaran yang membengkak. Tidak mau kan sebelum Ramadhan berakhir, gaji sudah habis duluan?

Bagi kamu yang bingung mengenai bagaimana pengelolaan uang untuk Lebaran. Berikut Billie berikan 5 hal yang harus diperhatikan ketika mengelola uang untuk persiapan Lebaran:

Jangan Lupakan Anggaran Belanja

Tetap tekun dalam membuat anggaran belanja saat bulan Ramadhan. Selain itu, perkirakan juga biaya yang dibutuhkan selama Ramadhan seperti kebutuhan membeli baju baru, kue-kue Lebaran, uang amplop tempel, biaya mudik, dan sebagainya.

Semakin rinci apa yang kamu tuliskan, anggaran belanja pun semakin jelas. Selain itu, jangan lupa untuk menaikkan anggaran, karena biaya kebutuhan pokok selama Ramadhan selalu naik. Kamu dapat melebihkan beberapa persen dari anggaran yang dibuat.

Baca juga : Mau lebaran? Ini Tips Hemat Kelola Dananya!

Jangan Boros ketika Buka Puasa Bersama

Salah satu kebiasaan yang tidak terlewatkan saat Ramadhan adalah buka puasa bersama. Saat Ramadhan, pasti ada banyak tawaran buka puasa bersama dari teman-teman, sanak saudara, dan kerabat. Jika ingin hemat, berikan saran untuk berbuka puasa bersama di tempat yang tidak terlalu mahal. Kamu juga bisa mencoba berbuka puasa di salah satu rumah kerabat dengan memasak makanan sendiri.

Sebaiknya batasi untuk mengikuti buka bersama agar saat ada pengeluaran tidak terduga kamu masih miliki. Kamu tetap dapat mengunjungi kerabat satu per satu saat Lebaran bukan?

Ingat untuk Beramal

Setiap orang pasti menyisihkan sebagian uangnya untuk beramal dan membantu sesama. Hal ini biasanya dilakukan dekat dengan hari raya. Seperti halnya umat muslim, mereka percaya bahwa bulan Ramadhan memiliki keunggulan di mana segala kebaikan akan dibalas oleh-Nya berkali lipat, termasuk dalam beramal. Beramal pun tentunya tak harus melulu berbicara mengenai uang. Kamu dapat menyisihkan beberapa persen dari penghasilan kemudian menjadi donatur, membagikan makanan atau takjil kepada yang tidak mampu, dan sebagainya.

Batasi Penggunaan Listrik

Hal kecil lain yang dapat menghemat pengeluaranmu adalah dengan memperhatikan penggunaan listrik. Penggunaan listrik di bulan Ramadhan akan banyak memakan biaya. Lampu-lampu yang biasa dipadamkan dan dinyalakan saat pagi hari, kini harus nyala lebih awal dari dini hari karena kamu sahur. Kamu bisa mengatasinya dengan membatasi penggunaan alat elektronik yang memakan banyak listrik. Contohnya, bila di rumah gerah dan terbiasa menggunakan AC untuk sementara waktu kamu bisa memanfaatkan kipas.

Disiplin Mengelola Uang untuk Lebaran

Ini adalah kunci dari semua pengelolaan keuangan. Kuncinya adalah disiplin untuk mengelola uang untuk lebaran. Kamu harus tetap mematuhi apa yang telah dibuat. Meskipun saat bulan Ramadhan akan bermunculan diskon yang begitu menggoda di pusat perbelanjaan. Tetaplah membeli barang yang dibutuhkan saja ya!

Mau lebaran? Ini Tips Hemat Kelola Dananya!

lebaran

Lebaran sebentar lagi! Pengeluaran saat Ramadhan dan jelang Hari Raya Idul Fitri biasanya meningkat 25-50 persen dibandingkan bulan-bulan lain. Hal itu tidak lain karena kenaikan harga kebutuhan pokok, budaya buka puasa bersama, persiapan kue-kue dan makanan menjelang lebaran, serta mudik. Hal ini tentunya akan menguras anggaran belanja rumah tangga.

Tunjangan Hari Raya atau THR bisa menjadi penyelamat. Tapi tentunya jangan dihabiskan dong. Kamu tetap harus menyisihkan untuk kebutuhan yang lain. Berikut Billie berikan tips hemat untuk kelola dana saat lebaran.

Sisihkan 50% pendapatan

Salah satu cara penetapan anggaran yang ideal adalah menyisihkan setengah dari dana THR untuk kebutuhan belanja di luar belanja konsumsi hari raya. Jadi jika kamu mendapatkan THR sebesar Rp 10 juta, sisihkan Rp 5 juta untuk persiapan dana keluarga misalnya untuk pendidikan, pajak kendaraan bermotor, dan lain-lain.

Pisahkan THR Lebaran pasangan

Jumlah dana THR bisa jadi lebih besar untuk pasangan yang telah bekerja. Bisa jadi dibuat kesempakatan bersama misalnya THR suami digunakan untuk keperluan Lebaran sementara THR istri untuk ditabung. Yang terpenting, tetapkan anggaran keperluan hari raya yang tepat, jangan sampai membeli barang-barang kebutuhan yang ternyata tidak perlu.

Kelola dana mudik

Untuk keperluan mudik, kamu bisa mengatur duit dengan menyisihkan pendapatan bulanan kamu. Biasanya dana mudik bisa dibutuhkan lebih cepat jika kamu ingin menggunakan moda transportasi umum seperti pesawat atau kereta api yang tiketnya semakin murah saat dibeli jauh-jauh hari sebelumnya. Dengan begitu, kamu bisa mengatur keperluan Lebaran kamu di luar dana mudik.

Baca juga : Belanja Bulanan, Mingguan, atau Harian, Mana Lebih Hemat?

Komitmen anggaran

Saat kamu sudah menetapkan kebutuhan, buatlah anggaran yang pas sehingga tidak kebablasan. Dengan begitu, kamu bisa tetap pada jalur pengeluaran yang tepat sehingga masih bisa menyisakan dana untuk tabungan dan biaya lainnya.

Dana pendidikan sangat mungkin mendesak mengingat masa lebaran berdekatan dengan pergantian tahun ajaran baru. Namun, memang alangkah baiknya jika dana pendidikan juga sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Dana tambahan untuk pendidikan bisa diambil 25-30% dari jumlah sisihan dana THR kamu. Sisanya bisa disiapkan untuk kebutuhan zakat dan menabung.

Selamat menunaikan ibadah puasa!