Cara Mengurangi Kebiasaan Buruk yang Membuat Pengeluaran Membengkak!

pengeluaran membengkak

Tidak terasa nih sebentar lagi kita sudah memasuki awal bulan. Pasti menyenangkan bukan bagi Billpayer yang bekerja, karena di awal bulan, kamu akan mendapatkan gaji. Apalagi sudah mau dekat hari Lebaran, dimana kamu pasti membutuhkan uang lebih untuk merayakan hari raya atau berlibur.

Namun, kebiasaan konsumtif dan pemborosan tidak dapat dihindari bukan? Pengeluaran membengkak seringkali dialami orang-orang di bulan-bulan seperti ini. Belanja dan membeli kebutuhan hari raya atau biaya liburan seringkali membuat pengeluaran membengkak. Belum lagi tagihan bulanan seperti listrik sampai PDAM, dan kebutuhan lainnya sudah menanti untuk segera dibayar dan/atau disiapkan anggarannya.

Nah untuk itu, Billie ingin mengingatkan kamu mengenai kebiasaan buruk yang membuat pengeluaran membengkak dan bagaimana cara menghindarinya. Simak artikel berikut ini:

Baca juga : Takut Kredit Mobil? ini Alasan Kenapa Kredit Mobil Menguntungkan!

Membiarkan Alat Elektronik Saat Tidak Digunakan

Banyak orang yang lupa atau dengan sengaja membiarkan alat elektronik seperti radio, dispenser, lampu kamar, sampai televisi tetap menyala saat tidur. Padahal di saat seperti itu alat-alat tersebut sama sekali tidak digunakan. Hal ini menyebabkan banyak listrik yang terbuang sia-sia. Tentu saja, selain itu, hal ini juga menyebabkan tagihan PLN kamu membengkak.

Tidak Mencabut Steker dari Saklar

Banyak orang yang hanya mencabut handphone dari charger-nya sambil tetap membiarkan charger tersebut terhubung dengan saklar setelah daya terisi penuh. Tidak hanya handphone, hal ini juga diterapkan diperangkat lain seperti laptop dan tablet. Kebiasaan ini tanpa sadar justru merugikan meskipun tidak terlalu signifikan. Dikutip dari detik.com, bahwa charger yang tetap terhubung listrik bisa memakan daya hingga 1 watt setiap jam. Jika hal ini dilakukan oleh seluruh warga Jabodetabek, maka listrik yang terbuang bisa mencapai 96.000 kWh dan itu cukup untuk menerangi 755 rumah.

Mandi Menggunakan Gayung

Meskipun terkesan sederhana, tapi kebiasaan mandi menggunakan gayung juga cukup berpengaruh terhadap jumlah tagihan. Wakil Presiden Jusuf Kalla, seperti yang dilansir dari mediaindonesia.com, menyebutkan kalau penggunaan gayung membuat konsumsi air menjadi lebih boros dan menyarankan masyarakat untuk beralih menggunakan shower. JK – sebutan akrabnya, menyebutkan kalau rata-rata 18 liter air akan terbuang sekali mandi jika menggunakan gayung, dan lebih hemat 30% kalau memakai shower. Kalau kamu masih menggunakan gayung, hal ini dapat membuat tagihan PDAM kamu membengkak.

Pengeluaran Membengkak karena Boros Data

Di era digital, orang-orang sudah banyak yang menggunakan smartphone. Oleh karena itu, data internet jadi kebutuhaan yang tak bisa dilepaskan. Indonesia menjadi salah satu negara dengan pengguna internet yang terbesar di dunia. Banyak orang yang cenderung menggunakan data untuk kegiatan yang masuk kategori ‘iseng’ dengan total penggunaan 170 MB/hari. Hal ini sering dilakukan oleh orang yang mengakses media sosial berkali-kali dalam satu hari. Ini dia yang menyebabkan kamu butuh untuk membeli kuota internet terus menerus, sehingga pengeluaran membengkak.

Baca juga : 5 Cara Cermat Kelola Gaji

Tidak Mematuhi Rencana Anggaran

Lifehack.org melansir, faktor yang membuat orang menjadi lebih boros adalah tidak mematuhi rencana anggaran. Hasilnya, orang-orang tersebut menjadi tidak realistis dalam membelanjakan uangnya, sehingga berakibat pada tingginya realisasi angka pengeluaran yang terkadang melebihi rencana pengeluaran. Hal ini membuat kamu menjadi lebih konsumtif dan lebih mudah dalam membelanjakan uangmu. Ingat, inilah yang paling membuat pengeluaran kamu membengkak.

Jadi, solusi agar bisa lebih menghemat anggaran, akan lebih baik jika kamu menghilangkan kebiasaan-kebiasaan seperti yang ditulis di atas.

Sumber : vitaorrin.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *