5 Hal Merepotkan yang Sering Terjadi saat Bayar Tagihan

5 Hal Merepotkan yang Sering Terjadi saat Bayar Tagihan

Membayar tagihan adalah hal yang tidak asing dilakukan bagi sebagian orang dewasa. Tagihan-tagihan seperti listrik, PAM, kartu kredit, asuransi, tv kabel, BPJS, dan sebagainya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Namun tahukah kamu? Bahwa ada beberapa hal kecil yang sederhana namun merepotkan yang sering terjadi saat bayar tagihan.

Berikut Billie merangkum 5 hal kecil merepotkan yang sering terjadi saat bayar tagihan:

Salah Input Jumlah Tagihan

Salah input jumlah tagihan adalah kesalahan yang cukup sering dilakukan, biasanya payer salah memasukkan angka biaya tagihan mereka. Kesalahan ini biasanya terjadi pada tipe tagihan yang membutuhkan kamu untuk memasukan jumlah biaya secara manual. Seperti beberapa jenis kartu kredit, asuransi, BPJS, biaya dalam bentuk virtual account dan tagihan-tagihan lainnya.

Dengan jumlah yang kecil, biasanya kamu akan membiarkannya. Lalu biller akan mengurangi tagihanmu di bulan selanjutnya, atau menambahkan biaya tersebut ke akun elektronik milikmu. Kekurangannya, akan lebih sulit bagi biller untuk mengetahui apakah kamu sudah membayar tagihanmu atau belum, karena banyak biller yang menaruh angka unik pada tagihan untuk mempermudah sinkronisasi pembayaran tagihan.

Namun dalam jumlah yang besar, apakah kamu tidak keberatan memberikannya kepada biller? Sebagian besar akan meminta pengajuan refund atau pengembalian uang, hal ini akan sangat merepotkan. Kenapa? Kamu akan diminta untuk mengisi sejumlah formulir dan mengirimkannya langsung ke kantor biller. Kamu juga harus menunggu sekitar 4-6 hari kerja untuk refund atau pengembalian uang tersebut.

Repot bukan? Untuk itu kamu harus jeli ketika memasukkan jumlah tagihan atau memilih metode pembayaran yang lebih otomatis seperti autodebet atau tagihan yang memberikan jumlah biaya secara otomatis.

Salah Input Nomor Tagihan

Kesalahan lain yang sering dilakukan adalah salah input nomor tagihan. Hal ini sebenarnya tidak akan terlalu merugikan, karena sistem ATM atau internet banking akan membatalkan proses pembayaran secara otomatis. Sehingga kamu tidak akan mengalami kerugian seperti salah membayar tagihan dan sebagainya.

Namun hal ini tentu saja akan membuang-buang waktu kamu, karena kamu harus mengulang proses pembayaran lagi dan memasukkan angka yang benar. Belum lagi nomor akun atau nomor tagihan yang biasanya panjang, akan menyulitkan kamu. Banyak orang yang terpaksa mengantri ulang di ATM, karena tidak enak kepada orang lain dibelakangnya akibat hal ini.

Uniknya, kebanyakan orang membayarkan tagihannya di minggu pertama awal bulan, sehingga pada minggu tersebut akan ada banyak antrian di ATM. Wah, kalau seperti ini ada baiknya kamu jeli dan tidak terburu-buru saat memasukkan nomor tagihan di ATM.

Anggap Remeh Tanggal Jatuh Tempo

Banyak orang yang menganggap remeh tanggal jatuh tempo tagihan. Mereka biasanya menunda-nunda untuk membayarkan tagihan mereka. Seperti menunda untuk pergi ke ATM atau menunda untuk membuka aplikasi internet banking dan sebagainya. Memang sih hal ini dikarenakan kebutuhan untuk mengerjakan hal lain terlebih dahulu, dan kadang membayar tagihan bisa merepotkan jika kamu harus mengutak-atik lagi nomor dan biaya tagihan.

Jangan disepelehkan, terlambat membayar tagihan bisa merugikan. Perusahaan atau bank penerbit kartu kredit biasanya akan membebankan biaya keterlambatan kepada billpayer. Biaya keterlambatan ini memang kecil, tetapi jika dibiasakan juga merupakan salah satu keborosan lho. Pada kartu kredit, biaya keterlambatan bisa sekitar 3% dengan jumlah maksimum Rp. 150.000. Jika setiap bulannya kita terlambat, kita bisa menanggung sekitar Rp 1,8 juta. Belum lagi ditambah bunga yang dibebankan oleh kartu kredit, wah lumayan kan.

Pada pembayaran jenis lain, asuransi salah satunya, keterlambatan pembayaran bisa menyebabkan akun asuransi kamu ditutup. Hal ini menyebabkan kamu akan kehilangan investasi asuransi yang sudah kamu berikan dibulan sebelumnya. Kenapa? Karena asuransi memiliki jangka waktu dimana investasi kita sudah dapat diambil, biasanya setelah 5 tahun. Jika jumlah investasi masih sedikit, mungkin masih bisa di terima. Namun jika jumlah investasi sudah banyak, akan merugikan kamu karena investasinya menjadi sia-sia.

Pada kasus lain seperti e-commerce, keterlambatan pembayaran bisa menggagalkan pembelian barang yang kamu pesan. Kalau kamu benar-benar menginginkan barang tersebut, terpaksa kamu harus melakukan proses pemesanan ulang. Ditambah dengan memesan ulang, waktu kamu akan lebih terbuang karena harus melewati proses verifikasi lagi oleh e-commerce.

Untuk itu, hindari keterlambatan pembayaran ya, gunakan fitur pada hp atau secara manual dengan sticky notes di kulkas sebagai pengingat tanggal jatuh tempo tagihan. Kamu juga bisa menggunakan beberapa aplikasi pengingat atau bahkan pengatur tagihan yang dapat membantu kamu mengelola tagihan.

Administrasi Perbedaan Bank

Apakah kamu tahu bahwa setiap bank membebankan biaya administrasi, apabila kamu melakukan pembayaran untuk tagihan bank lain? Salah satu contohnya BCA, BCA akan membebankan biaya administrasi jika kamu membayar tagihan kartu kredit bank Mandiri atau bank lainnya, hal tersebut juga diberlakukan oleh bank Mandiri, BNI, BII, UOB, dan bank lokal maupun internasional lainnya.

Biaya ini kelihatannya tidak besar, namun jika dikumpulkan kamu mungkin akan terkejut dengan jumlah biayanya. Mari kita coba hitung, bank biasanya akan membebankan uang sejumlah Rp 5.000 sampai Rp 10.000 ketika membayarkan tagihan bank lain. Selain itu biasanya ada beban administratif sebesar Rp. 2.500 sampai Rp. 10.000, untuk membayar tagihan seperti BPJS, e-commerce, asuransi, dan jenis pembayaran lainnya. Jika kamu membayar tagihan dengan debit BCA dan mempunyai 3 kartu kredit, 1 BPJS, dan 1 asuransi, kamu bisa membayarkan sekitar Rp. 15.000 sampai Rp. 25.000 beban administratif setiap bulannya, jika dijumlahkan per tahun, biaya yang kamu keluarkan adalah sekitar Rp. 180.000 sampai Rp. 300.000, lumayan bukan?

Untuk menghindari beban administratif seperti ini, kamu bisa menggunakan kartu kredit yang diterbitkan oleh bank yang sama dengan tabungan kamu. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan perusahaan jasa atau aplikasi yang dapat membayarkan tagihan kamu secara bersamaan tanpa biaya administratif.

Tidak Menyimpan Surat Tagihan

Surat tagihan atau invoice adalah surat yang diterbitkan oleh biller yang berisi jumlah tagihan. Invoice diberikan saat tagihan belum jatuh tempo yang sekaligus diberikan untuk mengingatkan pembayaran tagihan. Mengapa surat tagihan penting? Karena pada surat tagihan terdapat jumlah tagihan dan nomor akun beserta nomor tagihan. Informasi tersebut akan kamu butuhkan pada saat membayarkan tagihan. Selain itu surat tagihan juga berguna sebagai bukti apabila terdapat kesalahan pada tagihan tersebut.

Jika kamu tidak menyimpan surat tagihan dengan benar atau melupakan file tempat surat tagihan di hp, kamu bisa repot saat hendak membayarkan tagihan. Kamu harus membuka ulang email, surat, dan sebagainya. Untuk itu sebaiknya kamu menyimpan surat tagihan dengan baik. Jika kamu menerima surat tagihan fisik dari bank atau perusahaan, sebaiknya kamu menggunakan map khusus untuk tagihan. Jika kamu menerima surat tagihan elektronik, kamu dapat membuat folder khusus di online drive atau screenshot surat tagihan kamu dan tempatkan di folder foto khusus.

Berikut 5 hal kecil merepotkan yang sering terjadi saat bayar tagihan menurut Billie. Apakah kamu memilki pengalaman yang juga merepotkan saat membayar tagihan? Tuliskan saja di kolom komentar.