Belanja Bulanan, Mingguan, atau Harian, Mana Lebih Hemat?

belanja bulanan

Ada banyak perdebatan tentang pengelolaan keuangan yang benar, salah satunya bagaimana mengelola uang belanja. Selain itu, banyak juga yang bingung mengenai periode berbelanja yang tepat. Pernahkah kamu perhitungkan saat hendak berbelanja, mana yang sebenarnya lebih hemat: belanja bulanan, mingguan, ataukah harian?

Nah, kali ini, Billie akan membahas tentang periode belanja, berikut adalah hal-hal yang perlu kamu perhatikan sebelum memilih belanja bulanan, mingguan, ataupun harian.

Belanja Bulanan

Keuntungan dari belanja bulanan, kamu dapat menghemat biaya belanja karena berbagai pusat perbelanjaan ritel, memberikan promo dan diskon untuk para pembeli. Kamu dapat belanja di pusat perbelanjaan ritel karena pada saat belanja bulanan, daftar kebutuhan yang harus dibeli lebih banyak dibandingkan belanja harian. Perlu diperhatikan, saat belanja bulanan hindari membeli stok makanan terlalu banyak. Hal itu dapat beresiko makanan tersisa sampai tanggal kadaluarsanya tiba.

Ketika kamu belanja bulanan, buat daftar belanja dengan cermat dan teliti. Jangan sampai stok yang masih banyak tersisa di bulan lalu, malah kamu beli kembali. Dalam memilih barang yang akan dibeli secara bulanan, sebaiknya pilihlah barang yang tahan lama, seperti peralatan kebersihan.

Berbelanja bulanan juga dapat menghemat biaya transportasi dan tenaga lho, asalkan tidak ada barang yang terlewatkan. Karena banyaknya orang yang melakukan belanja saat awal bulan, sebaiknya kamu melakukan belanja di pagi hari saat supermaket baru buka, dan tidak memilih hari belanja pada akhir pekan.

Belanja Mingguan

Selain belanja bulanan, kamu juga bisa memilih belanja mingguan. Belanja mingguan bisa dilakukan jika kamu masih ragu uang gaji dihabiskan seluruhnya untuk memenuhi kebutuhan di rumah. Saat berbelanja mingguan, kamu perlu memprioritaskan barang yang sangat dibutuhkan. Telur, sayur mayur, dan buah-buahan merupakan barang-barang yang cocok dibeli per minggu, agar tetap dalam keadaan segar dan tidak mudah busuk. Perhatikan lokasi tempat kamu berbelanja mingguan karena jika terlalu jauh malah akan menyebabkan borosnya biaya ongkos. Kamu juga harus lebih berhati-hati, agar tidak mudah tergiur untuk berbelanja barang-barang lainnya.

Belanja Harian

Terakhir, adalah belanja harian. Yang perlu ditekankan yaitu lakukan belanja harian hanya untuk barang-barang yang kamu lupakan sewaktu belanja bulanan ataupun mingguan. Sebaiknya pilihlah warung yang berada dekat rumah kamu, agar tak perlu mengeluarkan biaya transportasi.

Hal yang lebih penting dari belanja adalah kamu mampu memprioritaskan barang yang benar-benar dibutuhkan dan disiplin dalam mengeluarkan dana tersebut. Pastikan juga, bahwa kamu sudah menyisihkan dana untuk anggaran yang lainnya seperti membayar tagihan, biaya sekolah anak, ataupun tabungan, baru kamu dapat leluasa membuat daftar belanjaan.

Cara Mengurangi Kebiasaan Buruk yang Membuat Pengeluaran Membengkak!

pengeluaran membengkak

Tidak terasa nih sebentar lagi kita sudah memasuki awal bulan. Pasti menyenangkan bukan bagi Billpayer yang bekerja, karena di awal bulan, kamu akan mendapatkan gaji. Apalagi sudah mau dekat hari Lebaran, dimana kamu pasti membutuhkan uang lebih untuk merayakan hari raya atau berlibur.

Namun, kebiasaan konsumtif dan pemborosan tidak dapat dihindari bukan? Pengeluaran membengkak seringkali dialami orang-orang di bulan-bulan seperti ini. Belanja dan membeli kebutuhan hari raya atau biaya liburan seringkali membuat pengeluaran membengkak. Belum lagi tagihan bulanan seperti listrik sampai PDAM, dan kebutuhan lainnya sudah menanti untuk segera dibayar dan/atau disiapkan anggarannya.

Nah untuk itu, Billie ingin mengingatkan kamu mengenai kebiasaan buruk yang membuat pengeluaran membengkak dan bagaimana cara menghindarinya. Simak artikel berikut ini:

Baca juga : Takut Kredit Mobil? ini Alasan Kenapa Kredit Mobil Menguntungkan!

Membiarkan Alat Elektronik Saat Tidak Digunakan

Banyak orang yang lupa atau dengan sengaja membiarkan alat elektronik seperti radio, dispenser, lampu kamar, sampai televisi tetap menyala saat tidur. Padahal di saat seperti itu alat-alat tersebut sama sekali tidak digunakan. Hal ini menyebabkan banyak listrik yang terbuang sia-sia. Tentu saja, selain itu, hal ini juga menyebabkan tagihan PLN kamu membengkak.

Tidak Mencabut Steker dari Saklar

Banyak orang yang hanya mencabut handphone dari charger-nya sambil tetap membiarkan charger tersebut terhubung dengan saklar setelah daya terisi penuh. Tidak hanya handphone, hal ini juga diterapkan diperangkat lain seperti laptop dan tablet. Kebiasaan ini tanpa sadar justru merugikan meskipun tidak terlalu signifikan. Dikutip dari detik.com, bahwa charger yang tetap terhubung listrik bisa memakan daya hingga 1 watt setiap jam. Jika hal ini dilakukan oleh seluruh warga Jabodetabek, maka listrik yang terbuang bisa mencapai 96.000 kWh dan itu cukup untuk menerangi 755 rumah.

Mandi Menggunakan Gayung

Meskipun terkesan sederhana, tapi kebiasaan mandi menggunakan gayung juga cukup berpengaruh terhadap jumlah tagihan. Wakil Presiden Jusuf Kalla, seperti yang dilansir dari mediaindonesia.com, menyebutkan kalau penggunaan gayung membuat konsumsi air menjadi lebih boros dan menyarankan masyarakat untuk beralih menggunakan shower. JK – sebutan akrabnya, menyebutkan kalau rata-rata 18 liter air akan terbuang sekali mandi jika menggunakan gayung, dan lebih hemat 30% kalau memakai shower. Kalau kamu masih menggunakan gayung, hal ini dapat membuat tagihan PDAM kamu membengkak.

Pengeluaran Membengkak karena Boros Data

Di era digital, orang-orang sudah banyak yang menggunakan smartphone. Oleh karena itu, data internet jadi kebutuhaan yang tak bisa dilepaskan. Indonesia menjadi salah satu negara dengan pengguna internet yang terbesar di dunia. Banyak orang yang cenderung menggunakan data untuk kegiatan yang masuk kategori ‘iseng’ dengan total penggunaan 170 MB/hari. Hal ini sering dilakukan oleh orang yang mengakses media sosial berkali-kali dalam satu hari. Ini dia yang menyebabkan kamu butuh untuk membeli kuota internet terus menerus, sehingga pengeluaran membengkak.

Baca juga : 5 Cara Cermat Kelola Gaji

Tidak Mematuhi Rencana Anggaran

Lifehack.org melansir, faktor yang membuat orang menjadi lebih boros adalah tidak mematuhi rencana anggaran. Hasilnya, orang-orang tersebut menjadi tidak realistis dalam membelanjakan uangnya, sehingga berakibat pada tingginya realisasi angka pengeluaran yang terkadang melebihi rencana pengeluaran. Hal ini membuat kamu menjadi lebih konsumtif dan lebih mudah dalam membelanjakan uangmu. Ingat, inilah yang paling membuat pengeluaran kamu membengkak.

Jadi, solusi agar bisa lebih menghemat anggaran, akan lebih baik jika kamu menghilangkan kebiasaan-kebiasaan seperti yang ditulis di atas.

Sumber : vitaorrin.blogspot.com

5 Cara Cermat Kelola Gaji

kelola gaji

Billpayer, pernah ngga kamu ngerasa kalau gaji cepat banget habis? Wah kayaknya sebagian besar orang pernah merasakan hal ini. Kalau kamu masih suka bingung bagaimana cara mengelola gaji dengan cermat dan bagaimana agar gaji tidak habis di tengah bulan. Billie sudah punya nih 5 cara cermat kelola gaji. Pastikan 5 hal ini agar gaji kamu dapat dikelola dengan baik hingga tanggal gajian selanjutnya.

Buat rencana bulanan

Banyak orang yang sudah tahu mengenai hal ini tetapi tidak melakukannya. Membuat rencana bulanan mungkin memakan banyak waktu, akan tetapi cukup efektif dilakukan untuk mengelola gaji dengan baik. Kebanyakan orang yang boros melakukan dua hal, yaitu tidak memiliki rencana keuangan bulanan dan tidak dapat mengendalikan diri. Oleh karena itu, sebaiknya kamu membuat daftar kebutuhan selama satu bulan.

Baca juga : Tips Atur Gaji 5 Juta Rupiah Sebulan

Mencatat pengeluaran tiap hari

Selain membuat rencana bulanan, pencatatan pengeluaran setiap hari juga penting. Kamu dapat mengumpulkan struk-struk pembelian, hal ini memudahkan kamu untuk mengetahui ke mana saja uang yang digunakan. Dari sana juga kamu dapat mengetahui barang apa saja yang sebenarnya tidak begitu dibutuhkan.

Investasi

Selain membuat rencana keuangan dan mencatat pengeluaran. Investasi juga penting lho dalam hal pengelolaan keuangan. Jika kesehatan keuangan kamu tergolong bagus, tak ada salahnya menyisihkan gaji untuk berinvestasi. Dengan modal Rp100.000,- kamu sudah bisa mengikuti reksadana, atau kamu juga dapat memilih berinvestasi dalam emas murni dan properti.

Membatasi uang tunai

Sadar atau tidak sadar, pembatasan uang tunai dapat membantu kamu berhemat. Bawa uang tunai tiap hari atau perminggu sesuai kebutuhan. Hal ini akan membantu kamu agar tidak sembarangan dalam mengeluarkan uang.

Baca juga : Tanggal Tua, Ini 4 Hal Menyebalkan saat Tanggal Tua!

Kelola Gaji dengan Bayar tagihan

Saat menerima gaji, sebaiknya kamu langsung menyisihkannya untuk membayar tagihan. Bayar tagihan seperti bayar PDAM, bayar listrik, bayar asuransi atau cicilan kendaraan yang rutin setiap bulan. Sehingga kamu bisa lebih leluasa untuk menggunakan gaji untuk kebutuhan lainnya.

Lakukan kelima hal diatas secara disiplin agar kamu bisa mengelola gaji dengan baik.

Tips Atur Gaji 5 Juta Rupiah Sebulan

atur gaji

Sebagian orang mungkin dapat atur gaji 5 juta rupiah sebulan dengan mudah. Beberapa orang merasa bahwa gaji bulanan sebesar 5 juta mungkin sudah cukup untuk memenuhi semua kebutuhan hidup selama satu bulan. Bahkan bagi kamu yang masih single, gaji 5 juta akan membuat hidup lebih sejahtera.  Sementara bagi yang sudah berumah tangga, pendapatan 5 juta Rupiah terkadang dirasa masih sangat kurang, apalagi jika memiliki lebih dari 1 anak.

Kamu yang sudah berkeluarga harus mengaturnya dengan benar supaya uang 5 juta ini mampu memenuhi semua kebutuhan dalam waktu satu bulan. Oleh karena itu, kamu harus mengetahui bagaimana cara mengatur gaji bulanan supaya tidak kehabisan uang di tengah bulan.

Baca juga : Cara Unik untuk Hemat Pengeluaran

Tips Atur Gaji sebesar 5 Juta Per Bulan

Bagi kamu yang memiliki gaji 5 juta rupiah dan bingung untuk mengaturnya, yuk simak tips yang Billie dapatkan dari berikut ini :

Atur Gaji dengan Anggaran Belanja

Supaya lebih mudah dalam mengatur keuangan bulanan, maka kamu harus membuat anggaran belanja. Catat semua pengeluaran bulanan mulai dari hobi makan di luar, kemudian kebutuhan fashion dan beberapa anggaran belanja lainnya. Ini akan memudahkan kamu untuk mengatur pengeluaran dalam satu bulan.

Wajib Memiliki Dua Rekening Bank

Untuk mengatur uang secara mudah, kamu harus memiliki rekening lebih dari satu. Dimana, satu rekening digunakan khusus untuk membayar cicilan. Sementara rekening kedua digunakan khusus untuk menyisihkan uang, baik untuk menabung atau menyimpan dana tak terduga.

Lunasi Hutang dan Cicilan

Dalam kehidupan berumah tangga, cicilan dan hutang merupakan hal yang lumrah. Dengan melunasi hutang dan cicilan, maka kamu bisa menghitung sisa penghasilan dalam satu bulan.

Atur Gaji dengan Catat Pengeluaran

Kamu harus membuat buku harian sebagai catatan penting semua pengeluaran Anda. Dengan buku harian ini, memudahkan kamu untuk mencatat jumlah pengeluaran, terutama dana tak terduga.

Baca juga : Mengelola Tagihan dan Pengeluaran adalah Kunci Keuangan Sehat

Bandingkan Pengeluaran dan Anggaran

Langkah yang terakhir, cobalah menghitung perbandingan antara pengeluaran bulan lalu dengan anggaran perbulan. Dengan melakukan perbandingan antara buku pengeluaran dan buku anggaran, kamu bisa memprediksi pengeluaran yang tidak perlu di bulan berikutnya.

Beberapa cara di atas bisa dilakukan dengan mudah supaya kamu tidak hidup boros dengan gaji 5 juta Rupiah per bulan. Penuhi kebutuhan yang lebih penting terlebih dahulu, kemudian baru penuhilah keinginan kamu. Jangan mendahulukan keinginan jika kamu ingin mempunyai tabungan yang cukup.

Cara Unik untuk Hemat Pengeluaran

hemat pengeluaran

Merasa hari-hari mu sangat boros dan ingin mulai hemat pengeluaran? Berikut Billie memiliki 4 cara unik untuk kamu agar bisa lebih berhemat, simak ya!

Bawa bekal ke kantor

hemat pengeluaran

Salah satu cara untuk hemat pengeluaran adalah dengan membawa bekal. Dengan membawa bekal, selain hemat, kamu juga bisa menjaga asupan makanan mu agar tetap sehat dan terjaga. Selain itu, kamu bisa menggunakan waktu makan siangmu untuk tidur siang atau melakukan aktivitas lain. Dengan membawa bekal ke kantor, kamu tahu proses memasak makananmu pasti bersih dan terjamin, karena orang terdekat atau kamu sendiri yang menyiapkannya. Kamu juga bisa menjadi lebih kreatif karena kamu pasti terus berinovasi dengan menu masakanmu supaya tidak bosan. Otomatis, kamu akan terus menerus mencari ide serta inspirasi baru.

Pergi ke tempat yang ada wifi

hemat pengeluaran

Agar hemat, pergilah ke tempat yang memiliki fasilitas wifi gratis dengan jaringan yang kencang saat kamu hendak makan siang di lingkungan kantor. Ini bisa menghemat kuota internetmu, di kantor usahakan menggunakan wifi kantor. Di rumah, kamu juga bisa menggunakan wifi tetanggamu, hitung-hitung mengajak berkenalan dan bercengkrama kan!

Gunakan transportasi umum/nebeng

hemat pengeluaran

Sadar atau tidak sadar, transportasi umum dapat menghemat pengeluaranmu lho. Commuter line yang ditawarkan oleh pemerintah Indonesia, harganya mulai dari Rp 3.000 saja, naik bus transjakarta Rp 3.500 kemana saja, jalan kaki juga menyehatkan. Selain itu, naik commuter line dan busway, durasi perjalanannya lebih pasti dan cepat karena tidak terkena macet. Jika ada teman yang searah pulang, sesekali menebeng juga tidak apa-apa, kalau tidak enak, kamu bisa berbagi uang bensin dengannya.

Manfaatkan promo untuk hemat pengeluaran

hemat pengeluaran

Ketika jalan-jalan di hari libur atau weekend, jangan lupa gunakan promo untuk menghemat pengeluaran. Cari promo di aplikasi seperti Fave atau Groupon. Kamu juga bisa mengikuti akun-akun merchant di aplikasi Line untuk terus mengikuti promo yang ada. Ketika berada di mall, jangan lupa browsing mengenai promo yang sedang dilangsungkan oleh mall tersebut atau merchant yang ada didalamnya. Lebih hemat bukan?

Pengelolaan keuangan bukan saja tentang berhemat, tapi juga memastikan bahwa pengeluaranmu hanya untuk hal-hal yang dibutuhkan, bukan hanya diinginkan. Sesekali menyenangkan diri dengan berbelanja tidak apa-apa, asal jangan kelewatan hingga menghabiskan limit kartu kredit ya. Jangan lupa bayar tagihannya saja!

Ajari Anak Kelola Keuangan dari Uang Jajan

uang jajan anak

Memberikan uang jajan kadang menjadi hal yang sangat sepele bagi orang tua. Padahal dari hal kecil seperti memberikan uang jajan kepada anak, anak mulai memberikan pengetahuan dini kepada anak tentang cara mengelola keuangan. Sebaiknya, orang tua mengatur jumlah uang saku untuk mendidik anak-anak soal keuangan sejak dini. Hal ini tentunya akan ternanam di pikiran anak-anak sehingga bisa dilakukannya saat besar nanti.

Dalam memberikan uang jajan kepada anak tentunya tidak sembarangan, berikut beberapa hal yang harus kamu perhatikan saat memberikan uang jajan.

Sesuaikan dengan kebutuhan

Sebaiknya dalam memberikan uang saku kepada anak, jumlahnya tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil. Lalu berapa jumlah yang tepat? Kamu bisa menghitung rata-rata pengeluaran dia per hari, dengan cara mencari tahu range harga makanan yang ada disekolah anak. Jangan lupa memberikannya sedikit uang lebih untuk berjaga-jaga. Berikan anak dompet dengan banyak kantong agar dia bisa menyimpan uang sekaligus bisa secara fisik membagi-bagi sesuai budget pengeluaran.

Baca juga : Kerugian Ibu Rumah Tangga Saat Bayar Tagihan

Menyediakan celengan atau buka tabungan

Selain memberikan uang sesuai dengan kebutuhan, sediakan celengan atau buka sebuah tabungan untuk anak. Ajar anak untuk menabung dengan jumlah yang kecil sekalipun. Jangan paksa anak menabung dengan jumlah tertentu, biarkan dia memasukan jumlah uangnya sendiri dan melihat tabungannya tumbuh. Ketika tabungan sudah terkumpul, kamu bisa memberikan reward kepada anak dengan memperbolehkannya membeli sesuatu yang diinginkannya dengan uang tabungan tersebut.

Membahas uang jajan dengan anak

Saat memberikan uang saku, hendaknya orang tua tidak menjadi pihak yang dominan dan mengendalikan keputusan 100%. Kamu harus membicarakan kepada anak mengenai jumlah uang jajan yang hendak diberikan kepadanya. Tanyakan harga rata-rata makanan di kantin dan beri pilihan apakah dia ingin membawa bekal atau tidak. Tentunya masing-masing pilihan ada keuntungan dan kerugiannya. Bahas juga apakah anak ingin diberikan uang jajan per minggu, per bulan atau per hari. Lalu bicarakan mengenai pengelolaan budget uang jajan tersebut.

Jangan terbiasa memberikan uang tambahan

Hindari memberikan uang jajan tambahan ditengah minggu jika anak sudah menghabiskan uang jajannya sebelum waktunya. Kecuali jika ada kewajiban sekolah seperti membayar prakarya atau sumbangan kegiatan sosial. Ajari anak untuk bisa mengukur kemampuannya untuk membeli jajanan agar uangnya bisa bertahan selama waktu yang ditentukan. Ajari anak untuk menerima konsekuensi ketika uang jajannya sudah habis sebelum waktunya.

Mengatur keuangan sejak dini sangatlah penting dilakukan dan akan sangat bermanfaat bagi kehidupan anak. Jadi mulailah pengajaran soal keuangan sejak dini.

Tips Singkat Melunasi Utang!

Apakah kamu tipe orang yang bekerja dan menggunakan gaji diawal bulan untuk melunasi utang? Atau untuk membayar tagihan kartu kredit? Cicilan? Tunggakan? Wah jangan pusing dulu. Di Billie, kami merangkum sebuah tips singkat untuk menyelesaikan utang.

melunasi utang

Pertama-tama, ada baiknya kamu membuat daftar utang, kamu harus mengumpulkan dan membuat daftar secara terperinci semua utang berupa cicilan, kartu kredit, dan tunggakan lainnya.

Kedua, jangan membuat cicilan utang baru terlebih dahulu sebelum menyelesaikan ulang terlebih dahulu. Hal ini akan membuat utang terus menumpuk saat hendak melunasi utang, ditambah bunga yang terus menerus bertambah.

Baca juga : 5 Kesalahan Pengelolaan Keuangan Orang Indonesia

Hal lain yang bisa kamu lakukan adalah menambah penghasilan kamu. Kamu bisa mencoba berjualan online atau resell barang dan menjualnya di kantor. Banyak juga pekerjaan freelance yang dapat kamu ambil sambil mengerjakan pekerjaan utamamu. Hal ini akan membantu kamu untuk melunasi utang.

Jika setelah hal-hal itu dilakukan kamu masih memiliki utang, kamu bisa fokus untuk melunasi hutang satu per satu, disamping itu, bayarlah utang lainnya dengan jumlah minimum.

Bagaimana Jika Sudah Melunasi Utang?

Setelah semua utang mu sudah lunas terbayar, kamu bisa mulai membangun asset untuk masa depanmu. Menyiapkan dana pensiun dengan menyisihkan penghasilan juga akan sangat menguntungkan dikemudian hari.

Itu dia tips untuk melunasi hutang, billpayer, biasakan untuk tidak berhutang dengan menghindari pemakaian kartu kredit dan biasakan memakai debit. Kebiasaan berhutang akan mendatangkan dampak yang buruk dikemudian hari.

5 Kesalahan Pengelolaan Keuangan Orang Indonesia

pengelolaan keuangan

Pengelolaan keuangan mungkin bisa jadi hal yang dilakukan sehari-hari oleh kebanyakan orang. Namun apakah orang Indonesia sudah melakukan pengelolaan keuangan yang baik dan benar? Menurut survey yang dilakukan oleh Manulife, ternyata lebih dari 70% orang Indonesia tidak memiliki target jumlah dana simpanan dalam jangka waktu tertentu. Hal ini menunjukan bahwa jarang sekali orang Indonesia yang peduli pada pengelolaan keuangan mereka.

Ada 5 kesalahan dalam pengelolaan keuangan yang sering terjadi pada orang Indonesia. Jangan sampai 5 hal ini terjadi pada kamu ya!

Terlalu Banyak Hutang

Kesalahan pertama adalah orang Indonesia sangat suka sekali berhutang. Padahal kamu harus ingat bahwa setiap hutang akan membawa bunga yang harus kamu bayar. Bunga hutang ini jumlahnya tidak sedikit dan secara terus-menerus akan mengikis keuangan kamu. Apabila kamu ingin sehat secara finansial, kamu harus memiliki hutang yang tidak lebih dari 30% pendapatan kamu.

Biasakan untuk tidak menunda pembayaran hutang atau cicilan agar hutang segera lunas. Jika hutang sudah lunas, kamu bisa menggunakan uang tersebut untuk berinvestasi atau memulai tabungan hari tua.

Baca juga : Kredit Macet, ini Cara Mengatasinya!

Tidak Cukup Persiapan Pensiun

Masa pensiun perlu direncanakan sedini mungkin. Semakin cepat kamu memulai, maka semakin sedikit uang yang perlu kamu tabung setiap bulannya. Banyak orang Indonesia yang akhirnya jatuh miskin pada saat tua. Mereka mengalami penurunan status ekonomi atau daya beli pada saat mereka tua. Banyak juga yang terpaksa harus bergantung pada anak mereka pada masa tua. Bila kamu bisa mempersiapkan masa pensiun selagi muda, hal itu adalah pertanda kamu memiliki pengelolaan keuangan yang baik.

Tidak Punya Dana Darurat

Kesalahan lain yang sering dilakukan oleh orang Indonesia adalah tidak memiliki dana darurat atau simpanan yang dapat digunakan untuk hal yang tidak diinginkan. Banyak orang Indonesia yang jatuh miskin karena tertimpa suatu masalah atau penyakit. Billpayer, kita tidak tahu apa yang akan terjadi yang bisa mengubah hidup kita dikemudian hari, untuk itu kita harus mengantisipasinya, terutama dalam hal finansial.

Tidak Punya Tujuan Akhir Pengelolaan Keuangan

Untuk membangun kekayaan, pertama kamu harus memiliki tujuan. Terlebih dahulu kamu harus menetapkan jumlah uang yang kamu inginkan, setelah itu baru kamu bisa membuat rencana keuangan. Banyak orang Indonesia yang mungkin sudah bisa menabung atau berinvestasi, tapi tidak punya tujuan akhir pengelolaan keuangan. Membeli rumah, bisnis baru, bisa saja menjadi tujuan pengelolaan kamu. Dengan begitu kamu bisa termotivasi untuk menabung atau berinvestasi, sekaligus berjuang untuk meningkatkan taraf hidup atau status ekonomi kamu.

Baca juga : Ini 3 Alasan Orang Tidak Bisa Bayar Cicilan

Mengabaikan Pengeluaran Kecil

Apakah kamu tahu pengeluaran kamu dalam satu bulan? Ya mungkin kamu mengetahuinya. Tetapi apakah kamu menyadari berapa total uang yang kamu keluarkan untuk hal-hal kecil? Berhati-hatilah pada pengeluaran kecil, terlebih lagi untuk yang sering terjadi, karena setelah dijumlahkan akan bernilai besar. Kesalahan ini seringkali menjadi kebiasaan