Hal-hal yang Perlu Diketahui tentang BPJS Ketenagakerjaan

bpjs ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan menjadi sebuah hal yang sangat penting bagi seorang pegawai saat ini. Hal ini karena BPJS Ketenagakerjaan merupakan perlindungan untuk karyawan perusahaan. Biasanya biaya akan langsung dipotong oleh perusahaan dari total gaji bersih. Itulah sebabnya banyak orang tidak tahu dengan detail mengenai BPJS Ketenagakerjaan. Padahal jika ditelusuri, ada banyak hal penting mengenai BPJS Ketenagakerjaan seperti bagaimana pencairan dana, apa saja manfaatnya, dan sebagainya. Untuk itu Billie ingin memberikan informasi mengenai apa saja hal-hal yang perlu diketahui tentang BPJS Ketenagakerjaan.

BPJS Ketenagakerjaan dan UU yang mengatur

Semua undang-undang (UU) dan peraturan yang berfokus pada jaminan sosial dan proteksi ketenagakerjaan di Indonesia menjadi landasan adanya BPJS Ketenagakerjaan.  Hal itu karena proteksi dan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan tanggung jawab negara. Sebelum adanya BPJS, proteksi dan jaminan sosial ketenagakerjaan Indonesia itu diurus oleh PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). Berdasarkan UU no 3 tahun 1992, Jamsostek akhirnya bertransformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan dan bertanggung jawab ke presiden.

Pemilik BPJS Ketenagakerjaan

Semua pegawai di Indonesia wajib memiliki BPJS Ketenagakerjaan. Untuk pekerja di sektor formal, ini didaftarkan melalui perusahaaan. Perusahaan tersebut juga menanggung sejumlah iuran BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Bagi pekerja di sektor non formal, dapat mendaftarkan diri sendiri ke kantor BPJS. Iurannya ditentukan berdasarkan Upah Minimum Provinsi (UMP).

Apabila perusahaan tempat kamu bekerja tidak mendaftarkan pegawainya sebagai peserta. Kamu dapat melapor langsung ke kantor terdekat supaya di tindaklanjuti. Fyi, BPJS juga memberi perlindungan kepada WNA yang bekerja di Indonesia lho.

Kenapa harus memiliki BPJS Ketenagakerjaan

Program ini memiliki perlindungan dasar yang dapat menjamin kamu sebagai seorang pegawai. Termasuk perlindungan dari resiko sosial dan ekonomi yang mungkin terjadi di kemudian hari. Contohnya adalah kecelakaan kerja, sakit, kematian, masa pensiun, dan lain-lain. Hal ini membuat pegawai tidak perlu menanggung beban tersebut sendirian.

Apa saja programnya

Ada beberapa program dalam BPJS Ketenagakerjaan, yaitu:

Jaminan Hari Tua (JHT)

Dalam program ini, perusahaan akan menanggung sebanyak 3.7% dari total iurannya. Pegawai akan mendapat semua iuran yang telah dikumpulkan setelah pensiun, yaitu umur 55 tahun. Jumlah total klaim iuran tersebut akan menjadi besar karena sebelumnya telah diinvestasikan. Hal ini tentunya akan menguntungkan pegawai di hari tua. Bagi pegawai yang meninggal atau cacat permanen juga tetap diperbolehkan mengklaim iuran tersebut.

Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Untuk program ini, kamu akan diberikan kompensasi dan rehabilitas ketika mengalami kecelakaan. Mulai dari kamu hendak berangkat kerja sampai kembali ke rumah atau terkena penyakit yang diakibatkan pekerjaan. Iuran untuk program ini dibayarkan sepenuhnya oleh perusahaan, yang bernilai 0.24% sampai 1.74% sesuai kelompok usaha.

Jaminan Kematian (JK)

Program ini memungkinkan kamu untuk mendapatkan uang senilai Rp 21 juta. Terdiri dari santunan kematian sebesar Rp 14 juta dan biaya pemakaman Rp 2 juta serta santunan berkala. Kematian yang dijamin di program ini yaitu yang bukan karena kecelakaan kerja. Jaminan ini akan ditujukan kepada ahli waris dari si pegawai.

Bukan Penerima Upah

Program ini diikuti peserta dari sektor non formal seperti pedagang, petani dan orang-orang yang punya usaha sendiri. Iurannya ditanggung sendiri dan ditetapkan berdasarkan upah minimum provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten (UMK) dan dibayarkan secara berkala kepada pemerintah.

Sektor Jasa Konstruksi

Para pekerja konstruksi juga didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini berlaku bagi semua pekerja konstruksi, baik yang harian lepas, tenaga borongan, atau yang terikat perjanjian tertentu. Jaminan sosial untuk program ini biasanya kombinasi antara JKK dan JK dengan jumlah iuran 0,24 persen dari total proyek.

Apa manfaat tambahannya?

Selain program dan manfaat diatas, ada juga manfaat lainnya yang bisa kamu dapatkan lho. Manfaat ini biasanya diberikan kepada peserta yang sudah bergabung di BPJS Ketenagakerjaan minimal 5 tahun. Pertama, kamu bisa mendapatkan bantuan pinjaman uang muka untuk pembelian rumah. Kedua, ada program beasiswa bagi anak pegawai tidak mampu. Ketiga, disediakan pelatihan-pelatihan untuk menurunkan resiko kecelakaan kerja.

Bagaimana pencairan dananya?

Pencairan dana cukup mudah selama kamu bisa memenuhi beberapa persyaratan. Salah satu syaratnya adalah telah menjadi anggota selama minimum 5 tahun. Selain itu ada beberapa dokumen dan administrasi yang perlu dilengkapi. Setelah memenuhi persyaratan tersebut kamu dapat mendatangi kantor untuk pencairan dana.

Gimana, sudah paham mengenai BPJS Ketenagakerjaan? Jika ada sesuatu yang bisa kamu bagikan tentang BPJS Ketenagakerjaan, langsung saja tulis di kolom komentar!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *