Ini 3 Alasan Orang Tidak Bisa Bayar Cicilan

bayar cicilanBanyak orang tidak bisa bayar cicilan karena uang yang tidak cukup. Sehingga mereka harus merelakan barang yang mereka cicil untuk disita bank. Bahkan kamu harus menanggung resiko kalau-kalau kamu tidak diperbolehkan untuk mengajukan kredit di kemudian hari.

Bayar cicilan melebihi 50% dari pendapatan

Membayar cicilan hampir atau lebih dari 50% dari pendapatan adalah hal yang tidak bijaksana. Hal ini juga menandakan kondisi keuangan yang tidak sehat. Jika 50% dari pendapatan kamu gunakan untuk membayar cicilan. Bisa dipastikan kamu bahkan harus menggunakan kartu kredit lagi untuk memenuhi biaya hidup.

Hal ini salah satu penyebab orang tidak bisa bayar cicilan dan bahkan harus menambah hutang mereka. Untuk itu, kamu harus memperhitungkan besarnya cicilan dan perbandingannya dengan pendapatan ketika hendak mengambil kredit. Perhitungkan juga kejadian-kejadian tak terduga yang mungkin terjadi didepan agar kamu bisa mempersiapkan dana darurat.

Baca juga : Mau Cicilan Mobil Murah, Lakukan 5 Hal ini!

Terburu-buru mengambil cicilan

Ketika kamu terburu-buru mengambil cicilan karena ingin cepat mendapatkan barang yang diinginkan. Kamu bisa saja tidak memperhitungkan berapa besar cicilan berbanding pendapatan kamu. Padahal sebaiknya cicilan tidak melebihi 30% dari pendapatan kamu. Dengan memperhitungkan cicilan dengan benar, kamu lebih bisa mengatur pengeluaran kamu agar tidak lebih besar daripada pendapatan.

Selain itu, dengan tidak terburu-buru kamu bisa mempertimbangkan mana program cicilan yang terbaik. Kamu bisa memperhatikan beberapa pilihan program cicilan sebelum menentukan program mana yang akan kamu ambil. Hal itu membuat kamu bisa mengambil program cicilan terbaik yang dapat menguntungkan kamu. Ketika kamu terburu-buru mengambil cicilan, bisa saja kamu salah perhitungan dan tidak bisa membayar cicilan dikemudian hari.

Membayar DP rendah

Jika kamu membayar down payment atau uang muka rendah, kemungkinan besar kamu akan membayar cicilan dengan harga tinggi. Karena kamu harus melunasi barang tersebut, beserta dengan bunga cicilan yang ditanggungkan kepada kamu. Hal ini bisa membuat kamu mungkin tidak sanggup untuk melanjutkan cicilan ketika ada kejadian tidak terduga dikemudian hari. Untuk itu sebisa mungkin membayar DP atau uang muka lebih dari 30% dari harga barang.

Nah untuk itu, jika kamu berniat untuk mengambil cicilan, baik rumah, mobil, atau barang-barang elektronik, kamu harus memperhitungkan komponen bulanan rutin terlebih dahulu. Dengan begitu, kamu dapat mengetahui apakah kamu mampu membayar cicilan atau tidak. Jika kamu masih ragu, sebaiknya jangan mengambil cicilan terburu-buru.

Punya pengalaman lain soal cicilan? Tulis saja di kolom komentar!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *